My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 17 Hal Yang Tidak Terduga


__ADS_3

*****


Setelah selesai makan malam, Melodi berniat untuk mencari udara segar. Ia keluar dari rumah dan duduk di sebuah bangku yang berada di teras rumahnya.


Eros yang sedari tadi sudah memperhatikan Melodi itu pun mengikuti Melodi. Kemudian, setelah melihat Melodi yang sedang duduk di sebuah bangku tersebut. Eros dengan segera menghampiri Melodi.


" Ikut aku. " Dengan tiba-tiba Eros menarik tangan Melodi dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.


" Eros ..!!! Kamu apa-apaan sih? " Melodi mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Eros, namun tenaga nya tidak terlalu kuat.


Akhirnya Melodi masuk ke dalam mobil Eros. Dan Eros pun mulai melajukan mobilnya, entah kemana Eros akan membawa Melodi. Tetapi yang pasti, saat ini Eros sangat marah dan kesal setelah mendengar perjodohan antara Melodi dan juga Reihan.


" Kita mau kemana? " Melodi mencoba bertanya kepada Eros, tapi Eros mengabaikannya dan masih fokus mengendarai mobilnya.


" Eros...!! Jawab aku...kita mau kemana? " Melodi yang kesal karena Eros mengabaikannya itupun mulai meninggikan nada suaranya.


Eros masih saja tidak menjawab pertanyaan Melodi. Lalu kemudian Eros membanting setir ke kiri jalan dan setelah mobil nya berhenti. Eros mulai berteriak sambil memukul setir mobilnya.


Melodi yang terkejut itu pun hanya bisa memegangi seatbelt nya sambil menatap Eros dan mengernyitkan dahi nya.


" Arrrrrgggghhhhhh....!!!! "


Eros kembali berteriak hingga membuat Melodi menutup kedua telinganya. Melodi sama sekali tidak mengerti dengan pria yang saat ini berada di sampingnya itu.


" Apa ini karena perjodohan? " Melodi bertanya masih dengan posisi menutup kedua telinganya.


Eros mulai melihat ke arah Melodi, matanya sudah memerah. Amarah terpancar dari wajah Eros, kali ini Eros benar-benar tidak bisa mengendalikan diri nya.

__ADS_1


Eros mencengkram pergelangan tangan Melodi, lalu kemudian Eros memeluk Melodi dengan kasar. Melodi yang terkejut itu pun memberontak dan berusaha mendorong tubuh Eros. Namun usaha Melodi itu nihil, Eros semakin bertenaga dan semakin menyudutkan Melodi.


Eros mulai menciumi leher Melodi, hingga ia mendaratkan bibir nya pada bibir Melodi. Melodi hanya bisa menangis sambil menahan sakit di tubuh nya. Kemudian saat Eros sedang ******* bibir Melodi, Melodi dengan kasar menggigit bibir Eros sampai Eros meringis kesakitan dan melepaskan cengkraman nya.


Dengan segera Melodi melepas seatbelt nya, dan keluar dari dalam mobil Eros. Melodi menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar tidak menyangka Eros akan melakukan hal seperti ini kepada nya.


Eros pun ikut keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Melodi yang kini sedang berjalan terhuyung sambil menangis terisak. Eros meraih tangan Melodi, Melodi dengan segera menghempaskan tangan Eros dan berusaha untuk lari. Tetapi sial nya Melodi yang tidak berdaya itu pun jatuh tersungkur hingga lutut nya terluka.


" Mel, " Eros mencoba mendekati Melodi.


" Jangan mendekat, atau nggak aku teriak. " Melodi melihat Eros dengan tatapan yang sangat ketakutan.


Eros pun mulai sadar dan menyesali perbuatannya yang hampir merenggut kesucian Melodi barusan. Eros berlutut di hadapan Melodi sambil menundukkan kepalanya.


" Aku minta maaf Mel, seharusnya aku nggak ngelakuin itu ke kamu. " Air mata Eros mulai terjatuh, ia mengepalkan kedua tangannya. Kini hanya penyesalan yang menghantuinya.


