
*****
" Mel...." Panggil Reihan dengan lembut kepada Melodi.
Karena merasa sangat lelah, Melodi yang terlelap itupun tidak mendengar panggilan dari Reihan. Reihan pun kembali memanggil Melodi, dan kini sambil menyentuh bahu Melodi.
Melodi yang merasakan sentuhan tangan Reihan itupun akhirnya membuka kedua mata nya, dan ia sangat terkejut ketika melihat Reihan yang sudah berada di sebelah bathtub nya.
" Rei?? Kenapa kamu masuk? Aku belum selesai. " Ujar Melodi yang panik, dan kemudian mencoba menutupi sebagian tubuh nya.
" Kamu mau berendam berapa jam lagi? Aku udah nunggu kamu berjam-jam. " Ujar Reihan kemudian menatap Melodi tajam.
" Ah, maaf aku ketiduran, yaudah kamu keluar dulu, aku sebentar lagi udahan. " Pinta Melodi kemudian mendorong tubuh Reihan perlahan.
" Kenapa nggak mandi bareng aja, tanggung juga kalau aku keluar, aku udah terlanjur di dalem, jadi sekalian aja. " Ujar Reihan kemudian melepaskan pakaiannya.
Sontak saja Melodi langsung terdiam, ia tidak berani menatap ke arah Reihan. Suasana nya pun berubah menjadi canggung. Reihan yang sudah selesai melepaskan pakaian nya itupun langsung masuk ke dalam bathtub dan duduk di samping Melodi.
" Kamu kenapa? " Tanya Reihan yang saat itu melihat ekspresi wajah Melodi yang sudah sangat tegang.
" Harus banget ya kamu nanya aku kenapa? " Jawab Melodi sambil memalingkan wajah nya.
Lalu tiba-tiba saja Reihan tersenyum dan tertawa kecil setelah mendengar jawaban dari Melodi barusan. Di mata Reihan, saat ini Melodi terlihat begitu menggemaskan.
" Kamu malu? Kenapa harus malu? Sebelumnya juga kita kan udah pernah melakukannya. " Ujar Reihan yang seketika itu juga membuat wajah Melodi berubah menjadi merah.
Melodi tidak mengatakan apapun, ia hanya memalingkan wajah nya dan tidak ngin menatap wajah Reihan.
" Tenang aja, aku nggak akan melakukan apapun tanpa seizin kamu. " Ujar Reihan mencoba membuat Melodi agar bisa sedikit lebih merasa nyaman dengannya.
__ADS_1
" Maaf Rei, tapi aku belum bisa kembali seperti saat itu, semua masih terasa menyakitkan. " Ujar Melodi tiba-tiba saja, dan ia kembali mengingat sikap Reihan kepadanya saat ia mengalami keguguran.
" Iya...aku faham, dan aku sadar, semua itu terjadi karena kesalahan yang aku buat juga, aku siap kok buat nunggu kamu siap sampai kapanpun itu. " Ujar Reihan, kemudian tangannya meraih bahu Melodi dan memeluknya.
Melodi yang merasa tidak nyaman berpelukan tanpa busana sehelai pun itu langsung melepaskan pelukan Reihan. Ia menarik handuk yang tergantung tepat di atas nya dan memakainya. Lalu Melodi membasuh seluruh tubuh nya, dan setelah selesai, ia mengganti handuk nya yang sudah basah dengan handuk kering yang sudah tersedia di situ.
Setelah itu Melodi keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Reihan di dalam kamar mandi. Reihan hanya bisa terdiam sambil menatap punggung Melodi.
Dan selang beberapa menit Reihan pun sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Saat ia keluar dari kamar mandi, Reihan mendapati Melodi yang sudah tertidur di atas tempat tidur.
" Sampai kapan Mel? Sampai kapan aku harus menunggu? Apa nggak bisa sedikit aja kamu kasih aku ruang buat memperbaiki kesalahan yang sudah aku buat? " Batin Reihan.
Reihan pun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya, ia membaringkan tubuhnya di samping Melodi, dan mulai memejamkan kedua mata nya.
Keesokan harinya...
