
*****
Saat Reihan sedang mandi, tiba-tiba saja bel pintu berbunyi. Melodi mencoba memanggil Reihan, namun sepertinya Reihan tidak mendengarnya. Kemudian Melodi mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya, tangannya masih memegangi perut nya yang semakin terasa sakit saat ia mulai berdiri.
Lalu Melodi membuka pintu apartemen nya dan kemudian Melodi melihat Eros yang sudah berada di depan pintu apartemen nya. Melodi sangat terkejut melihat Eros, hingga ia refleks melangkahkan kaki nya mundur dan hampir saja terpeleset, namun dengan sigap Eros memegangi lengan tangan Melodi.
" Kamu baik-baik saja?? " Tanya Eros yang mulai terlihat khawatir dengan kondisi Melodi.
Kemudian Melodi hanya mengangguk dan Eros pun membantu Melodi berjalan sampai ke kamar nya. Lalu Eros juga membantu membaringkan tubuh Melodi di atas tempat tidur nya.
" Dimana Reihan? Kenapa kamu yang membukakan pintu? " Tanya Eros sambil melihat ke sekeliling.
" Reihan sedang berada di kamar mandi. " Jawab Melodi tanpa melihat ke arah Eros.
" Aku bawakan makanan kesukaan mu, kamu pasti belum makan. Aku suapi ya? "
Eros pun mengeluarkan sebuah kotak makan yang berisikan sandwich dengan telur setengah matang di dalam nya. Dan Eros langsung menyuapi Melodi.
Melodi yang tidak ingin menyinggung perasaan Eros itu pun menerima suapan dari Eros. Kemudian Reihan yang sudah selesai mandi itu keluar dari kamar mandi nya dan ia sangat terkejut melihat Eros yang sudah berada di dalam kamar Melodi.
" Sedang apa kamu Eros? Bagaimana kamu bisa masuk? " Tanya Reihan sambil membelalakkan kedua matanya.
" Apa kamu buta? Aku sedang menyuapi Melodi, dan Melodi yang membukakan pintu untukku. " Ujar Eros sambil menatap tajam ke arah Reihan.
Reihan sebenarnya sangat marah, dan ingin sekali mengusir Eros. Namun ia melihat raut wajah Melodi dan mengurungkan niat nya itu. Melodi terlihat sangat tertekan, ia berbaring masih dengan tangannya yang memegangi perut nya yang terluka.
Kemudian Reihan yang melihat raut wajah Melodi itu pun dengan segera naik ke atas kasur Melodi dan dengan perlahan membuka kancing bawah baju Melodi. Dan Reihan melihat darah yang sudah mengalir dari jahitan yang berada di perut Melodi.
" Apa sangat menyakitkan? " Tanya Reihan sambil melihat ke arah Melodi.
__ADS_1
Melodi hanya mengangguk sambil meringis kesakitan.
" Eros, bisa tolong kamu keluar sebentar? " Pinta Reihan kepada Eros.
Eros cukup kesal melihat perlakuan Reihan kepada Melodi. Dan ia juga tidak ingin meninggalkan Reihan dan Melodi begitu saja.
" Tidak...aku akan tetap di sini. Apa yang sedang ingin kamu lakukan? "
" Aku ingin mencoba mengganti perban Melodi, aku akan membuka baju nya. Apa kamu masih ingin tetap disini? " Nada suara Reihan sudah cukup terdengar sedikit meninggi.
" Jangan macam-macam kamu Rei, untuk apa membuka baju Melodi.? "
" Kamu tidak lihat? Darah keluar dari perut Melodi. Apa kamu akan membiarkan nya? "
Kemudian saat Reihan dan juga Eros sedang berdebat, tiba-tiba saja bel apartemen Reihan kembali berbunyi. Reihan segera membukakannya dan ternyata perawat Melodi pun sudah datang.
Kemudian Reihan pun menyerahkan segala sesuatu nya kepada perawat tersebut. Dan akhirnya Reihan dan juga Eros menunggu di luar kamar Melodi.
" Apa kamu tau Reihan, Melodi saat ini pasti sangat membutuhkan ku, karena Melodi sangat mencintaiku. Dan sudah pasti aku lah yang harus di sisi nya untuk saat ini. Dan kamu Reihan...jangan pernah mengambil kesempatan untuk mendekati Melodi. Apalagi seperti tadi saat kamu ingin menggantikan baju Melodi. Kamu jangan berani-berani nya menyentuh tubuh Melodi. " Ujar Eros sambil menunjuk ke arah Reihan.
