My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 66 Serba Salah


__ADS_3

*****


" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tiba-tiba memukulku? " Tanya Reihan yang bingung dan tidak mengerti kenapa Reivan tiba-tiba saja memukulnya tanpa alasan.


" Kenapa kamu meninggalkan Melodi sendirian dalam keadaannya yang sedang tidak stabil seperti ini?? Apa kamu sudah lupa? Melodi sedang tidak baik mental nya, dan kamu juga tau, apapun bisa terjadi pada saat ini. " Ujar Reivan yang sangat geram melihat Reihan yang begitu tidak berpikir dengan rasional.


Reihan terdiam sejenak, dan ia pun sadar dan baru mengingat kembali bahwa saat ini Melodi sedang menderita PTSD.


" Apa yang terjadi? Melodi ... " Reihan dengan segera berlari menuju kamar nya, namun Reivan mengejarnya dan menghentikan Reihan.


" Melodi sedang di tangani perawat, saat ini yang terpukul dan juga yang merasa kehilangan bukan hanya dirimu, Melodi juga merasakannya, dia juga tidak ingin kejadian seperti ini menimpa nya. Berhentilah menyalahkan Melodi, jangan beri dia penderitaan lagi Rei, saat ini yang di butuhkan Melodi hanyalah kamu yang selalu memberinya support dan selalu di sisi nya. " Ujar Reivan, mencoba untuk bisa meluluhkan hati Reihan.


Reihan hanya terdiam, ia membenarkan semua yang di katakan Reivan barusan kepada nya itu. Kemudian Reihan berjalan menuju kamar nya dengan langkah kaki yang sudah terasa berat. Ia juga menyadari kesalahannya yang hanya memikirkan perasaannya tanpa memikirkan perasaan Melodi.


Reihan juga sadar, yang menderita saat ini bukan hanya dirinya, melainkan Melodi. Melodi pasti amat sangat menderita dan juga terpukul dengan kejadian ini. Dan saat Reihan sampai di depan kamarnya, kebetulan sekali, perawat itu juga sudah selesai menangani Melodi.


"Sus, gimana istri saya sus? " Tanya Reihan yang saat ini terlihat begitu mengkhawatirkan Melodi.


" Tidak apa-apa pak, untungnya tidak ada infeksi, hanya saja ada sedikit luka yang menyebabkan ibu Melodi pendarahan lagi. Tapi pak Reihan tidak perlu khawatir, karena saat ini ibu Melodi sudah baik-baik saja. " Jelas perawat tersebut, yang kini membuat perasaan Reihan jauh lebih baik dan juga lega setelah mendengar penjelasan nya.

__ADS_1


" Tapi pak Reihan, supaya ibu Melodi bisa segera pulih, alangkah baik nya jika bu Melodi bisa beristirahat dengan baik, dan tolong bapak bisa memberinya semangat agar batin ibu Melodi tidak terguncang. " Lanjut perawat tersebut yang meminta Reihan untuk terus memberikan support kepada Melodi.


Kemudian perawat itu pun pergi meninggalkan kamar Reihan, Reihan dengan segera masuk ke dalam kamar nya. Reihan menyentuh wajah Melodi dengan lembut dan mengecup kening Melodi.


" Maafkan aku yang egois ini Mel, aku terlalu memikirkan perasaanku dan tidak memikirkan perasaan mu. Rasa kecewaku telah membutakan hati ku sesaat, maafkan aku. " Ujar Reihan yang kini sudah meneteskan air mata nya.


Kemudian Reihan membaringkan tubuh nya di samping Melodi.


Keesokan hari nya...


Melodi membuka mata nya dan mendapati Reihan yang kini tengah memandangi wajah Melodi dengan sangat seksama. Melodi yang terkejut pun hanya bisa menggeser wajah nya sedikit menjauh dari wajah Reihan.


" Aku minta maaf ya? Mungkin ini sedikit terlambat, tapi aku bersyukur karena aku bisa menyadari betapa berharga nya dirimu saat ini untukku. " Ujar Reihan masih dengan tatapan nya yang begitu dalam kepada Melodi.


" Aku tidak pernah sekalipun merasa kasihan atau merasa kamu menyedihkan, aku tulus, dan aku benar-benar menyadari kesalahan ku " Ujar Reihan yang kembali meyakinkan Melodi.


