
*****
Eros yang masih terus mengikuti Reihan sampai apartemen nya itu pun, tanpa izin dari Reihan langsung mengikuti Reihan masuk ke dalam kamar Melodi.
Eros masih sangat mengkhawatirkan wanita yang amat sangat di cintai nya itu. Dan ketika Eros duduk di pinggir tempat tidur Melodi, Reihan pun menghampiri Eros.
" Lebih baik kamu pulang, besok silahkan datang lagi, jika kamu ingin melihat kondisi Melodi. " Usul Reihan yang mulai merasa risih melihat Eros berada di apartemen nya.
" Aku tidak ingin pulang, aku ingin memastikan bahwa Melodi baik-baik saja. " Eros pun menolak usulan dari Reihan. Dan dirinya tetap pada pendiriannya, ia ingin melihat Melodi siuman dan memastikan bahwa Melodi sudah baik-baik saja.
" Kamu tidak perlu khawatir, ada aku yang menjaga Melodi. Dan ada dokter Aris dan juga perawat di sini. " Reihan kembali meyakinkan Eros bahwa Melodi akan baik-baik saja bersama dengan dirinya.
Eros terlihat sedang berpikir sejenak, lalu ia menatap dokter Aris dan perawat yang berada di situ dengan bergantian. Perasaan Eros saat ini benar-benar tidak karuan, terlebih lagi tadi di rumah sakit ia mendengar bahwa Reihan dan Melodi sudah saling membuka diri mereka satu sama lain.
Di benak Eros bukan hanya kekhawatiran, ia juga merasa cemburu dengan keberadaan Reihan di sisi Melodi. Semua terasa membingungkan, kemudian Eros mendekatkan tubuh nya dengan Melodi, dan....cupppp....kecupan hangat pun mendarat di kening Melodi.
Dokter Aris dan perawat yang sedang berada di kamar Melodi itu pun sampai terkejut melihat Eros mencium kening Melodi. Kemudian, Reihan yang menyadari tatapan dokter Aris dan perawat itu pun langsung menjelaskan hubungan diantara Eros dan juga Melodi saat ini.
" Dok, Eros itu kakak tiri Melodi, jadi dia menganggap Melodi sudah seperti adik kandungnya sendiri. " Reihan mencoba menjelaskannya kepada dokter Aris dan juga perawat tersebut, supaya dokter Aris dan perawat tersebut tidak salah paham.
Dokter Aris dan perawat itu pun hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Reihan. Kemudian Reihan dengan segera menarik tangan Eros dan membawanya keluar dari kamar Melodi.
" Kamu apa-apaan sih Ros?? Jaga tingkah laku kamu, apa lagi di depan orang lain. Melodi itu istri ku, jadi kamu nggak berhak untuk sembarangan mencium nya di depan orang lain. " Reihan terlihat kesal dan sangat marah kepada Eros.
" Jaga Melodi, besok aku datang lagi. " Ujar Eros...
Kemudian Eros langsung pergi meninggalkan apartemen Reihan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Melodi siuman. Dan dokter Aris pun segera berpamitan untuk pulang setelah memeriksa kondisi Melodi, perawat itu pun juga ikut pulang karena Reihan sudah cukup mengerti dan bisa di andalkan untuk menjaga Melodi. Reihan hanya perlu mengganti infus Melodi dan untuk perban luka di perut Melodi, besok akan di ganti kan oleh perawat itu.
Keesokan harinya...
Reihan tertidur lelap di samping Melodi, dan Melodi yang sudah bangun terlebih dulu itu hanya bisa memandangi wajah Reihan. Kemudian saat Melodi tengah serius memandangi wajah Reihan, tiba-tiba saja Reihan membuka mata nya dan menatap Melodi dengan tajam.
Melodi yang terkejut hanya bisa memalingkan wajah nya dan berpura-pura memejamkan matanya. Kemudian Reihan yang menyadari jika Melodi tengah berpura-pura tidur itu pun berbisik di telinga Melodi.
__ADS_1
" Buka saja mata mu, aku sudah tau kamu dari tadi memandangi wajah tampan ku. " Bisik Reihan tepat di telinga Melodi.
