My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 81 Bersikap Tegas


__ADS_3

*****


" Aaaakkk...kepalaku...aaaakkk..." Keluh Eros yang sedang berpura-pura kesakitan kepalanya.


" Rei...Rei...turunin aku...itu Eros..." Ujar Melodi kemudian turun dari gendongan Reihan.


Reihan berbalik dan melihat ke arah Eros, kemudian dengan sengaja Eros tersenyum ke arah Reihan.


" Ros? Kenapa? Kepala kamu sakit? Obat yang aku kasih udah kamu minum? " Tanya Melodi sambil memapah tubuh Eros dan kembali membawa Eros masuk ke dalam kamar nya.


Reihan yang tau jika Eros hanya berpura-pura itu pun hanya berjalan mengikuti langkah Melodi yang sedang menopang tubuh Eros itu dari belakang. Reihan sangat geram sebenarnya, tetapi ia menahannya karena Reihan tidak ingin meladeni sikap Eros yang menurutnya kekanak-kanakan.


Sesampainya di kamar Eros, Melodi membaringkan tubuh Eros dan menyelimuti tubuh Eros dengan selimut.


" Udah, kamu istirahat ya...aku capek banget pengen istirahat juga. " Ujar Melodi, yang memang merasa lelah karena sudah merapihkan rumah Eros yang tadi nya terlihat sangat kacau.


Eros pun mengangguk, Eros sedikit merasa bersalah ketika melihat ekspresi wajah Melodi yang terlihat sangat jelas kalau dia sedang lelah. Melodi pun keluar dari kamar Eros, tetapi Reihan masih berada di dalam kamar Eros.


" Ros, jangan bersikap seperti anak kecil, kamu sudah dewasa dan aku yakin kamu juga mengerti. Tolong hargai perasaan orang lain, saat ini Melodi adalah istriku, dia hanya menganggap mu sebagai kakak nya saja, tidak lebih. Jadi aku harap kamu bisa lebih menjaga sikap. " Tegur Reihan yang sudah ingin mengatakan kalimat tersebut sedari tadi.


" Tapi aku belum bisa menerima Melodi sebagai istri mu. Perasaan seseorang itu tidak mudah berubah, apa lagi perasaan ku. Mungkin kamu bisa menikahi Melodi, tapi aku yakin, kamu belum bisa membuat Melodi jatuh cinta kepada mu. "


" Kamu salah...Melodi sudah sejak lama membuka hati nya untukku. Dan kamu? Kamu harus tau, perasaannya kepada mu bukanlah cinta, melainkan kasih sayang dari seorang adik kepada kakak nya. Jadi, tolong jangan salah paham dengan kebaikan Melodi terhadap mu. Melodi sudah sepenuhnya menjadi milikku, baik tubuh nya ataupun hati nya. "


Setelah menyelesaikan kalimatnya itu, Reihan pun langsung pergi meninggalkan Eros yang sedang terdiam terpaku karena ucapan Reihan barusan.


" Apakah itu benar? Tidak, aku tidak akan mempercayainya, dia pasti berbohong...aku percaya jika Melodi yang mengatakannya secara langsung kepada ku. " Batin Eros.


Reihan masuk ke dalam kamar tamu dan mendapati Melodi yang sudah berbaring di atas tempat tidur. Reihan berjalan mendekati nya, kemudian dengan lembut Reihan mengangkat kaki Melodi dan menaruhnya di pangkuannya.

__ADS_1


" Kamu pasti capek banget..." Ujar Reihan sambil memijit lembut kaki Melodi.


Melodi hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Reihan.


" Mel..."


" Ya? "


" Apa kamu sudah bersikap tegas kepada Eros? Apa kamu sudah memberitahu nya tentang perasaanmu yang sebenarnya? " Reihan pun bertanya kepada Melodi karena penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga Eros masih begitu yakin kalau Melodi masih mencintainya.


" Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba membahasnya? "


" Tadi saat di kamar Eros, aku membahasnya dengan Eros, dan sepertinya dia masih sangat yakin kalau kamu masih mencintainya. "


" Aku sudah berulang kali memintanya untuk berhenti menyakiti diri dan perasaannya seperti itu. Aku sudah mengatakan bahwa dia harus melupakan ku. "


" Tapi kamu tidak mengatakan kepada nya kalau kamu sudah tidak mencintainya Melodi, dan dia masih sangat salah mengartikan kebaikan mu kepada nya. "