Melodi terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Reihan yang kini masih tertidur di sampingnya.
Melodi yang sudah terbangun itu pun kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar kamar hotel. Melodi sengaja ingin melepaskan penat dan mencari udara segar, hingga ia menemukan sebuah taman mini di samping lobi hotel.
Melodi berjalan ke arah bangku taman tersebut, kemudian duduk di taman tersebut sambil menikmati pemandangan pagi yang masih sangat sejuk itu.
Di tempat lain, Reihan yang sudah mulai membuka kedua matanya itu pun sempat terkejut karena tidak melihat Melodi di sampingnya.
Reihan melihat ke sekeliling nya dan tidak mendapati Melodi. Tetapi ia lega karena barang-barang Melodi masih berada di dalam kamar hotel.
Kemudian Reihan pun memutuskan untuk mencari Melodi sambil melihat-lihat sekeliling hotel. Dan saat Reihan ingin memasuki sebuah lift, dari kejauhan Reihan melihat Melodi yang sedang berjalan keluar dari sebuah taman di samping lobi.
Reihan pun menghentikan langkahnya dan dengan segera ia kembali menuju kamar nya. Ia kembali berbaring di atas tempat tidur nya dan berpura-pura masih tertidur lelap.
__ADS_1
Saat Melodi masuk ke dalam kamar hotel, Melodi melihat ke arah Reihan yang masih terlihat tertidur dengan lelap itu. Kemudian Melodi menghampiri Reihan, Melodi menyentuh ujung rambut Reihan sambil menatap wajah Reihan yang terlihat sangat tampan saat sedang tidur.
Reihan yang merasakan sentuhan tangan Melodi itu pun langsung membuka kedua matanya dan meraih tangan Melodi.
" Kamu dari mana? " Tanya Reihan dengan tatapan maut nya, sehingga membuat jantung Melodi berdegup dengan kencang.
Melodi terlihat terkejut dan langsung menarik tangannya yang di genggam oleh Reihan, namun Reihan tidak mau melepaskan genggamannya itu.
" Jawab aku? Dan...jangan menatap ku secara diam-diam seperti itu, kamu boleh menatapku secara terang-terangan. " Ujar Reihan, yang kembali membuat jantung Melodi menjadi semakin tidak karuan.
" Ah, lepaskan dulu tangan ku. " Ujar Melodi yang berpura-pura kesakitan karena genggaman Reihan, padahal Reihan menggenggamnya tidak terlalu kencang.
" Aku tidak mau. "
Lalu Reihan menarik tangan Melodi hingga tubuh mungil Melodi terjatuh di pelukan Reihan. Melodi yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah sangat tersipu malu itupun hanya bisa menenggelamkan kepalanya di pelukan Reihan.
" Sebentar saja, sebelum kita pulang, aku ingin seperti ini bersamamu sebentar saja. " Ujar Reihan yang semakin erat memeluk Melodi.
Melodi hanya mengangguk sambil menikmati aroma tubuh Reihan. Mereka hampir lama di posisi itu, dan saat Reihan melepaskan pelukannya, tiba-tiba saja, tangan Melodi melingkar di pinggangnya.
" Ada apa? " Tanya Reihan yang kembali memeluk tubuh Melodi.
" Apa sikap ku terlalu berlebihan kepada mu? Aku tidak mengerti dengan apa yang sedang aku lakukan. Aku hanya takut kamu akan mengulangi apa yang telah kamu lakukan kepada ku di saat aku kehilangan anak pertama kita. " Ujar Melodi yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya.
" Maaf, semua ini karena aku...kamu tidak bersikap berlebihan, hanya saja mungkin kamu butuh waktu lama untuk bisa memaafkan ku, tetapi, jika aku boleh meminta, aku ingin meminta kamu untuk tidak terlalu lama membuatku menunggu maaf darimu. "
Melodi pun mengangguk sambil terisak.
" Apa kamu sudah bisa memaafkan ku? " Tanya Reihan yang mencoba memastikan apakah Melodi sudah bisa menerimanya kembali.
__ADS_1
Melodi kembali mengangguk dan ia memeluk Reihan dengan semakin erat.