My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 55 Berencana


__ADS_3

*****


Perasaan yang di rasa kan Eros saat ini benar-benar sama dengan yang di rasakan Yura. Dan setelah mendengar penjelasan Eros barusan itu membuat hati Yura sangat hancur, ia juga merasa di khianati oleh Reihan.


" Ros, kita tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku tidak akan membiarkan mereka bahagia di atas penderitaan ku. " Ujar Yura yang kini menatap Eros dengan sangat serius.


" Apa yang harus kita lakukan, semua sudah terlambat, dan saat ini Melodi sedang hamil Ra. " Ucap Eros yang sudah sangat putus asa itu.


" Kita harus menggugurkan kandungan Melodi. " Usul Yura yang sudah kehilangan akal sehat nya itu.


" Kamu gila ya Ra, itu sama aja kamu membahayakan Melodi, nggak-nggak. Aku nggak setuju, memang nggak ada cara lain selain menggugurkan kandungannya? " Eros pun menolak mentah-mentah usulan dari Yura itu, Eros tidak ingin membuat Melodi berada di dalam bahaya.


" Tidak ada cara lain, saat ini yang menghambat semuanya adalah janin yang ada di kandungan Melodi, kalau kamu tidak mau, biar aku saja yang melakukannya. " Ujar Yura yang masih ingin mencoba untuk menggugurkan kandungannya Melodi.


" Please Ra, kamu jangan bodoh...itu hal yang sangat berbahaya. Kamu tenang aja, aku akan memikirkan cara lain selain menggugurkan kandungan Melodi. " Bujuk Eros yang tidak ingin jika Yura menyakiti Melodi.


" Apa solusi nya, dan jika kita tidak menggugurkan kandungannya, apa kamu akan dengan lapang dada menerima anak dari Reihan? Apa semudah itu? Kamu pasti juga tidak ingin menerima kehadiran anak itu di dalam hidup mu kan? " Yura masih tetap pada pendiriannya, ia benar-benar sudah bertekad ingin membuat Melodi keguguran.


Dan, setelah Eros mendengarkan apa yang dikatakan Yura barusan, Eros pun kembali berpikir dan ia juga sebenarnya tidak bisa menerima anak yang bukan dari darah dagingnya sendiri.


" Baiklah, tapi jangan sampai membuat Melodi berada di dalam bahaya, aku akan membantu mu sampai kamu pulih dan kita harus merencanakannya dengan matang. Jangan sampai ada yang tau.. Jika kamu berhasil mendapatkan Reihan kembali, maka aku akan dengan leluasa bisa merebut hati Melodi kembali. " Ujar Reihan yang sudah mulai terhasut oleh perkataan Yura.


*****


Hari sudah semakin sore, Melodi yang sedang menunggu Reihan pulang dari hotel itu pun merasa jenuh dan memutuskan untuk jalan-jalan santai di sekitar rumah nya.

__ADS_1


Saat Melodi sedang keluar dari rumah nya, tidak lama kemudian Reivan pun datang bersama dengan oma Nina, Ayumi ( Ibu Reihan dan juga Reivan ) serta eyang Sari.


Saat masuk ke dalam rumah, mereka pun langsung menanyakan keberadaan Melodi kepada Elle, salah satu pelayan yang bertugas untuk bersih-bersih di rumah Reihan.


" Bi, dimana Melodi? Dan tolong panggilkan ya " Tanya Reivan sambil melihat ke arah sekelilingnya.


" Dari tadi nona Melodi ada di halaman depan, apa tuan tidak melihatnya? "


" Tidak bi, coba bibi periksa. "


Kemudian Elle pergi ke halaman depan untuk memeriksa keberadaan Melodi, namun ia tidak dapat menemukan Melodi, lalu Elle pun menuju halaman belakang, dan ternyata tidak ada juga.


Elle pun menjadi panik dan menanyakan tentang Melodi kepada Ahmad, salah satu satpam yang menjaga gerbang rumah Reihan.


