My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 54 Tidak Bisa Menerima


__ADS_3

******


Reihan pun membawa dokter Raina keruang tamu, sementara Melodi masih serius menonton televisi.


" Dok, ada yang ingin saya konsultasikan kepada dokter mengenai Melodi."


Dokter Rania pun dengan serius memperhatikan Reihan dan sudah siap memberikan solusi dan masukan-masukan untuk Reihan.


" Iya, silahkan pak Reihan...saya akan menjawab semua pertanyaan seputar kehamilan ibu Melodi. "


" Dok, sebelumnya Melodi sangat cuek kepada saya, dan sekarang sikap nya berubah 100%, Melodi menjadi sangat manja dan seperi bukan diri nya sendiri dok, apa itu karena kehamilannya dok? "


" Iya pak, itu salah satu ciri-ciri yang sering terjadi kepada ibu hamil. "


" oh begitu, saya sempat khawatir dok, karena Melodi menderita PTSD, jadi saya hanya takut kalau itu termasuk di dalam gejala nya. " Ujar Reihan memberitahukan kekhawatiran yang sebenarnya kepada dokter Rania.


" Iya, saya juga sudah mendengar nya dari dokter Aris, dan sebenarnya kehamilan Melodi itu membawa dampak yang baik terhadap ibu Melodi. Karena, saat ini pasti pikirannya sudah teralihkan dengan si baby yang ada di dalam perut nya. "


" Jadi seperti itu ya dok, syukurlah kalau begitu....saya jadi lega mendengar nya. Kalau begitu terimakasih ya dok atas waktu nya. "


Setelah itu dokter Raina pun pergi meninggalkan rumah Reihan.Reihan pun kembali ke ruangan televisi dan menghampiri Melodi.


" Mel, kita istirahat lagi aja ya di kamar,? " Ujar Reihan kemudian menggandeng tangan Melodi dan kembali masuk ke dalam kamar nya.


Keesokan hari nya...


Kebetulan Reihan hari ini ada meeting dan harus mendatangi hotel nya, Melodi pun sudah bisa di tinggal. Hanya saja ia masih sering mual dan muntah.


Kemudian Reivan juga masih sibuk dengan pekerjaannya, dan setelah selesai bekerja pun Reivan harus bersiap untuk menjemput mama dan Eyang sari serta oma Nina di bandara.


" Van, kamu udah mau berangkat? " Tanya Melodi yang tengah sibuk membantu salah satu pelayan yang sedang memasak.

__ADS_1


" Iya Mel, ada kerjaan yang harus aku selesaikan siang ini, soal nya nanti siang aku mau jemput mama, Eyang dan Oma. " Jawab Reivan, kemudian meminum sedikit susu yang ada di atas meja makan.


" Wah...oma, mama sama eyang mau kesini? Reihan udah kamu kasih tau Van? " Tanya Melodi yang terlihat senang mendengar oma nya dan mama serta eyang Reihan yang akan datang ke rumah nya.


" Iya, aku udah kasih tau Reihan, cuma Reihan hari ini jadwalnya padat banget, jadi aku deh yang harus jemput mereka, yaudah Mel, aku berangkat ya. Bye..." Reivan pun dengan terburu-buru meninggalkan rumah Reihan.


Lalu Melodi kembali sibuk memasak di dapur dengan salah satu pelayan yang bekerja di rumah nya.


" Udah non, biar saya aja yang selesaikan masakannya, non istirahat aja, jangan sampai kecapean, saya takut nanti di marahi tuan kalau sampai tuan tau non masak di dapur. " Ujar Rosmala, salah satu pelayan yang bertugas di dapur.


" Udah nggak apa-apa bi, aku malah pusing kalau diem aja di kamar.Aku emang udah biasa masak kok bi. Bibi nggak usah khawatir ya. " Ujar Melodi yang tidak ingin menghentikan kegiatan masak memasaknya itu.


"tapi non, non kan lagi hamil, jangan capek-capek ya non. Kalau udah kerasa sedikit capek non duduk aja ya. " Ucap Rosmala sambil terlihat ketakutan, karena tadi Reihan sudah berpesan agar semua pelayannya menjaga Melodi dengan baik.


Melodi hanya mengangguk lalu tersenyum ke arah Rosmala, Melodi juga terlihat sangat senang ketika sedang memasak. Dan setelah satu jam berada di dapur, akhir nya Melodi selesai membuat makanan kesukaannya.


