
*****
Setelah Reivan pulang, Eros pun kembali ke kamar Melodi dan memeriksa keadaan Melodi. Eros bertanya kepada perawat tersebut mengenai perkembangan Melodi. Perawat itu pun menjelaskan jika saat ini keadaan Melodi sudah membaik, hanya saja memang tensi darah Melodi masih rendah.
" Oh ya pak Eros, maaf...apakah saya bisa mendapatkan kamar untuk ruangan pribadi saya? " Perawat itu pun bertanya kepada Eros karena Eros belum memberitahukan kepada perawat tersebut dimana tempat yang akan di tinggali nya.
" Maaf sus...saya sampai lupa, sebentar ya sus. " Eros dengan segera menghampiri seorang ART yang saat bekerja di rumah Arman tersebut.
Eros berjalan menuju dapur dan langsung menanyakan kepada ART tersebut, apakah masih ada kamar kosong untuk perawat yang merawat Melodi.
" Maaf bi, apakah masih ada kamar kosong di sini untuk suster yang sedang merawat Melodi? "
" Oh ada den, masih ada satu kamar yang biasa saya gunakan kalau saya menginap di sini. "
Bi Rina, ya...itu adalah nama ART yang bekerja di rumah Arman. Rina pun mengantarkan Eros menuju sebuah kamar yang terletak tidak jauh dari dapur rumah Arman.
" Di sini den tempat nya. "
" Oh, oke...kalau begitu tolong bibi antar suster yang merawat Melodi ke kamar ini ya bi. "
Dan Eros pun kembali ke kamar Melodi bersama dengan Rina. Kemudian Eros meminta perawat tersebut untuk mengikuti Rina.
Setelah Rina dan perawat tersebut pergi meninggalkan Eros, Eros menghampiri tempat tidur Melodi dan duduk di tepi tempat tidur Melodi sambil membelai lembut rambut Melodi.
" Hati ku hancur Mel melihat keadaan kamu yang seperti ini ...selama ini aku mengenal kamu itu sebagai wanita yang kuat dan tegar. Tapi ternyata aku salah, ternyata di dalam diri kamu..kamu itu begitu rapuh. Dan aku juga baru sadar, ternyata begitu sulit untuk melepaskan semua kenangan indah kita. Aku rindu Mel, aku merindukan hal-hal kecil dari kamu." Batin Eros.
*****
Di tempat lain, Arini duduk di sebuah kursi tamu dengan kekhawatiran di benak nya. Arini ingin menghubungi Eros tetapi tidak bisa karena handphone nya saat ini sedang lowbet, karena ia lupa untuk mengisi daya di handphonenya semalam.
Kemudian tiba-tiba saja Dewi menghampiri Arini dan benar saja, yang di takutkan Arini pun terjadi. Dewi menghampiri Arini dan menanyakan keberadaan Eros. Lalu Dewi juga sadar, bahwa ia juga tidak melihat Melodi, dan kembali menanyakan keberadaan Melodi kepada Arini.
" Arini...kok kamu sendirian? Dimana Eros? "
__ADS_1
Belum sempat Arini menjawab pertanyaan dari Dewi, Dewi juga sudah menanyakan keberadaan Melodi pada nya.
" Oh ya...Melodi juga kenapa nggak keliatan ya? "
" Aduh...gimana ini? Alasan apa yang masuk akal ya..." Batin Arini.
" Eeee...itu tan, tadi Eros sempet pamitan sama aku, ada keperluan mendesak katanya. Dan kalo Melodi, dia tadi sempet keluar sama temen nya tan. Dan aku juga nggak tau kemana." Untung nya Dewi tidak terlihat curiga dengan jawaban Arini.
Kemudian Dewi pun percaya dengan jawaban Arini dan kembali pergi ke tempatnya. Setelah Dewi meninggalkan Arini sendirian, akhirnya Arini pun bisa bernafas lega.
" Huh...untung aja tante Dewi nggak curiga. " Gumam Arini.
Acara pernikahan Arman dan Dewi pun berjalan dengan sukses, dan kini sudah pada penghujung acara. Para tamu undangan pun sudah mulai berkurang, dan para staf yang mengurus acara pernikahan Arman itu pun sudah mulai membereskan tempat itu sedikit demi sedikit.
