My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 63 Marah dan Kecewa


__ADS_3

*****


" Melodi awas..." Teriak Eros yang kebetulan mengejar Melodi, kemudian Eros menarik tangan Melodi hingga Melodi jatuh tersungkur dan.


Braaakkkk....


Tubuh Eros pun terhantam mobil Yura, Yura yang sangat syok karena telah menabrak Eros itupun akhirnya melajukan mobil nya dengan sangat kencang dan melarikan diri.


" Eros..!!!! " Teriak Melodi yang sudah melihat Eros yang kini tengah berbaring di atas aspal dengar tubuh yang sudah berlumuran darah.



Lalu Erwin yang juga menyaksikan kejadian tersebut langsung menghampiri Melodi dan membantu Melodi untuk bangun. Melodi dengan langkah yang sudah pincang akibat terjatuh itu pun, tetap memaksakan diri nya untuk menghampiri Eros dengan bantuan dari Erwin.


" Erwin, kamu tolong cepat bawa Eros ke rumah sakit. " Pinta Melodi dengan air mata yang sudah bercucuran di wajah nya.


" Tapi ibu, saya harus terus menjaga bu Melodi. Jika terjadi apa-apa saya yang akan di salah kan. " Ujar Erwin yang tidak berani meninggalkan Melodi sendirian.


" Ini perintah, jika kamu tidak menuruti perintahku, aku akan memecat mu. " Ancam Melodi, kemudian Erwin pun menuruti perintah dari Melodi.


Erwin pun menopang tubuh Eros dan membawa nya masuk ke mobil, lalu ia melajukan mobil nya, sementara Melodi yang tidak bisa ikut ke rumah sakit itu pun berusaha mencari taksi, dan menghentikan salah satu taksi yang lewat.


Melodi segera kembali ke rumah dengan perasaan yang sudah sangat kacau. Sesampainya di rumah, Melodi d sambut dengan omelan dari Reihan.


" Dari mana aja kamu Mel? Aku panik nyariin kamu dari tadi, dan dimana Erwin? Aku harus memberinya pelajaran karena membawamu keluar tanpa seizin ku. " omel Reihan yang tidak menyadari tatapan Melodi sudah sangat berbeda.


Melodi hanya diam, tatapan mata nya sangat kosong. Bahkan ia tidak melihat wajah Reihan sama sekali, lalu reihan yang sudah menyadari bahwa ada yang aneh dengan tatapan Melodi itu pun langsung mendekatkan wajah nya ke wajah Melodi.


" Melodi...ada apa? " Tanya Reihan yang mulai curiga dengan tatapan mata Melodi.


Lalu Melodi yang tersadar dari lamunannya itu pun mulai melihat ke arah Reihan. Dan tiba-tiba saja tubuh nya menjadi gemetar, dan kaki nya terasa lemas, lalu Melodi jatuh terduduk, namun dengan sigap Reihan menangkap Melodi yang hampir jatuh itu.

__ADS_1


" Ada apa? Kamu kenapa? " Tanya Reihan lagi yang sudah mulai khawatir.


Dan saat Melodi ingin menjawab pertanyaan dari Reihan, Melodi tiba-tiba saja jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.


" Melodi, Mel...Melodi...bangun Mel.." Ujar Reyhan sambil mengoyakkan tubuh Melodi yang kini sudah ada di pangkuannya itu.


Dan akhirnya Reihan membawa Melodi ke kamar nya. Ia merebahkan tubuh Melodi, dan saat Reihan membuka sepatu Melodi, ia melihat pergelangan kaki kanan Melodi yang sudah memar dan membengkak.


Dan seketika itu juga Reihan menghubungi Erwin, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Melodi. Erwin pun menjawab panggilan telfon dari Reihan dengan nada suara yang sudah terdengar cukup bergetar.


[ Via telfon ]


" Dimana kamu? "


" saya sedang di rumah sakit pak. "


" Rumah sakit? Siapa yang sakit? "


Reihan pun menutup panggilan telfonnya, ia termenung sejenak lalu menatap wajah Melodi yang kini sedang berbaring di hadapannya itu, lalu Reihan membuka tas Melodi dan mengambil handphone yang ada di dalam tas Melodi.


