
*****
Setelah di tangani oleh beberapa dokter, akhir nya dokter Aris pun menyampaikan tentang kondisi Melodi saat ini kepada Reihan.
" Pak Reihan, saya mohon maaf, kami sudah berusaha semampu kami, namun kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak. Dan untuk keselamatan ibu Melodi, kami sudah melakukan prosedur pengangkatan janin. " Ujar dokter Aris.
Seketika itu juga tubuh Reihan menjadi lemas. Ia sangat sedih kehilangan anak pertama nya, dan yang terlebih parah lagi, ia tidak tau harus bagaimana menyampaikannya kepada Melodi.
" Dok, apa keadaan Melodi sangat perah? " Tanya Reihan dengan nada suara yang sudah sangat tidak bertenaga.
" Sejauh ini kondisi nya masih kami pantau, terlebih lagi pasti akan sangat sulit karena ibu Melodi tidak bisa berada di rumah sakit terlalu lama. " Jelas dokter Aris.
" Jadi kapan Melodi mulai bisa di rawat di rumah dok? Saya sudah menghubungi sekretaris saya, dan sudah menyiapkan alat-alat yang di butuh kan untuk perawatan Melodi. "
" Mungkin satu jam setelah ini. "
Kemudian dokter Aris mempercayakan salah satu perawat untuk merawat Melodi di rumah Reihan. Dan satu jam stelah itu, Reihan pun membawa Melodi pulang ke rumah nya.
Sesampainya di rumah, seisi rumah yang mengetahui keadaan Melodi pun menjadi sangat cemas. Bahkan oma Nina dan juga eyang Sari tidak henti-henti nya menangis.
" Reihan, sebenarnya apa yang terjadi? Ada apa? Dan kenapa Melodi bisa sampai seperti ini? " Tanya eyang Sari masih dengan air mata yang berurai an.
Reihan tidak bisa menjawab pertanyaan eyang nya itu, ia hanya diam tertunduk sambil meratapi kesedihannya.
" Andai kamu tidak menemui Eros Mel, semua ini tidak mungkin terjadi, aku benar-benar kecewa kepada mu. Percuma saja aku selalu mengkhawatirkan mu, sementara kamu sendiri tidak perduli dengan keselamatan mu dan calon anak kita. " Batin Reihan.
__ADS_1
"Reihan? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan eyang? " Tanya eyang Sari lagi, eyang Sari benar-benar menginginkan jawaban dari Reihan.
" Aku juga tidak tau eyang, eyang bisa tanyakan sendiri pada Melodi setelah dia sadar nanti. " Ujar Eros kemudian ia pergi meninggalkan eyang Sari dan oma Nina.
Ayumi yang melihat sikap putra nya itu pun langsung menyusul Reihan dan menghampiri nya.
" Reihan... " Panggil Ayumi, Rehan pun langsung menoleh dan menatap Ayumi dengan tatapan mata yang penuh dengan kesedihan dan juga kekecewaan.
" Mama tau kamu sedih, kecewa, tapi semua sudah terjadi dan waktu juga tidak bisa di putar kembali. Jangan terlalu menyalahkan dirimu ataupun Melodi, ini sudah suratan takdir, mama yakin kalian bisa mempunyai anak lagi. Jagan putus asa, kalau kamu seperti ini, kasihan Melodi, perasaannya saat ini pasti juga sangat hancur. " Ujar Ayumi mencoba memberi pengertian kepada Reihan.
" Aku nggak tau harus berbuat seperti apa sekarang ma...biarkan aku sendiri dulu, aku ingin menenangkan pikiranku terlebih dahulu. " Ujar Reihan lalu kembai pergi meninggalkan Ayumi.
Reihan pun pergi meninggalkan rumah, ia merasa penat berada di dalam rumah, sulit rasa nya untuk bernafas, apa lagi rasa kecewanya kepada Melodi begitu besar.
Dan tidak lama setelah Reihan pergi meninggalkan rumah, Melodi pun sadar dan mulai mencari keberadaan Reihan. Melodi melihat sekelilingnya, namun ia tidak menemukan Reihan.
" Ma...dimana Reihan?" Tanya Melodi yang mencari Reihan.
" Reihan keluar sebentar, baru aja dia keluar. Udah kamu istirahat ya, nanti juga Reihan pulang. " Ujar Ayumi kemudian membelai lembut rambut Melodi.
" tapi Reihan kemana ma? nggak biasanya, dan apa yang terjadi denganku? Awwww..." saat Melodi mencoba untuk bangun tiba-tiba saja perutnya terasa sangat menyakitkan.
