My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 92 Saling Menguatkan


__ADS_3

*****


Reihan dan juga Eros pun akhirnya saling menguatkan satu sama lainnya. Reihan terlihat begitu senang dengan perubahan yang terjadi kepada Eros. Sebaliknya, Eros juga terlihat semakin lebih baik dengan pilihannya untuk lebih memperbaiki diri nya itu.


Tidak lama kemudian, Melodi terbangun dan melihat ke arah Reihan yang kini sedang asyik mengobrol dengan Eros. Melodi tersenyum sambil menatap keduanya, lalu ia memanggil Reihan dengan lembut.


" Rei..."


Reihan dan juga Eros yang mendengar suara Melodi itu langsung menoleh ke arah Melodi. Bahkan mereka berdua secara bersamaan langsung beranjak dari duduk nya dan menghampiri Melodi yang masih terbaring di atas tempat tidur nya itu.


" Kamu udah bangun Mel? Gimana? Masih sakit perut nya? " Tanya Reihan beruntun lalu membelai lembut rambut Melodi.


Melodi hanya menggelengkan kepala nya, ia sudah merasa baikan. Dan kemudian Melodi mencoba untuk bangun dan duduk. Reihan dengan sigap langsung memegangi tubuh Melodi dan membantunya untuk bangun dari tidur nya.


" Eros? Kenapa kamu bisa ada di sini? Apa Reihan yang memberitahumu? " Melodi bertanya sambil melemparkan senyuman ke arah Eros.


" Iya, Reihan yang memberitahuku...maaf Melodi, karena aku membawa Yura ke butik mu, kamu jadi seperti ini. " Ujar Eros yang meminta maaf karena ia juga merasa bersalah kepada Melodi. Eros berpikir, kalau saja ia tidak membawa Yura, maka semua ini tidak akan pernah terjadi kepada Melodi.


" Ini bukan salah mu, dan ini adalah kelalaian ku Eros, aku yang terlalu tidak berhati-hati. " Melodi tidak ingin Eros menyalahkan diri nya sendiri dan kemudian ia tersenyum sambil menatap ke arah Eros.


" Yang jelas, ini bukan salah kalian berdua, tetapi ini ulah Yura. Aku tidak bisa menyalahkan kalian karena memang kalian tidak bersalah. " Reihan pun berbicara dengan tatapan kesal nya, ingin rasanya Reihan menghampiri Yura dan membuat perhitungan pada nya, tapi ia tidak mungkin melakukannya tanpa bukti yang jelas.


" Rei..." Melodi meraih tangan Reihan sehingga Reihan duduk tepat di samping nya.


Reihan pun melihat ke arah Melodi, saat ini yang ada di pikiran Reihan hanyalah kekesalannya terhadap Yura. Bahkan seberapa besar dulu cinta nya kepada Yura sudah hilang dan lenyap tak tersisa.


" Aku nggak apa-apa Rei, dia juga nggak memasukkan racun ke dalam teh ku. " Ujar Melodi dengan santainya sambil tersenyum ke arah Reihan.

__ADS_1


Reihan yang mendengar perkataan Melodi dan juga melihat raut wajah Melodi saat ini pun jadi semakin geram.


" Apa nya yang nggak apa-apa Mel? Kamu jadi terbaring lemas seperti ini. Dan kamu tau? Dia memasukkan obat pencuci perut ke dalam teh mu. Dan itu juga cukup berbahaya, kalau saja Arini tidak segera menghubungi ku, kamu bisa kenapa-kenapa. Kamu bisa kehilangan banyak cairan di dalam tubuh mu Melodi. " Reihan pun mulai meninggikan suara nya karena ia merasa Melodi terlalu menyepelekan apa yang terjadi kepada nya.


" Rei, aku tau kamu khawatir, tapi sekarang Melodi sudah baik-baik saja. Tenangkan diri mu, kamu tenang saja, aku akan memberikan Yura pelajaran dengan caraku. " Ujar Eros yang mencoba menenangkan Reihan yang sedang terbakar emosi tersebut.


