My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 34 Sulit Untuk di Jelaskan


__ADS_3

*****


Dan saat Melodi dan Yura sedang berbicara, kebetulan sekali Reihan menelfon Melodi. Dan Melodi langsung menolak panggilan telefon dari Reihan tersebut. Melodi sengaja tidak menjawab panggilan dari Reihan karena saat ini ia sedang bersama dengan Yura.


" Boleh aku masuk ke dalam butik kamu Melodi? " Yura pun bertanya masih dengan senyuman yang konsisten mengembang di wajah nya.


Lalu Melodi membukakan pintu butik nya dan mempersilahkan Yura masuk untuk melihat-lihat. Dan lagi-lagi handphone Melodi berdering, Melodi pun keluar dari butik nya dan menjawab panggilan dari Reihan.


[ Via telfon ]


" Kamu dimana? "


" Ada apa Rei? "


" Aku tanya...kamu dimana sekarang? "


Nada suara Reihan terdengar sangat marah dan juga kesal. Itu karena Reihan begitu khawatir dengan kondisi Melodi.


" Iya ada apa? Kenapa kamu marah-marah? "


" Kamu cuma perlu jawab, kamu dimana sekarang? Kenapa kamu nggak ada di apartemen? "


" Kamu udah pulang? "


" Iya, aku sengaja pulang cepat, tapi aku malah di buat kesal sama istriku sendiri. "


" Tumben kamu panggil aku istri mu? "


" Itu nggak penting, sekarang kamu dimana? Aku jemput sekarang juga, kamu jangan keluar tanpa izinku Melodi, kamu masih belum sepenuhnya pulih. Nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu aku juga yang repot..!! "


" Jangan khawatir Rei, sebentar lagi aku pulang, kamu tunggu aja di apartemen. "


" Nggak...nggak bisa...sekarang kamu kasih tau aku, kamu dimana? Apa jangan-jangan kamu di butik? Iya kan? "


" Aku sibuk, aku tutup telfonnya. "


Melodi pun langsung menutup telfon dari Reihan. Ia benar-benar panik mengetahui tebakan Reihan yang benar, bahwa diri nya kini sedang di butik dan sekarang ia sedang bersama dengan Yura, wanita yang sangat di cintai Reihan.

__ADS_1


Melodi kembali masuk ke dalam butik nya, dan mendapati Yura yang sudah mencoba salah satu baju yang sudah di desain oleh Melodi. Yura pun tanpa canggung menunjukkan baju yang ia kenakan itu kepada Melodi.


" Gimana Melodi? Cocok kan? Boleh aku beli? "


" Boleh aja kalau kamu suka. "


" Thanks ya...benar kata Eros, ternyata kamu memang baik, tidak salah Eros menyukai wanita seperti kamu Melodi. "


Ucapan Yura pun membuat Melodi bertanya-tanya.


" Maaf Yura, memang apa yang di ceritakan Eros ? "


" Kamu kekasihnya Eros kan? Dan suatu keajaiban Eros bisa berpacaran, setelah sekian purnama dia menghindari wanita Mel...dan kamu harus tau, baru kamu wanita yang di cintai Eros. " Yura pun menjelaskannya kepada Melodi, seolah dia tidak tahu bahwa saat ini Melodi adalah istrinya Reihan.


" Hanya itu yang Eros ceritakan? " Melodi pun mencoba memastikan apa Yura benar tidak tahu tentang pernikahannya dengan Reihan.


" Oh ya...Eros juga cerita kalau kamu terpaksa menikah dengan Reihan, dan kemungkinan besar sebentar lagi kalian akan bercerai. Benar kan Melodi? "


Melodi sangat terkejut, bisa-bisa nya Eros berkata seperti itu kepada Yura. Kemudian saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba saja pintu butik terbuka dan ternyata ada yang datang, dan yang datang adalah Eros.


" Oh aku lupa, aku tadi kasih tau Eros kalau aku lagi di butik kamu Mel...dan nggak di sangka-sangka, ternyata bisa secepat ini dia datang kesini. " Ujar Yura masih dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.


" Yura...kenapa kamu bisa ada di sini? "


" Surprise...!! Aku benar-benar penasaran dengan wanita yang sudah berhasil membuat seorang Eros jatuh cinta. "


" Jadi kemarin kamu tanya soal alamat Melodi itu karena..."