" Aku tidak bisa mengerti dengan semua hal yang terjadi kepada ku. Aku tidak tau harus percaya lagi atau tidak dengan mu Rei, luka ku bukan hanya di tubuh ku, semua terasa menyakitkan, aku tidak ingin hal buruk ini terjadi kepda ku, tapi apa daya ku? Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah mencoba sekuat tenaga ku untuk mempertahankan anak kita, aku menemui Eros juga karena aku ingin dia berhenti mengusik ku. Tapi..takdir berkata lain, takdir menginginkan penderitaan di dalam hidup ku. " Ujar Melodi sambil memalingkan wajah nya dan tidak menatap Reihan.


" Lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus berlutut di hadapan mu? Aku juga sudah berusaha sekuat tenagaku untuk mengerti dan memahami dirimu, tapi sampai saat ini, aku belum bisa memahami dirimu Melodi. " Reihan pun merasa Melodi tidak menghargai ketulusannya.

__ADS_1


Melodi tidak menjawab pertanyaan Reihan, ia sudah sangat lelah dan tidak ingin bertengkar untuk saat ini. Melodi kembali memejamkan mata nya dan membiarkan tubuh nya untuk kembali beristirahat.


Sedangkan Reihan, ia merasa kesal dengan kalimat yang dilontarkan Melodi barusan, dan ia pun berlalu pergi begitu saja meninggalkan Melodi sendiri di dalam kamar nya. Reihan mengambil kunci mobilnya dan dengan segera ia pergi menuju hotel nya.


Reihan ingin menyibukkan diri nya dengan pekerjaan yang sudah menunggu nya itu. Lalu Melodi yang sedang tidak ingin sendirian itu pun akhirnya menghubungi Arini dan meminta Arini untuk menemani nya.


Arini pun dengan segera datang dan menemani Melodi, Arini juga banyak memberi masukan kepada Melodi. Tapi sayang sekali, semua masukan dari Arini hanya seperti angin lalu bagi Melodi. Perasaannya seperti sudah mati rasa, dan ia juga sudah tidak memperdulikan apapun lagi.


Dan setelah seharian Arini menemani Melodi, Arini pun pamit dan akhirnya pulang,dan kini Melodi kembali seorang diri. Saat Melodi sedang termenung, tiba-tiba saja Ayumi masuk ke dalam kamar nya. Ayumi duduk di samping Melodi.


" Mel..."


" Iya ma..."


"Mama tau kamu sedang kalut, dan mama juga tau kamu sangat terpukul dengan kejadian yang menimpamu, tapi mama selalu berdoa dan selalu berharap agar kamu dan juga Reihan bisa melalui setiap cobaan yang di berikan tuhan kepada kalian. " Ujar Ayumi sambil membelai lembut rambut Melodi.


" Aku lelah ma, aku udah nggak tau harus berbuat apa lagi, semua nya sudah hancur lebur, bahkan aku tau ...Aku tau dengan pasti bagaimana perasaan Reihan saat ini. Reihan pasti sangat kecewa dan marah kepadaku, tapi disisi lain, aku yang terlihat menyedikan ini pasti sangat membuatnya tertekan. Dan saat ini aku tau, Reihan pasti hanya kasihan melihat diriku yang sangat menyedihkan ini. "


" Apa yang kamu bicarakan Melodi? Mama sangat mengenal Reihan, dia tulus, dan mama tau, saat ini yang ada di dalam benak Reihan hanya kamu, walau dia kecewa dan marah, Reihan masih tetap memikirkan mu Melodi. Mama bisa menjamin itu. "

__ADS_1


" Tapi sulit untukku ma, aku sendiri tidak tau harus seperti apa menghadapi Reihan. Ini semua salah ku, dan aku lah yang harus mempertanggungjawabkan segala nya. "


Kondisi mental Melodi yang sangat memprihatinkan itu pun membuat Ayumi sangat sedih mendengar perkataan Melodi. Reivan sudah menceritakan segala nya kepada Ayumi, dan itu semakin membuat hati Ayumi terasa hancur melihat Melodi yang saat ini dalam kondisi seperti itu.


__ADS_2