
*****
Setelah acara usai Reihan dan juga Melodi langsung menuju hotel yang sudah mereka pesan. Reihan sengaja memesan kamar dengan dua singel bad.
Sesampainya di hotel Reihan dengan segera meletakkan barang-barang yang ia bawa dan kemudian ia berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Melodi, karena ia merasa sangat lelah, Melodi langsung saja merebahkan tubuh nya di sembarang sofa panjang yang ada di dalam kamar hotel mereka.
Melodi mulai memejamkan kedua matanya hingga tanpa sadar ia pun tertidur dengan lelap. Setelah beberapa menit, Reihan yang sudah selesai membersihkan tubuhnya itu pun keluar dari kamar mandi, dan mendapati Melodi yang sudah tertidur pulas di atas sofa.
" Hei...Melodi..." Reihan mencoba untuk membangunkan Melodi, namun Melodi enggan untuk beranjak dari sofa tersebut.
" Dasar...belum apa-apa aja sudah merepotkan. "
Dengan terpaksa akhirnya Reihan mengangkat tubuh mungil Melodi dan menggendongnya lalu membaringkan tubuh mungil Melodi itu di atas kasur.
" Kecil-kecil berat juga ya kamu Mel, " gumam Reihan, dan kemudian Reihan pun ikut berbaring di kasur yang berada di samping kasur Melodi.
Keesokan harinya, Melodi membuka kedua matanya, ia masih tidak menyadari kalau semalaman ia tidur di kamar yang sama dengan Reihan. Karena rasa lelah nya Melodi bahkan tidak tahu kalau Reihan sudah memindahkannya dari sofa ke atas kasur.
" Astaga..!! " Pekik Melodi yang terkejut melihat Reihan yang masih tertidur di atas kasur yang berada di samping kasur nya itu. Dan ia juga baru menyadari jika dirinya sudah berada di atas tempat tidur, bukan di atas sofa. Karena seingat Melodi, semalam ia berbaring di sofa.
Melodi pun mengecek semua yang ada di bagian tubuh nya. Dan ia menghela nafas lega, karena kondisi bajunya masih utuh dan tidak terjadi apa-apa semalam.
Melodi beranjak dari tempat tidurnya, dan ia berjalan menuju kamar mandi dengan langkah kaki yang mengendap-endap. Melodi tidak ingin membangunkan Reihan, ia merasa canggung apabila Reihan bangun dan melihat Melodi dalam keadaan yang masih berantakan seperti itu.
" Kamu ngapain? "
Melodi yang terkejut itu hampir saja terjatuh karena kaget mendengar suara Reihan yang tiba-tiba menegurnya.
" Eee..aku mau mandi lah, " jawab Melodi, kemudian ia langsung melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju kamar mandi.
Hampir satu jam Melodi berada di dalam kamar mandi, karena ia merasa sangat letih, Melodi sampai tidak menyadari bahwa ia sudah berendam selama hampir satu jam.
Reihan yang sedang menunggu Melodi mandi itu pun sampai bosan. Kemudian dengan suasana hati yang sudah kesal, Reihan pun menggedor-gedor pintu kamar mandi.
" Mel?? Kamu ngapain sih? Lama banget...kamu nggak pingsan kan? "
" Ah...iya...sebentar..." Setelah mendengar suara Reihan, Melodi pun baru sadar bahwa ia sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi.
Saat Melodi sudah selesai membersihkan tubuhnya, dan ketika Melodi ingin berpakaian, Melodi baru ingat, bahwa ia lupa membawa pakaian gantinya, sedangkan pakaian yang ia gunakan tadi sudah kotor dan sedikit basah terkena air.
" Aduh, gimana ini? Kenapa aku jadi ceroboh begini sih? " Melodi merasa kebingungan, dan akhirnya Melodi pun memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada Reihan.
__ADS_1
" Reihan...! " Teriak Melodi dari dalam kamar mandi.
" Hmmmm "
" Boleh minta tolong? "
" Apa? "
" Tolong ambilin tas besar aku yang berisi baju aku Rei. "
" Memangnya kenapa? Kamu lupa bawa baju ganti ? "
" Iya...tolong Rei..."
Reihan meraih tas yang di maksud Melodi lalu meletakkan tas tersebut di samping pintu kamar mandi.
" Udah, ambil aja, aku taruh di samping pintu kamar mandi. "
" Oke...thanks."