" Sayang...kok aku nggak liat Eros sama Melodi ya? Acara juga udah selesai, tapi kok mereka berdua tiba-tiba ilang gitu aja? " Arman sedikit curiga dan bertanya kepada Dewi.
" Tadi aku udah tanya sama Arini, katanya Eros ada urusan mendesak. Dan kalau Melodi, Melodi kata nya lagi keluar sama temennya. "
" Tapi kok perasaan aku nggak enak ya? Nggak biasanya Melodi pergi-pergi begitu aja tanpa izin sama aku. "
Arman mencoba membenarkan apa yang di katakan Dewi. Tapi entah ikatan batin atau semacam nya, Arman terlihat sangat gelisah. Dan ia tiba-tiba saja merasa khawatir dengan Melodi tanpa alasan.
Dan saat Arman sedang memikirkan Melodi, Arini yang mengetahui acara telah usai itupun segera menghampiri Arman dan Dewi.
" Maaf om, tante...aku terpaksa bohong sama tante Dewi tadi, karena Melodi yang minta tolong sama aku buat nggak bilang apa-apa sama om dan tante. "
Arman yang sudah punya perasaan yang tidak enak itu pun langsung paham dengan kalimat yang keluar dari mulut Arini tersebut.
" Sekarang Melodi di mana Arini? " Arman terlihat panik.
" Maaf om, handphone aku mati, dan aku belum bisa hubungi Eros. Coba om hubungi Eros dulu om, karena aku juga belum tau kondisi Melodi saat ini om. "
Tanpa berpikir panjang, Arman pun langsung menghubungi Eros dan menanyakan keberadaan serta kondisi Melodi saat ini.
[ Via telfon ]
__ADS_1
" Halo Eros..."
" Iya om. "
" Melodi dimana sekarang? Dan gimana keadaannya? Apa yang sebenarnya terjadi? "
" Melodi ada di rumah sekarang om, dan keadaannya sudah membaik. "
" Syukurlah...ya sudah, om ke rumah sekarang. "
" Tapi om? Acara pernikahan nya? "
" Sudah selesai Eros, kalian berhasil membuat om dan mama kamu terlihat seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa tentang keadaan Melodi. "
" Maaf om, tapi aku sama Arini terpaksa harus berbohong, karena Melodi nggak mau ngerusak acara pernikahan kalian. "
" Ya sudah, tidak apa-apa...om maafkan, ini juga bukan sepenuh nya salah kalian, ini permintaan Melodi dan kalian tidak bisa menolak gadis keras kepala itu. "
Setelah tau keadaan Melodi, Arman segera menutup telfonnya dan mengajak Dewi, Nina dan juga Arini untuk segera ke rumah nya.
Setelah sampai, Arman segera berlari menuju kamar Melodi. Dan saat sampai di kamar Melodi, Arman langsung memeluk putri nya itu. Melodi yang saat ini sedang terduduk di atas tempat tidurnya itu pun membiarkan Arman untuk memeluk tubuh mungilnya itu.
" Aku nggak apa-apa pa. "
" Kamu bikin papa khawatir Melodi, jangan diulangi lagi yang seperti ini. "
Melodi pun mengangguk sambil tersenyum lemas ke arah Arman.
" Kamu tau gimana khawatir nya papa kamu Mel? Setelah tau kabar kamu, tangannya langsung gemetar, sepanjang perjalanan papa kamu marah-marah terus sama sopir. Dia minta, cepetan lah, jangan lama-lama. Pokok nya kamu nggak boleh kayak begini lagi..." Ujar Nina sambil membelai rambut Melodi.
" Iya oma...maaf ya pa, tante dewi...aku udah bikin kalian semua khawatir.
" Yaudah, Arman...Melodi biar istirahat, kamu juga sama Dewi pasti capek, kalian istirahat aja, biar oma yang temenin Melodi. Kamu juga Eros, kamu antar Arini dulu pulang ke rumah nya. Kasihan dia juga pasti capek banget hari ini. "
Kemudian setelah Arman merasa lega karena sudah tau kondisi Melodi, Arman dan Dewi pun langsung beristirahat di kamar mereka. Dan Eros juga segera mengantar Arini pulang ke rumahnya.
__ADS_1