
*****
" Reihan, kenalin ini cucu oma yang paling cantik, nama nya Melodi. "
" Hai, aku Reihan. " Reihan menjabat tangan Melodi, begitu pula dengan Melodi yang membalas jabatan tangan dari Reihan.
" Melodi, " Melodi tersenyum dengan terpaksa kepada Reihan.
" Mel...itu lutut sama pergelangan kaki kamu kenapa? " Reivan yang sedari tadi memperhatikan Melodi itu pun terkejut melihat lutut Melodi yang sudah di balut dengan plester, dan terlihat dengan jelas, pergelangan kaki Melodi yang membengkak dan sedikit memar.
" Nggak apa-apa Van, tadi aku jatuh pas lagi jalan-jalan di luar. "
" Ya ampun Mel, ini kaki kamu terkilir? Jam segini masih ada jasa urut yang buka nggak ya? Oma takut kalau nggak langsung di urut nanti bisa semakin parah. "
Nina yang baru sadar dengan keadaan Melodi itupun menjadi panik dan khawatir dengan Melodi.
" Nggak apa-apa oma, besok aja..."
" Coba Dewi, kamu telfon Arman...bilang nanti sepulang dari kantor suruh dia cari tukang urut. " Perintah Nina kepada Dewi.
Ketika Dewi sedang ingin menghubungi Arman, tiba-tiba saja Reivan menghentikan Dewi.
" Tante..nggak usah, "
" Loh? Kenapa Van? "
" Kalo masalah seperti ini, serahin aja sama Reihan. Karena hobi futsal nya itu, Reihan sering urut kaki teman-teman nya ketika cidera ringan. Bahkan dulu Reihan sempat kursus. "
" Wahhh? Beneran Reihan? " Dewi yang hampir tidak percaya itu pun bertanya kepada Reihan untuk memastikannya.
Reihan hanya mengangguk lalu tersenyum, kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Melodi. Ketika Reihan ingin menyentuh kaki Melodi, tiba-tiba saja tangan Eros menghalangi nya.
Melodi merasa sikap Eros sudah sangat berlebihan, kalau Eros bersikap seperti ini terus, maka semua orang yang ada di situ akan tau nantinya kalau Eros dan Melodi sempat menjadi sepasang kekasih.
Kemudian Melodi menarik tangan Eros dan menggelengkan kepalanya dengan samar ke arah Eros. Dan akhirnya Eros pun tidak berkutik dan hanya bisa melihat Reihan yang kini sedang berusaha mengurut pergelangan kaki Melodi.
__ADS_1
" Awwww..." Melodi berteriak saat Reihan mulai menarik kaki nya perlahan.
Eros yang terkejut pun langsung mencengkram lengan Reihan. Ia tidak suka melihat Melodi kesakitan seperti itu.
" It's okay, it's done." Reihan yang sudah selesai pun beranjak dari posisi duduknya dan menjauh dari Melodi sambil tersenyum menyeringai.
Dewi yang melihat tingkah Eros itu pun menghampiri Eros dan berbisik kepada Eros. " Eros...!!! Kamu kenapa sih? "
Eros hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Dewi.
" Reihan, makasih ya...oma nggak nyangka kalau kamu ternyata serba bisa. "
" Iya oma, itu nggak seberapa kok oma. "
" Oma? Melodi biar aku antar ke kamarnya ya? " Eros pun meminta izin kepada Nina untuk mengantarkan Melodi ke kamar nya.
Namun Nina terlihat tidak senang, dan sedikit curiga terhadap Eros. Karena sikap Eros yang terlalu ketara, Nina pun jadi berfikir bahwa Eros menyukai Melodi.
" Biar Reihan aja yang antar Melodi ke kamarnya, kamu kembali ke kamar kamu aja Eros. " Jawaban Nina terdengar sedikit ketus dan tatapannya pun menjadi sinis kepada Eros.
" Kenapa? Kamu mau bantah oma? Oma jadi curiga sama kamu Eros. Ada apa dengan sikap kamu? Apa kamu menyukai Melodi? " Karena kesal Nina pun akhirnya mempertanyakan tentang kecurigaannya itu di depan semua orang yang berada di tempat itu.
Eros pun terkejut dan terlihat bingung, ia tidak menyangka kalau Nina bisa memberikan pertanyaan seperti itu pada nya.
