My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 84 Menceritakan


__ADS_3

*****


Reihan menatap Melodi dengan seksama, dan Melodi yang menyadari bahwa Reihan sedang menatap nya itu pun langsung menundukkan kepalanya.


" Ada apa sebenarnya? Ada yang kamu sembunyikan dariku? Kenapa kamu tidak menatap ku saat berbicara dengan ku? Tidak biasanya kamu seperti ini. " Tanya Reihan yang mulai mencurigai gerak-gerik Melodi.


Kemudian Melodi memberanikan diri nya untuk melihat ke arah Reihan. Melodi menatap Reihan lalu menggelengkan kepala nya.


" Tidak ada yang aku sembunyikan, aku hanya lelah dan ingin segera istirahat. " Jawab Melodi kemudian beranjak dari duduk nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Reihan masih sangat mencurigai gerak-gerik Melodi, ia merasa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan Melodi. Namun ia sendiri tidak tau apa yang sedang di sembunyikan Melodi.


" Kenapa aku tidak bisa percaya dengan alasan yang di berikan Melodi? Firasat ku mengatakan jika ada suatu hal yang di sembunyikan Melodi dari ku. Tapi apa itu? Melodi seperti nya tidak ingin memberitahu ku. " Batin Reihan.


Saat Reihan sedang termenung dan memikirkan perkataan Melodi. Tiba-tiba saja handphone Melodi berdering. Reihan segera meraih handphone Melodi dan terlihat ada nomor yang tidak terdaftar di dalam kontak Melodi.


Reihan pun langsung mengangkat telfon tersebut. Reihan sengaja tidak berbicara dan membiarkan orang yang menelfon Melodi itu bicara terlebih dahulu.


[ Via telfon ]


" Bagaimana rasa nya? Apakah sakit? Itu baru percobaan dari ku, tunggu saja dan nikmati setiap penderitaan yang nanti nya akan aku berikan kepada mu. Untung saja mobil ku masih baik-baik saja walau sudah mengenai tubuh mu. "


"......."


" Kenapa kamu tidak menjawab ku? Apa kamu sudah mulai ketakutan? Hahaha...tenang saja, jika kamu ingin semua nya cepat berakhir, maka aku juga akan mengakhirinya dengan cepat. Ah....apa kamu merindukan anak mu? Baik lah, aku akan segera membuatmu bertemu dengan nya. "


" Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu berkata seperti itu kepada istriku? Berani sekali kamu...!!! "


Kemudian panggilan telefon itu pun terputus, Yura yang menyadari bahwa yang mengangkat telfon itu bukanlah Melodi melainkan Reihan itu pun langsung mematikan telfonnya dan membuang sim card yang ia gunakan untuk menelfon Melodi barusan.


Reihan masih menatap handphone Melodi yang saat ini ada di genggamannya. Reihan begitu marah dengan apa yang barusan ia dengar. Reihan masih menunggu Melodi dengan sabar di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


Dan sepuluh menit kemudian Melodi keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan ke arah tempat tidur nya. Melodi membaringkan tubuh nya. Kemudian tiba-tiba saja Reihan memberikan handphone Melodi yang tadi ia genggam.


" Kenapa handphone ku ada di kamu? " Melodi terlihat terkejut setelah tau bahwa Reihan sedang menggenggam handphone milik nya itu.


" Tadi ada panggilan masuk, dari seorang wanita, dia banyak berbicara tentang mu, dan mungkin saja ada kaitan nya dengan kecelakaan yang menimpa mu saat di mall. " Jawab Reihan sambil mencoba mengamati reaksi Melodi setelah mendengar nya.


Melodi terlihat sedikit terkejut, pikiran nya langsung tertuju kepada Yura. Ia tidak tau harus bagaiman menjelaskannya kepada Reihan. Melodi tidak ingin membuat Reihan menjadi khawatir nanti nya.


" Siapa wanita itu? " Reihan kembali bertanya dengan pandangan mata yang sudah berubah. Reihan tampak kesal karena Melodi tidak jujur kepada nya.