" Ibu Melodi jangan banyak bergerak dulu bu, ibu harus banyak beristirahat, tidak baik jika ibu Melodi melakukan banyak pergerakan setelah mengalami keguguran. " Tegur perawat tersebut kepada Melodi.
"Apa?? Keguguran ? Nggak, nggak mungkin, kamu pasti salah, ma...perawat itu pasti salah kan ma...? Aku nggak mungkin keguguran. " Setelah mendengar penjelasan dari perawat tersebut Melodi pun sangat terkejut dan sangat syok. Ia benar-benar tidak bisa mempercayai semua ini.
__ADS_1
Air mata nya pun sudah berurai an, Melodi menangis sejadi-jadi nya. Ia bahkan memukul-mukul diri nya sendiri, Melodi menjadi sangat histeris. Rasa kehilangan itu kembali menghantui nya.
" Ma....aku nggak keguguran ma...anak aku masih ada kan ma...ma, tolong katakan sesuatu." Tangis Melodi semakin histeris. Ia bahkan melepas saluran infusan yang ada di pergelangan tangannya. Melodi mencoba beranjak dari tempat tidur nya.
Dan saat Melodi ingin berdiri, rasa sakit yang teramat sakit itu pun menyerang nya kembali. Melodi mengerang kesakitan sambil memegangi perut nya.
Ayumi dan perawat itu pun langsung menopang tubuh Melodi dan kembali membaringkan tubuh Melodi, Melodi pun kembali berbaring, air mata nya terus mengalir, saat ini ia hanya bisa menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Perawat itu pun menyuntikkan obat tidur pada Melodi, sehingga Melodi bisa istirahat, dan bisa mempercepat pemulihannya.
Hari sudah semakin malam, Reihan tak kunjung pulang, Ayumi pun sudah mulai mengkhawatirkan Reihan, dan saat Ayumi ingin menghubungi Reihan, tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka, Ayumi langsung menghampiri suara tersebut, dan ternyata yang pulang adalah Reivan bukan Reihan.
" Ma, ada apa? Kok mama terlihat terkejut melihat ku? " Tanya Reivan yang sibuk seharian bekerja dan tidak tau apa yang sedang terjadi di rumah ini.
" Mama lagi nungguin kakak kamu Van, dia belum pulang jam segini, mama jadi khawatir. " Jawab Ayumi sambil menggenggam tangannya.
" Mungkin lagi banyak pekerjaan yang harus dia kerjain ma, udah mama istirahat aja, biar aku yang hubungi Reihan. " Ujar Reivan, lalu saat Reivan ingin menghubungi Reihan, Reihan pun membuka pintu rumah dan masuk ke dalam rumah dan Reihan tidak menghiraukan Ayumi dan Reivan yang saat itu ia lewati begitu saja.
Sedangkan Reivan, ia terlihat kesal melihat Reihan yang baru datang dan tidak menghiraukan Ayumi sama sekali, saat Reivan ingin mengejar Reihan, Ayumi menghentikannya dan Ayumi pun menceritakan kejadian yang terjadi hari ini kepada Reivan.
Reivan terlihat sangat terkejut, dan saat ini yang ia khawatirkan adalah Melodi, Reivan tidak bisa membayangkan betapa frustasi nya Melodi, terlebih lagi kondisi mental Melodi yang belum lama ini baru stabil.
" Terus, Melodi gimana ma? Apa reaksi Melodi setelah tau dia keguguran? " tanya Reivan yang ingin mengetahui keadaan Melodi setelah Melodi mengetahui bahwa dirinya telah mengalami keguguran.
" Melodi tidak baik-baik saja Van, dia sangat terpukul, bahkan Melodi tidak bisa menerima kenyataan kalau dia telah keguguran dan kehilangan anak nya. Perawat sampai memberinya obat tidur, supaya Melodi bisa istirahat dan bisa cepat pulih. "Jelas Ayumi yang tanpa sadar ia meneteskan air mata, mengingat betapa histeris nya Melodi setelah mengetahui bahwa dirinya sudah kehilangan buah hati nya.
__ADS_1
Di samping itu, Ayumi juga mengkhawatirkan Reihan, ia tau betul karakter putra nya itu, terlebih lagi sebelum Melodi keguguran, mereka sempat memperdebatkan masalah Eros. Ayumi yang mengetahuinya itu pun menjadi semakin khawatir. Ia hanya tidak ingin jika Reihan sulit untuk memaafkan Melodi, karena Reihan begitu sensitif jika ia sudah merasa di kecewakan.