My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 30 Kenyataan yang Menyakitkan


__ADS_3

*****


Saat Reihan membawa masuk Melodi ke dalam rumah sakit. Pandangan Melodi mulai kabur, yang terlihat oleh Melodi saat itu hanyalah wajah ibu nya yang sudah berlumuran darah. Dan sampai pada akhirnya Melodi tidak sadarkan diri.


Setelah beberapa menit dokter memeriksa kondisi Melodi. Dokter itu pun keluar dan menjelaskan kepada Reihan bahwa Reihan tidak perlu khawatir. Kondisi Melodi sudah mulai membaik, dan dokter juga memberitahukan kepada Reihan agar menjaga pola makan Melodi, dikarenakan asam lambung Melodi yang sempat infeksi dan kini sedikit kambuh.


Setelah dokter tersebut menjelaskan segala sesuatu nya kepada Reihan, dokter itu pun mengusulkan untuk melakukan rawat inap, karena dokter tersebut ingin memantau kondisi lambung Melodi.


Reihan yang tidak tahu akan trauma yang di alami Melodi itu pun tanpa pikir panjang langsung menyetujui usulan dari dokter yang menangani Melodi.


Kemudian, setelah itu Reihan pun berjalan menuju kamar rawat Melodi. Ia masuk ke dalam kamar tersebut dan melihat Melodi yang masih terbaring tidak berdaya di atas ranjang pasien.


Tidak lama kemudian, Melodi mulai membuka matanya. Ia melihat ke sekelilingnya, dan lagi-lagi Melodi melihat wajah ibu nya yang penuh dengan darah. Tangan Melodi mulai gemetar, nafasnya pun kembali sesak. Melodi berteriak sangat histeris, ia seperti sedang melihat kejadian yang buruk di depan matanya.


Reihan yang melihat reaksi Melodi itu pun kebingungan. Ia mencoba untuk menenangkan Melodi, namun Melodi semakin histeris. Akhirnya Reihan memanggil dokter dan juga perawat yang sedang berjaga.


Para perawat dan juga dokter pun sampai kualahan menangani Melodi, sehingga mereka dengan terpaksa harus memberikan obat penenang kepada Melodi.


" Bagaimana dok? Sebenarnya apa yang terjadi dok? Kenapa istri saya menjadi seperti itu? " Reihan pun membanjiri pertanyaan kepada dokter yang menangani Melodi.


" Pak Reihan, apa istri anda pernah mengalami kejadian atau peristiwa yang buruk sebelumnya? Istri anda sepertinya mengalami gejala PTSD yaitu, Post Traumatic Stress Disorder. Gejala ini biasanya di picu dengan adanya ingatan tentang kejadian, kecelakaan atau bahkan peristiwa buruk yang di alami oleh pasien. " Dokter itu pun menjelaskan kondisi yang sedang di alami Melodi pada saat ini.


Reihan terlihat tampak bingung, ia sendiri belum lama mengenal Melodi. Dan Reihan juga tidak tahu tentang masa lalu Melodi. Dan akhirnya Reihan pun memutuskan untuk menghubungi Arman.


Saat Reihan ingin menghubungi Arman, tiba-tiba saja ada telfon masuk di handphonenya. Kebetulan sekali Reivan yang menelfon nya. Reihan pun langsung mengangkat telfon dari Reivan dan ia berniat untuk menanyakan tentang masa lalu Melodi, karena mungkin saja Reivan tahu, mengingat Reivan adalah teman satu sekolah Melodi.


[ Via telfon ]


" Halo Van...kebetulan kamu telfon. "


" Kamu dimana sekarang Rei? Dan dimana Melodi? Kenapa handphone Melodi sulit sekali di hubungi.? "


" Ada apa Van? Kenapa kamu terdengar sangat panik? "


" Om Arman dan tante Dewi kecelakaan, sekarang keadaannya kritis Rei. "


" Apa?? Kamu serius Van?? "

__ADS_1


" Iya, nggak mungkin aku bercanda soal hal seserius ini Rey, dimana Melodi Rei? "


" Melodi di rumah sakit Van, tadi asam lambungnya naik dan pas di rumah sakit Melodi tiba-tiba histeris saat siuman, dan ternyata Melodi mengidap gejala PTSD Van. Aku bingung banget, pas Melodi siuman dia malah teriak-teriak histeris dan terlihat ketakutan, Melodi juga kesulitan untuk bernafas. Apa kamu tau trauma yang di alami Melodi Van? "


" Bawa Melodi keluar dari rumah sakit sekarang juga Rei. "


" Kenapa ? Melodi butuh perawatan Van. "


" Dia trauma sama rumah sakit Van, ceritanya panjang, nanti aku jelasin. "


" Oke, thanks Van...dan terus kabarin kondisi mama sama papa nya Melodi ya Van. "


" Iya Rei. "


Setelah mengetahui penyebab trauma Melodi, Reihan pun langsung menghampiri dokter yang sudah menunggunya di ruangan Melodi. Reihan juga memberitahukan tentang penyebab yang memicu trauma yang di alami oleh Melodi. Dokter itu akhirnya meresepkan beberapa obat untuk Melodi dan memberikan kartu namanya kepada Reihan.


