My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 6 Seperti Mimpi


__ADS_3

****


Ya, hari ini sangat istimewa sampai Melodi tidak bisa untuk menjabarkan nya atau bisa juga di bilang, sulit untuk merangkai kalimat yang indah, karena ini sudah terlalu indah bagi nya.


Mereka sangat menikmati waktu yang mereka habis kan bersama, hingga tidak menyadari bahwa waktu sudah cukup malam, sehingga Eros dengan berat hati harus mengantar Melodi pulang.


" Ros, udah malem, " ujar Melodi dengan senyuman mengembang di wajah nya.


" Cepet banget sih malem, aku masih pengen berdua-dua sama kamu Mel, " gerutu Eros yang tidak ingin berpisah dari Melodi.


" Kan masih ada besok Ros, " ujar Melodi dengan lembut.


Eros dengan berat hati akhirnya mengantarkan Melodi pulang ke rumah nya. Eros terlihat tidak ingin pergi dari rumah Melodi, ia masih menggenggam tangan Melodi dan tidak membiarkan Melodi masuk ke dalam rumah Melodi.


Melodi berusaha membujuk Eros dan mengecup pipi Eros, Eros yang terlihat terkejut sekaligus senang itu akhir nya melepaskan genggaman nya. Melodi dengan segera membuka pintu gerbang rumah nya dan masuk ke dalam rumah nya.


Eros masuk ke dalam mobil nya masih dengan posisi tangan nya yang memegangi pipi yang tadi di kecup oleh Melodi. Senyuman lebar terlihat di wajah Eros, kemudian Eros melajukan mobil nya meninggalkan rumah Melodi.


Melodi membuka pintu rumah nya dan melihat Arman yang sedang duduk di kursi dengan mengenakan setelan baju yang sangat rapih. Melodi mendekati Arman dan melihat Arman dari atas rambut sampai bawah.


" Papa dari mana? Kok tumben dandan kayak gini? " Tanya Melodi sambil menyipitkan kedua mata nya.


Arman tersenyum sambil mengangkat satu alis nya. Kemudian dengan tiba-tiba Arman memeluk Melodi sambil menangis.


" Lah, papa kenapa? " Tanya Melodi yang masih heran melihat perilaku papa nya itu.


" Mel, papa bahagia banget hari ini, " ucap Arman yang melepaskan pelukan nya dari Melodi sambil mengusap air mata nya.


" Bahagia kenapa pa? Tapi kenapa papa nangis? " Tanya Melodi yang masih tidak mengerti dengan maksud papa nya itu.


" Kamu inget nggak? Papa pernah cerita sama kamu pas kamu SMA, soal cinta pertama papa, dan belum lama ini papa ketemu sama dia, udah beberapa kali kita makan bareng. Dan tadi papa melamar cinta pertama papa itu, dan papa diterima Mel," jelas Arman dengan sangat gembira.


" Serius pa? Akhirnya aku bisa ngerasain punya mama, setelah sekian purnama aku suruh papa cariin mama buat aku, dan hari ini semua doa ku di kabulkan. Selamat ya pa, jadi kapan papa mau kenalin ke aku? " Tanya Melodi yang turut ikut bahagia melihat Arman bahagia.

__ADS_1


" Nanti papa kenalin ke kamu, selama ini papa nggak mau buru-buru cari mama buat kamu, karena papa cari yang tepat buat papa dan juga kamu Mel, " Kemudian Arman memeluk Melodi dan mencium kening Melodi.


Melodi merasa menjadi orang yang paling beruntung hari ini, semua kemalangan yang menimpa nya dulu seperti telah sirna begitu saja. Akhirnya apa yang Melodi inginkan dan dambakan semua terwujud dalam waktu sesingkat ini.


****


Tiga bulan kemudian.


Pagi yang cerah, angin berhembus membawa aroma segar dedaunan yang berembun di pagi hari. Melodi terbangun dari tidurnya, ia beranjak dari tempat tidur nya. Di buka nya jendela kamar yang tadi tertutup rapat. Melodi memejamkan mata nya sambil menghirup udara pagi yang begitu menyejukkan hati nya.


