My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 28 Waktu yang Terlewatkan


__ADS_3

*****


Akhirnya Melodi pun membiarkan Eros ikut masuk ke dalam butik nya. Karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan oleh Melodi, jadi Melodi pun langsung di sibukkan oleh pekerjaan menumpuk yang sudah menunggunya itu.


" Kamu kenapa nggak cari karyawan Mel? "


" Aku lagi nunggu Arini habis kontrak, Arini nanti yang bakal bantu-bantu butik aku, tapi dia harus selesaikan dulu kontraknya dengan butik tempat dia bekerja sekarang ini Ros. "


" Kalau gitu, sekarang biar aku aja yang bantu kamu, apa yang perlu aku kerjakan? " Eros pun dengan bersemangat menawarkan dirinya untuk membantu Melodi.


Melodi pun menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu ia melihat-lihat pekerjaan apa yang membutuhkan bantuan dari Eros. Kemudian kedua pandangan mata Melodi pun tertuju pada beberapa barang yang seharusnya ia kirim hari ini.


" Kalau gitu, apa kamu bisa bantu aku buat antar barang-barang yang ada di atas meja itu ke jasa pengiriman? " Melodi bertanya kepada Eros sambil berjalan ke arah meja yang ia maksud.


Ada beberapa paket yang harus Melodi kirimkan kepada pelanggannya. Kemudian Melodi mengangkat barang-barang tersebut dengan terhuyung, karena memang cukup banyak dan juga berat.


Eros yang melihat Melodi sudah terhuyung itu dengan segera menghampiri Melodi dan membantu Melodi untuk membawakan barang-barang tersebut. Kemudian Melodi meminta Eros untuk sekalian saja memasukkan barang-barang tersebut ke dalam mobilnya.


" Kamu mau kan? " Melodi kembali bertanya kepada Eros untuk memastikan, karena tadi ia terlalu terburu-buru hingga tidak memberikan Eros kesempatan untuk menjawab pertanyaannya itu.


" Iya aku mau kok. " Jawab Eros dengan nada bicara yang sedikit kecewa, karena sebenarnya Eros ingin berada di dekat Melodi, tetapi Melodi malah memintanya untuk mengantarkan barang-barang untuk pelanggannya ke jasa pengiriman.


Kemudian Eros melajukan mobilnya, dan Melodi kembali masuk ke dalam butik nya. Melodi terlihat sangat sibuk, beberapa kali ia juga menerima telfon dari beberapa pelanggannya. Dan beberapa orang pun berkunjung ke butik Melodi untuk melihat-lihat pakaian yang sudah Melodi desain.


Setelah memakan waktu hampir tiga puluh menit, akhirnya Eros kembali ke butik Melodi. Eros masuk ke dalam butik Melodi dan melihat Melodi yang sedang sibuk berbicara dengan beberapa pelanggannya.


Kemudian Eros pun masuk ke dalam ruang kerja Melodi dan melihat-lihat beberapa sketsa yang telah di gambar oleh Melodi. Saat Eros sedang melihat-lihat ruang kerja Melodi, tiba-tiba saja handphone Melodi berdering. Eros melihat layar handphone Melodi dan melihat nama seseorang yang menelfon Melodi.


" Reihan? "


Eros dengan segera mengambil handphone Melodi, lalu ia mengangkat telfon dari Reihan.

__ADS_1


[ Via telfon ]


" Halo Mel? Ada apa kamu telfon aku? Aku tadi lagi sibuk banget jadi nggak bisa angkat telfon dari kamu. "


" Sebegitu sibuknya sampai telfon dari istrimu sendiri kamu abaikan.? "


" Dimana Melodi? "


" Kenapa? Apa kamu baru saja khawatir dengan istri mu? "


" Eros...!! Jangan main-main, jangan lakukan hal bodoh lagi. "


" Tenang Reihan, aku tidak akan melakukan hal-hal yang bodoh, karena aku tahu seperti apa perasaan Melodi saat ini. "


" Apa maksudmu? "


" Kamu tidak perlu khawatir Reihan, kamu bukanlah laki-laki yang pantas untuk mengkhawatirkan Melodi. Aku lah yang akan menjaga Melodi. "


" Dengar Reihan, walau semua ini mustahil, aku tidak keberatan...yang aku butuhkan hanyalah Melodi yang selalu ada di sisiku. "


" Melodi sudah tidak ada di sisimu lagi Eros, saat ini dan untuk seterusnya Melodi adalah milikku. "


" Jangan mimpi Reihan, aku tahu kamu tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang Yura. Dan Melodi? Apa kamu mencintainya? Tidak kan? "


Reihan terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa. Selama ini Reihan dan juga Eros sangatlah dekat. Sehingga Eros sangat tahu tentang hubungan antara Reihan dengan Yura. Reihan pun tidak menyangka hubungannya dengan Eros yang awalnya sangat baik-baik saja menjadi seperti sekarang ini.


