My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 49 Rumah Baru


__ADS_3

*****


Keesokan harinya...


Melodi terbangun dari tidurnya dan melihat Reihan yang sudah berbaring di samping nya. Melodi menatap Reihan kemudian ia beranjak dari tempat tidur nya.


Melodi berjalan menuju dapur dan langsung memasak untuk sarapan nya dan juga Reihan. Setelah sekitar setengah jam, Reihan yang sudah terbangun dan tidak mendapati Melodi di samping nya itu pun langsung mencari Melodi dengan panik, Reihan khawatir jika Melodi akan melakukan hal yang buruk lagi kepada dirinya sendiri.


Dan saat melihat dapur Reihan tampak lega karena mendapati Melodi yang saat ini sedang sibuk memasak di dapur itu. Reihan dengan perlahan menghampiri Melodi dan memeluk Melodi dari belakang.


" hemmm...harum banget sih, lagi masak apa kamu? " Tanya Reihan masih dengan tangannya yang melingkar di pinggang Melodi.


" Kamu udah bangun? "


" Ya udahlah, kalau belum bangun ngapain juga aku di sini? "


" Bukan itu maksud ku Rei..."


" Kamu belum jawab pertanyaan ku, kamu lagi masak apa?"


" Nasi goreng buat kita sarapan nanti, sama aku masak udang saus tiram buat nanti kita makan siang, yaudah kamu mandi gih, abis itu sarapan. "


" Wah, pasti enak deh...ini pertama kalinya aku makan masakan buatan kamu ya Mel, selama kita nikah, aku kan belum pernah kamu masakin, selama ini aku terus yang masakin buat kamu. " Ujar Reihan sambil menyandarkan kepalanya di sela-sela bahu dan juga leher Melodi.


" Ya makanya itu sekarang aku masakin kamu, yaudah sana mandi, nanti kita mulai pindahan ke rumah jam berapa? "


" Iya-iya aku mandi, kita nanti berangkat jam sembilan ya. "


Kemudian Reihan dengan segera menuju kamar mandi, sementara Melodi masih sibuk menyiapkan sarapan, dan memasukkan masakan makan siangnya ke dalam kotak makanan.


Setelah selesai mandi, Reihan langsung menuju meja makan dan menikmati sarapannya bersama dengan Melodi.

__ADS_1


" Wah, enak banget nasi goreng buatan istri ku. " Puji reihan yang sangat lahap memakan makanannya itu.


" Masa sih? Perasaan sama aja sama nasi goreng lainnya. "


"Beda tau, kalo nasi goreng buatan kamu tuh rasanya banyak rasa kasih sayang dan cinta nya, kalo orang lain kan nggak ada. " Gombal Reihan yang langsung membuat Melodi tertawa.


" Apaan sih kamu Rei, gombal banget deh, udah cepetan ah di habisin trus kita langsung berangkat, jangan siang-siang, takut panas nanti. "


Reihan hanya tertawa lalu menghabiskan sarapannya, dan mereka pun segera bergegas untuk menuju rumah baru mereka. Reivan dan Arini pun datang untuk membantu pindahan rumah baru mereka.


" Rei, kayak nya itu Arini sama Reivan deh, kamu bukain sana pintunya, aku mau telfon kurir nya dulu. " Pinta Melodi yang mendengar suara bel pintu berbunyi.


Reihan dengan sigap langsung berjalan menuju pintu apartemennya dan membukakan pintu untuk Arini dan juga Reivan. Reihan langsung mempersilahkan Arini dan juga Reivan untuk segera masuk ke dalam.


" Hei...kalian udah dateng? Padahal nggak perlu repot-repot loh Ar, Van..." Ujar Melodi yang langsung menghampiri sahabatnya itu.


" Nggak repot kok Mel, aku malah seneng bisa terlibat dalam hal penting kayak gini. " Ujar Arini yang sangat senang bisa membantu Melodi.


" Tau nih, Aku juga seneng kok bisa bantu kakak ipar ku. " Ujar Reivan sambil tertawa geli, karena ia memanggil Melodi kakak ipar.