" Aku merasa sangat beruntung memiliki kekasih seperti Eros, bahkan sebelum nya aku tidak pernah sekalipun membayangkan bagaimana rasa nya mendapatkan kasih sayang yang begitu tulus. Dahulu semua laki-laki yang mencintaiku hanya memanfaatkan kebaikan ku. Kini aku bisa merasakan perasaan di cintai oleh orang yang aku cintai juga. Semua masih terasa seperti mimpi dan seperti khayalan yang menjadi nyata. Ini kali pertama nya aku bersyukur menjadi Melodi Anandita Lesmana. " Itulah isi hati Melodi yang merasa diri nya sangat beruntung, tidak seperti dahulu.


Setelah puas menghirup udara sejuk di pagi hari, Melodi dengan segera memanjakan tubuhnya dengan berendam di air hangat. Ia menikmati setiap detik yang ia lalui. Hingga Melodi memutuskan untuk menyudahi nya.


Selesainya mandi, Melodi segera bergegas menuju ruang makan. Melodi membuka tudung saji dan mulai memakan makanan yang sudah tersedia.


" Hmmmmm, nikmat banget, walau cuma roti sama selai tanpa telor, " gumam Melodi sambil melahap makanan nya.


Tin..Tin..Tin..


Melodi segera berlari dan membuka pintu rumah nya. Ia berjalan dengan langkah cepat nya, membuka pintu gerbang rumah nya dan sudah tampak terlihat dengan jelas, Eros sudah berdiri di samping mobil nya menunggu Melodi menghampiri nya.


" Hai, pagi banget...aku belum siap-siap tau, baru juga selesai sarapan, " ujar Melodi yang menghampiri Eros.


" Yaudah, aku tunggu kamu siap-siap di dalem ya, " ucap Eros yang kini bergandengan tangan dengan Melodi.


Melodi dan Eros pun masuk ke dalam rumah Melodi. Selama tiga bulan berpacaran, baru kali ini Eros masuk ke dalam rumah Melodi. Selama ini mereka selalu menghabiskan waktu berdua mereka di kantor. Bahkan saat weekend, Melodi dan Eros sering melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.


" Wahhh, lucu nya...ini foto kamu umur berapa Mel? " Tanya Eros yang meraih sebuah bingkai foto yang terpajang di meja ruang tamu rumah Melodi.


" Itu aku pas umur lima tahun, " jawab Melodi yang kini sedang membereskan sisa sarapan nya tadi.


" Ini papa kamu? Ternyata kamu mirip sama papa kamu ya Mel, " ujar Eros yang menatap wajah papa nya Melodi dengan seksama.

__ADS_1


" Iya, pada hal aku mau nya mirip sama almarhumah mama ku, tapi ternyata malah mirip papa, " Melodi berjalan mendekat dan kini meraih bingkai foto Arman dan almarhumah mama Melodi.


Eros menatap Melodi lalu memeluk nya dari belakang. Kemudian Eros mencium pipi Melodi, Melodi pun membalikkan badan nya, dan melingkarkan tangannya di pinggang Eros kemudian mengecup bibir merah Eros.


" Kamu mau aku bikinin sarapan nggak? " Tanya Melodi yang kini memandangi wajah Eros begitu dekat.


" Lagi, " jawab Eros yang kini sudah memejamkan matanya.


Lalu dengan jahil nya Melodi mencubit bibir Eros.


" Aww.." Rintih Eros kesakitan.


" Abis, aku kan nawarin kamu sarapan, malah minta di cumcum, " ujar Melodi yang melepaskan tangannya dari pinggang Eros.


" Itu kan sarapan aku, " ucap Eros dengan manja.


" Apaan sih kamu, yaudah aku ganti baju dulu ya, kamu tunggu di sini, " Melodi berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya dan meninggalkan Eros sendirian di ruang tamu.


Drtttt drttt drttt...


Handphone Eros bergetar, Eros meraih handphone nya dan melihat bahwa Dewi yang menelfon nya.


[ Via telfon ]


" Halo ma, "


" Halo sayang, mama udah di jakarta, ini lagi di bandara, kamu jadi kan kenalin ke mama pacar kamu? Udah tiga bulan lho mama tahan-tahan. Rasanya mama sampe kayak nggak betah di Australia, sangking mama penasaran banget sama pacar kamu. "


" Iya jadi ma, pokok nya mama pasti suka deh sama pilihan ku. Mama juga udah nggak perlu kenalan lagi pasti udah langsung kenal. "


" Siapa sih? Mama jadi penasaran, kalau gitu sekalian aja mama kenalin ke kamu laki-laki baik yang berhasil merebut hati mama ya. "


" Oke ma, see you.."

__ADS_1



Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏


__ADS_2