
*****
Sesampai nya di rumah sakit, Reivan langsung menggendong Melodi. Kemudian para perawat pun menghampiri Reivan dengan membawa brankar dorong atau bisa di sebut juga ranjang emergency.
Dokter yang berjaga di ruang IGD pun segera memeriksa kondisi melodi. Reivan tampak cemas melihat Melodi yang sedang di periksa oleh dokter tersebut.
Lima belas menit kemudian, seorang perawat memanggil Reivan dan meminta Reivan untuk menemui dokter yang tadi memeriksa keadaan Melodi.
Dokter itu pun menjelaskan kondisi yang sedang di alami Melodi saat ini. Dokter itu memberitahukan bahwa Melodi saat ini sedang mengalami gejala anemia dan kemungkinan ada sedikit infeksi pada lambung nya. Karena tensi darah dan trombosit yang rendah, dokter itu menyarankan untuk Melodi agar di rawat inap di rumah sakit tersebut.
Reivan kini terlihat bingung, karena saat ini ia bukan lah wali Melodi dan tidak bisa memberikan keputusan apapun untuk Melodi.
Reivan juga ingat betul, di masa sekolah dulu Melodi sempat dilarikan ke rumah sakit, namun ia menolak untuk di rawat karena rasa trauma nya semenjak mama nya meninggal.
Reivan pun meminta sedikit waktu kepada dokter tersebut dan menjelaskan posisi nya saat ini. Lalu dokter tersebut menyetujui nya dan meminta Reivan untuk segera memberitahukan kondisi Melodi kepada pihak keluarganya.
Dan Reivan akhirnya mencoba untuk menelfon Arini, namun Arini tidak menjawab panggilan dari Reivan. Dengan sangat terpaksa dan tidak ada pilihan lain lagi, akhirnya Reivan pun menghubungi Eros.
[ Via telfon ]
" Halo Van, ada apa? "
" Ros, aku lagi di rumah sakit...nganter Melodi, tadi badan nya demam dan sempet pingsan, tapi sekarang udah ditangani sama dokter, dan dokter bilang, Melodi harus di rawat, menurut kamu gimana Ros? Tadi Melodi udah pesen sama aku buat nggak kasih tau papa nya, dia takut papa nya khawatir dan jadi ngerusak pesta pernikahan nya. Jadi gimana nih Ros? Setau aku Melodi paling nggak bisa di rawat-rawat gitu di rumah sakit. "
" Kamu kirim alamat rumah sakitnya, aku ke sana sekarang.! "
Eros tampak terlihat sangat panik mendengar kabar dari Reivan. Arini yang dari tadi di samping Eros itu pun curiga melihat kecemasan yang terlihat jelas di wajah Eros.
" Kenapa Ros? Kok keliatan panik gitu? "
__ADS_1
" Arini, aku minta tolong ya sama kamu, tolong cari alasan apapun sebisa kamu, aku mau ke rumah sakit, Melodi lagi di rumah sakit. Tolong banget nanti kalo mama ataupun om Arman tanya di mana aku dan Melodi, tolong kamu cariin alasan biar mereka nggak khawatir sama keadaan Melodi. "
Arini terlihat bingung, ia bertanya-tanya bagaimana Eros bisa mengetahui jika Melodi sedang berada di rumah sakit. Saat Eros hendak ingin pergi, Arini pun menghentikan langkah Eros.
" Tunggu Ros, kamu tau dari siapa? Dan keadaan Melodi sekarang gimana? "
" Tadi Reivan telfon aku, aku juga belum tau pasti tentang keadaan Melodi, nanti aku kabarin kamu, jadi please ya kamu tolong bantuin aku sekali lagi. "
Arini yang kini semakin mengkhawatirkan Melodi itu pun sudah tidak bisa berkata-kata lagi dan mengangguk menyetujui permintaan Eros. Kemudian setelah Eros mendapatkan pesan dari Reivan, mengenai alamat rumah sakit tersebut. Eros pun dengan segera langsung menuju ke rumah sakit tempat Melodi berada saat ini.
Setelah beberapa menit, akhirnya Eros sampai di rumah sakit tersebut. Reivan yang melihat Eros pun langsung menghampiri Eros.
