My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 16 Menerima Perjodohan


__ADS_3

*****


Keesokan hari nya...


Melodi terbangun dari tidur nya, ia membuka mata nya dan ia melihat ada seorang perawat yang sedang mengganti infus untuk nya.



Melodi hanya menatap perawat tersebut sekilas, lalu ia kembali memejamkan mata nya. Melodi masih merasakan lemas di tubuh nya. Saat perawat itu sudah selesai, Eros yang baru datang pun langsung duduk di tepi tempat tidur Melodi.


Melodi hanya memejamkan mata nya dan ia bisa merasakan kedatangan Eros. Melodi sengaja tidak membuka matanya, karena ia masih belum bisa sepenuhnya menerima semua kenyataan yang ada di hadapan nya itu.


Eros yang kini sudah duduk di tepi tempat tidur Melodi itu pun, dengan perlahan menyentuh pipi Melodi dengan sangat lembut. Tangan Melodi pun di genggam nya.


Jantung Melodi terus berdetak kencang, ia sama sekali tidak bisa mengendalikan perasaan nya.


" Enggak Mel, ini salah...!! Eros sekarang bukan pacar kamu lagi Mel, dia udah jadi kakak tiri kamu Mel, jadi please...buat jantungku yang terus berdetak buat Eros, please...aku mohon...udah hentikan. " Batin Melodi.


Eros masih saja menggenggam tangan Melodi, Eros baru melepaskan tangan Melodi setelah mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang menuju ke kamar Melodi.


" Eros? Kamu pagi-pagi udah ada di kamar Melodi? "


" Iya oma, aku cuma mau pastiin keadaan Melodi oma. "


Ya, ternyata Nina lah yang datang menemui Melodi dan juga ia ingin memastikan kondisi Melodi. Serta Nina juga sudah menyiapkan sarapan untuk Melodi.


" Yaudah oma, aku pamit ke kantor dulu ya, hari ini mama masih cuti, jadi di kantor pasti nggak ada yang handle kerjaan. "


" Oh, iya...hati-hati Eros. "


Eros pun meninggalkan kamar Melodi, setelah Eros pergi, Melodi langsung membuka mata nya kembali dan ia sangat berterimakasih kepada Nina, karena berkat nya Melodi bisa lepas dari ketegangan yang menyelimutinya ketika ia bersentuhan dengan Eros.


" Oma, "


" Mel...kamu udah bangun? "


" Iya oma, itu apa oma? "


" Ini oma buatin bubur, kamu sarapan dulu ya...habis itu kamu minum obatnya, biar cepet sehat, dan setelah kamu sehat, oma mau langsung kenalin kamu sama Reihan. "

__ADS_1


" Reihan? "


" Iya Reihan, kakak dari Reivan yang kemarin sempet oma ceritain ke kamu, kamu lupa? "


" Oh, iya oma...aku inget oma, tapi apa nggak terlalu cepat oma? Aku masih butuh waktu buat bisa nerima orang asing di dalam hidup aku oma. "


" Melodi sayang...kamu butuh seseorang yang bisa menerima dan mendampingi kamu, Reihan anak yang baik dan sangat bertanggung jawab. Dia juga sangat menyayangi keluarganya, dan Reihan bukan sembarang laki-laki yang mau menerima perempuan mana pun, oma kenal betul siapa Reihan. Dulu dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita, tapi wanita itu malah pergi meninggalkan Reihan. Dan sampai detik ini, Reihan belum mau menerima wanita manapun. Tetapi saat eyang Sari memintanya untuk segera menikah dengan cucu kesayangan oma ini, Reihan langsung setuju tanpa membantah. Itu artinya, Reihan mencoba membuka hati nya kembali dan wanita yang di pilihnya itu kamu Mel. "


" Tapi Reihan kan belum pernah ketemu aku oma, dan kenapa dia bisa langsung setuju dengan perjodohan ini? "


" Kalau untuk jawaban dari pertanyaan kamu itu, kamu sendiri yang harus menanyakannya kepada Reihan. "


Melodi cukup terbebani dengan perjodohan ini, ia bahkan tidak berani untuk menolak. Hati nya sudah sangat rapuh, Melodi sudah sangat putus asa. Ia bahkan tidak yakin bahwa kebahagiaan akan berpihak kepadanya.



" Mungkin ini adalah takdir ku, dan aku harus menerima takdir ini. Sebesar apa pun usaha ku untuk memiliki kebahagiaan, toh kebahagiaan itu selalu menjauh dari ku. Jadi, untuk apa aku menolak perjodohan ini? Dengan ada atau tidak ada nya perjodohan ini, semua tetap sama. Waktu sudah tidak bisa di putar, Eros tetap menjadi sebuah mimpi yang tidak akan pernah bisa untuk aku gapai. " Batin Melodi.