Reihan membuka handphone milik Melodi dan memeriksanya, lalu ia menemukan sms dari Eros, Reihan pun melihat riwayat panggilan Melodi dan nomor yang terakhir menghubunginya selain dirinya adalah Eros.


Dan setelah beberapa menit ia menggenggam handphone Melodi dan memandangi nya, lalu dengan tiba-tiba saja Melodi tersadar. Melodi langsung bangun terduduk, lalu dengan sangat terkejut, Melodi pun meneriakkan nama Eros, karena lagi-lagi ia memimpikan Eros yang sedang menemui nya lalu tiba-tiba saja pergi meninggalkannya.


Reihan hanya menatap Melodi dengan perasaan yang sedikit kecewa di benaknya, ia sedih karena Melodi menemui Eros tanpa sepengetahuannya, dan ditambah lagi, Melodi seperti tidak memperdulikan keselamatannya.


" Reihan.." Ujar Melodi yang menyadari bahwa ia hanya bermimpi dan saat ini ia sedang bersama dengan Reihan.


" Apakah kamu menemui laki-laki berengsek itu? " tanya Reihan dengan tatapan mata yang sudah penuh dengan kemarahan.


" Aku hanya menemuinya sebentar, Eros berjanji kepadaku bahwa dia tidak akan melukai anak kita, dan maka dari itu aku menemuinya. " Jawab Melodi sambil menundukkan kepalanya karena ia merasa bersalah.

__ADS_1


" Apa kamu bahkan tidak memperdulikan keselamatan mu dan anak kita? Apa kamu tidak bisa berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak? Apa kamu tidak memperdulikan aku? Apa susahnya untuk meminta izin kepada ku terlebih dulu.? "


" Maaf, tapi Rei....Eros..."


" Aku benar-benar kecewa kepada mu Melodi, kamu benar-benar hanya memikirkan perasaanmu sendiri, kamu sama sekali tidak memperdulikan ku, kamu tidak tau, aku seperti orang gila mencari mu, dan aku sangat ketakutan karena kamu tidak menjawab telfon dariku, tapi apa? Kamu malah bertemu dengan Eros, untuk apa Melodi? Untuk apa kamu menemuinya? "


Melodi hanya terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Reihan. Saat itu Melodi benar-benar hanya terbawa perasaannya, dan ia tidak tega mendengar suara Eros yang terdengar sudah sangat putus asa saat sedang menelfon nya.


" Kenapa kamu diam? Jawab aku, kenapa?? " Bentak Reihan yang sontak saja membuat Melodi terkejut, hingga seluruh tubuh nya menjadi gemetar.


Kemudian saat Melodi ingin beranjak dari tempat tidur nya, ia merasakan sakit yang begitu teramat sakit di perut nya.


" Arrggghhhh..." Erang Melodi sambil memegangi perut nya.


" Ada apa? " tanya Reihan lalu merangkul tubuh Melodi dan kembali membaringkan nya di atas tempat tidur nya.


" Arrrgggghhh...."


Rasa sakit itu semakin parah hingga Melodi tidak bisa berkata-kata dah hanya mengerang kesakitan. Melodi pun semakin tidak bisa menahan rasa sakit nya itu, lalu tiba-tiba saja ada darah yang keluar dari ******** nya, darah itu terus mengalir.


Reihan yang melihat nya pun langsung panik dan ketakutan, kemudian Reihan langsung menggendong Melodi dan membawanya ke mobil nya.


" Ada apa dengan Melodi? Ya tuhan? Darah? " Tanya Ayumi yang kemudian terkejut saat melihat darah yang sudah membasahi sebagian baju Melodi.


" Rei, mama ikut ya. ? "


Reihan hanya mengangguk dan Ayumi pun bergegas naik dan masuk ke dalam mobil Reihan. Reihan pun langsung membawa Melodi ke rumah sakit, ia sudah tidak ingat kalau Melodi tidak bisa datang ke rumah sakit, saat ini yang ada di pikiran Reihan hanyalah, ia ingin segera menyelamatkan Melodi.


Setiba nya di rumah sakit,Melodi yang melihat diri nya sudah berada di rumah sakit itu pun seketika itu juga sesak di dada nya mulai menyerang nya. Ia juga melihat sosok mama nya yang sudah berlumuran darah.


Nafas nya tersengal-sengal, hingga akhirnya ia tidak sadar kan diri.

__ADS_1


__ADS_2