
****
" Yaudah, kalian mau pesen makan apa? " Tanya Dewi lalu memberikan daftar menu kepada Eros.
Eros tersenyum samar lalu meraih daftar menu tersebut. Perasaan yang awal nya berbunga-bunga kini menjadi hancur berkeping-keping. Eros melirik ke arah Melodi, dan terlihat Melodi sangat kecewa dengan Eros.
" Mel, kamu mau makan apa? " Tanya Eros yang ingin memastikan apakah Melodi baik-baik saja.
" Aku udah kenyang, tadi abis makan, kamu aja yang pesan, " jawab Melodi dengan nada bicara yang ketus.
Eros yang mengetahui keadaan Melodi dari nada bicara nya itu pun cukup sedih mendengar nya. Karena, selama ini Melodi tidak pernah sekalipun berkata ketus maupun kasar kepada Eros.
Saat sedang melihat-lihat daftar menu, tiba-tiba saja terdengar suara dering handphone. Dan terlihat Arman yang sedang mengangkat telfon dari seseorang.
Setelah menjawab telefon dari seseorang tersebut, Arman berbisik kepada Dewi dan Dewi mengangguk lembut sambil tersenyum ke arah Arman.
" Eros, Melodi...ada yang mau kita sampaikan, sebenernya mama pengen kita makan dulu, tapi karena om Arman harus meeting sama klien dan ini udah nggak bisa di tunda lagi, jadi kita mau sampein sekarang sama kalian. Jadi, mama sama om Arman udah ngurusin segala keperluan dan segala sesuatu nya untuk acara pernikahan kita, dan undangan juga udah jadi dari satu minggu yang lalu. Mama juga sebelum kemarin pergi ke luar negeri sempet foto prewedding dulu sama om Arman. Dan waktu pernikahan nya dua hari dari sekarang, " jelas Dewi dengan senyum bahagia yang tampak jelas di wajah nya.
" Apa? Dua hari lagi? Kok ? " Melodi sangat terkejut karena waktu pernikahan yang begitu cepat.
" Iya Mel, papa sama tante Dewi sengaja mau kasih kalian surprise, dan kita nggak mau ngerepotin kalian berdua, jadi dari awal semua udah kita urus. " Jelas Arman lalu tersenyum ke arah Melodi.
Melodi hanya terdiam dengan mulut yang menganga dan sedikit senyum yang menyeringai. Ia bahkan enggan untuk mengeluarkan kata-kata dari bibir nya. Eros pun hanya memberikan senyuman palsu kepada Dewi dan Arman.
" Selamat ya ma, om atas pernikahan kalian, " ujar Eros dengan senyuman di wajah nya.
Dewi dan Arman pun mengangguk sambil tersenyum ke arah Eros.
" Yaudah Mel, papa duluan ya, ada meeting mendadak, klien papa hari ini mau langsung pergi ke luar kota soal nya, " Arman pun berpamitan kepada Melodi dan sudah bersiap untuk pergi.
" Tunggu mas, aku juga mau ke kantor, satu arah kan? Bareng aja ya? " Dewi pun ikut beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
" Yaudah, kalian lanjut makan ya, " Dewi pun berlalu dan berjalan bergandengan dengan Arman.
Kini hanya ada Eros dan juga Melodi, Melodi menoleh ke arah Eros dan menatap Eros tajam.
" Kita harus kasih tau yang sebenarnya Ros, "
" Nggak Mel, aku nggak sanggup, "
" Kenapa? Kamu nggak mau mempertahankan hubungan kita ? "
" Kamu denger sendiri kan Mel? Dua hari lagi, "
Melodi yang kesal dan kecewa kepada Eros itu pun beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Eros.
Eros pun ikut beranjak dari duduk nya dan menyusul Melodi yang sudah berjalan sangat cepat keluar dari restoran tersebut dan kini Melodi sudah sampai di tempat parkir, lalu Melodi hendak mengejar mobil Arman yang sedang melaju.
" Mel, " Eros meraih lengan Melodi hingga Melodi berbalik ke arah nya.
" Aku mau kejar papa, mumpung belum jauh Ros, " Melodi mencoba melepaskan tangan Eros dari lengan nya.
