
*****
Dan akhirnya Reivan memutuskan untuk merahasiakan kejadian yang barusan ia lihat itu. Reivan mencoba untuk lebih memahami Melodi, ia tidak tega melihat Melodi yang saat ini sedang memohon-mohon kepada nya itu.
" Oke Mel...aku akan merahasiakan kejadian yang aku dengar dan aku lihat hari ini, tapi ada satu syarat. "
" Makasih Van...syarat apa Van? "
" Kamu juga harus mencoba untuk membuka hati kamu untuk Reihan Mel...perlahan saja, buatlah Reihan jatuh cinta kepadamu. "
" Aku nggak bisa janji ya Van, tapi akan ku coba...ini soal perasaan, jadi nggak bisa di paksakan Van. Aku butuh waktu, dan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. "
" I'ts ok Mel, nggak masalah...intinya, kamu harus bahagia dan Reihan juga harus bahagia sama kamu Mel, andai bukan Reihan yang di jodohkan, tapi itu adalah aku...aku akan sangat bersyukur bisa menikah dengan wanita seperti kamu Mel. "
Melodi hanya tertunduk kemudian ia berjalan menuju butiknya dan membuka kunci pintu butik milik nya. Untuk saat ini Melodi hanya ingin fokus kepada butik yang belum lama ini ia buka.
Reivan masih di butik Melodi, Reivan duduk di sebuah bangku yang ada di butik Melodi. Sebenarnya Melodi merasa tidak nyaman dengan keberadaan Reivan. Tapi entah kenapa, ia juga tidak ingin berada di butik sendirian.
Dan saat Melodi sedang merapihkan beberapa sketsa gambar miliknya, tiba-tiba saja handphonenya berdering. Dan ternyata Reihan menelfon nya.
[ Via telfon ]
" Halo, ada apa Rei?
" Reivan udah sampai di butik? "
" Hmmm "
" Yaudah, aku tutup telfonnya. "
" Udah? Kamu menelfon ku hanya untuk menanyakan Reivan? "
" Ya...ada apa? "
" Tidak...lupakan saja, tidak penting. "
Kemudian Reihan pun menutup telfonnya itu, dan Melodi kembali menyibukkan dirinya. Lalu Reivan menghampiri Melodi, karena ia merasa jenuh dan juga bosan, akhirnya Reivan meminta izin Melodi untuk keluar dan mencari udara segar.
" Mel...aku keluar dulu ya? Bosen di sini, nggak tau aku mau ngapain. "
" Iya Van, oh ya? Apa kamu masih belum mendapatkan pekerjaan Van? "
" Belum Mel..."
" Kenapa kamu tidak ikut berbisnis dengan Reihan? "
__ADS_1
" Aku mau mandiri dan tidak ingin terus bergantung kepada Reihan Mel. "
" Ternyata kamu udah dewasa ya Van, " ledek Melodi.
" Terus selama ini aku nggak dewasa gitu Mel? Yaudah aku mau keluar dulu, kamu mau nitip sesuatu ? "
Melodi hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat...hari juga sudah semakin gelap. Melodi masih sibuk di ruangannya. Sementara Reivan yang dari sore pergi keluar untuk mencari udara segar pun sampai saat ini belum kunjung kembali.
Melodi melihat jam di layar handphonenya dan ternyata sekarang sudah pukul 22.00. Melodi keluar dari ruangannya dan ia tidak melihat Reivan di butiknya itu. Melodi pun masih mencari Reivan, kemudian ia berjalan keluar dari butik nya, namun ia juga tidak menemukan Reivan.
" Reivan kemana sih? Masa dari sore tadi dia belum kembali? "
Karena sudah malam dan langit sudah semakin gelap. Melodi memutuskan untuk menghubungi Reihan.
[ Via telfon ]
" Halo Reihan. "
" Ada apa? Kenapa belum pulang? "
" Aku masih nunggu Reivan, tadi sore dia bilang mau keluar sebentar, tapi sampai saat ini dia belum kembali Rei. "
" Belum, aku kan nggak punya nomor Reivan. "
" Yaudah, kamu tunggu ya, aku hubungi Reivan dulu. "
Setelah Reihan menutup telfonnya, Reihan pun segera menghubungi Reivan. Dan sebelum ia mencari kontak Reivan, ternyata dari tadi sudah ada pesan masuk dari Reivan.