Kemudian Melodi yang terkejut pun langsung membuka mata nya dan saat ia menoleh ke arah Reihan....cupppp....satu kecupan manis mendarat di bibir Melodi. Wajah Melodi pun berubah menjadi Merah.
" Ap...a? Yang kamu lakukan? " Melodi bertanya sambil memegangi bibir nya.
" Itu hukuman untuk mu..."
" Hukuman? "
" Iya...hukuman...hukuman karena kamu selalu membuatku khawatir. "
" Maaf...tapi aku...saat itu aku benar-benar ingin menghilang. " Ujar Melodi tanpa menatap mata Reihan.
" Jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi...jika kamu ingin menghilang, kamu hanya perlu mengingatku...ingatlah diriku yang akan merasa kehilangan diri mu, dan ingatlah diriku yang selalu mengkhawatirkan mu. " Ucap Reihan masih menatap Melodi dengan tatapan maut nya.
" Akan aku coba, terimakasih Reihan... terimakasih untuk kebaikan hati mu, kamu selalu memberikan ku kekuatan di saat aku terpuruk. "
Reihan hanya tersenyum kemudian kembali mencium bibir pucat Melodi.
Suara getar handphone Reihan, kemudian Reihan pun dengan segera mengangkat telfon nya.
[ Via telfon ]
" Halo...ada apa Ra? "
" Aku lagi di hotel kamu, dan sekretaris kamu bilang kamu hari ini libur. "
" Oh, iya...hari ini aku sengaja libur. "
" Wah, kebetulan...aku kangen banget sama kamu...bisa kan kita ketemu? "
" Maaf Ra...aku libur bukan untuk bersenang-senang. Melodi sedang sakit dan aku harus merawat nya. "
" Melodi sakit? Apa separah itu sampai kamu harus turun tangan untuk merawat nya? "
" Iya, aku tidak bisa memberi tahu mu, tapi yang jelas, saat ini aku tidak bisa meninggalkan Melodi. "
__ADS_1
" Baiklah, berikan aku alamat apartemen mu, dan aku akan membantu mu merawat Melodi. "
" Nggak usah Ra...udah ada perawat yang membantu ku. "
" Yasudah, biar perawat itu saja yang menjaga Melodi, dan kamu bisa pergi bersama ku Reihan. "
" Aku tidak bisa Ra...maaf..."
" Apa Eros tau? "
" Iya..."
" Baiklah..."
Merekapun mengakhiri percakapan mereka.
" Siapa? Yura? " Tanya Melodi kepada Reihan yang kini sudah mematikan panggilan telefon nya itu.
Reihan hanya mengangguk lalu meletakkan handphone nya di atas meja di samping tempat tidur Melodi.
" Mau sarapan apa? " Tanya Reihan sambil membelai lembut rambut Melodi.
Melodi hanya menggelengkan kepalanya, entah kenapa...setiap mendengar nama Yura suasana hati Melodi berubah menjadi mellow. Ia juga merasa sedikit kesal, Melodi kesal karena ia tidak tau apa yang sebenarnya ada dalam pikiran Reihan. Bagi Melodi Reihan adalah pria yang sangat sulit untuk di tebak.
" Aku tidak tau apa yang sedang kamu pikirkan Reihan, kamu begitu baik kepada ku...bahkan kamu terlihat begitu menyayangi ku. Tapi aku sungguh tidak tau siapa yang ada di dalam hati mu untuk saat ini. Apakah aku? Atau Yura?? Aku tidak ingin berharap banyak, namun seiring berjalannya waktu, rasa ini mulai tumbuh. Bahkan, dulu sulit bagi ku untuk menerima kehadiran mu. Tetapi untuk saat ini...hanya kamu yang mengerti diriku Rei...dan aku juga hanya bisa menerima mu. " Batin Melodi.
" Hei...kenapa?? Apa perut mu sakit? " Tanya Reihan lagi kepada Melodi yang sempat termenung sambil menatap wajah Reihan.
" Nggak..." Jawab Melodi sambil menggelengkan kepalanya.
" Apa mau aku buatkan bubur? "
" Nanti saja, aku hanya belum merasa lapar. "
" Oke...yasudah...aku mandi dulu. "
Melodi pun mengangguk, kemudian Reihan langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1