
*****
Keesokan hari nya, Arini yang baru bangun itu pun mencari keberadaan Melodi yang sudah tidak terlihat di kamar nya. Arini berjalan keluar kamar nya, melihat sekeliling ruang tamu, ruangan televisi, bahkan sampai dapur, tapi Arini tidak menemukan Melodi.
Dan Arini memutuskan untuk kembali ke kamar nya dan memastikan apakah barang-barang Melodi masih ada di kamar nya. Dan benar saja, tas Melodi masih tergeletak di meja rias Arini.
" Kamu kemana sih Mel, pagi-pagi udah bikin aku khawatir, " gumam Arini, kemudian Arini pun berjalan menuju taman yang ada di samping rumah nya.
Dan benar saja, ternyata Melodi sudah duduk di sebuah kursi yang ada di taman samping rumah Arini tersebut. Arini pun segera menghampiri Melodi.
" Mel, aku nyariin kamu, ternyata kamu di sini, "
Melodi hanya tersenyum samar melihat kedatangan Arini. Tapi Arini yang melihat wajah Melodi itu kini menjadi sangat panik dan cemas.
" Mel, kamu...wajah kamu pucat banget, kamu sakit? "
" Enggak Ar, mungkin ini karena asam lambung aku, kamu masih punya obat lambung? "
" Ada, bentar...aku ambilin, "
Arini dengan segera berlari masuk ke dalam rumah nya dan mencarikan obat asam lambung untuk Melodi. Karena Arini juga punya riwayat penyakit lambung yang sama dengan Melodi, jadi dia selalu sedia obat lambung di rumah nya.
Setelah berhasil menemukan obat yang ia cari, Arini langsung menghampiri Melodi, dengan membawa segelas air mineral dan sebutir obat untuk Melodi.
" Ini, buruan di minum, " Arini memberikan segelas air mineral dan juga sebutir obat tersebut kepada Melodi.
" Makasih Ar, " Melodi pun langsung meminum obat yang di berikan Arini.
" Kamu kemarin seharian nggak makan? "
Melodi menggelengkan kepala nya, dan itu membuat Arini sangat marah kepada nya.
" Mel, jangan nyakitin diri kamu dengan cara kayak gitu, aku nggak suka ya Mel, sekarang kamu makan, aku buatin bubur dulu, kamu tunggu di sini, "
Arini yang kesal dengan Melodi itu pun langsung berjalan menuju dapur. Dan tidak butuh waktu lama, Arini kini sudah selesai membuatkan bubur untuk Melodi.
__ADS_1
" Ini, di makan, habisin...jangan sampai tersisa, kalo sampai nggak habis, aku nggak mau bantu kamu, "
Melodi yang mendengar omelan Arini itu pun tertawa kecil sambil menganggukkan kepala nya.
" Kenapa ketawa? Aku lagi marah, "
" Ar, kalo ada orang yang liat kita, nanti di sangka nya kamu itu pacar aku, "
" Biarin, aku nggak perduli omongan orang, kamu tau kan, kamu itu orang yang paling aku sayang setelah Naila, "
" Ternyata aku baru sadar Ar, aku sadar kalau selama ini aku orang yang beruntung, "
" Iya dong Mel, kamu itu orang yang paling beruntung, jadi kamu nggak boleh lemah, "
" Iya...aku beruntung karena punya kamu Ar, sahabat terbaik aku, bahkan kamu udah anggep aku sama kayak Naila, andai Naila masih hidup...dia pasti bahagia banget punya kakak kayak kamu Ar, "
" Mel...kamu juga harus tau, aku sangat-sangat bersyukur Mel, karena ada kamu yang bisa gantiin posisi Naila di hidup aku, jadi please Mel...kamu harus bahagia ya, jangan sedih-sedih terus, oke? "
Melodi sangat terhibur dengan setiap kalimat yang di ucapkan Arini. Melodi pun menghabiskan bubur yang sudah di buatkan oleh Arini.
Setelah itu, Melodi dan Arini bersiap untuk ke rumah Melodi dan menyiapkan segala sesuatu nya untuk acara pernikahan Arman dan Dewi besok.
