My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 53 Tidak Percaya


__ADS_3

*****


Setelah selesai makan, Melodi pun ingin segera pulang, ia sudah mulai lelah dan ingin beristirahat.


" Ayo kita pulang Rei, aku sedikit pusing dan lelah. "


Reihan pun menuruti Melodi dan membawa Melodi pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Melodi yang sudah sangat kelelahan itu pun langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur nya.


Tidak perlu waktu yang lama, Melodi sudah memejamkan mata nya dan tertidur pulas. Kemudian Reihan mengendap-endap keluar dari kamar nya dan menghubungi Reivan, saat ini Reihan masih mengkhawatirkan keadaan Yura.


Kemudian Reivan pun memberitahu Reihan bahwa Yura belum siuman dan masih dalam pengaruh obat bius.Lalu stelah menghubungi Reivan dan sudah mengetahui keadaan Yura, Reihan pun kembali masuk ke dalam kamar nya dan kembali menemani Melodi tidur, lalu Reihan pun tidur di samping Melodi.


*****


Di tempat lain...


Reivan masih menunggu Yura yang masih belum sadar itu, dan sesekali Reivan juga mengerjakan pekerjaannya di rumah sakit, Reivan sengaja membawa laptop nya dan mengerjakan pekerjaannya itu.


Sudah sekitar satu setengah jam Reivan menemani Yura, hingga akhirnya Yura sadar dan membuka kedua mata nya.


" dimana aku? " Tanya Yura sambil melihat ke sekelilingnya.


" Kamu di rumah sakit, kata dokter kamu mengalami kecelakaan mobil dikarenakan kamu membawa mobil dalam keadaaan mabuk. " Jelas Reivan lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


" Kaki ku? Kenapa kaki kiri ku tidak bisa di gerakkan? " Yura pun panik saat menyadari ia tidak bisa menggerakkan kaki kiri nya.


Reivan hanya menatap Yura, dan ia sedikit merasa iba, lalu ia meletakkan laptop nya di atas meja dan berjalan menghampiri ranjang pasien Yura.


" Kata Reihan, kamu butuh terapi utuk memulihkan saraf kaki kiri mu. "


" Reihan?? Apa dia ada di sini? "

__ADS_1


" Tidak, awalnya memang Reihan yang menemani dan mengurus segala yang di perlukan di rumah sakit ini, tapi Reihan segera menghubungiku dan menyuruhku untuk menggantikannya. "


" Kenapa??? Apa dia sudah tidak perduli denganku? " Yura terlihat kecewa dan juga kesal hingga ia menggenggam kedua telapak tangannya.


" Bukan begitu, Reihan juga sangat mengkhawatirkan mu, apa lagi kamu di Jakarta hanya sendiri, semua keluargamu ada di Paris. Dan kamu menempatkan nomor telfon Reihan di nomor darurat mu, sehingga pihak rumah sakit menghubunginya. Ketika Reihan mendengar kamu berada di rumah sakit, Reihan bahkan pergi dengan terburu-buru, hingga dia harus meninggalkan Melodi, yang saat ini sedang sangat membutuhkannya. Jadi kamu jangan berpikir kalau Reihan tidak mengkhawatirkan dirimu. "


" Kenapa Melodi sangat membutuhkan Reihan? Aku lah yang sedang tertimpa musibah, dan seharusnya Melodi bisa mengerti dan dia seharusnya membiarkan Reihan menjaga dan merawat ku. "


" Melodi tidak tau kalau kamu kecelakaan, Reihan sengaja tidak memberitahunya, karena saat ini Melodi sedang sangat sensitif. Perasaan wanita yang sedang mengandung lebih sensitif dari biasanya. "


" Apa? Mengandung? "


Yura terlihat sangat terkejut hingga ia membelalakkan kedua mata nya ke arah Reivan, dan sementara Reivan, ia hanya bisa mengangguk kecil sambil melihat ke arah Yura.


" Nggak, enggak mungkin....itu pasti bukan anak Reihan, itu pasti anak Eros.. " Ujar Yura yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Melodi saat ini sedang mengandung anak Reihan.


