My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 79 Sakit


__ADS_3

*****


Setelah semua selesai dengan sarapannya masing-masing, mereka pun kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. Reihan berjalan menuju halaman depan rumah nya, sedangkan Melodi masih sibuk di dapur.


Saat Melodi sedang ingin mencuci piring, tiba-tiba saja handphone nya berdering, Melodi segera mengambil handphone yang ada di kantong celananya dan melihat siapakah yang menelfon dirinya.


" Eros? " Gumam Melodi.


Melodi langsung mengangkatnya...


[ Via telfon ]


" Halo?? Ada apa Ros? "


" ..... "


" Ros?? "


"..... "


" Halo?? "


" ..... "


" Eros?? Kamu jangan iseng deh, ada apa?? "


" ..... "


Melodi pun mematikan panggilan tersebut, ia masih memandangi handphonenya sambil berpikir keras.


" Ada apa sih? Kenapa aku jadi khawatir? Ah, Eros selalu saja membuatku khawatir. " Batin Melodi.


Kemudian Melodi kembali menghubungi Eros, namun Eros sama sekali tidak menjawab penggilan telfon dari Melodi.


Melodi pun dengan segera meninggalkan dapur dan mengambil tas nya yang tadi ia letakkan di atas sofa ruang tamu. Melodi dengan tergesa-gesa keluar dari rumah nya, dan karena ini hari minggu, Erwin yang sedang libur pun tidak ada di rumah Melodi.


" Ah iya, Erwin hari ini libur, aku naik taksi aja kali ya. " Gumam Melodi kemudian berjalan menuju gerbang rumah nya.


Dari kejauhan Reihan melihat ke arah Melodi yang terlihat sedang terburu-buru itu. Reihan mencoba memanggil Melodi, namun jarak mereka terlalu jauh sehingga Melodi tidak bisa mendengar panggilan dari Reihan.

__ADS_1


Dan Reihan pun memutuskan untuk menghubungi Melodi. Melodi yang sudah keluar dari gerbang itupun menghentikan langkahnya ketika mendengar suara dering handphone nya.


" Ah Reihan? " Gumam Melodi, kemudian Melodi mengangkat panggilan telefon dari Reihan tersebut.


[ Via telfon ]


" Halo Rei? "


" Kamu mau kemana? "


" Ah, aku? "


" Iya, kamu mau kemana? Keliatan nya buru-buru sekali. Ada apa? Biar aku antar. "


" Ah, aku ingin menemui Eros, kamu tidak perlu mengantarku. "


" Untuk apa menemui Eros? Dan kenapa aku tidak perlu mengantarmu? Tunggu aku, aku akan keluarkan mobil sebentar, jangan kemana-mana. "


Reihan pun menutup panggilan telefon nya dan dengan segera mengambil mobil nya. Setelah beberapa menit Reihan pun sudah melajukan mobil nya dan menghentikannya di depan pagar rumah nya.


" Ayo naik. " Ujar Reihan kepada Melodi, Melodi pun dengan segera masuk ke dalam mobil Reihan.


" Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu ingin menemui Eros? Tumben. " Tanya Reihan yang sangat penasaran karena tiba-tiba saja Melodi ingin menemui Eros.


" Baiklah, dimana Eros tinggal? "


" Eros di rumah mama Dewi, tolong cepat ya Rei, perasaan ku nggak enak. " Pinta Melodi sambil mengernyitkan dahi nya.


Melodi sesekali melihat handphone nya dan berharap Eros menghubungi nya. Namun Eros sama sekali tidak menghubunginya lagi, kemudian setelah sampai di depan rumah Eros, Melodi dengan segera dan tanpa menunggu Reihan, ia langsung turun dari mobil Reihan, dan langsung masuk ke dalam rumah Eros yang kebetulan tidak di kunci.


" Eros...!!! " Teriak Melodi, sehingga memenuhi seisi rumah Eros dengan suara melengking Melodi.


Reihan pun mengikuti Melodi dari belakang, dan saat Melodi berjalan ke arah kamar Eros, Melodi melihat pintu kamar Eros yang sedikit terbuka. Lalu Melodi membuka pintu tersebut, dan seketika itu juga Melodi begitu terkejut melihat Eros yang tergeletak tepat di samping pintu kamar nya.


