
*****
" Yura, ada yang ingin aku sampaikan, ini mengenai kecelakaan yang waktu itu menimpaku. " Ujar Eros kemudian mengamati dengan seksama ekspresi wajah Yura.
Yura terdiam lalu ia menatap Eros dengan tatapan tajam.
" Ada apa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu kepada ku? " Yura bertanya lalu meneguk minuman yang ada di hadapannya.
" Barusan aku dari rumah Reihan dan juga Melodi, dan Melodi juga sempat menanyakan kepada ku apakah aku mengingat mobil yang waktu itu hampir menabrak nya. " Jelas Eros masih dengan pandangannya yang terfokus kepada Yura.
" Lalu? Apakah kamu mengingat mobil itu? " Tanya Yura yang semakin penasaran dengan bagaimana Eros akan menjawab nya.
" Sayang sekali aku tidak bisa mengingat, saat itu aku sedang dalam pengaruh alkohol dan tidak terlalu memperhatikan mobil itu. Yang ada di dalam pikiranku hanyalah menyelamatkan Melodi saat itu. " Jawab Eros kemudian ia mulai menyandarkan punggung nya ke bangku tempat nya duduk.
Ekspresi wajah Yura dari yang awal nya tegang kini berubah menjadi lega.
" Lalu? Apakah Melodi memberitahumu siapa yang mencoba mencelakai nya? "
Eros hanya menggelengkan kepala nya dan sengaja ingin melihat respon apa yang akan di berikan oleh Yura.
Dan benar saja, Eros melihat sedikit senyuman yang samar-samar dan terlihat oleh nya di ujung bibir Yura.
" Sudahlah, tidak usah membahas hal yang memusingkan, lebih baik kamu fokus saja membantuku untuk persiapan saat launching clothing ku nanti. "
Dan setelah mereka berdua mengobrol, Eros pun memutuskan untuk mengantarkan Yura kembali ke rumah nya. Dan Eros juga sengaja sudah menyiapkan alat penyadap dan ia berniat menaruh alat tersebut di dalam rumah Yura.
Sesampai nya di rumah Yura, Eros memberitahu Yura bahwa ia ingin pergi ke toilet. Dan Yura pun mengizinkan Eros masuk ke dalam rumah nya dan menggunakan toilet rumah nya.
Eros melihat-lihat ke dalam rumah Yura, dan saat Yura tidak memperhatikannya, Eros pun masuk ke dalam kamar Yura dan meletakkan alat penyadap itu tepat di bawah meja rias Yura. Dan Eros pun dengan segera bergegas keluar dari kamar Yura.
__ADS_1
" Kamu ngapain di depan kamar ku? " Tanya Yura yang mendapati Eros yang sedang berdiri di depan kamar nya.
" Ah, aku hanya sedang melihat-lihat saja, apa tidak boleh? " Ujar Eros kemudian memberikan alasannya.
Yura hanya mengangguk lalu kembali ke ruang tamu nya. Eros pun berjalan mengikuti Yura dari belakang.
" Kamu mau langsung pulang kan? Aku mau istirahat. " Tanya Yura yang terlihat tidak ingin jika Eros berada lama-lama di rumah nya.
Eros pun langsung berpamitan dan pergi meninggalkan rumah Yura. Saat ini Eros cukup yakin dan ia juga sudah lega karena sudah meletakkan penyadap di dalam kamar Yura.
Lalu Eros kembali ke kantor nya dan kembali menyelesaikan beberapa pekerjaan yang masih harus ia selesaikan itu.
Di tempat lain...
Tubuh Melodi sudah jauh lebih baik, dan Melodi juga sudah memutuskan untuk kembali ke butik nya. Reihan yang masih mengkhawatirkan kondisi Melodi itu sebenarnya tidak mengizinkan Melodi pergi ke butik. Namun karena Melodi tetap bersikeras, akhirnya Reihan pun mengizinkannya dengan satu syarat. Jika Yura kembali datang ke butik nya, Reihan berpesan supaya Melodi tetap waspada dan jangan sampai hal seperti kemarin terjadi lagi kepada nya.
" Pagi Ar..." Sapa Melodi kepada sahabat nya itu.