" Ya...aku pengen kasih kalian semua surprise..."


Melodi hanya diam sambil menatap Eros dan juga Yura yang tengah asyik berbincang. Ia masih memikirkan perkataan Yura tadi. Melodi sangat kecewa dengan Eros, ia tidak habis pikir Eros mengharapkan perceraian dari pernikahan Melodi dengan Reihan.


" Melodi...!!! " Terdengar suara teriakan Reihan dari luar butik Melodi, suara Reihan terdengar sangat marah dan juga kesal, ya...itu karena saat ini Reihan sangat mengkhawatirkan Melodi.


Reihan pun membuka pintu butik Melodi, dan betapa terkejutnya Reihan melihat orang yang selama ini sangat ia rindukan dan juga sangat ia benci itu muncul di hadapannya.


Reihan amat sangat putus asa merindukan Yura, sehingga ia juga membenci Yura yang pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.

__ADS_1


Reihan masih tercengang melihat Yura, kemudian Yura yang menyadari kedatangan Reihan itupun langsung menghampiri Reihan dan memeluk Reihan dengan erat. Reihan tidak bisa berbuat apa-apa, tubuh nya pun hanya bisa pasrah menerima pelukan erat dari Yura.



Melodi yang melihatnya pun hanya bisa menghela nafas kesal. Kemudian ia berjalan menuju ruangan kerja nya. Kemudian Eros menyusul Melodi dan meraih tangan Melodi.


" Kamu mau kemana? " Eros bertanya sambil meraih tangan Melodi.


" Aku mau ambil tas, aku mau pulang. Kalian kalau masih mau di sini silahkan. Nikmati reuni kalian bersama. " Melodi pun menghempaskan tangan Eros.


Eros tidak menyerah dan ia pun mengikuti Melodi masuk ke dalam ruangannya. Kemudian Eros menarik tangan Melodi hingga Melodi jatuh ke pelukan Eros.


Sontak saja saat itu juga Melodi mendorong tubuh Eros. Melodi mulai menyipitkan kedua mata nya dan mengerutkan dahi nya. Ia tampak kesal melihat wajah Eros.


" Apa yang sedang kamu lakukan Eros? "


" Mel...aku kangen sama kamu, apa aku nggak boleh peluk kamu? "


" Hubungan kita sudah berakhir Eros, tolong kamu keluar...aku nggak mau berdebat dengan siapapun. Aku capek, aku lelah..."


" Mel...sekarang kita bisa melanjutkan hubungan kita, udah nggak ada ikatan lagi di antara kita. Mama sama papa udah nggak ada, dan kita bisa bersatu lagi seperti dulu. "


" Apa kamu bilang?? Kamu tega ya Ros...baru kemarin papa sama mama di makamkan, dan sekarang bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu. Aku benar-benar kecewa sama kamu Ros. Dimana perasaan kamu? Yang meninggal itu mama kamu, mama yang selalu kamu prioritas kan Eros. Aku nggak nyangka kamu bisa berubah jadi orang yang benar-benar nggak aku kenal. " Melodi sangat marah kepada Eros dan setelah ia mengambil tas nya, Melodi langsung keluar dari ruangannya dan meninggalkan Eros yang masih berdiri mematung di ruangan kerja Melodi.


Saat ingin keluar dari butik nya, Reihan yang sedang berdiri bersama dengan Yura pun menatap ke arah Melodi. Tatapan mata Reihan sudah bisa menjelaskan semuanya, Reihan masih terlihat bingung dan sulit untuk memilih antara Melodi dan juga Yura.



Kemudian Melodi dengan perasaannya yang sedang kacau karena perkataan Eros barusan hanya bisa berlalu begitu saja meninggalkan butiknya.


Eros mencoba mengejar Melodi, namun Reihan menghalangi Eros dan meminta Eros untuk mengantarkan Yura pulang.


" Biar aku aja yang susul Melodi, kamu antar Yura pulang. Kamu tau sandi pintu butik Melodi kan? " Reihan menarik lengan Eros tetapi Eros tetap kekeh ingin mengejar Melodi.


Yura pun tampak bingung, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Rei...biarin aja Eros yang kejar Melodi, Eros kan pacar nya Melodi. Kamu ngapain sih? "

__ADS_1


" Apa?? Pacar?? " Lalu Reihan pun akhirnya melepaskan tangannya dari lengan Eros.


__ADS_2