
*****
" Kamu tungguin Eros aja Rei, aku cuma mau buat bubur aja. " Ujar Melodi yang menolak bantuan dari Reihan.
" Mel..."
" Ya? "
" Aku cemburu. " Ujar Reihan secara tiba-tiba, sehingga Melodi yang mendengarnya itu langsung menoleh ke arah nya.
Melodi menatap wajah Reihan yang sudah sangat masam saat ini. Lalu ia pun tersenyum ke arah Reihan, Melodi mendekat dan mengecup pipi kanan Reihan.
" Kenapa kamu harus cemburu? " Tanya Melodi yang menyudahi kecupan manis nya itu, kemudian ia lanjut memasak bubur.
" Kamu begitu perhatian dengan Eros, aku jadi cemburu. Kamu juga terlihat sangat mengkhawatirkan nya. " Keluh Reihan lalu Reihan memeluk tubuh Melodi dari belakang.
" Wajar aku khawatir, kalau kamu yang sakit, aku juga pasti khawatir...lagi pula, sekarang aku hanya menganggap Eros sebagai kakak ku, tidak lebih. " Jelas Melodi, Reihan yang mendengar penjelasan Melodi tersebut pun menjadi sedikit lega karena ternyata Melodi hanya menganggap Eros sebagai kakak nya.
Kemudian Reihan melepaskan pelukannya dari Melodi dan kembali ke kamar Eros. Reihan masuk ke dalam kamar Eros dengan wajah yang sudah berseri-seri. Eros yang melihat ekspresi Reihan itu pun menjadi bingung.
" Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? " Tanya Eros yang heran melihat Reihan yang terlihat sedang tersenyum dan tersipu-sipu sendiri.
" Aku hanya sedang senang. " Jawab Reihan sambil tersenyum lebar kepada Eros.
" Dasar Aneh, tadi muka mu sudah seperti ingin menerkam ku, dan sekarang malah tersenyum lebar ke arah ku. " Gumam Eros yang sedikit kesal dengan tatapan Reihan yang terlihat menyebalkan bagi Eros.
Dan setelah Reihan duduk di dekat tempat tidur Eros, tidak lama kemudian Melodi pun masuk ke dalam kamar Eros dengan membawa nampan yang berisikan semangkuk bubur di tangan nya.
__ADS_1
" Ini bubur, kamu makan ya...kamu bisa makan sendiri kan? " Ujar Melodi yang kemudian meletakkan nampan tersebut di samping tempat tidur Eros.
" Aku lemas, bisa tolong suapi aku? "
Melodi melirik ke arah Reihan, dan kemudian Reihan menganggukkan kepala nya pelan, tanda bahwa ia mengizinkan Melodi untuk menyuapi Eros. Melodi pun tersenyum ke arah Reihan lalu ia mengangkat mangkuk bubur tersebut dan dengan perlahan menyuapi Eros.
" Hmmm, udah lama banget aku nggak makan masakan kamu. " Ujar Eros yang terlihat sangat menikmati setiap suapan yang di berikan oleh Melodi.
" Berarti aku beruntung ya bisa makan masakan Melodi setiap hari, hari ini kamu juga beruntung Eros, karena aku mengizinkan Melodi untuk merawat mu. " Celetuk Reihan yang sengaja ingin melihat reaksi Eros.
Eros pun melirik Reihan dengan tatapan yang sangat tajam. Ia merasa Reihan sudah mengganggu momen yang amat berharga bagi nya.
" Aaakk..." Eros membuka mulut nya dan terlihat sangat manja di hadapan Melodi.
Melodi yang menyadari sikap dua laki-laki yang ada di sekitar nya itu pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena terheran-heran.
" Habis ini aku pulang ya, kamu harus bisa menjaga kondisi badan kamu. "
" Jangan manja, kamu banyak uang, kenapa tidak memperkerjakan pembantu saja. " Ujar Reihan yang tidak senang mendengar ucapan Eros.
" Bukan urusan mu, ini adalah rumah ku, jadi terserah aku mau memperkerjakan pembantu atau tidak. "
" Eros...apa yang di katakan Reihan ada benarnya. Kamu tidak bisa hidup sendiri, lebih baik kamu memperkerjakan pembantu. Supaya rumah mama terawat dan ada yang merawat kamu juga. " Ujar Melodi yang membenarkan ucapan Reihan.