" Oma..."


" Iya? "


" Aku setuju dengan perjodohan ini, dan setelah aku pulih, secepatnya aku ingin bertemu dengan Reihan. "


Nina mengetuk pintu kamar Arman dengan sangat keras. Arman yang masih tertidur pun terkejut, kemudian dengan segera ia membukakan pintu kamar nya.


" Ibu? Ada apa bu? Melodi kenapa? " Karena sangat terkejut, pikiran Arman hanya tertuju kepada kondisi Melodi saat ini.


" Melodi nggak apa-apa, tapi ibu punya kabar bahagia buat kamu. "


" kabar apa bu? Sampai sepagi ini ibu udah heboh banget. "


" Melodi setuju dengan perjodohannya. "


" Ibu serius? "


Dewi yang berada di samping Arman pun sampai ikut terkejut mendengar kabar bahagia tersebut.


" Mas...aku jadi ikut bahagia karena Melodi menerima perjodohan itu. "

__ADS_1


*****


Tiga hari sudah berlalu, keadaan Melodi pun sudah sangat membaik. Melodi juga sudah tidak memakai infus di tangannya. Perawat pun sudah menyatakan bahwa Melodi sudah baik-baik saja, dan hanya perlu menghabiskan sisa obat nya saja. Perawat itu juga meminta izin untuk kembali ke rumah sakit karena tugas nya sudah selesai.


Di ruang makan.


Setelah mereka selesai menikmati makan malam mereka, Nina kembali menanyakan tentang perjodohan itu kepada Melodi. Nina masih ingin meyakinkan jawaban dari Melodi.


" Melodi...oma mau tanya boleh? "


" Iya oma, "


" Soal Reihan, kapan kamu siap untuk bertemu Reihan? Kemarin Reihan baru saja tiba dari Medan. Dia sengaja datang ke kota ini karena ingin bertemu kamu dan juga ada sebuah proyek yang sedang di kerjakan Reihan di sini. "


" Kapan aja aku siap oma. "


Eros yang mendengar perbincangan itu pun sempat bingung dan mempertanyakan apa yang sedang di bahas saat ini.


" Reihan siapa oma? Ada apa? Untuk apa Melodi bertemu dengan Reihan? "


" Reihan, calon suami Melodi, kamu juga kenal Reivan kan? Reihan itu kakak nya Reivan. "


Eros sangat terkejut mengetahui bahwa Reihan yang ternyata adalah sahabat kecilnya itu, akan menjadi calon suami dari Melodi.


" Reihan Arsatya oma? Enggak oma...aku nggak setuju, "


" Loh? Ada apa Eros? Kenapa kamu tiba-tiba nggak setuju.? "


" Reihan itu masih punya pacar oma, dan sekarang pacar nya itu masih melanjutkan pendidikan nya di Paris. "


" Wanita itu sudah lama meninggalkan Reihan Eros, sudah selama empat tahun, tanpa kabar. Jadi mungkin saja mereka sekarang sudah saling memutuskan hubungan. Dan Reihan juga sudah menyetujui perjodohan ini. "


Dewi yang melihat raut wajah Eros yang kini sudah terlihat sangat kesal itu pun mencoba untuk menenangkan Eros. Ia tidak ingin Eros nantinya malah akan berdebat dengan Nina.


" Eros, lagian Reihan itu sahabat kamu dari kecil, dan mama juga sangat tau betul karakter Reihan. Jadi nggak ada yang perlu di khawatirkan nak. "


Eros masih diam sambil mengepalkan kedua tangannya. Eros sangat mengenal Reihan, dan ia sangat tau tentang hubungan percintaan Reihan dengan kekasihnya yang kini tinggal di Paris itu.


Eros sangat yakin kalau Reihan tidak akan pernah melupakan cinta pertamanya itu. Karena selama ini, Reihan selalu menjalin hubungan dengan wanita hanya untuk pelampiasan dari rasa kecewa nya terhadap kekasih nya yang lebih memilih pergi meninggalkannya itu.

__ADS_1


Melodi yang melihat reaksi Eros tersebut hanya bisa menatap Eros dengan tatapan putus asa nya. Melodi sudah tidak perduli dengan kehidupan yang akan datang kepada nya kelak. Melodi hanya ingin bisa terlepas dari bayang-bayang Eros.



__ADS_2