My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 21 Dengan berpura-pura


__ADS_3

*****


Tiga hari telah berlalu, akhirnya Reihan pun kembali ke rumah Melodi, dan saat ini Reihan tidak sendirian, Reihan membawa papa dan mama nya.


Keluarga Melodi pun menyambut hangat kedatangan dari keluarga besar Reihan. Mereka membicarakan banyak hal tentang pernikahan Reihan dan juga Melodi.


" Ma, pa...om, dan juga tante...aku serahin semuanya sama kalian, dan...boleh nggak kalau aku ajak Melodi keluar sebentar, untuk cari udara segar ? Aku juga ingin lebih dekat dengan Melodi, dan ingin lebih mengenal Melodi. " Reihan pun meminta izin kepada kelurga nya dan keluarga Melodi untuk mengajak Melodi keluar untuk mencari udara segar lalu Reihan pun menggunakan alasan untuk bisa lebih mengenal Melodi.


" Ya boleh dong nak Reihan, malah bagus kalau kalian bisa jadi lebih dekat. " Jawab Arman yang langsung mengizinkan Reihan membawa putrinya itu.


Reihan dan Melodi pun akhirnya berjalan bersamaan menuju mobil Reihan yang sudah terparkir di halaman rumah Melodi. Dan karena hari ini Eros sedang sibuk di kantor, jadi Reihan pun lebih leluasa untuk mendekati Melodi.


Di dalam mobil...


" Kamu lagi pengen kemana Mel? "


" Terserah kamu aja. "


Dan akhirnya Reihan membawa Melodi ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari rumah Melodi. Mereka pun turun dari mobil Reihan dan langsung masuk ke dalam restoran tersebut.


Setelah mereka selesai memesan makanan dan minuman, mereka pun mulai melakukan percakapan ringan. Hingga tiba-tiba Melodi menanyakan sesuatu yang serius kepada Reihan.


" Reihan.."


" Ya.."


" Boleh aku tanya sesuatu? "


Reihan hanya mengangguk dan ia masih sibuk menikmati makanan yang saat ini sedang ia makan.


" Kalau boleh tau, kenapa kamu setuju dengan perjodohan ini? "


Dan seketika itu juga Reihan menghentikan aktivitas makan nya. Ia menatap Melodi lalu menjawab pertanyaan Melodi dengan santainya.


" Karena eyang.."

__ADS_1


" Apa kamu nggak punya orang spesial? Misalnya, pacar? "


Reihan tidak menjawab pertanyaan Melodi dan ia pun masih melanjutkan aktivitas makan nya.


" Kok nggak di jawab? "


" Apa itu pertanyaan yang penting? Aku juga belum tau alasan kamu menerima perjodohan ini, dan kamu juga apa tidak punya orang yang spesial? " Reihan pun balik bertanya kepada Melodi.


Melodi terdiam sejenak, ia masih memikirkan jawaban dari pertanyaan Reihan barusan. Ia tidak tau harus berkata jujur atau tidak kepada Reihan. Dan akhirnya, Melodi memutuskan untuk berbohong kepada Reihan.


" Alasanku menerima perjodohan ini bukan karena oma ataupun orang tua ku. Aku hanya percaya kepada takdir, dan apapun takdir yang telah di tuliskan tuhan untukku, aku akan menerima semua itu dengan lapang dada. Dan kalau orang spesial, tidak ada orang spesial untuk saat ini. Dan kalau kamu gimana? Kamu belum jawab pertanyaan ku. "


" Boleh aku jujur? "


Melodi hanya mengangguk sambil menunggu jawaban dari Reihan.


" Aku menerima perjodohan ini karena suatu alasan. Karena harta dan hak waris, dan untuk orang spesial, aku punya seseorang yang sangat aku cintai. Apa kamu tidak keberatan? "


Melodi terdiam, ia tidak menyangka Reihan akan sejujur ini kepada nya. Lagi-lagi takdir yang telah di garis kan untuk Melodi bukanlah kebahagiaan. Kemudian Melodi pun tersenyum sambil memandangi makanan yang ada di hadapannya. Reihan pun cukup heran melihat reaksi Melodi.


Melodi menatap Reihan kemudian ia tersenyum getir.


" Aku tidak keberatan dengan perjodohan ini, dan aku sedikit bersyukur karena kamu punya seseorang yang kamu cintai. Itu artinya, aku tidak perlu memenuhi kewajiban ku nanti sebagai seorang istri. Dan pernikahan kita juga hanya di atas kertas. Itu sudah lebih dari cukup bagi ku, aku juga tidak mengharapkan cinta dan kasih sayang dari kamu. Cukup dengan pernikahan ini saja. "


Reihan masih menatap Melodi dengan tatapan heran. Terlebih lagi setelah Reihan mendengar jawaban dari Melodi barusan.


