
*****
Setelah menguatkan hatinya, Melodi pun ikut mengantar kepergian Arman dan juga Dewi. Melodi berusaha untuk tetap tegar dan merelakan semua yang terjadi kepadanya. Namun semua itu terasa amat sangat melelahkan bagi Melodi.
Saat di pemakaman, Melodi mencoba menahan air mata nya yang akan menetes. Ia menatap ke arah peti Arman dan juga Dewi. Melodi masih mengharapkan sebuah keajaiban yang bisa menghidupkan dua orang yang amat di cintai nya itu.
Namun sampai peti itu tertutup oleh tanah, harapan Melodi itu pun pudar. Melodi benar-benar sulit untuk merelakan semuanya. Perasaannya kembali hancur, air mata yang awalnya ia tahan pun akhirnya keluar tanpa henti. Rasa sakit yang begitu dalam menggerogotinya.
Melodi benar-benar tidak sanggup untuk melepaskan kepergian Arman dan juga Dewi. Melodi menangis terisak sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tanah. Ia *******-***** tanah yang ada di genggamannya. Kemudian Melodi pun hilang kendali sampai ia menjerit histeris di samping makam Arman dan juga Dewi.
Melodi menangis sampai kehabisan nafas, dada nya mulai terasa sesak. Sekujur tubuhnya terasa kaku dan mati rasa. Dan Akhirnya Melodi kembali tidak sadarkan diri.
Reihan yang berada di samping Melodi pun langsung mengangkat tubuh Melodi dan membawa nya pergi dari pemakaman. Reihan dengan segera menghubungi dokter Aris dan membawa Melodi ke apartemen nya.
Setelah sampai di apartemen, ternyata dokter Aris sudah sampai dan sudah menunggu kedatangan Reihan dan juga Melodi. Dengan segera mereka membawa masuk Melodi ke dalam apartemen dan dokter Aris dengan segera memeriksa kondisi Melodi.
Setelah memeriksa keadaan Melodi, dokter Aris memasangkan infus untuk Melodi dan meresepkan beberapa obat untuk Melodi. Reihan pun dengan cepat menghubungi sekertaris nya dan meminta sekertaris nya untuk segera mencarikan obat yang sudah diresepkan oleh dokter Aris.
" Apakah Melodi baik-baik saja dok? " Reihan terlihat sangat khawatir dengan keadaan Melodi.
" Untuk saat ini bu Melodi masih dalam pantauan saya. Karena kondisi mental nya yang kurang stabil, saya khawatir jika terjadi depresi apa bila tidak cepat di tangani. "
" Kemudian apa yang harus saya lakukan dok? "
" Coba alihkan pemikiran ibu Melodi pada hal-hal yang positif, apa lagi musibah yang menimpa bu Melodi saat ini membuat perasaan bu Melodi menjadi sangat terpukul. Coba untuk sesekali memberikan bu Melodi hiburan agar perasaannya bisa jauh lebih baik. " Dokter Aris pun menjelaskan apa yang harus dilakukan Reihan agar Melodi bisa cepat pulih dan agar Melodi tidak mengalami depresi nantinya.
" Baik dok, terimakasih atas waktu nya. "
Kemudian dokter itu pun meninggalkan apartemen Reihan.
Reihan mulai duduk di samping Melodi, tanpa sadar ia membelai lembut rambut Melodi. Reihan menatap Melodi yang sedang tidak sadarkan diri itu. Entah kenapa, perasaannya sakit melihat Melodi terbaring tidak berdaya.
Kemudian terdengar suara dering handphone yang menyadarkan Reihan. Reihan pun terkejut dan ia juga bingung dengan perlakuannya terhadap Melodi barusan. Reihan dengan segera meraih handphone nya dan mengangkat telfon dari Nina.
[ Via telfon ]
__ADS_1
" Halo oma..."
" Kamu dan Melodi dimana sekarang Reihan? "
" Aku di apartemen oma.."
" Baiklah kalau begitu, tolong sampaikan kepada Melodi ya Reihan. Oma harus segera kembali ke Medan, dan penerbangannya hari ini. Sampaikan maaf oma kepada Melodi karena tidak bisa menemani Melodi untuk saat ini. "
" Iya oma, ada aku...oma tidak perlu khawatir... hati-hati oma..."
" Iya Reihan, terimakasih banyak...dan oma titip Melodi ya. "
" Iya oma.."