Dokter tersebut menawarkan dirinya untuk menjadi dokter pribadi keluarga Reihan. Dan dia akan memantau kelanjutan kondisi Melodi secara berkala.


" Terimakasih Dokter Aris, saya akan menghubungi dokter jika terjadi sesuatu kepada Melodi ataupun keluarga saya. " Reihan pun menjabat tangan dokter Aris.


Setelah selesai dengan administrasi dan obat-obatan yang sudah ia ambil dari apotek, Reihan dengan segera membawa Melodi kembali ke apartemen nya.


Reihan pun berpikir bagaimana caranya memberitahukan kabar buruk ini kepada Melodi, sedangkan kondisi Melodi saat ini pun sangat memprihatinkan.


Kemudian, handphone Melodi pun berdering, Reihan membuka tas Melodi dan mengambil handphone Melodi. Dan ternyata Eros yang menelfon Melodi, Reihan dengan segera mengangkat telfon dari Eros.


[ Via telfon ]


" Halo...Mel...kamu yang sabar ya...papa...papa sama mama udah meninggal Mel..."


Terdengar suara Eros yang sedang berbicara sambil menangis sesenggukan.


" Mel...kamu denger aku kan?...Melodi?? "


Reihan pun langsung menutup telfon dari Eros, Reihan benar-benar tercengang. Ia sangat syok mendengar kabar tentang kepergian Arman dan juga Dewi secara bersamaan. Terlebih lagi kondisi Melodi saat ini yang sedang tidak stabil.


" Rei..."

__ADS_1


Terdengar suara Melodi yang begitu lirih namun berhasil membuyarkan lamunan Reihan.


" Mel...kamu udah bangun? " Reihan segera membalikkan tubuhnya ke arah Melodi.


Melodi hanya mengangguk dan tersenyum lemas ke arah Reihan.


" Itu...handphone ku kenapa ada di kamu? " Melodi menunjuk ke arah tangan Reihan yang sedang menggenggam handphone Melodi.


Reihan pun memberikan handphone Melodi, ia masih bingung dan ragu untuk memberitahukan tentang Arman dan juga Dewi kepada Melodi.


" Kamu kenapa? " Melodi bertanya kepada Reihan, karena ia melihat kekhawatiran di wajah Reihan.


" Mel...papa dan mama kamu..." Reihan tidak sanggup untuk melanjutkan kalimat yang akan keluar dari mulutnya.


" Ada apa? "


" Mereka..." Reihan menarik nafas panjang kemudian memberanikan dirinya untuk memberitahukan tentang kebenarannya kepada Melodi.


" Mama dan papa kamu mengalami kecelakaan, dan sekarang mereka sudah tiada Mel. "


" Apa? Gimana? Apa maksud kamu ? " Melodi terlihat tidak mempercayai perkataan Reihan.


" Papa Arman, dan mama Dewi...mereka sudah meninggal Mel. "


Seperti petir yang menyambar, hati Melodi pun hancur seketika itu juga. Melodi masih tidak bisa mempercayai perkataan Reihan. Ia terdiam sambil menatap tajam Reihan. Air mata pun tidak jatuh di pipinya, Melodi benar-benar sulit untuk menerima kenyataan yang baru saja di dengarnya.



" Kamu jangan sembarangan Rei...nggak mungkin...papa dan mama...nggak...kamu pasti salah informasi. Aku nggak percaya. " Melodi berbicara seolah apa yang dikatakan Reihan adalah kebohongan belaka.


Melodi mulai mencari kontak Arman di handphonenya, tangan Melodi sudah gemetar dan jari-jarinya selalu salah memencet tombol di handphonenya.


" Mel..." Reihan pun menghentikan tangan Melodi yang sudah sangat gemetar.


Dan seketika itu juga air mata yang tertahan itu akhirnya keluar. Melodi menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar tidak bisa mempercayai semua nya. Ia ingin memastikan bahwa Arman dan Dewi masih hidup.


Melodi pun beranjak dari tempat tidurnya, ia mencoba berdiri namun tubuhnya terlalu lemas sehingga ia akhirnya jatuh tersungkur. Reihan dengan segera menopang tubuh Melodi dan membawa Melodi kembali ke atas tempat tidurnya.

__ADS_1


" Aku mau lihat papa dan mama ku Rei...antar aku...sekarang juga...aku mohon..." Tangis Melodi semakin pecah. Dan akhirnya Reihan pun mengantarkan Melodi ke rumahnya untuk melihat kondisi Arman dan juga Dewi.


__ADS_2