Reihan hanya tersenyum menyeringai, kemudian ia mendekatkan wajah nya kepada Eros. Lalu berbisik tepat di telinga Eros.
" Aku sudah melihat setiap bagian indah dari tubuh Melodi. Dan aku tidak hanya membual Eros. Jadi pergilah...sekarang sudah terjawab kan siapa yang di pilih Melodi? " Bisik Reihan dengan lembut namun begitu menusuk hati Eros.
" Berani-berani nya kamu..." Saat Eros ingin menghantam wajah Reihan, tiba-tiba saja Yura datang dan memisahkan mereka berdua.
" Apa-apaan kalian ini? " Lerai Yura sambil berdiri di antara Reihan dan juga Eros.
Akhirnya mereka berdua pun berhenti, Eros masih menatap Reihan dengan tatapan kesal. Kemudian Reihan melihat ke arah Yura dan bertanya mengapa Yura bisa sampai di apartemen nya.
__ADS_1
" Kenapa kamu bisa ada di sini? Dan dari mana kamu tahu apartemen ku? " Reihan terlihat bingung, karena ia sebelumnya sudah berpesan kepada sekretaris nya agar tidak memberitahu Yura tempat nya tinggal saat ini.
Kemudian Yura melihat ke arah Reihan lalu pandangannya teralihkan, dan kini ia melihat ke arah Eros. Dan dari pandangan Yura tersebut Reihan sudah bisa menyimpulkan bahwa Yura pasti tau apartemen nya dari Eros.
" Yasudah lah, tidak penting juga...masuk..." Ujar Reihan kemudian membiarkan Yura masuk ke dalam apartemen nya.
" Dimana Melodi? " Tanya Yura, kemudian duduk di sofa ruang tamu apartemen Reihan.
" Sedang di periksa perawat yang merawat nya. " Jawab Reihan kemudian ia pun mengetuk pintu kamar Melodi.
Perawat yang berada di dalam kamar Melodi pun membukakan pintu nya, dan meminta Reihan untuk menunggu sebentar lagi. Saat ini Melodi masih belum selesai di periksa oleh perawat tersebut.
Reihan pun kembali ke tempat dimana Eros dan juga Yura duduk. Kemudian Yura mengubah posisi duduk nya dan mulai duduk di samping Reihan.
Eros yang melihat Reihan dan juga Yura hanya bisa tersenyum menyeringai. Eros sangat senang melihat Yura yang saat ini berada di samping Reihan.
" Kalian tampak serasi. " Celetuk Eros dengan senyuman yang sudah mengembang di pipi nya.
" Makasih Ros..." Yura seperti mendengar pujian dari Eros, sehingga ia merasa senang mendengarnya.
Sedangkan Reihan, ia sebenarnya tidak senang dengan apa yang di katakan Eros barusan. Namun, entah kenapa...setiap di samping Yura, Reihan selalu tidak bisa bersikap tegas. Reihan benar-benar tidak bisa melukai perasaan Yura.
Reihan hanya membiarkan Yura yang kini sudah bertingkah manja kepadanya. Dan Reihan juga sesekali melihat ke arah pintu kamar Melodi. Reihan khawatir apabila Melodi melihatnya yang kini tengah bersama dengan Yura dan terlihat begitu romantis itu.
Dan benar saja, tidak lama kemudian ... perawat tersebut mengantarkan Melodi keluar dari kamarnya menggunakan kursi roda. Reihan yang terkejut itu pun langsung beranjak dari duduk nya dan kemudian menghampiri Melodi dan juga perawat tersebut.
" Gimana kondisi Melodi? Dan untuk luka nya bagaimana sus? " Reihan langsung menanyakan luka di perut Melodi yang tadi sempat mengeluarkan darah itu-.
__ADS_1
" Sudah tidak apa-apa pak Reihan, tadi jahitan di perut ibu Melodi ada yang lepas, dan saya sudah menjahitnya ulang. Saya permisi dulu..."
Kemudian perawat itu pun pergi meninggalkan apartemen Reihan.