" Rei...apakah dengan aku mengatakan, kalau aku tidak lagi mencintainya, maka Eros akan berhenti dan merelakan perasaannya? Entah kenapa aku tidak begitu yakin. Kamu juga pasti sangat mengenal Eros melebihi diri ku. Kamu juga pasti tau, aku lah wanita satu-satunya bagi Eros, cinta pertama nya dan semua yang dilakukannya kepadaku adalah yang pertama baginya. "


" Ya, kamu benar...tapi sikap mu juga harus bisa lebih tegas, supaya Eros bisa lebih menerima semua kenyataan ini. Kamu istri ku, kamu tau bagaimana perasaan ku ketika ada laki-laki lain yang mengatakan bahwa kamu masih mencintai orang lain. " Reihan sangat berharap Melodi bisa paham dengan posisi Reihan sebagai suami nya.


" Maafkan aku, aku tidak terlalu memikirkan perasaanmu, dan terimakasih karena kamu sudah mau membicarakan tentang hal ini kepada ku. " Ujar Melodi yang mengerti apa yang tengah dirasakan Reihan saat ini.


Kemudian Reihan berbaring di samping Melodi dan meraih tubuh Melodi, lalu memeluk nya dengan erat.


" Makasih ya kamu udah pengertian, dan bisa memahami apa yang aku rasakan. " Ujar Reihan lalu mengecup kening Melodi.


" Besok aku akan coba untuk bicarakan mengenai hal ini kepada Eros. " Ujar Melodi kemudian menenggelamkan kepalanya di dada bidang Reihan.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya...


Reihan dan juga Melodi sudah bangun sejak pagi, dan hari ini mereka juga harus segera bekerja. Reihan sudah lebih dulu berangkat ke hotel nya karena ada meeting dengan klien nya pagi-pagi sekali.


Sedangkan Melodi masih sedikit santai karena ia tidak terlalu di buru-buru oleh pekerjaannya. Setelah berbincang semalam dengan Melodi, Reihan pun sangat mempercayakan segala nya kepada Melodi, dan sekarang Reihan juga sudah tidak khawatir meninggalkan Melodi dengan Eros.


Melodi yang sedang menyiapkan sarapan untuk Eros itu pun masih sibuk di dapur. Kemudian Eros yang baru keluar dari kamarnya itu pun menuruni anak tangga, dan berniat ingin menghampiri Melodi yang saat ini sedang berada di dapur.


Eros dengan perlahan melangkahkan kaki nya, dan berniat ingin mengejutkan Melodi dari belakang, tetapi tiba-tiba saja Melodi berbalik dan melihat nya yang saat ini sedang berjalan berjinjit ke arah Melodi.


" Kamu lagi apa? " Tanya Melodi yang sedikit bingung melihat Eros yang sedang mengendap-endap itu.


" Ah...tadi nya aku mau mengejutkanmu, tapi kamu malah berbalik, gagal sudah. " Jawab Eros sambil memanyunkan bibir nya.


" Apa yang kamu masak? Dan dimana Reihan? Aku tidak melihatnya? Biasanya dia selalu menempel pada mu. " Tanya Eros sambil melihat sekelilingnya.


" Reihan sudah berangkat ke hotel, ada meeting mendadak. Aku masak bubur ayam buat kamu sarapan. " Jawab Melodi sambil membawa semangkuk bubur ayam, kemudian ia letakkan di atas meja makan.


" Oh, tumben dia mau meninggalkanmu bersama ku, biasa nya dia sangat cemburu. "


Melodi hanya tersenyum kemudian duduk berhadap-hadapan dengan Eros.


" Ros, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. " Melodi mulai memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaan nya yang sebenarnya kepada Eros.


" Katakan, aku akan mendengarkannya sambil memakan makanan yang sangat lezat ini. " Ujar Eros sambil melahap makanannya.


" Eros...sejak awal kamu mengakhiri hubungan mu dengan ku, semenjak itu aku sudah memutuskan untuk melupakan perasaan ku kepada mu. Aku berharap kamu juga bisa melupakan perasaan mu kepada ku. Aku sudah tidak memiliki perasaan yang sama terhadap mu lagi. Saat ini, yang ada di hatiku adalah Reihan. Dia adalah suami ku, dan aku juga mencintai nya. Jadi...aku mohon kamu bisa mengerti dan bisa mengendalikan perasaan mu. "

__ADS_1


Eros yang mendengar perkataan Melodi itu pun langsung menghentikan aktivitas makan nya. Kemudian Eros menatap Melodi dengan sangat tajam. Mata nya sudah sangat memerah, air matanya pun sudah menggenang. Eros tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi, ia masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja di dengarnya itu.



__ADS_2