
*****
Sesampainya di Basement apartemen nya, Reihan dengan segera memarkirkan mobil nya dan membukakan pintu mobil nya lalu Reihan dengan segera menggendong Melodi.
Setelah sampai di kamar apartemen nya, Reihan langsung membaringkan tubuh Melodi di atas tempat tidur nya.
" Tunggu sebentar, aku akan ambilkan kotak p3k untuk mengobati luka di kaki mu. " Ujar Reihan kemudian berlalu meninggalkan Melodi sendiri di dalam kamar Melodi.
" Kenapa Reihan harus menghentikan ku? Aku sudah cukup lelah. Tuhan? Apakah aku tidak di izinkan untuk mengakhiri semua penderitaan ini? " Batin Melodi.
Kemudian Reihan pun kembali masuk ke dalam kamar Melodi dengan membawa kotak p3k. Lalu Reihan mulai membalut setiap luka yang ada di kaki Melodi.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan mu? Kenapa kamu ingin melakukan hal bodoh seperti tadi? " Reihan bertanya sambil mengobati kaki Melodi.
" Aku lelah..." Melodi menjawab dengan suara yang lirih.
" Lelah? " Reihan yang sudah selesai mengobati kaki Melodi itu pun kini menatap Melodi, dan ia sangat ingin mendengarkan penjelasan dari Melodi.
Kemudian Melodi bangun dari posisi tidur nya, dan kini ia terduduk dan kembali membalas tatapan mata Reihan. Kemudian Melodi tertunduk, dan air matanya kembali terjatuh.
" Ada apa sebenarnya? " Reihan mendekati Melodi dan kini duduk di samping Melodi sambil memeluk tubuh Melodi.
Melodi pun menangis terisak di pelukan Reihan, ia sudah kehabisan kata-kata. Ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin ia ungkapkan, setiap Melodi ingin berbicara, hati nya terasa sakit dan dada nya terasa sesak. Melodi hanya bisa menangis, ia belum bisa menceritakan kepedihan yang saat ini sedang ia rasakan kepada Reihan.
Reihan pun mencoba memahami Melodi, ia menepuk-nepuk punggung Melodi dengan perlahan. Reihan masih tetap bersabar menunggu Melodi sampai Melodi sudah benar-benar siap untuk menceritakan segalanya kepadanya.
" Kalau kamu belum bisa cerita sama aku, nggak apa-apa, aku nggak maksa kamu buat cerita sekarang sama aku. Tapi aku cuma minta satu hal sama kamu Mel, apapun itu...tolong untuk selalu jujur dan terbuka pada ku. Aku sudah menceritakan segala nya tentang diriku kepada mu, dan aku berharap kamu bisa terbuka dan bisa jujur kepada ku juga Mel. "
Reihan pun sebisa mungkin memberikan ruang untuk Melodi, agar Melodi bisa mempertimbangkan segalanya dan bisa terbuka dan jujur kepada Reihan.
__ADS_1
" Rei..." Melodi mendongakkan kepala nya dan melihat ke arah Reihan.
Reihan pun melepaskan pelukannya dengan perlahan dan kini Reihan menatap kedua mata Melodi yang saat ini terlihat sudah terpenuhi dengan kesedihan yang sangat mendalam di dalam tatapan mata Melodi tersebut.
" Rei...makasih untuk semua yang sudah kamu lakukan kepada ku selama ini, aku tau kamu tidak akan pernah bisa untuk mencintaiku, tapi...aku tidak pernah mengharapkan perceraian dalam pernikahan kita Rei. Aku tidak ingin kamu salah paham tentang hubunganku dengan Eros. "
Kemudian Melodi menundukkan kepala nya, ia benar-benar tidak ingin mengakhiri pernikahannya. Ia tidak ingin hidup nya semakin hancur dengan ada nya perceraian.
" Mel..." Tangan Reihan pun menyentuh dagu Melodi hingga Melodi mendongakkan kepala nya kembali.
Melodi hanya menatap Reihan.
" Entah apa yang sedang aku rasakan saat ini, tapi...selama aku mengenalmu, aku merasa hidup, dan semua menjadi lebih berwarna. Kamu adalah satu-satunya wanita yang selalu membuat suasana hatiku berubah-ubah. Kamu wanita pertama yang selalu membuatku khawatir. "
Kata-kata Reihan sangat penuh makna dan juga berarti, kemudian ia mulai mendekatkan wajah nya dengan wajah Melodi, Melodi pun mulai memejamkan kedua matanya. Bibir Reihan dan juga bibir Melodi pun saling bersentuhan.
