My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 33 Seseorang yang Telah Kembali


__ADS_3

*****


Arini yang melihat ketegangan yang terjadi di antara Reihan dan juga Eros pun langsung bergegas menghampiri Eros dan menarik tangan Eros.


" Yaudah, kamu istirahat ya Mel...aku sama Eros cuma mau pastiin keadaan kamu aja. Kita pamit dulu ya Mel, dan titip Melodi ya Rei. " Arini pun berpamitan sambil meraih lengan tangan Eros.


" Iya Ar..."


Kemudian Arini dan juga Eros pun meninggalkan apartemen Reihan. Setelah itu Reihan kembali ke kamar Melodi dan melihat Melodi yang kini sudah duduk di atas tempat tidurnya.


" Aku pesenin makanan ya Mel..kamu mau makan apa? "


" Aku nggak laper Rei..."


" Kamu harus makan...dari semalam kamu belum makan apa-apa lho Mel...aku buatin bubur ya? "


" Tumben kamu baik banget sama aku Rei...kamu kasihan ya sama aku? Kamu nggak perlu kok kasihan sama aku, aku baik-baik aja. Lagi pula, semua yang menyakitkan itu sudah menjadi hal yang biasa untukku. " Melodi merasa dirinya tidak berhak untuk di kasihi.


" Kenapa kamu bicara seperti itu Mel? Aku paham apa yang sedang menimpa kamu saat ini pasti sangat berat untuk kamu. Tapi kamu harus bisa bangkit, jangan terus terpuruk dalam kesedihan Mel. "


" Kamu nggak paham Rei...dan kamu juga nggak tau apa-apa tentang aku. Jadi please...jangan sok perduli dengan keadaanku Rei. Aku nggak butuh belas kasihan dari siapapun, udah cukup aku berharap kebahagiaan dari orang lain. Jadi aku mohon, jangan buat aku berharap juga sama kamu. " Melodi sangat lelah dengan semua hal yang terjadi kepada nya.


Melodi juga tidak ingin mengharapkan belas kasihan, bahkan kasih sayang dari Reihan. Melodi sangat takut, ia takut bila suatu saat nanti dirinya akan kecewa dan merasakan sakit yang sama untuk kesekian kalinya.


Melodi tidak ingin kehilangan orang-orang yang di cintai nya terus menerus. Melodi pun menutup rapat-rapat hati nya. Bahkan ia sudah merelakan perasaannya terhadap Eros. Melodi hanya ingin menjalani hidupnya yang sekarang.


Bahkan Melodi tidak mengharapkan cinta dari Reihan. Melodi juga tidak tahu bagaiman nasib pernikahannya dengan Reihan kedepannya. Ia hanya ingin mengikuti alur yang sudah di rencanakan oleh tuhan untuknya.


" Kalau itu mau kamu, aku turuti...tapi untuk saat ini, kamu harus dengar perkataan ku. Kamu harus pulih terlebih dahulu, setelah itu aku tidak akan ikut campur dengan kehidupanmu. "


Kemudian Reihan pun pergi meninggalkan kamar Melodi dan berjalan menuju dapur. Reihan berniat membuatkan bubur untuk Melodi, dan setelah selesai, Reihan pun kembali masuk ke dalam kamar Melodi dengan sudah membawa semangkuk bubur untuk Melodi.


" Makan, terus minum obat nya. " Reihan memberikan bubur tersebut kepada Melodi, kemudian ia berlalu pergi begitu saja meninggalkan Melodi.


Melodi hanya menatap Reihan sampai Reihan keluar dari kamarnya. Kemudian Melodi memakan bubur buatan Reihan dan setelah itu ia meminum obat nya.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Melodi sudah merasa lebih baik, dan Melodi juga tidak ingin terlalu larut dalam kesedihannya. Kemudian Melodi berniat untuk kembali bekerja dan sengaja ingin menyibukkan diri nya dengan pekerjaan.


Melodi keluar dari kamarnya, ia melihat ke sekeliling nya dan tidak mendapati Reihan. Kemudian Melodi berjalan ke arah dapur dan saat di dapur, Melodi melihat sudah ada sarapan di meja makan dan ada sebuah note yang sengaja di tinggalkan Reihan untuk nya.


[ Di makan, dan jangan lupa minum obat. ]


Melodi hanya tersenyum kecil melihat pesan yang di tulis oleh Reihan untuknya.


" Makasih Rei karena kamu perduli dengan keadaanku. Kamu memang laki-laki yang sulit di tebak. " Batin Melodi.


Setelah menyantap sarapannya dan meminum obatnya Melodi pun langsung bergegas menuju butik nya. Saat Melodi ingin memanggil sebuah taksi, tiba-tiba saja Reivan memanggilnya dan menghampiri Melodi.