Dan Melodi pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah tersipu malu. Sedangkan Reihan, ia hanya acuh tak acuh, tidak memperdulikan Melodi sama sekali dan berjalan melewati Melodi begitu saja.
Setelah mereka berdua selesai mandi, Reihan pun mengajak Melodi untuk melihat-lihat apartemen yang akan mereka tempati. Untuk sementara, Reihan akan mencari apartemen yang dekat dengan lokasi pembangunan rumah dan juga hotel milik nya.
Melodi hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Reihan dari belakang. Dan setelah beberapa jam berkeliling dan mencari. Akhirnya mereka pun menemukan apartemen yang cocok dan tempatnya pun sangat strategis dengan lokasi pembangunan rumah dan juga hotel milik Reihan.
" Oke...kita deal ya sewa apartemen ini? "
" Tapi Rei? Lokasinya jauh banget dari butik aku. " Melodi merasa keberatan, karena butik nya berada jauh dari tempat yang harus ia tinggali saat ini. Sedangkan Melodi juga tidak bisa mengendarai mobil.
" Ya aku nggak perduli, yang penting deket sama hotel ku, dan rumah yang sedang aku bangun juga di dekat sini. "
" Tuhan...!!! Laki-laki ini benar-benar tidak bisa di tebak, terkadang baik, terkadang juga menyebalkan. Tapi aku harus menyesuaikan diriku, dan harus terbiasa dengan laki-laki ini." Batin Melodi.
" Baiklah..." Karena Melodi malas untuk berdebat, Melodi pun akhirnya menyetujui pendapat Reihan.
" Kita cari breakfast dulu ya, aku lapar. "
" Ini bukan breakfast tapi lunch Rei, kamu super tega emang. Aku kelaparan aja kamu nggak perduli. "
" Oh ya? " Reihan pun melihat jam tangannya dan ternyata sekarang pukul 10.59.
__ADS_1
" Kenapa kamu nggak bilang Melodi? " Lanjut Reihan sambil membelalakkan kedua matanya ke arah Melodi.
" Ya seharusnya kamu peka, yaudah...nggak penting juga bahas hal-hal begitu. Kita cari tempat makan di dekat sini aja. "
Lalu setelah selesai makan...
" Reihan...?"
" Ya? "
" Antar aku ke butik ya? "
" Nggak bisa..."
" Kenapa?? "
" Aku ada urusan habis ini, kamu naik taksi aja. "
Tanpa berkata-kata lagi, Melodi pun beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Reihan. Kekesalan sudah memuncak di benak Melodi. Ia sama sekali sulit untuk memahami karakter dan juga sifat Reihan.
" Dasar laki-laki nggak punya perasaan, ahh menyebalkan sekali...aku kan sudah menjadi istrinya, walau dia tidak mencintaiku, setidaknya hargai aku sedikit saja. Dia benar-benar berbeda dengan Eros. Ahhhh, lagi-lagi aku jadi mengungkit Eros. Sadar Melodi...biarkan hati mu tenang tanpa mengingat nama itu. " Batin Melodi.
Saat Melodi sedang berjalan dengan wajah penuh amarah dan kekesalannya itu. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya dari kejauhan.
" Melodi...!! "
Melodi menoleh dan mencari arah suara tersebut, dan ketika ia sudah menemukan siapa yang memanggilnya, Melodi pun sangat terkejut. Ternyata Dewi, Dewi pun menghampiri Melodi, Dewi tidak sendirian...melainkan ia bersama dengan Eros.
" Hai Mel, kamu kenapa sendiri? Reihan mana? "
" Ah, Reihan lagi ketemu sama klien ma, aku bosen nunggu nya, jadi rencananya aku mau ke butik aja. " Melodi pun terpaksa harus membohongi Dewi.
" Oh begitu, kamu mau naik apa? Bareng kita aja ya...Eros, kamu antar mama, habis itu kamu antar Melodi ke butik nya. "
" Nggak usah ma, aku bisa naik taxi kok, nggak usah repot-repot ma..."
" Melodi...!!! Apa yang kamu katakan barusan? Kamu itu sekarang anak mama, adik dari Eros juga, jadi tidak ada kata merepotkan di dalam keluarga. "
" Tapi ma..."
__ADS_1
" Ayo, tidak boleh menolak kebaikan mama..."
Akhir nya Melodi pun menuruti perkataan Dewi dan bersama-sama menaiki mobil Eros.