
*****
Melodi melebarkan kedua mata nya, ia terlihat sangat terkejut mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Eros. Senyuman yang awal nya mengembang di bibir Melodi pun kini mulai memudar.
" Apa maksudmu? " Melodi bertanya kepada Eros lalu ia menatap Eros dengan penuh tanda tanya.
" I want you to be my wife, marry me please..." Eros menjawab bahwa ia ingin Melodi untuk menjadi istrinya, dan ia memohon agar Melodi menerima lamarannya itu.
Melodi pun beranjak dari duduk nya, kemudian ia berlalu begitu saja meninggalkan Eros yang masih berlutut di hadapannya itu.
Eros pun dengan segera mengejar Melodi dan meraih pergelangan tangan Melodi.
" Mel?? Kenapa?? " Eros menggenggam tangan Melodi dengan sangat erat.
Melodi menghentikan langkahnya, lalu ia membalikkan tubuh nya dan kini Melodi menatap mata Eros dengan tajam.
" Aku nggak bisa Eros, aku sudah menikah..!! Tolong kamu jangan mempersulit keadaan. " Melodi mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Eros.
" Ceraikan Reihan dan kembalilah kepada ku Melodi. " Ujar Eros, kemudian ia tidak membiarkan tangan Melodi lepas dari genggamannya.
Melodi mulai melihat tatapan mata Eros yang sudah tidak biasa, kemudian Melodi mencoba untuk mencari sebuah alasan agar Eros tidak marah kepadanya. Melodi sangat takut dengan tatapan mata Eros, bahkan tubuh nya pun menjadi gemetar, namun ia tidak ingin memperlihatkan ketakutannya itu di hadapan Eros.
" Eros...bolehkan aku mempertimbangkannya? "
" Apa lagi yang perlu di pertimbangkan Mel? "
" Aku butuh waktu, dan tolong beri aku waktu Eros. " Pinta Melodi kepada Eros, kening Melodi pun kini sudah mulai berkeringat, Melodi terus mencari cara agar ia bisa cepat- cepat pergi meninggalkan Eros untuk saat ini.
" Baiklah, tapi hanya sampai besok, dan besok aku akan menagih jawabanmu Mel. "
Melodi pun hanya mengangguk dan tidak berani menatap wajah Eros. Saat ini Melodi sedang berada di bawah tekanan Eros. Ia tidak tau harus melakukan apa agar Eros bisa kembali lagi seperti dahulu.
Saat ini di mata Melodi Eros adalah sosok yang sangat menakutkan. Hati nya yang dulu lembut kini berubah menjadi keras seperti batu. Lalu tiba-tiba saja Eros melepaskan genggaman tangannya dari tangan Melodi dan kini memeluk Melodi dengan sangat erat.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Melodi..."
Kalimat yang terlontar dari bibir Eros sangat menyakitkan bagi Melodi. Kalimat itu indah namun penuh luka di dalam nya. Melodi tidak membalas pelukan Eros, ia hanya memejamkan matanya, dan mencoba untuk menahan air mata yang ingin keluar dari kedua matanya itu.
" Kok kamu diem aja Mel? I love you..." Eros kembali mengucapkan kalimat yang membuat hati Melodi semakin tersayat-sayat.
" Aku mencintaimu Eros, tapi cinta yang kamu miliki saat ini terasa menakutkan bagi ku. Rasa takutku lebih besar di bandingkan perasaan cintaku kepada mu. Aku bahkan tidak bisa membalas kalimat cinta mu Eros. Semua terasa menyakitkan, jantung ini memang berdetak, namun...aku tidak tau, ia berdetak karena aku mencintaimu atau karena aku takut dengan mu. Maafkan aku Eros. " Batin Melodi.
" Eros..."
" Iya..." Eros pun mulai melepaskan Melodi dari pelukannya.
" Aku sedikit pusing, bisa kamu antar aku pulang sekarang juga? " Pinta Melodi kepada Eros, sebenarnya Melodi hanya beralasan saja kepada Eros.
" Tapi Mel...kita baru sampai dan baru sebentar menikmati kebersamaan yang kita miliki. " Eros yang tidak ingin usahanya sia-sia itu pun mencoba mencegah Melodi untuk pulang ke apartemen nya.