" Melodi...!! Kamu mau kemana? "


" Reivan? Kamu kenapa ada di sini? Aku mau ke butik. "


" Aku habis ikut meeting sama atasanku, kamu mau ke butik? Kamu udah baikan? "


" Tunggu, aku antar ya? Kamu tunggu di sini aku ambil mobil dulu. "


Melodi pun mengangguk dan menerima tawaran dari Reivan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mobil Reivan pun datang dan berhenti tepat di depan Melodi.


Mereka pun langsung menuju butik Melodi, saat di perjalanan Reivan beberapa kali melihat ke arah Melodi. Reivan hanya ingin memastikan keadaan Melodi. Karena Reivan juga cukup khawatir setelah mendengar cerita dari Reihan.


" Kamu kenapa liatin aku kayak gitu Van? " Melodi yang menyadari Reivan sesekali menatapnya itu pun langsung bertanya kepada Reivan.


" Ahh...nggak apa-apa Mel, aku cuma mau tanya aja, apa Reihan tau kalau kamu hari ini ke butik? " Reivan yang tidak ingin Melodi tahu kalau ia sedang mengkhawatirkan Melodi itu pun dengan segera mencari topik pembicaraan.


Melodi hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum simpul ke arah Reivan.


" Kenapa? Nanti kalau Reihan khawatir gimana? "


" Nanti aku pulang awal, sebelum Reihan pulang nanti aku pastiin buat pulang duluan. "

__ADS_1


" Oh oke...nanti biar aku aja yang kasih tau Reihan.."


" Nggak perlu Van...nggak apa-apa kok. "


" Tapi..."


" Van...sorry ya aku harus ngomong kayak gini ke kamu. Ini kehidupan aku Van, aku yang jalani...jadi aku minta maaf banget sama kamu...please jangan terlalu ikut campur ya. Maaf ya Van..."


Mendengar perkataan Melodi barusan Reivan pun merasa sedikit kecewa dengan Melodi. Reivan hanya mengkhawatirkan hubungan antara Reihan dan juga Melodi. Ia hanya ingin melihat kakak nya dan juga orang yang pernah di cintai nya itu bahagia. Tapi, Melodi malah bersikap seperti itu kepada nya.


Setelah sampai di butik, Melodi langsung turun dari mobil Reivan. Ia juga berterimakasih kepada Reivan karena telah mengantarkan nya. Reivan dengan wajah yang sedikit masam pun dengan senyum yang di paksakan membalas senyuman dari Melodi.


Melodi masuk ke dalam butik nya, dan ia mulai menyibukkan diri nya kembali. Dan saat jam makan siang, Melodi pun menyempatkan diri nya untuk makan. Karena Melodi tidak ingin membuat orang-orang yang ada di sekitarnya mengkhawatirkan diri nya lagi.


Setelah selesai makan siang di sebuah restoran, Melodi pun kembali ke butik nya. Dan saat ia sedang berjalan menuju butik nya, pandangan mata Melodi tertuju kepada seorang wanita yang sedang berdiri di depan butik nya. Melodi pun menghampiri wanita tersebut.


" Permisi...maaf mbak, mau cari siapa ya? " Melodi pun berusaha bertanya dengan ramah kepada wanita tersebut.


Kemudian wanita itu menatap Melodi dari atas sampai bawah. Dan ia juga mengulurkan tangannya, kemudian Melodi pun menjabat tangan wanita tersebut.


" Aku Yura, sahabat Eros dan cinta pertama Reihan. Kamu Melodi kan? "


Melodi sangat terkejut mendengar perkataan wanita itu yang ternyata adalah Yura. Wanita yang selalu di sebut-sebut oleh Eros di depan Reihan.


" Iya aku Melodi...kalau boleh tau, kamu tau butik aku dari siapa? Apa dari Reihan? "


" Oh bukan, Reihan belum tau kalau aku sudah menyelesaikan studi ku. Tapi aku tau dari Eros, tadi nya aku cuma mau lihat-lihat aja, tapi kebetulan malah ketemu sama kamu Melodi. " Yura pun menjelaskan kepada Melodi tentang maksud kedatangannya sambil tersenyum lebar ke arah Melodi.


Melodi benar-benar tidak habis pikir, bisa-bisa nya semua hal buruk yang menimpanya terjadi secara bersamaan. Ini bukan sebuah kebetulan, melainkan sebuah takdir yang sudah di rencanakan tuhan untuk nya. Melodi hanya membalas senyuman Yura dengan senyumannya yang sederhana, ia ingin menunjukkan bahwa diri nya tidak lemah. Dan ia yakin, ia bisa melewati setiap cobaan yang akan terjadi kepadanya nanti.



" Tuhan?? Apa engkau melihat ku tersenyum? Ya...aku tersenyum, dan aku tidak akan menjadi lemah. Aku sudah siap menerima semua takdir yang telah engkau tentukan. " Batin Melodi.


__ADS_1


Yura Anastasia Vanderick, cantik, pintar dan ambisius...mantan kekasih Reihan.


__ADS_2