" Aku nggak perduli..!! Udah cukup..!! Kamu sadar nggak?? Kamu yang nggak mau memperjuangkan hubungan kita. Tapi sekarang apa? Apa yang kamu lakuin ke aku? Aku bener-bener nggak ngerti sama jalan pikiran kamu Eros. " Melodi sangat kesal dan sangat membenci tindakan Eros pada nya.


" Mel... aku baru sadar...aku baru sadar dan aku benar-benar menyesal. Aku juga sadar, kalo aku ternyata nggak bisa melupakan kamu begitu aja Mel. Sekuat apapun aku menutupi perasaan aku, tapi aku tetap nggak bisa buat nggak mikirin kamu Mel. Aku sendiri membenci diriku Mel, aku...aku cinta sama kamu, dan itu nggak bisa berubah. " Eros mulai beruraian air mata dan ia berbicara sambil memukul-mukul dadanya.



Melodi hanya menunduk, hatinya begitu sakit dan hancur. Rasa sakit yang teramat luar biasa menggerogoti hatinya, karena kini ia mendengar perkataan lelaki di hadapannya, yang jelas-jelas sudah melepaskan tangannya terlebih dahulu. Dan saat ini laki-laki itu berkata bahwa ia menyesal dan ia masih mencintainya.


" Udah cukup Eros...cukup...semuanya sudah terlambat, kita udah nggak bisa kembali seperti dulu. Semua sudah terlambat Eros, nggak ada yang perlu di sesali. "


__ADS_1


Derai air mata terus membasahi pipi Melodi, rasa nya begitu sesak di dada. Kini bagi Melodi, penyesalan pun tidak ada gunanya. Takdir sudah memisahkan kisah cinta mereka, dan Melodi juga sudah menerima semua takdir nya.


Melodi berusaha untuk berdiri tetapi ia merasakan sakit di pergelangan kaki nya, hingga akhirnya ia kembali jatuh terduduk. Melodi pun melihat pergelangan kaki nya dan pergelangan kaki nya kini sudah sedikit membengkak. Dan ternya kaki Melodi terkilir saat terjatuh tadi.


Eros yang melihat Melodi meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan kaki nya itu pun langsung menghampiri Melodi dan mencoba ingin melihat kaki Melodi yang terluka itu. Namun tubuh Melodi dengan refleks menolak, ia menarik kaki yang hampir di sentuh oleh Eros.


Eros merasa sangat bersalah, karena ulah nya, kini Melodi menjadi sangat sensitif dengan nya. Eros memandangi raut wajah Melodi yang saat ini begitu asing baginya. Wajah Melodi terlihat benar-benar sangat ketakutan. Hingga Melodi sampai tidak mau menatap Eros.


" Maafin aku Mel, aku janji nggak bakal ngelakuin hal bodoh lagi sama kamu. " Eros mencoba untuk meyakinkan Melodi.


Kemudian Melodi dengan perlahan melihat ke arah Eros. Dari sorot mata Melodi terlihat sangat jelas, bahwa kini ia merasa tidak nyaman berada di dekat Eros.


" Aku janji Mel...aku bener-bener nyesel, please maafin aku Mel. "


Melodi pun mulai memberanikan diri nya dan ingin percaya kepada kata-kata Eros. Kemudian ia membiarkan tangan Eros menyentuh pergelangan kakinya yang terkilir dan melihat luka yang ada di lutut nya.


" Aku gendong ya? Kita ke rumah sakit, obati kaki kamu. "


Melodi menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tidak ingin pergi ke rumah sakit.


" Kita pulang aja, aku mau di obati di rumah aja. "


" Tapi Mel..." Lalu Eros teringat perkataan Reivan bahwa Melodi sangat membenci rumah sakit.


" Yaudah, aku gendong ya...kita pulang. "


Kemudian Eros pun menggendong tubuh mungil Melodi dan membawanya pulang ke rumah.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏


__ADS_2