My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 59 Tidak Berperasaan


__ADS_3

*****


Dua bulan kemudian, kondisi Yura sudah semakin membaik. Ia bahkan sudah bisa berjalan, dan Reihan juga sudah menepati janji nya untuk mengutus bawahannya untuk merawat Yura, hingga Yura sembuh total. Dan selama dua bulan penuh, Yura sama sekali tidak menghubungi Reihan.


Kemudian setelah ia pulih total dan sudah bisa berjalan seperti biasa, Yura pun langsung datang ke hotel Reihan tanpa memberitahu Reihan.


Tok...tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Reihan, Reihan pun menyuruh nya untuk segera masuk.


" Hai Rei...." Sapa Yura lalu masuk ke dalam ruangan Reihan.


" Kamu udah sembuh? Lalu di mana bawahan ku? " Tanya Reihan yang terkejut dengan kedatangan Yura.


" Dia sudah aku kasih pesangon dan sekarang sudah pergi jauh. Dan terimakasih karena kamu sudah meminta bawahan mu itu untuk merawat dan membiayai semua biaya perawatan ku selama ini. "Ujar Yura lalu duduk di kursi yang saat ini berada di hadapan Reihan.


" Maksud kamu apa? Kenapa kamu memberikan pesangon pada bawahan ku? " Tanya Reihan kembali, seraya mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi bawahannya itu.


" Percuma saja kamu menghubungi nya, dia tidak akan mengangkat panggilan telfon dari mu. " Kemudian Yura beranjak dari duduk nya dan meraih handphone Reihan dari tangan Reihan.


Reihan sedikit kesal dengan sikap Yura yang seenaknya kepada nya itu. Lalu Reihan pun merebut kembali handphone nya dari tangan Yura dengan kasar.


" Berhenti berbuat semau mu, dan untuk apa kamu membuat bawahan ku pergi dan tidak ingin menjawab telfon dari ku. Itu semua pasti ada alasannya. " Ujar Reihan yang tampak terlihat mencurigai Yura.


Yura pun tersenyum licik sambil mengangkat sisi ujung bibir nya. Dan Yura berjalan perlahan ke arah Reihan, ia berdiri jinjit dan berbisik di telinga Reihan.


" Karena aku akan memberikan kejutan yang sangat luar biasa. " Bisik Yura kemudian ia berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Reihan.


Selang beberapa menit setelah Yura pergi, tiba-tiba saja ada telfon yang masuk di handphone Reihan. Reihan pun langsung mengangkat nya dan ternyata Erwin supir pribadi Melodi yang meneleponnya.


[ *Via telfon ]

__ADS_1


" Ada apa Win? "


" Pak, ibu Melodi menghilang, tadi dia masih berada di butik nya, tapi saat ibu Arini pergi untuk mengantarkan sebuah paket, dan saya mencoba untuk melihat keadaan ibu Melodi,, tiba-tiba saja ibu Melodi sudah tidak ada di ruangannya pak. "


"Cepat cari Melodi sekarang juga, kalau perlu kamu lapor polisi*. "


Kemudian Reihan menutup telfonnya dan bergegas menuju butik milik Melodi, Reihan juga menghubungi Arini dan memberitahukan kepada Arini bahwa Melodi tidak ada di butik dan menanyakan kepada Arini apakah Melodi sedang bersama dengannya.


Reihan juga terus menghubungi nomor telfon Melodi, namun Melodi tidak menjawab panggilan telfon dari nya. Reihan menjadi semkin panik dan teringat perkataan Yura kepada nya tadi.


"Yura, apa yang kamu lakukan? Kalau sampai terjadi apa-apa pada Melodi, aku tidak akan pernah memaafkan mu. " Batin Reihan.


Reihan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak perduli dengan lalu lintas lagi, bahkan saat lampu merah menyala pun ia tetap melajukan mobil nya itu. Di benaknya saat ini hanyalah, ia ingin segera menemukan Melodi dan memastikan keadaannya.


Dan setelah sampai di butik, Reihan mendapatkan satu pesan dari nomor yang tidak di kenal.


{ Bagaimana? Apa kejutan dari ku cukup mengejutkan mu? }


Lalu Reihan meremas handphonenya itu, ia benar-benar sangat marah dan kesal pada Yura saat ini. Reihan pun langsung menghubungi nomor itu, namun nomor itu sudah mati dan tidak bisa di hubungi, kemudian Reihan yang terlihat sudah sangat tidak karuan itu pun menghubungi nomor handphone Yura.