" Oma...!! " Melodi dengan segera memanggil Nina, ia tidak ingin semua orang tau tentang yang sebenarnya.
" Kamu diam dulu Melodi, oma ingin dengar jawaban dari Eros. "
Semua mata pun tertuju kepada Eros, begitu juga dengan Dewi yang kini menatap wajah Eros dengan penuh rasa kekhawatiran di hatinya.
Dan Melodi juga sampai menahan nafasnya karena takut dengan jawaban yang akan di berikan Eros. Melodi menunduk sambil memejamkan matanya, jantungnya benar-benar seperti akan berhenti berdetak.
Eros yang merasa tersudutkan dengan pertanyaan yang di berikan Nina itu pun, mulai menatap wajah Dewi lalu berpindah menatap wajah Melodi. Ia melihat kekhawatiran di wajah Dewi, dan ia juga melihat Melodi yang menunduk, seakan-akan tidak ingin menatap wajah nya lagi.
" Aku...aku...cuma anggep Melodi sebagai adikku oma, nggak lebih...aku cuma khawatir aja oma, apa itu salah? "
__ADS_1
Jawaban Eros itu pun membuat semua yang ada di situ merasa lega, terkecuali Reihan. Saat mendengar jawaban Eros, Reihan hanya bisa tersenyum, seakan ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Eros.
" Ya sudah, kamu boleh mengantar Melodi. " Dan akhirnya Nina pun mengizinkan Eros untuk mengantarkan Melodi ke kamarnya.
Eros dengan segera menggendong Melodi, dan membawa nya ke kamar Melodi. Setelah sampai, Eros langsung membaringkan tubuh mungil Melodi di atas tempat tidur Melodi. Saat Eros ingin pergi, tiba-tiba saja Melodi memanggil namanya.
" Eros..."
Eros pun berbalik dan menatap wajah Melodi.
" Tolong kamu kontrol perasaan kamu, aku mohon banget sama kamu, lepasin aku...dan biarkan aku mencari kebahagian untuk diriku sendiri. Kamu sendiri kan yang bilang? Kamu pernah bilang ke aku, kalau mungkin kebahagiaan aku sama orang lain, bukan sama kamu. Dan kamu juga yang mengakhiri hubungan kita. Jadi aku mohon, jangan ikut campur dalam masalah pribadiku, dan biarkan aku memilih mana yang terbaik ataupun yang buruk untuk diriku sendiri. "
" Tapi aku perduli sama kamu Mel. "
" Itu bukan perduli Eros...!! Tapi kamu menyiksa batin aku dengan kamu bersikap seperti ini. Jadi aku mohon banget sama kamu, tolong kamu hargai perasaan aku. "
" Tapi Mel..."
" Udah cukup, aku minta tolong kamu keluar dari kamar aku, tolong...aku mau istirahat. "
Eros pun meninggalkan Melodi dengan perasaan yang tidak karuan. Hatinya benar-benar hancur mendengar ucapan Melodi kepada nya barusan.
Begitu juga dengan Melodi, setelah melihat Eros keluar dari kamar nya dan menutup pintu kamarnya. Melodi pun menangis dengan tersedu-sedu, hati nya pun sakit melihat Eros yang menjadi seperti itu.
Semua terasa sangat menyakitkan, bahkan Melodi tidak tau bagaimana cara menyembuhkan luka di hatinya itu. Luka itu begitu dalam, menyayat dan menghancurkan perasaan nya.
Melodi juga sudah tidak ingin berharap lagi dengan hubungannya dengan Eros. Kini semua sudah hancur lebur bersama dengan rasa sakit yang ia rasakan. Semua harapan dan keinginannya hanyalah menjadi bagian dari masa lalu nya.
Sudah tidak ada kalimat " andai waktu bisa di putar " Karena sejauh apapun kita melangkah, manusia hanyalah makhluk fana, dan manusia juga tidak bisa melawan takdir maupun kehendak dari tuhan.
Melodi juga sudah tidak ingin berharap terlalu jauh, kini...yang Melodi inginkan hanyalah, bisa hidup tenang melawan rasa sakit yang menggerogoti perasaan nya. Jika ada kebahagian, Melodi akan menganggap itu adalah sedikit keberuntungan untuk nya. Keberuntungan kecil yang bisa kapan saja menghilang seperti saat ini.
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏
__ADS_1