Arini juga bersikap tidak ramah kepada Eros, itu karena Arini yang sudah terlanjur kecewa dengan Eros. Melodi yang melihat Eros datang itu pun langsung mempersilahkan Eros duduk di sofa yang sudah ada di ruang tamu Arini.
" Ar, kenalin ini Eros, kalian ngobrol aja dulu berdua ya, aku mau ke toilet, "
Melodi sengaja membiarkan Arini dan Eros untuk mengobrol berdua dan saling mengenal. Ia yang tidak sanggup bertatapan langsung dengan Eros itu pun hanya mencari alasan untuk ke toilet karena sebenarnya ia tidak ingin melihat Eros.
Kini hanya ada Eros dan Arini di ruang tamu, Mereka tampak terlihat canggung. Arini bahkan enggan menyapa Eros, kalau tidak karena Melodi, sebenarnya Arini sangat ingin memaki Eros.
" Arini, maaf sebelum nya, aku sendiri pribadi minta maaf sama kamu, karena aku, kamu jadi harus ikut masuk ke dalam urusan pribadi keluarga ku. "
" Kamu sadar nggak? Apa yang kamu lakuin itu bikin Melodi tambah hancur. Udah cukup kamu mutusin hubungan kamu sama Melodi, dan sekarang apa? Kamu bilang ke mama kamu kalo pacar kamu itu sahabat nya Melodi. Aku nggak habis pikir sama kamu, apa sih yang ada di dalam isi kepala kamu, sampe kamu harus bilang sahabat Melodi itu pacar kamu? "
" Maaf, aku juga tanpa sadar ngomong gitu ke mama ku Arini. Isi kepala ku saat itu buntu, dan cuma itu yang terpikirkan. "
__ADS_1
" Trus sekarang apa? Aku udah tau semua tentang kamu, gimana kamu ketemu Melodi dan sebagai nya. "
" Nanti kalo mamaku tanya kita kenal dimana, kamu bilang aja kita nggak sengaja kenal, dan lama-lama jadi berhubungan, dan kamu juga bilang aja kita baru pacaran sekitar tiga bulan, "
" Udah kan? Yaudah, aku mau panggil Melodi dulu, "
Arini langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Melodi yang masih berada di dalam toilet.
Arini mengetuk pintu toilet rumah nya, dan Melodi pun membukakan pintu toilet tersebut. Melodi keluar dari toilet dengan senyuman getir di bibir nya.
" Kalian udah selesai ngobrol nya? Kok cepet banget, "
" Udah, ngapain lama-lama, kamu juga ngapain ke toilet? Pasti cuma alasan kan? "
Melodi hanya tersenyum menjawab pertanyaan Arini. Karena percuma juga kalau harus berbohong kepada Arini, karena Arini adalah orang yang begitu mengenal Melodi.
Merekapun Akhirnya masuk ke dalam mobil Eros. Eros membukakan pintu mobil nya untuk Melodi. Tapi Melodi lebih memilih duduk di belakang bersama dengan Arini.
Eros hanya bisa membiarkan sikap dingin Melodi kepada nya itu. Kemudian ia melajukan mobil nya menuju rumah Melodi.
Sesampainya di rumah Melodi, Dewi yang sudah sangat menanti-nanti kan Arini itupun menyambut Arini dengan sangat ramah.
Saat baru masuk ke dalam rumah Melodi, Dewi dengan segera menghampiri Melodi dan Arini.
" Wah, lihat mas siapa yang dateng? Dua gadis cantik, "
" Kalian udah dateng, sini Ar masuk, "
" Iya om, tante..." Arini mencoba untuk tersenyum ramah juga kepada Dewi.
Kemudian mereka pun duduk di sofa ruang tamu Melodi. Dewi yang sudah menyiapkan minuman dan camilan itu pun langsung duduk di samping Arini.
" Wah, hebat anak mama pilih pasangan, Arini kamu itu senyuman nya manis banget, dan tante denger dari papa nya Melodi, kalau kamu itu anak yang baik. Tante seneng banget lho, karena Eros pinter milih calon istri, "
Eros yang sedang meminum minuman nya itu pun langsung tersedak karena mendengar ucapan Dewi barusan. Melodi hanya bisa menahan sakit nya sambil berpura-pura tersenyum di depan Arman dan juga Dewi.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