Hingga Reihan menghentikan aksi nya itu dan kembali menatap Melodi.
" Baju kamu juga basah Rei. " Melodi pun melontarkan kalimat yang hampir sama. Kemudian mereka pun saling melemparkan senyuman.
" Jadi gimana Mel? " Pertanyaan Reihan itu pun membuat Melodi menjadi salah tingkah.
" Emppp, aku mau ganti baju ya...kamu juga ganti baju sana, biar nggak masuk angin. " Melodi pun mendorong pelan tubuh Reihan. Kemudian saat ia ingin beranjak dari tempat tidurnya.
" Mel..." Reihan meraih tangan Melodi dan meletakkan tangan kiri nya di antara helai rambut Melodi yang terselip di bagian telinga dan juga leher Melodi.
Jantung Melodi berdetak semakin kencang, ia menatap Reihan dengan penuh tanda tanya. Kemudian Reihan kembali mendaratkan bibir lembutnya itu pada bibir merah Melodi.
Reihan mulai membelai lembut rambut Melodi, dan tangan Reihan mulai menjelajahi setiap bagian yang ada di tubuh Melodi. Melodi terlihat tidak bisa menolak setiap sentuhan lembut dari tangan Reihan.
__ADS_1
Melodi hanya bisa mencengkram baju Reihan dan mere*mas selimut yang ada di samping nya. Mereka hanyut dalam perasaan yang sedang menggebu-gebu di antara mereka.
Kini Reihan sudah melepas semua pakaian yang di kenakan oleh Melodi, dan saat ia ingin memasukkan pusaka berharga nya, tiba-tiba saja Melodi berteriak dan seketika itu juga Reihan terkejut dan menghentikan aksi nya.
" Arrgghhhh..." Teriakan Melodi terasa sangat menyakitkan.
" Ada apa? " Reihan bertanya karena ia tidak tau kenapa Melodi tiba-tiba berteriak.
" Sakit..." Jawab Melodi sambil menutupi gawang berharga milik nya.
Reihan tersenyum ke arah Melodi kemudian ia mengecup kening Melodi lalu memberikan kecupan lembut ke setiap bagian tubuh Melodi hingga Melodi melupakan rasa sakit nya.
Kemudian Reihan pun berhasil memasukkan pusaka berharga nya itu ke dalam gawang berharga milik Melodi. Mereka pun mulai menikmati setiap pergerakan yang mereka hasilkan dari persatuan antara pusaka dan gawang mereka.
*****
Keesokan hari nya, Melodi membuka mata nya dan mendapati Reihan yang masih memeluk tubuh Melodi tanpa sehelai pakaian di tubuh nya.
Melodi menatap wajah Reihan lalu menyentuh hidung mancung Reihan. Ia tidak menyangka akan berbuat hal semacam itu dengan Reihan. Kemudian Reihan yang menyadari tangan lembut Melodi yang sedang menyentuh hidung nya itu pun terbangun.
" Ada apa? Apakah aku setampan itu? " Tanya Reihan dengan tiba-tiba, sehingga Melodi dengan refleks menarik tangannya dari hidung Reihan.
Kemudian Melodi pun beranjak dari tempat tidur nya dan meninggalkan Reihan yang masih berbaring di atas tempat tidur nya. Melodi dengan segera masuk ke dalam kamar mandi.
" Apa yang terjadi?? Melodi?? Apa yang terjadi?? Ahhh...aku malu, bagaimana aku bisa menghadapi Reihan? Aku benar-benar sangat malu untuk bertatapan dengan Reihan. " Batin Melodi.
Setelah selesai mandi, Melodi pun keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi tubuh nya. Reihan yang melihat Melodi keluar dari kamar mandi itu pun langsung berjalan menghampiri Melodi.
" A..a..ada apa Rei? " Melodi terlihat sangat gugup saat bertanya kepada Reihan yang kini sudah semakin dekat dengan dirinya.
__ADS_1
" Kamu terlihat sangat cantik jika tanpa busana. " Reihan pun mendekatkan tubuhnya ke arah Melodi kemudian menarik handuk Melodi itu dengan lembut.
Reihan kembali melanjutkan aksi nya, ia mulai tergila-gila dengan keindahan tubuh yang dimiliki Melodi. Perasaannya menjadi tidak karuan setiap melihat tubuh indah Melodi.