[ *Via telfon ]


" Tutup mulut mu!!!! Dimana Melodi? "


" Apa? Melodi? Kenapa kamu bertanya kepada ku? Dia kan istri mu? Dan aku? Siapa aku sehingga kamu menanyakan Melodi kepada ku? "


" Tidak usah berpura-pura, aku tau kamu pasti menculik Melodi katakan sekarang juga, atau akan aku laporkan kamu ke polisi. "


" Wah, kamu ngancam aku? Silahkan saja kamu lapor polisi dan jangan pernah berharap kamu akan bertemu dengan istri mu. "


" Benar, seperti dugaan ku, kamu menculik Melodi, sekarang katakan kepada ku di mana keberadaan Melodi, dan jangan sampai kamu menyeesal, jika terjadi apa-apa pada Melodi. Aku tidak akan pernah memaafkan mu untuk selama nya. "

__ADS_1


" Wah, aku takut...yasudah, selamat bersenang-senang Reihan, dah*..."


Kemudian Yura menutup telfon dari Reihan, Yura pun terlihat sedikit kesal, kemudian ia menatap ke arah Melodi yang saat ini sudah terikat di sebuah kursi.


Yura menghampiri Melodi lalu membuka lakban yang ia tempelkan untuk membungkam mulut Melodi itu dengan sangat kasar. Melodi pun terlihat meringis kesakitan.


" Lepaskan aku Yura, jangan seperti ini....apa mau mu? " Tanya Melodi dengan bibir yang sudah mengeluarkan darah akibat lakban yang di buka oleh Yura dengan sangat kasar itu.


" aku ingin anak dalam kandunganmu itu mati. " Ujar Yura lalu mencengkram pipi Melodi dengan jari-jari tangannya.


Kemudian ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tempat Yura menyembunyikan Melodi, dan betapa terkejutnya Melodi saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Eros..." Ujar Melodi yang terlihat begitu terkejut melihat Eros.


Eros pun menghampiri Melodi dan duduk berlutut di hadapan Melodi, kemudian Eros mendekatkan wajahnya pada wajah Melodi, dan saat Eros ingin mencium bibir Melodi, Melodi pun langsung memalingkan wajahnya, sehingga Eros terlihat kesal, lalu memaksa Melodi untuk melihat ke arah nya dan Eros pun mencium Melodi dengan kasar, Yura yang melihat nya pun hanya tersenyum licik.


" Arrggghhhh....!!! " Teriak Melodi, tepat di depan wajah Eros.


" Maaf sayang, aku harus melakukan ini pada mu, aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu Melodi, jika kamu mau memberiku kesempatan sekali saja, mungkin ini semua tidak akan terjadi, dan kamu tidak akan mengandung anak sialan itu. " Ujar Eros, yang terlihat sudah tidak punya rasa empati kepada anak yang tengah di kandung oleh Melodi itu.


" Kalian benar-benar jahat, dan kamu Eros, kenapa kamu menjadi seperti ini? Kamu adalah pria baik Eros, hentikan semua ini, jangan menjadi pria bodoh yang dibutakan oleh cinta. Sadar Eros, kendaliakan diri mu. " Ujar Melodi yang kini sudah menangis di hadapan Eros.


" Jangan menangis, aku tidak bisa melihat mu menangis, hati ku hancur, kamu harus menghilangkan kesialan mu dan kembali kepada ku Melodi. "


Melodi pun menggeleng-gelengkan kepala nya, ia tidak ingin kehilangan janin yang ada di perut nya itu.


" Aku mohon jangan lakukan itu Eros, aku tidak ingin kehilangan anak ini, jangan lakukan itu. " Melodi memohon sambil menangis tersedu-sedu di hadapan Eros.


Lalu Yura membawa segelas air dan memberikannya kepada Eros. Eros pun meraih gelas tersebut dan mencoba membujuk Melodi untuk meminum air tersebut. Melodi masih terus menangis tertunduk, ia tidak mau mendongakkan kepala nya, kemudian Yura yang geram pun, menjambak rambut Melodi hingga Melodi mendongakkan kepala nya.


" Tenang sayang, kamu hanya merasakan rasa sakit sebentar saja, dan aku yakin kamu akan baik-baik saja, aku hanya ingin membunuh anak sialan itu. "

__ADS_1


Melodi semakin merapatkan bibir nya, ia terus memberontak hingga kursi yang saat ini terikat dengannya pun terjatuh ke belakang dan Melodi pun terjatuh hingga kepala nya membentur lantai.


Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏


__ADS_2