" Mel, stop..! "
Kini Melodi menatap Eros dan menghentikan pergerakan tubuh nya.
" Kenapa Ros? "
" Udah, cukup...mungkin kita nggak berjodoh, "
Kalimat Eros membuat hati Melodi semakin hancur. Ini lebih menyakitkan di bandingkan dengan pengkhianatan yang selalu terjadi kepada diri nya.
Perpisahan yang sangat menyakitkan bagi Melodi yaitu, ketika Melodi dan Eros masih saling mencintai satu sama lain tetapi harus berpisah karena keadaan. Bukan karena konflik atau suatu pertengkaran.
__ADS_1
" Nggak berjodoh? Kamu tau Ros, kata-kata kamu barusan...ini terlalu menyakitkan Ros, kamu sadar nggak? Kemarin-kemarin kamu ngebuat aku ngerasa jadi orang yang paling istimewa. Tapi hari ini, dengan waktu sesingkat ini, aku ngerasa jadi orang yang nggak pernah kamu inginkan dalam hidup kamu Ros, " Melodi berbicara sambil mengusap air mata nya yang menetes dari kedua mata nya.
Eros pun bisa merasakan kesedihan Melodi, tapi Eros terlalu lemah untuk menghadapi Dewi. Ia tidak sanggup melihat Dewi terluka nanti nya. Eros tidak ingin menyakiti perasaan Dewi yang begitu ia sayangi.
" Bukan gitu maksud aku Mel, aku cuman nggak bisa liat mama kecewa, aku nggak bisa ngerusak kebahagiaan mama ku Mel, " Eros mulai meraih tangan Melodi.
" Apa aku nggak berhak bahagia? " Melodi bertanya dengan mata yang sudah sangat memerah. Sakit rasa nya mendengar ucapan Eros.
" Kamu berhak bahagia Mel, tapi mungkin bukan sama aku, " Eros mencoba memeluk tubuh Melodi.
Melodi menghindar dari pelukan Eros, ia tidak menyangka Eros akan mengatakan hal seperti itu kepada nya. Selama ini, kebahagian yang seperti mimpi bagi nya ternyata memang hanya mimpi.
" Selama ini, perasaan aku ke kamu selama ini kamu anggep apa Ros? Segitu mudah nya kamu mengakhiri hubungan ini? Aku ini apa? Aku nggak berarti apa-apa buat kamu? " Melodi tidak kuasa menahan air mata nya yang terus mengalir deras membasahi pipi nya.
Hati nya teramat sakit, laki-laki yang sangat ia cintai, bahkan Melodi sudah membayangkan akan menikah dengan nya. Tapi apa? Eros sama sekali tidak memperjuangkan nya dan kini malah merelakan semua nya.
" Mel, aku juga cinta, aku sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa terus lanjutin hubungan ini. Aku nggak bisa bahagia kalau harus mengorbankan kebahagian mama ku Mel, please kamu ngerti ya, "
" Aku yakin Ros, tujuan orang tua itu untuk anak nya. Dan aku bisa pastiin kalau kamu bahagia mama kamu pasti juga bahagia Ros, "
" Enggak Mel, aku nggak bisa, mama udah terlalu banyak berkorban buat aku selama ini. Dan aku nggak mau ngerusak salah satu kebahagiannya Mel. Please Mel..! Apa kamu tega Mel liat papa kamu ngelepas kebahagiannya? Kamu liat kan tadi? Mereka berdua sangat bahagia Mel, "
Melodi pun berjalan meninggalkan Eros, namun Eros meraih tangan Melodi lagi. Lalu ia memeluk Melodi dengan erat. Tangis Melodi pun pecah, ia menangis terisak.
Kemudian Melodi mendorong tubuh Eros perlahan. " Aku mau sendiri, " Melodi berjalan berbalik dan meninggalkan Eros.
" Mel, "
Melodi menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah Eros. " Please, aku juga mohon banget sama kamu, biarin aku sendiri dulu untuk saat ini Ros, "
Eros pun akhir nya menuruti permintaan Melodi. Yang terjadi hari ini bener-bener melukai perasaan Melodi dan Eros. Mereka sama-sama merasakan sakit yang mendalam. Tapi takdir dan pengorbanan mereka lah yang membuat mereka melalui semua ini.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