" Apa yang dikatakan wanita itu? " Melodi pun kembali bertanya dan memastikan apakah yang menelfon nya Yura atau bukan.


" Dia bertanya bagaimana rasanya? Apakah sakit? Dan dia juga mengatakan hal-hal yang membuat ku merinding. " Jelas Reihan lalu kemudian Reihan meraih kedua jari jemari tangan Melodi.


" Aku mohon, kamu jujur...dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa...please Mel..." Ujar Reihan dengan lembut.


" Yura..."


" Iya...wanita itu adalah Yura...dan tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya. "


" Jadi...Yura sengaja melakukan hal itu kepada mu? Benar-benar tidak bisa dibiarkan...!!! Dia sudah berjanji untuk berubah, tapi ternyata dia masih berusaha untuk menyakiti mu. "


Amarah Reihan pun meluap, Reihan mengepalkan tangannya, dan saat ia ingin beranjak dari duduk nya. Melodi dengan segera meraih tangan Reihan.


Melodi menggelengkan kepala nya, kemudian meminta Reihan untuk kembali duduk di samping nya.


" Rei...apa yang ingin kamu lakukan? "


" Aku ingin memberikan Yura peringatan, aku ingin menghentikan perbuatannya kepada mu. Ini sudah keterlaluan. Dan aku tidak bisa membiarkannya. "


" Kamu ingin melindungi ku? Kalau kamu memang ingin melindungi ku, aku mohon... pura-pura lah tidak tau apa-apa. Aku ingin Yura bisa di hukum dengan layak. Dan aku akan mengumpulkan bukti-bukti untuk melaporkannya kepada yang berwenang. "

__ADS_1


Reihan terdiam, ia berfikir sejenak...selama ini perbuatan jahat Yura tidak pernah meninggalkan bukti. Dan Reihan pun memiliki rencana untuk menjebak Yura.


" Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu, tetapi aku tidak akan pernah tenang membiarkan mu sendirian. "


" Aku baik-baik saja, dan satu lagi...aku juga baru tau setelah bertemu dengan Yura. Aku bisa mengingat dengan jelas mobil yang hampir menabrak ku di saat aku di selamat kan oleh Eros saat itu. Ternyata orang yang mengendarai mobil itu adalah Yura. Dan aku yakin Eros sama sekali tidak tau tentang hal ini. " Jelas Melodi, kemudian Reihan terlihat semakin marah.


" Aku benar-benar tidak habis pikir Yura bisa melakukan tindakan sekejam itu. Dia dulu adalah gadis yang baik dan ambisius. Tapi sekarang Yura sudah berubah menjadi gadis yang kejam. "


" Waktu yang akan membalas semua perbuatan Yura, kita hanya perlu berusaha dan menunggu waktu yang tepat untuk membuat Yura sadar akan tindakannya. "


Kemudian Melodi pun memejamkan matanya, Reihan masih di samping Melodi sampai Melodi tertidur lelap. Lalu ketika Melodi sudah tertidur, Reihan dengan segera mengambil kotak p3k milik nya dan kemudian mengobati lengan tangan dan juga kedua lutut Melodi.


Setelah itu Reihan dengan segera menghubungi sekretaris nya.


[ Via telfon ]


" Halo pak? "


" Roni, segera carikan seseorang untukku, carikan orang yang pandai menguntit dan juga mengawasi. "


" Baik pak, tapi kalau boleh saya tau, untuk apa ya pak? "


" Carikan dua orang, yang satu untuk menjaga Melodi dari kejauhan, dan yang satu lagi untuk mengawasi Yura. Dan mereka harus merekam setiap tindakan yang di lakukan Melodi dan Yura. "


" Baik pak. "


Kemudian Reihan pun mengakhiri panggilan telefon tersebut. Kini Reihan sudah cukup tenang dan lega karena Melodi tidak akan sendirian.


Reihan juga meminta Erwin untuk selalu berada di dekat Melodi di saat Melodi tidak bersama dengannya.


Reihan begitu mengkhawatirkan Melodi, ia takut jika Yura masih terus berusaha untuk menyakiti Melodi.

__ADS_1


__ADS_2