" Aku udah baik-baik aja kok Ar...liat nih. " Jawab Melodi kemudian memutar-mutarkan tubuhnya di hadapan Arini.
Arini pun memberikan senyuman yang mengembang kepada Melodi. Begitu juga sebalik nya, Melodi juga melemparkan senyuman yang mengembang nya kepada Arini.
Dan Melodi pun langsung berjalan menuju ruangan nya. Lalu saat ia baru ingin memulai pekerjaan nya, tiba-tiba saja ada nomor asing yang menelfon nya. Melodi mengangkat panggilan telfon tersebut.
[ Via telfon ]
" Halo..."
" Bagaimana perasaan mu? Apa sentuhan manis dari tangan ku masih mengocok-ngocok perut mu? "
__ADS_1
" Yura...kamu..."
" Iya aku, kenapa kamu terdengar begitu terkejut menerima telfon dari ku Melodi. Seharusnya kamu senang karena hanya aku yang dapat mengabulkan keinginan terdalam mu untuk berjumpa dengan anak mu. Tapi tidak semudah itu, ingat...aku ingin membuat mu merasakan sakit perlahan-lahan, lalu setelah itu aku akan dengan mudah menghabisi mu. "
" Coba saja, aku tidak akan pernah takut dengan ancaman mu. Dan kamu adalah perempuan yang paling menyedihkan yang pernah aku temui. "
" Menyedihkan? Dengar...kamu lah perempuan yang paling menyedihkan. Dan aku? Aku adalah perempuan yang mampu melakukan segala nya demi laki-laki yang aku cintai. "
" Ya...seperti inilah letak sisi menyedihkan dari diri mu. Hanya untuk mengejar satu laki-laki kamu menghalalkan berbagai cara. Bahkan kamu rela untuk menjadi seorang pembunuh. "
" Pembunuh? Aku belum bisa di sebut sebagai pembunuh jika belum membunuh mu. "
" Ah, apa kamu lupa? Kecelakaan itu? Kecelakaan yang menewaskan calon anak ku. Dan kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa seseorang juga. "
" Saat itu aku mengincar mu, tapi sayang sekali Melodi, ternyata tuhan masih berpihak kepada mu, sehingga Eros yang harus menggantikan mu berbaring di rumah sakit. "
" Apa kamu tidak pernah merasa bersalah sedikit pun dengan apa yang telah kamu lakukan.? Dan Eros, dia adalah teman baik mu, apa kamu tidak merasa bersalah kepada nya? "
" Untuk apa? Tujuanku hanya satu, dan itu adalah kamu Melodi. Aku harus membuatmu menderita lalu aku akan langsung melenyapkan mu dari muka bumi ini. "
" Sudah lah, sebaiknya jangan menghubungi ku lagi. Dan untuk semua yang telah kamu lakukan kepada ku. Ingat lah, suatu saat nanti kamu akan menyesali semua perbuatan mu Yura. "
Kemudian Melodi menutup panggilan telfon dari Yura. Dan ia kembali fokus pada pekerjaan nya itu. Lalu di tempat lain, Eros sedang mengamati perbincangan yang sedang di lakukan Yura dengan Melodi. Karena kebetulan Yura menelfon Melodi saat diri nya sedang berada di dalam kamar nya.
Eros langsung menyimpan rekaman suara Yura tersebut. Dan dengan segera Eros menyerahkan rekaman suara tersebut kepada yang berwajib.
Tidak lama kemudian beberapa polisi menghampiri rumah Yura. Yura sangat terkejut dan kemudian polisi tersebut membawa Yura ke kantor polisi.
Yura terlihat begitu kebingungan, kemudian ia meminta izin kepada salah satu polisi yang bertugas menjaga nya itu untuk menelfon salah satu kerabat nya. Dan polisi itu mengizinkannya, Yura pun langsung menghubungi Eros dan meminta Eros untuk mencarikannya seorang pengacara handal.
__ADS_1
Dan Eros hanya mengiyakan keinginan Yura, ia juga sengaja memberikan Yura seorang pengacara yang dapat membuat Yura mengakui semua perbuatan jahat nya kepada Melodi.