Dan Melodi hanya menatap Reihan, ia tau bahwa Reihan begitu mengkhawatirkan nya, namun Melodi tidak ingin Reihan menjadi sosok yang mudah marah. Melodi ingin Reihan bersikap seperti biasanya.


Lalu Eros pun memutuskan untuk pergi dari rumah Reihan, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


" Rei, Mel...aku harus kembali ke kantor papa, ada beberapa pekerjaan yang masih harus aku selesaikan. " Pamit Eros kepada Melodi dan juga Reihan.


" Iya Ros hati-hati ya...dan...maaf karena membuat mu bekerja terlalu keras. Aku tau kamu pasti sangat sibuk mengelola kantor papa dan juga mama. Maaf selama ini aku tidak bisa membantu mu. " Ujar Melodi yang menyadari bahwa selama ini Eros sudah banyak berkorban untuk mengelola perusahaan milik Arman dan juga Dewi itu.


" Iya Mel...nggak apa-apa lagian aku juga senang dengan pekerjaanku, karena aku mengelola perusahaan mama dan papa sekaligus, aku bisa menyibukkan diri ku. " Ujar Eros, dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Melodi.


Tidak lama kemudian Reihan kembali masuk kedalam kamar nya dengan membawa semangkuk bubur di tangannya. Lalu ia kembali duduk di samping Melodi.


" Makan ya...aku mau kamu cepat pulih, aku nggak suka liat kamu terbaring lemah di atas tempat tidur seperti ini. " Ujar Reihan kemudian mulai memberikan Melodi sesendok bubur.


Melodi pun membuka mulut nya dan menerima setiap suapan yang di berikan oleh Reihan.


" Makasih ya, kamu selalu ada di sampingku. " Ujar Melodi yang menatap dalam ke arah Reihan.


" Udah seharusnya aku selalu ada buat kamu, siapa lagi yang harus aku lindungi kalau bukan kamu. "


Reihan pun memeluk tubuh mungil Melodi, kemudian ia mengecup kening Melodi dengan lembut.

__ADS_1


Dan...


Keesokan hari nya...


Di rumah Eros...


Berkat saran dari Melodi, kini Eros memiliki asisten rumah tangga di rumah nya. Rumah nya juga terlihat jauh lebih baik di bandingkan saat ia belum memiliki asisten rumah tangga.


Karena hari ini Eros memiliki janji dengan Yura, Eros pun berniat menjalankan rencana nya. Ia sudah bertekad untuk membuat Yura jera dengan semua tindakannya selama ini kepada Melodi.


Eros keluar dari kamar nya dan langsung menuju restoran, yang dimana Yura sudah menunggunya di dalam restoran tersebut.


" Hai Ra...udah lama? " Tanya Eros kemudian langsung duduk di samping Yura.


" Kok kamu duduk di sampingku? Biasanya kamu duduk di depan ku. " Tanya Yura yang heran dengan posisi duduk Eros yang tidak seperti biasanya.


" Aku hanya ingin berada dekat dengan mu. Apa itu salah? " Eros pun kembali bertanya sambil melihat ke arah Yura.


" Tidak sih, tapi itu terasa aneh. " Ujar Yura, kemudian ia beranjak dari duduk nya dan berpindah duduk di depan Eros.


Eros hanya tersenyum sambil terus menatap ke arah Yura. Yura hanya bisa membalas tatapan Eros dengan ekspresi wajah yang terheran-heran.


" Kamu sudah pesan makan? " Tanya Eros yang membuyarkan lamunan Yura.


" Ah, belum...aku menunggu mu, jadi mari kita pesan. " Jawab Yura kemudian ia memanggil seorang pelayan restoran dan mereka pun memesan beberapa menu makanan.


Setelah selesai makan mereka pun banyak berbincang, tapi di tengah perbincangan mereka. Eros tiba-tiba saja membahas soal kecelakaan yang pernah terjadi kepada nya waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2