"Jaga ucapan mu Yura, anak yang di kandung Melodi adalah anak Reihan, dan Reihan juga tidak meragukan itu sama sekali. Dan hal yang wajar jika Melodi mengandung, karena Melodi adalah istri Reihan. " Reivan pun sangat marah mendengar perkataan Yura.


Dalam hati kecil Reivan, ia benar-benar sudah tidak tahan lagi dan ingin pergi meninggalkan Yura seorang diri di rumah sakit, namu Reivan masih memiliki hati nurani, dan ia lebih memilih diam dan kembali ke tempat duduk nya.


" Aku ingin sendiri, jika kamu ingin pergi, silahkan. " Ujar Yura lalu memalingkan wajah nya.


Dann tanpa berpikir panjang Reivan pun meninggalkan Yura, dan kembali ke rumah Reihan. Tadi Reihan sempat meminta agar Reivan ikut tinggal bersamanya di rumahnya. Dan Reivan pun menyetujui nya.


Setelah sampai di rumah Reihan, Reivan langsung masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Reihan yang saat ini sedang berada di ruang televisi.


" Rei...." Panggil Reivan, kemudian Reihan menoleh ke arah nya.


" Kamu udah pulang Van?? Terus Yura? Siapa yang menemani nya? " Tanya Reihan yang langsung teringat Yura.


" Kamu suruh salah satu staf, atau pelayan kamu aja Rei untuk menjaga Yura di rumah sakit, aku tidak tahan dengan sikap nya. " Jelas Reivan sambil memasang wajah yang masam.

__ADS_1


" Memangnya ada apa? Apa kalian bertengkar? ? " Tanya Reihan yang heran melihat Reivan yang tiba-tiba berbicara seperti itu.


Kemudian Reivan berjalan ke arah Reihan dan duduk tepat di samping Reihan.


" Aku memberitahu Yura bahwa Melodi sedang mengandung, tetapi ia bersikeras mengatakan bahwa anak yang sedang di kandung Melodi itu bukanlah anak mu Rei. " Jelas Reivan sambil memanyunkan bibirnya.


" Yasudah, nanti aku akan meminta orang lain untuk menjaga Yura, dan besok kemas barang-barang mu dan tinggallah di sini. "


Reivan hanya mengangguk lalu beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Reivan sendiri di ruang televisi. Reivan segera masuk kedalam kamar nya dan ia langsung merebahkan tubuh nya daan beristirahat.


Kemudian Melodi yang terbangun itupun mencari Reihan yang kini sudah tidak ada di samping nya. Lalu Melodi keluar dari dalam kamar nya dan mencari Reihan,lalu ia melihat Reihan yang sedang menonton tv. Melodi pun segera menghampiri Reihan.


" Ternyata kamu di sini. " Ujar Melodi lalu duduk di samping Reihan.


" Kok kamu bangun sayang?? " Tanya Reihan lalu merangkul tubuh mungil Melodi.


" Iya, aku kebangun gara-gara kamu nggak ada di samping aku. " Jawab Melodi manja.


Dan saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja seorang pelayan menghampiri Melodi dan juga Reihan.


" Tuan, ada tamu di depan. " Ucap pelayan tersebut.


Lalu Reihan langsung beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ruang tamu, ternyata dokter Rania yang datang, Reihan hampir saja lupa kalau hari ini ada janji temu dengan dokter Rania.


" Oh, dokter Rania " Ujar Reihan lalu menjabat tangan dokter Rania.


kemudian Reihan pun membawa dokter Rania untuk menemui Melodi yang saat ini sedang menonton tv.


" Sayang, ini ada dokter Rania, kamu di periksa dulu ya sama dokter Rania. " Ujar Reihan sambil berjalan ke arah Melodi.


Melodi pun mengangguk dan dokter Rania segera menghampirinya dan meminta agar Melodi berbaring di sofa. Melodi pun menuruti semua yang di perintahkan dokter Rania, dan setelah dokter Rania selesai memeriksa kandungan Melodi, Reihan pun meminta dokter Rania untuk bisa berbicara berdua saja dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2