" Eros...hentikan semua ini, kamu hanya akan menyakiti dirimu sendiri, dan mungkin kamu juga akan menyakiti Melodi. Dan tentang Yura, aku yang akan mengatasi semua perasaanku kepada Yura. Aku bukanlah pecundang sepertimu Eros. "


" Aku tidak yakin kamu bisa mengatasi perasaanmu terhadap Yura. Dan aku juga sangat yakin bahwa yang benar-benar pecundang adalah kamu Reihan. Kita tunggu saja, dan lihat saja nanti saat Yura kembali. "


" Yura kembali? Apa maksudmu? "

__ADS_1


Eros tidak menjawab pertanyaan dari Reihan dan ia langsung mematikan panggilan telefon tersebut. Kemudian Eros kembali meletakkan handphone milik Melodi di atas meja kerjanya.


Eros berjalan keluar dari ruang kerja Melodi, dan Eros menghampiri Melodi yang saat ini sedang mengukur beberapa baju milik pelanggannya.


" Masih sibuk? " Eros bertanya sambil meraih tangan Melodi.


Melodi yang terkejut pun menatap Eros, dan Eros juga menatap kedua mata Melodi dengan tatapan yang penuh arti. Dan dengan segera Melodi melepaskan tangannya dari genggaman Eros.


" Maaf...aku terbawa suasana. " Ujar Eros yang meminta maaf kepada Melodi.


Melodi hanya diam, ia tidak menghiraukan Eros dan masih sibuk dengan pekerjaannya.


" Melodi?? " Eros kembali memanggil nama Melodi.


Melodi pun menoleh ke arah Eros.


" Ada apa? Aku masih sibuk Eros..."


Kemudian Eros yang mendengar nada suara Melodi yang mulai kesal itupun akhirnya menjauhi Melodi dan kembali menunggu Melodi selesai bekerja. Eros kembali masuk ke dalam ruang kerja Melodi, ia memilih untuk menunggu Melodi sampai ia selsai bekerja.


Tidak terasa waktu sudah semakin sore, Eros pun tertidur di ruang kerja Melodi. Dan tanpa mereka sadari mereka sudah melewatkan jam makan siang mereka.


Melodi yang sudah menyelesaikan beberapa pekerjaannya itu pun dengan segera berjalan menuju ruang kerjanya. Ia membuka pintu ruangannya dan melihat Eros yang sudah tertidur di kursi.


Kemudian Melodi meraih handphone nya yang berada di atas meja, dan membawanya keluar dari ruangannya.


Sebenarnya Melodi sudah merasa sangat lapar dan ia juga sudah mulai lelah. Namun Melodi tidak tega untuk membangunkan Eros. Akhirnya Melodi pun menutup butik nya dan ia memutuskan untuk menunggu Eros sampai bangun. Kemudian Melodi merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tunggu pelanggan di butik Melodi tersebut.


Hingga Melodi tidak menyadari bahwa dirinya sudah terlelap. Eros yang sudah terbangun dari tidurnya itu pun langsung keluar dari ruangan Melodi dan melihat Melodi yang sudah tertidur pulas di atas sofa.


Eros terus memandangi wajah Melodi, dan sesekali ia membelai lembut rambut Melodi. Kemudian pandangan Eros mukai tertuju pada bibir manis milik Melodi. Eros menyentuh bibir Melodi perlahan dan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Melodi.

__ADS_1


Tapi...di saat Eros akan mencium Melodi, tiba-tiba saja. Reihan yang baru saja datang dan berniat untuk menjemput Melodi itu menyaksikan apa yang ingin dilakukan Eros kepada Melodi. Dan tanpa berpikir panjang, Reihan mendorong Eros dan memukulnya, hingga Melodi yang tertidur lelap itu pun terbangun.


__ADS_2