" Ros, lewat sini..."
Eros pun berjalan mengikuti Reivan sampai di IGD. Saat masuk kedalam ruangan IGD terlihat Melodi sedang terbaring lemah tidak berdaya dengan wajah yang terlihat sangat pucat.
" Kata dokter gimana Van? Melodi sakit apa? "
" Yaudah, nanti kalo Melodi udah siuman coba kita tanya dia aja Van, "
" Enggak bisa Ros. "
" Kenapa? "
" Karena Melodi pasti bakal histeris banget. "
Eros tampak kebingungan, ia merasa selama ini sudah cukup banyak mengenal Melodi. Namun nyatanya hal yang sangat penting seperti ini pun Eros malah belum tau, dan dia harus mengetahuinya dari Reivan.
" Aku kira selama ini aku udah sangat mengenal kamu Mel, ternyata aku salah Mel...hal sepenting ini aja kamu nggak cerita sama aku Mel. Malah Reivan yang sama sekali bukan siapa-siapa kamu, dia tau hal penting seperti ini. " Batin Eros.
" Ros..! " Reivan menepuk bahu Eros karena Eros terlihat melamun sambil menatap Melodi.
__ADS_1
" Jadi gimana Ros? " Lanjut Reivan yang mencoba mencari solusi untuk Melodi.
Eros tampak sedang berfikir dan mempertimbangkan sesuatu. Kemudian, tanpa menjawab pertanyaan dari Reivan, Eros berjalan menuju ruangan dokter yang sedang berjaga saat itu.
Eros mengetuk pintu ruangan tersebut, dan dengan segera di persilahkan masuk oleh seorang asisten dokter yang sedang bertugas di ruangan dokter tersebut.
Eros mencoba menjelaskan keadaan Melodi saat ini dan meminta agar Melodi diizinkan untuk rawat jalan. Dan Eros juga meminta agar salah satu perawat bisa ikut dengan nya dan merawat Melodi selama menjalani rawat jalan di rumah.
Dokter itu pun memberikan persyaratan yang harus segera di setujui. Eros pun tanpa pikir panjang menandatangani sebuah dokumen persetujuan wali pasien dan dokter itu juga segera menugaskan seorang perawat dengan membawa segala peralatan yang di butuhkan untuk merawat Melodi.
Setelah itu, Eros keluar dari ruangan dokter tersebut bersama seorang perawat. Eros berjalan menuju ruang IGD dan Melodi pun di antar menuju mobil Eros. Reivan yang melihat nya pun cukup heran dan dengan rasa penasaran nya itu, Reivan akhirnya bertanya kepada Eros.
" Melodi di bawa pulang Ros? "
" Iya Van, kamu tolong jaga Melodi dulu ya Van? Aku mau urus administrasi dulu. "
Reivan pun mengangguk dan menunggu Eros di luar mobil Eros. Tidak lama kemudian Eros yang sudah selesai mengurus administrasi itu pun segera berjalan ke mobil nya dan masuk ke dalam mobil nya.
Reivan juga dengan segera masuk ke dalam mobil nya dan mengendarai mobil nya mengikuti mobil Eros dari belakang.
Eros yang saat ini memegang kunci rumah Arman pun langsung menuju rumah Arman. Setelah sampai, Eros menggendong Melodi dan membawanya ke kamar Melodi.
Eros membaringkan tubuh Melodi, kemudian seorang perawat yang ikut bersama nya itu pun dengan segera memasang infusan untuk Melodi.
Dan kemudian Eros keluar dari kamar Melodi, ia berjalan menghampiri Reivan yang saat ini sedang duduk di ruang tamu rumah Arman.
" Thanks ya Van, "
" Iya Ros, kalo aku lihat-lihat, kamu perduli banget sama Melodi ya Ros. Kamu benar-benar udah anggep dia adik kamu ya? "
" Iya, makasih ya, kamu pasti capek Van, kalo mau pulang juga nggak apa-apa. Ada aku di sini yang jaga Melodi. Dan itu udah lebih dari cukup. "
__ADS_1
" Oke...nanti kabarin ya Ros soal keadaan nya Melodi. " Reivan pun mengangguk dan pergi meninggalkan rumah Arman.