" Wah, non Melodi pinter masak ternyata, kelihatannya enak non, boleh bibi cobain non? " Rosmala yang melihat masakan Melodi itupun terlihat sangat tergiur dengan masakan yang di buat oleh Melodi.



Rosmala pun langsung mengambil mangkuk dan mencicipi masakan Melodi tersebut. Dan terlihat jelas di wajah Rosmala kalau ia sangat menikmati masakan buatan Melodi.


" Wah non, enak banget, masakan bibi aja kalah lho sama masakan nya non Melodi. " Ujar Rosmala yang kini tidak bisa menghentikan tangannya untuk terus menyuapkan makanan buatan Melodi itu masuk ke dalam mulut nya.


" Serius enak bi? Makasih lho bi. " Ujar Melodi yang terlihat senang melihat Rosmala yang saat ini sangat menikmati makanan hasil masakannya.


Rosmala hanya mengangguk sambil terus memakan soto buatan Melodi, hingga ia tidak sadar sudah menghabiskan satu mangkuk penuh.


" Wah non, nggak kerasa, tau-tau udah habis aja soto nya. " Ujar Rosmala sambil memperlihatkan mangkok yang sudah kosong tersebut kepada Melodi.


Melodi pun tersenyum senang lalu tiba-tiba memeluk Rosmala.

__ADS_1


" Eh, non...jangan non, kenapa non Melodi peluk saya, saya cuma pelayan di sini. " Ujar Rosmala sambil melepaskan pelukannya dari Melodi dengan perlahan.


" Lah, kenapa bi? Nggak apa-apa, kalian semua sama kok di sini. " Ujar Melodi.


" Tapi saya tidak pantas non, saya hanya pelayan. "


" Pelayan kan juga manusia bi, udah nggak apa-apa, aku seneng banget ada kalian di sini, aku ngerasa kalau aku nggak kesepian lagi karena ada kalian yang menemani hari-hari ku mulai sekarang. " Ujar Melodi yang tiba-tiba saja membuat Rosmala menjatuhkan air mata nya.


" Makasih banyak ya non, karena non Melodi nggak memperlakukan kami seperti pelayan, melainkan seperti teman non Melodi. "


" Iya bi sama-sama, aku juga makasih banget sama bibi, karena bibi juga udah perhatian dan mau mengkhawatirkan saya bi. "


Saat Melodi sedang mengobrol dengan Rosmala tiba-tiba saj handphonenya berdering, Melodi pun meraih handphone nya yang saat itu berada di atas meja makan,lalu ia melihat siapa yang menelponnya.


Dan ternyata yang menelponnya adalah Eros, kemudian melodi langsung me reject panggilan telfon tersebut dan kembali melanjutkan perbincangan nya dengan rosmala.


Di tempat lain....


Saat ini Eros sedang berada di rumah sakit, karena Yura menghubungi nya dan Eros pun langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yura.


Namun sesampainya di rumah sakit Eros di kejutkan dengan apa yang barusan di ceritakan oleh Yura, mengenai kehamilan Melodi.


Eros yang ingin mendengar langsung dari Melodi itu pun menelfon Melodi, namun Melodi sama sekali tidak mengangkat telfon dari nya.


" Anak yang di kandung Melodi itu anak kamu kan Ros? " Yura kembali bertanya kepada Eros untuk memastikan bahwa Reihan tidak mungkin melakukannya dengan Melodi.


" Bukan Ra, kalau melodi benar hamil, itu berarti anak Reihan, karena aku dan Melodi tidak pernah melakukan hubungan yang seperti itu. melodi sangat menjaga kesuciannya,hanya saja aku hampir merenggut nya dari Melodi, tapi aku tidak berhasil dan malah membuat Melodi semakin jauh dari ku. " Jelas Eros dengan nada suara yang lunglai, ia seperti tersambar petir mendengar kabar bahwa Melodi hamil, sekujur tubuhnya pun menjadi lemas. Eros sudah benar-benar kehilangan Melodi.



" Kamu sudah benar-benar melupakan ku Mel, cinta itu benar-benar sudah tidak berbekas di hati mu. Kenapa kamu tega mengkhianati perasaanku kepada mu Mel, aku benar-benar sangat mencintai mu. Dan aku juga tidak bisa menerima semua ini, apa lagi mengenai kehamilan mu. " Batin Eros.

__ADS_1


__ADS_2