Dan isi pesan tersebut adalah,
" Rei...sorry ya...tadi ada something yang urgent, jadi aku nggak bisa antar Melodi pulang. Kamu jemput aja ya Melodinya? Thanks. "
" Ahh sial...kenapa aku baru baca pesan dari Reivan. " Gumam Reihan.
Reihan pun segera meraih kunci mobil yang ada di atas meja dan kemudian ia bergegas menuju butik Melodi.
Hampir satu jam perjalanan yang di tempuh untuk sampai di butik Melodi, sehingga Melodi sudah sangat lelah menunggu Reivan. Bahkan Reihan pun tidak memberinya kabar. Melodi duduk bersandar di kursi ruangannya.
Dan setelah hampir satu jam Melodi menunggu, akhirnya Reihan pun sampai di butik Melodi. Reihan dengan segera langsung masuk ke dalam butik Melodi tersebut.
Ia masuk ke dalam dan matanya masih berkeliling mencari sosok Melodi. Dan karena Reihan baru pertama kali masuk ke dalam butik Melodi, Reihan pun sempat kebingungan. Kemudian Reihan melihat sebuah ruangan dan Reihan pun menghampiri ruangan tersebut.
Reihan membuka pintu ruangan tersebut dan lagi-lagi ia melihat Melodi yang sudah tertidur pulas sambil bersandar di kursi kerjanya.
__ADS_1
" Kamu bisa tidur di manapun ya Mel, " gumam Reihan.
Melodi yang mendengar suara Reihan dengan samar itu pun mulai membuka kedua matanya. Ia mengerjapkan kedua matanya, lalu melihat ke arah Reihan yang saat ini berdiri tepat di hadapannya.
Sontak saja Melodi terkejut melihat Reihan, ia sedang menunggu Reivan, tetapi yang datang bukannya Reivan melainkan Reihan.
" Reihan?? Kamu ngapain di sini? " Melodi segera mengubah posisi duduk nya.
" Kamu mau pulang sendirian? "
" Reivan mana? "
" Dia nggak bisa antar kamu pulang, ada something urgent kata nya. Ayo cepat, kamu mau pulang atau mau tetap di sini? Aku udah capek seharian meeting dan sekarang harus jemput kamu. "
Kemudian Reihan berlalu begitu saja meninggalkan Melodi yang masih sibuk mengemasi barang-barang nya.
" Sabar...harus banyak-banyak sabar menghadapi laki-laki seperti Reihan. " Batin Melodi.
Setelah selesai mengemasi barang bawaannya, Melodi dengan segera menyusul Reihan yang kini sudah berada di dalam mobilnya. Dan Reihan pun mulai melajukan mobil nya.
Setelah sampai di hotel, Melodi yang merasa lelah pun langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya.
" Mandi dulu sana Mel, kamu nggak risih apa langsung berbaring di tempat tidur? "
" Aku capek banget Rei, " kemudian Melodi mulai memejamkan matanya.
" Dasar jorok..."
" Iya...iya...aku mandi..." Melodi yang merasa kesal dengan ucapan Reihan pun langsung beranjak dari tempat tidur nya dan Melodi segera bergegas ke kamar mandi.
Reihan hanya tersenyum sambil menatap Melodi yang sudah memanyunkan bibirnya itu.
*****
Keesokan harinya....
Melodi bangun dari tidurnya, ia melihat ke sekeliling kamar hotelnya dengan seksama. Terlihat beberapa pakaian yang sudah tersusun rapih di atas tempat tidur Reihan.
Melodi mulai melangkahkan kaki nya perlahan dan menyentuh satu persatu pakaian Reihan. Aroma wangi tubuh Reihan pun membekas di salah satu baju nya yang belum lama ini ia kenakan.
" Aku tidak menyangka...saat ini aku adalah seorang istri dari laki-laki yang bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelum nya. " Batin Melodi.
Setelah beberapa menit Melodi merapihkan baju Reihan dan memasukkannya ke dalam koper yang juga berada di atas tempat tidur Reihan itu. Tiba-tiba saja Reihan yang baru selesai mandi itu pun keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan sehelai handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1