" hahahaa...sama aku juga geli Mel, padahal dulu nggak ada di bayangan aku kalau kamu bakal jadi kakak ipar ku. "


Merekapun tertawa lepas bersama, dan setelah kurir tiba dan mengangkut semua barang bawaan Reihan dan juga Melodi, mereka pun langsung berangkat ke rumah baru Reihan dan juga Melodi.


Setibanya di rumah baru Reihan dan juga Melodi, Arini yang begitu takjub itu pun sampai ternganga, dan ada beberapa pelayan juga yang sudah menunggu kehadiran mereka.



" Wah, ini gila sih Mel, Rei...kamu ngabisin berapa banyak uang buat bikin rumah ini? Kalo aku, sampai aku beruban juga belum tentu bisa bikin rumah kayak gini, kecuali aku beruntung dan berjodoh sama orang hebat kayak kamu Rei, tapi kemungkinannya pasti 0,0000001% deh. Mentok-mentok paling kalo ada udah berumur, atau nggak duda. " Oceh Arini yang terus melihat sekeliling rumah Reihan dan juga Melodi.


" Ya...berdoa aja Ar..." Ujar Reivan sambil tersenyum geli ke arah Arini.

__ADS_1


" Yaudah, kamu nikah aja sama Reivan Ar, aku restuin. " Celetuk Reihan dengan tiba-tiba.


" ahh, nggak Rei, mending aku nikah sama om-om atau duda anak satu. " Ucap Arini sambil bergidik geli karena membayangkan dirinya menikah dengan Reivan.


" Dih, aku juga nggak mau sama dia Rei, ah jadi merinding nih. "


Kemudian Reihan dan Melodi pun tertawa bersamaan melihat tingkah Reivan dan juga Arini yang terlihat sangat menggemaskan. Kemudian tiba-tiba saja Arini teringat Eros.


" Oh ya Mel...semalem Eros mabuk parah, aku nggak tau kenapa dia bisa sampe mabuk gitu, semalem tiba-tiba aja dia telfon aku, dan nggak tau nya itu pelayan bar, dan pelayan itu minta aku buat jemput Eros, aku jemput aja dan aku bawa dia ke hotel nya Reihan, trus dia semalam tidur di kamar hotel nya Reivan. "


" Mabuk? Dan sekarang Eros dimana? " Setelah mendengar cerita dari Arini wajah Melodi pun terlihat khawatir.


Kemudian Reivan melihat ke arah Reihan dan mendapati Reihan yang terlihat masam mendengar cerita Arini.


" Dia nggak apa-apa kok Mel, tadi pagi masih tidur, tapi sebelum berangkat kesini aku beliin obat pereda mabuk sama aku udah siapin sarapan. " Jelas Reivan yang tidak ingin Melodi mengkhawatirkan Eros di depan Reihan.


" Makasih ya Van..." Ujar Melodi, kemudian Melodi kembali terlihat sedih dan murung.


Kemudian, Reihan yang mulai sedikit merasakan kecemburuan itu pun langsung meninggalkan Melodi, Reivan dan juga Arini. Ia naik ke lantai atas dan mencari kesibukan.


Lalu Melodi yang menyadari sikap Reihan yang mulai tidak biasa itupun langsung menyusul Reihan.


" Rei... " Panggil Melodi namun Reihan tak kunjung menoleh dan terus berjalan.


Kemudian Melodi pun berlari dan ingin menyesuaikan langkahnya dengan langkah Reihan, namun tiba-tiba saja Melodi merasa pusing dan mual.


" Hoekk, " Melodi menghentikan langkahnya kemudian memegangi kepala nya yang pusing dan perutnya yang terasa sangat mual.


Reihan yang mendengarnya pun seketika itu langsung menoleh ke arah Melodi dan menghampiri Melodi.


" Ada apa?? " Tanya Reihan yang langsung merangkul tubuh Melodi.

__ADS_1


" Aku tiba-tiba pusing dan sedikit mual. " Jawab Melodi masih memegangi kepala dan perut nya.


Lalu Reihan membawa Melodi ke kamar nya, ia membaringkan tubuh Melodi, namun tiba-tiba Melodi merasakan mual yang teramat sehingga ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang sudah ia makan.


__ADS_2