" Baiklah, tapi aku mau kamu yang carikan aku pembantu. " Pinta Eros yang ingin memperkerjakan pembantu jika Melodi yang mencarikannya.
" Iya, nanti aku carikan. "
__ADS_1
" Tapi...hari ini tolong temani aku. " Pinta Eros lagi sambil memasang wajah yang sangat memelas.
Melodi pun mengangguk lalu melihat ke arah Reihan. Reihan terlihat sedikit kesal karena Melodi menuruti permintaan Eros.
" Tapi biarkan Reihan menemani ku juga di sini, aku tidak ingin ada kesalahpahaman nanti nya. " Ujar Melodi yang juga ingin Reihan bisa menemaninya untuk menjaga Eros.
Eros dengan berat hati pun akhirnya menyetujui nya. Ia sebenarnya tidak ingin melihat Reihan berada di rumah nya, namun karena itu permintaan Melodi, Eros pun tidak bisa menolak nya.
Setelah selesai memberi Eros makan, Melodi langsung keluar dari kamar Eros. Melodi menuju kamar tamu, dan membereskan kamar tamu yang terlihat berantakan dan tidak terurus itu.
Semenjak kepergian Dewi, Eros benar-benar hidup sendiri dan tidak ada satupun orang yang ia pekerjakan untuk mengurus rumah nya. Eros juga tidak pernah membersihkan rumahnya, sehingga banyak sekali sarang laba-laba yang bersarang di setiap sudut rumah nya.
Setelah beres, Melodi yang tidak bisa melihat sesuatu yang berantakan itupun akhirnya membersihkan setiap ruangan yang ada di rumah Eros. Reihan yang menghampiri Melodi itu pun berniat membantu Melodi.
" Kamu sedang apa? Aku bantu ya? " Tanya Reihan sambil berjalan ke arah Melodi.
" Boleh, rumah ini terlihat begitu kacau, aku tidak bisa membiarkannya berantakan seperti ini. Terakhir aku kemari, rumah ini begitu nyaman, tante Dewi sangat merawat rumah ini. Tapi sekarang, lihat saja? Aku benar-benar tidak habis pikir Eros bisa tinggal di tempat seperti ini. " Ujar Melodi yang masih saja sibuk menggerakkan kedua tangannya untuk mengelap meja-meja yang sudah tertutup oleh debu.
" Istri ku sangat rajin, yaudah aku bantu. " Reihan pun mengambil sapu dan mulai menyapu beberapa ruangan.
Dua jam sudah berlalu, tidak terasa mereka sudah membersihkan setiap sudut rumah Eros. Eros yang tidak mendengar suara Melodi dan juga Reihan itu pun keluar dari dalam kamar nya dan ia begitu terkejut melihat rumah nya yang sudah terlihat begitu rapih.
" Apa yang kalian lakukan? " Tanya Eros yang mulai berjalan menghampiri Melodi dan juga Reihan yang saat ini sedang duduk bersandar di sofa ruang tamu.
" Dasar jorok, lihatlah rumah mu, sudah bersih berkat ku dan Melodi. " Jawab Reihan yang sedikit menyindir Eros.
" Jaga bicara mu, siapa yang jorok? Wajar saja aku tidak bisa mengurus rumah, yang aku lakukan hanyalah bekerja. Dan aku yakin, ini semua pasti Melodi yang banyak melakukannya. " Ujar Eros yang tidak ingin di ledek dan dikatakan jorok oleh Reihan.
__ADS_1
" Sudah, jangan bertengkar...besok akan aku carikan kamu pembantu. Jangan seperti ini lagi. " Ujar Melodi yang terlihat sudah cukup lelah dan tidak ingin melihat pertengkaran antara Eros dan juga Reihan.
Reihan yang menyadari Melodi sudah kelelahan itu pun dengan tiba-tiba mengangkat tubuh mungil Melodi di hadapan Eros dan kemudian membawa Melodi masuk ke dalam kamar tamu. Eros yang melihatnya hanya bisa mengepalkan kedua tangannya sambil menatap Reihan dengan tatapan kesal nya.