Melodi semakin tertekan, keringat dingin mulai keluar dari tubuh mungil nya. Kemudian, Melodi pun menuruti Eros, ia dengan terpaksa melakukannya, ia hanya tidak ingin Eros marah dan ia takut jika Eros akan berbuat yang aneh-aneh lagi kepadanya.
Eros kembali membawa Melodi duduk di tempat duduknya. Dan mereka pun menikmati makanan yang sudah di hidangkan oleh salah satu koki yang sudah di sewa oleh Eros.
" Ros...antar aku pulang ya..."
" Baiklah...besok aku jemput kamu ya... "
" Jemput?? " Melodi sedikit bingung dengan perkataan Eros.
" Iya...besok kamu ke butik kan? Biar aku aja yang jemput kamu, nanti kita ke butik bareng. Sekalian aku mau ada perlu di daerah dekat dengan butik kamu Mel. "
" Oh..."
Kemudian Eros pun akhirnya mengantar Melodi kembali ke apartemen nya. Setelah turun dari mobil Eros, Melodi sudah di sambut oleh Reihan yang sudah menunggunya di lobi.
" Rei...kamu ngapain di sini? Jangan bilang kamu..." Ujar Melodi sambil berjalan ke arah Reihan.
__ADS_1
" Iya, aku khawatir...kamu dari mana? " Reihan dengan segera meraih tangan Melodi dan memeluk nya.
Dan saat Reihan sedang memeluk Melodi, Eros yang ingin memberikan handphone Melodi yang tertinggal di dalam mobil nya itu pun melihat Reihan yang sedang memeluk Melodi.
Tatapan mata Eros pun berubah, Eros menatap dengan tatapan mata yang sangat tajam, ia melihat ke arah Reihan dan juga Melodi dengan sudut alisnya yang sudah sedikit terangkat. Rasa cemburu membakar amarah nya. Dengan langkah yang cepat Eros langsung menghampiri Reihan dan juga Melodi.
Eros pun meraih bahu Melodi dan menarik tangan Melodi dengan kasar. Kemudian... Buaaaakkkkk...satu pukulan mendarat di pipi Reihan.
" Eros...apa yang kamu lakukan?? " Melodi berusaha menghentikan Eros dan menarik lengan tangan Eros.
" Aku mau kasih pelajaran sama laki-laki ini, dia udah kurang ajar sama kamu Mel. " Eros pun menghempaskan tangannya sehingga Melodi jatuh tersungkur karena tenaga Eros yang cukup kuat itu.
" Akkhh..." Melodi menjerit karena tangannya tertusuk batang tanaman yang ada di lobi tersebut.
" Melodi..." Reihan pun dengan segera membantu Melodi berdiri dan memegangi tangan kanan Melodi yang kini sudah berlumuran darah.
Saat Eros ingin mendekati Melodi, Reihan pun menghalangi Eros.
" Seharusnya kamu sadar Eros, setiap Melodi di dekat kamu, dia pasti terluka. " Ujap Reihan sambil menatap tajam Eros.
Namun Eros tetap tidak mau mendengarkan Reihan dan ia memaksakan diri nya dan kembali berusaha mendekati Melodi. Eros mendorong tubuh Reihan dan meraih tangan Melodi.
" Cukup Ros...!!! " Melodi membentak Eros di hadapan Reihan, kemudian Melodi menghempaskan tangan Eros dari tangan nya.
Eros menatap Melodi dengan tatapan penuh tanda tanya. Kemudian ia mencengkram bahu Melodi dan mengerutkan dahi nya.
" Kenapa?? Kenapa kamu membentak ku? "
Melodi hanya membalas tatapan menakutkan dari mata Eros. Kemudian Reihan pun berusaha untuk melepaskan cengkraman Eros dari bahu Melodi. Namun Eros yang sedang berapi-api itu pun langsung mencengkram kerah baju Reihan.
" Cukup Eros...!! Hentikan...!! " Melodi kembali membentak Eros. Eros tidak menghiraukan Melodi dan saat ia ingin memukul Reihan...
Krekkkk... Melodi memotong batang tanaman yang tadi menusuk tangannya itu dan ia menusukkan batang tersebut tepat di sebelah kanan perut nya.
__ADS_1
Reihan yang terkejut itu pun langsung melepaskan cengkeramannya dari tangan Eros dan segera menghampiri Melodi yang masih berdiri sambil memegangi batang tanaman yang cukup tajam itu di perut nya.