" Oh, itu non Melodi di taman depan, tadi non Melodi bilang mau keluar sebentar, bosan katanya dan mau jalan-jalan. " Ujar Ahmad sambil menunjuk taman yang berada tepat di depan rumah Reihan.


Elle dengan segera menyusul Melodi ke taman dan memberitahu Melodi bahwa, oma nya dan juga ibu dan eyang dari Reihan sudah tiba dan sedang mencari nya. Kemudian Melodi pun kembali ke rumah bersama dengan Elle.


" Oma....mama...eyang..." Teriak Melodi yang baru saja masuk ke dalam rumah nya itu. Melodi pun langsung berlari dan memeluk mereka satu per satu.


" Kamu dari mana sayang? " Tanya Ayumi sambil melepaskan pelukannya dari Melodi.


" aku habis jalan-jalan ma, cari udara segar. Aku jenuh di rumah aja sambil nunggu Reihan pulang dari hotel, Reihan juga belum izinin aku buat ke butik, tapi untungnya ada Arini yang gantiin aku di butik. " Jelas Melodi lalu duduk di sofa.


" Gimana kondisi kamu Mel? " Tanya oma Nina yang sedikit mengkhawatirkan kondisi cucu kesayangannya itu.

__ADS_1


" Aku udah jauh lebih baik oma, cuma masih sering ngerasa mual dan pusing, apa lagi kalau aku cuma seharian duduk-duduk di rumah nggak ngapa-ngapain, aku malah lebih sering mual dan pusing. "


" Kalau begitu, itu bawaan dari janin kamu Melodi, nanti biar eyang yang membujuk Reihan, supaya kamu bisa beraktifitas seperti biasa. " Ujar Eyang sari sambil membelai lembut rambut panjang Melodi.


Melodi terlihat senang dan ia seperti kembali mendapatkan keluarganya dengan adanya kehadiran mereka saat ini.


" Makasih ya oma, eyang dan mama...kalian adalah satu-satu nya keluarga yang tersisa yang Melodi punya untuk saat ini. Aku sempat berpikir kalau aku sudah kehilangan keluargaku setelah aku kehilangan papa dan juga mama Dewi, tapi dengan ada nya kalian, aku sadar bahwa kalian juga sama berharganya dengan mereka. " Ujar Melodi lalu air matanya pun tanpa sadar menetes.


" Kamu nggak boleh merasa sendiri, disini ada kami yang akan selalu menjadi keluarga mu Mel. Dan Reihan, mama juga yakin, dia pasti sangat menyayangi mu. " Ayumi yang tersentuh hati nya oleh ucapan Melodi barusan pun memeluk tubuh Melodi dengan sangat erat.


Oma Nina, eyang Sari dan bahkan Reivan pun menjadi sedih mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Melodi itu.


" Udah ah, kenapa jadi pada nangis, mending kita makan...aku pesenin makanan ya...kalian pasti lapar kan para ibu-ibu.? " Ujar Reivan yang mencoba untuk mencairkan suasana.


" Nggak usah pesan makan Van, aku tadi masak banyak, dan cukup kok buat kita makan. " Ujar Melodi yang menghentikan Reivan yang ingin memesan makanan itu.


" Wah, mama jadi laper nih setelah denger anak cantik mama ini yang masak. Yaudah kita makan yuk. "


Kemudian mereka semua pun berjalan menuju ruang makan, dan saat Melodi sedang menyiapkan makanan di meja makan, kebetulan sekali Reihan pulang dan langsung ikut bergabung bersama dengan yang lainnya di meja makan.


" Hai...semua..." Sapa Reihan yang baru datang itu, kemudian langsung memeluk mereka satu persatu, lalu yang terakhir Reihan memeluk Melodi dan mengecup kening nya.


" Duh, seneng banget oma liat kalian yang penuh kasih sayang seperti ini. " Ujar oma Nina yang terlihat senang melihat Melodi dan juga Reihan.


Reihan hanya tersenyum kemudian ia duduk di kursi biasa ia duduk sambil menunggu makanan yang akan di hidangkan oleh pelayan nya di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2