" Eros?? " Melodi langsung menghampiri Eros, ia memegang kepala Eros dan tangannya terasa panas.


" Ah, kamu demam...Rei..." Teriak Melodi memanggil Reihan yang kebetulan masih berjalan ke arah kamar Eros.


Reihan yang mendengar panggilan dari Melodi itu pun mempercepat langkahnya dan langsung menghampiri Melodi.

__ADS_1


" Ada apa? " Tanya Reihan kemudian ikut duduk jongkok di samping Melodi yang saat ini sedang memangku kepala Eros.


" Badannya panas, tolong bantu aku bawa Eros ke tempat tidurnya. " Pinta Melodi, kemudian Reihan pun membantunya memapah Eros.


" Benar apa yang aku khawatir kan, dia selalu seperti ini. " Gumam Melodi yang tidak menyadari bahwa Reihan sedang memperhatikan nya.


" Rei, kamu tolong di sini dulu ya, aku mau siapin kompres buat Eros. " Ujar Melodi kemudian meninggalkan Eros dan Reihan di dalam kamar Eros.


Melodi dengan segera membawa kompres tersebut, dan dengan telaten ia mengompres Eros. Melodi juga membasuh tangan Eros, Reihan yang melihatnya pun menjadi sedikit cemburu.


" Biar aku aja Mel, kamu duduk aja. " Ujar Reihan sambil merebut kain lap kompres yang saat itu sedang di genggam Melodi.


Melodi pun menuruti perkataan Reihan dan kemudian duduk di samping kasur Eros. Lalu, tidak lama setelah itu, Eros membuka matanya dan melihat ke arah Melodi dan juga Reihan.


" Mel..." Ujar Eros dengan nada suara yang cukup lemah.


" Diam, jangan banyak bicara, kamu selalu saja seperti ini, kalau sudah merasa tidak enak badan kamu harus segera memeriksa nya. Selalu saja menunda, kalau seperti ini terus siapa yang akan menjagamu, sudah tidak ada mama. Dan aku? " Ucapan Melodi tiba-tiba saja terhenti dan kemudian ia beranjak dari tempat tidur Eros.


" Maaf, tapi kamu harus bisa menjaga dirimu sendiri mulai sekarang. " Lanjut Melodi, kemudian ia berjalan menuju dapur dan dengan segera Melodi membuatkan bubur untuk Eros.


Reihan yang melihat sikap Melodi itupun menjadi geram. Perasaan cemburu mulai menghantuinya, Reihan pun menatap Eros dengan sangat tajam.


" Kenapa harus Melodi yang kamu telfon? " Tanya Reihan yang kesal karena Eros pasti sengaja menghubungi Melodi, supaya Melodi mengkhawatirkan nya.


" Hanya Melodi yang aku pikirkan, tidak ada yang lain. Maaf kalau aku jadi merepotkan kalian. " Ujar Eros yang memang hanya memikirkan Melodi saat itu.


" Kenapa kamu tidak menghubungi orang lain? Kamu bisa menghubungi Yura, atau Arini. "


" Hanya Melodi yang ada di pikiran ku. Apa dia masih mengkhawatirkan ku? " Ujar Eros, kemudian Eros bertanya kepada Reihan seolah-olah Reihan bukan siapa-siapa Melodi.


Reihan tidak menjawab pertanyaan Eros, dan hanya menatap Eros dengan tatapan kesal sambil menyilang kan tangannya di dada nya.


" Dia pasti sangat mengkhawatirkan ku, kamu lihat kan? Aku yakin, di dalam hati kecil Melodi, pasti masih ada perasaannya yang tertinggal untukku. " Ujar Eros sambil terlihat sedikit tersenyum samar.


Reihan yang malas menjawabnya pun langsung beranjak dari duduk nya dan menyusul Melodi ke dapur.


" Sayang..." Panggil Reihan kepada Melodi, Reihan sengaja meninggikan suara nya supaya Eros bisa mendengar nya.


" Ya..."

__ADS_1


" Biar aku bantu ya? "


Eros yang mendengarnya pun hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepala nya. Eros tau kalau Melodi pasti sangat mengkhawatirkan nya.


__ADS_2