Kemudian Reihan pun menutup telfon dari Nina, dan di saat bersamaan bel pintu apartemen nya pun berbunyi. Reihan melihat siapa yang datang, dan ia melihat Arini dan juga Eros sudah berada di depan pintu Apartemen nya.
Reihan pun membukakan pintu dan mempersilahkan mereka untuk segera masuk ke dalam.
" Gimana Melodi Rei? " Arini bertanya sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Reihan.
" Aku mau lihat Melodi, dimana kamarnya? " Eros menolak untuk duduk dan ingin segera melihat keadaan Melodi.
Reihan tidak menghiraukan Eros dan hanya berlalu begitu saja. Reihan membawakan dua gelas air minum dan meletakkannya di atas meja di depan sofa ruang tamu nya.
" Duduk dulu Ros...kan tadi Reihan bilang Melodi lagi istirahat. Nanti kan bisa kalo Melodi udah bangun. " Omel Arini yang kesal melihat tingkah Eros.
Kemudian Eros pun menuruti perintah Arini dan duduk di samping Arini. Eros masih enggan menatap Reihan dan terus bersikap menjengkelkan di depan Reihan.
" Jadi ada dua kamar? " Eros bertanya sambil melihat ke arah Reihan.
Reihan hanya melirik ke arah Eros, sebenarnya Reihan malas untuk menjawab pertanyaan Eros. Ia juga menghindari perdebatan kecil apa bila ia menanggapi pertanyaan dari Eros barusan.
" Jangan-jangan kamu sama Melodi belum melakukan hubungan suami istri.." Eros kembali melontarkan kata-kata yang membuat Reihan semakin geram.
" Eros...kamu apa-apaan sih? Nggak sopan ngomongin kayak gitu tau..." Omel Arini yang juga geram melihat tingkah Eros.
__ADS_1
" Bagaimana hubungan kalian? Aku dengar kalian berpacaran. " Reihan pun menanyakan perihal hubungan Eros dan juga Arini.
" Kamu tau dari mana? " Arini sangat terkejut mendengar pertanyaan Reihan barusan.
" Dari mendiang mama, dan sepertinya kalian sangat cocok. "
" Bukan urusan kamu Rei, aku dan Arini tidak memiliki hubungan apapun. "
" Jadi selama ini kalian berbohong? " Pertanyaan Reihan pun semakin membuat suasana menjadi lebih tegang.
" Ehh...kita udah putus Rei..." Ujar Arini mencoba menutupi kebenaran yang terjadi. Arini tidak ingin Reihan mengetahui hubungan antara Melodi dan juga Eros.
Eros pun hanya diam dan tidak memberikan jawaban apapun.
" Rei..."
Terdengar suara lemah Melodi yang memanggil nama Reihan. Reihan pun dengan segera beranjak dari duduk nya dan menghampiri Melodi. Di susul oleh Arini dan juga Eros yang berjalan mengikuti Reihan.
" Kamu udah bangun? "
" Pemakaman papa sama mama Dewi gimana? "
" Mereka udah di makamkan, sekarang kamu jangan terlalu banyak berfikir ya...istirahat dulu...kamu mau makan? Kamu mau makan apa? " Reihan tanpa sadar menunjukkan perhatiannya kepada Melodi.
Arini yang melihat perhatian Reihan yang begitu hangat kepada Melodi itu pun cukup merasa lega. Ia bersyukur sahabatnya itu telah menemukan pendamping yang tepat untuk nya.
Namun tidak dengan Eros, perasaan cemburu mulai menggerogoti hati nya. Ia sangat kesal melihat perhatian yang di berikan oleh Reihan kepada Melodi.
Dan kemudian Eros berjalan menghampiri Reihan dan juga Melodi. Ia duduk di dekat Melodi lalu dengan terang-terangan Eros memeluk Melodi dan mencium kening Melodi di hadapan Reihan.
" Syukurlah kamu baik-baik aja Mel...aku khawatir banget sama kondisi kamu. " Kemudian Eros menggenggam tangan Melodi.
Melodi melihat ke arah Eros dan dengan perlahan ia melepaskan genggaman tangan Eros. Melodi merasa perlakuan Eros kepada nya terlalu berlebihan untuk saat ini. Melodi tidak menghiraukan perkataan Eros dan ia kembali berbaring di ranjang nya.
__ADS_1