" Perempuan aneh, apa yang diharapkan nya dari pernikahan tanpa cinta? Tapi ya sudahlah, itu tidak penting. " Batin Reihan.


" Kalau begitu semua sudah jelas, dan aku tidak perlu berpura-pura untuk mencintai mu. Kemudian kita hanya perlu bersandiwara di depan keluarga kita kan? "


" Iya, tapi pernikahan yang akan kita lakukan bukanlah sandiwara, dan aku ingin kamu ingat satu hal. Pernikahan yang akan kita lakukan adalah nyata, hanya saja kita tidak saling mencintai satu sama lain. Ada batasan juga yang harus kita lakukan, dan apapun yang akan kamu lakukan setelah pernikahan, kamu harus meminta izinku, begitu juga dengan ku. " Melodi pun memperingatkan Reihan untuk menjaga batasan-batasan di antara mereka.


Reihan pun langsung menyetujuinya, Reihan sangat senang karena Melodi tidak sulit untuk di ajak berdiskusi.


Setelah selesai, mereka pun kembali ke rumah Melodi. Reihan terlihat tampak lebih gembira di bandingkan sebelum mengobrol dengan Melodi di restoran tadi.

__ADS_1


Namun tidak dengan Melodi, ini semua tidak seperti yang Melodi bayangkan. Ia berharap bisa lepas dari bayang-bayang Eros dengan menikahi laki-laki lain. Tapi nyatanya, laki-laki yang akan di nikahi nya bukanlah laki-laki yang bisa membuat nya bahagia. Melodi sebenarnya sangat sedih, namun ia harus berusaha untuk terlihat bahagia.


" Hidup dalam kepura-puraan adalah takdir ku, walau semua terasa menyakitkan, tapi apa salahnya jika aku berpura-pura untuk bahagia? Apa bedanya? Bahagia atau tidak...semua sama saja bagiku. " Batin Melodi.


" Wah Reihan, kamu terlihat senang sekali setelah keluar dengan Melodi. " Nina pun mencoba menggoda Reihan yang tampak terlihat dengan jelas bahwa perasaannya saat ini sangat baik.



" Iya oma, aku nggak nyesel, dan Melodi adalah orang yang tepat. " Ujar Reihan, maksud perkataan Reihan adalah. Melodi adalah orang yang tepat, karena Melodi bisa menerima semua tentang nya dengan begitu mudah nya. Melodi juga tidak mempermasalahkan tentang siapa orang yang di cintai oleh Reihan.


Melodi hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah Eros yang kini sudah berada di tengah-tengah keluarga nya. Eros menatap Melodi dengan penuh kekecewaan. Hatinya sakit melihat Melodi dengan laki-laki lain.


Kemudian, karena Eros tidak ingin melihat Reihan dengan Melodi. Eros pun segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruang tamu.


Pandangan mata Melodi masih tertuju kepada Eros, ia masih melihat punggung Eros sampai sudah benar-benar tidak terlihat.


" Mel? " Tiba-tiba saja suara Dewi membuyarkan nya.


" Oh...iya tan..eh ma maksudnya...maaf ya ma, aku masih belum terbiasa. "


" It's ok sayang, nggak apa-apa kok...kamu kenapa bengong? "


" Enggak apa-apa ma..."


" Gimana Reihan? Dia baik kan? " Dewi pun menanyakan pendapat Melodi soal Reihan. Dewi ingin memastikan kalau Melodi benar-benar bertemu dengan laki-laki yang tepat.


" Baik kok ma..."


" Syukurlah kalau begitu, mama jadi lega...sekarang kamu jangan anggap mama hanya sebagai ibu kamu, kamu boleh cerita apapun sama mama, anggap mama ini juga sebagai teman curhat kamu ya Mel?"


" Iya ma, makasih ya ma. " Kemudian Melodi pun memeluk Dewi.


Walaupun nasib Melodi begitu malang, setidaknya masih ada orang yang benar-benar tulus menyayanginya, seperti Dewi dan juga Arini.


Arman dan juga Nina sebenarnya juga tulus menyayangi Melodi, namun adakalanya mereka juga bisa bersikap terlalu egois kepada Melodi. Mereka selalu menginginkan yang terbaik untuk Melodi, tapi cara mereka salah. Mereka tidak pernah menanyakan pendapat Melodi. Dan Melodi hanya bisa menurutinya tanpa membantah, karena Melodi juga tahu, bahwa papa dan oma nya hanya ingin yang terbaik untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2