
*****
Satu minggu kemudian...
Sudah selama satu minggu Melodi selalu di awasi oleh orang suruhan Reihan. Begitu juga dengan Yura, dan Reihan juga selalu memeriksa rekaman-rekaman vidio yang selalu dikirimkan oleh orang-orang suruhannya itu.
Reihan sengaja mengawasi Melodi diam-diam, ia ingin Melodi tetap bergerak dengan bebas tanpa mengetahui ada orang yang sedang mengawasinya.
Dan saat Reihan sedang ingin melakukan perjalanan bisnis yang membutuhkan waktu selama lima hari, Reihan tampak begitu cemas dan khawatir dengan Melodi.
Reihan sempat meminta Melodi untuk ikut dengannya, namun Melodi menolak nya dan memilih untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memang sudah banyak yang menunggu nya.
Reihan melajukan mobil nya dan Reihan menuju butik Melodi. Sesampainya di butik, Reihan langsung masuk ke dalam butik Melodi, Reihan berjalan melewati Arini dan kemudian masuk ke dalam ruangan Melodi.
Melodi terlihat begitu sibuk dengan pekerjaannya. Reihan menghampirinya lalu memeluk tubuh Melodi yang masih duduk di bangku kerja nya.
" Masih banyak kerjaan kamu? " Tanya Reihan lalu mengecup kening Melodi.
" Iya...hari ini kamu berangkat ke Surabaya? "
" Iya...kamu nggak mau antar aku dulu? "
" Maaf sayang...bukan aku nggak mau...tapi kerjaan aku nggak bisa di tinggal..." Ujar Melodi kemudian menatap Reihan dengan tatapan memohon pengertian.
" Tiga puluh menit aja...nggak bisa?? " Reihan kembali bertanya.
Melodi pun berfikir sejenak, lalu ia akhirnya memutuskan untuk mengantar Reihan ke bandara.
" Baiklah..."
Reihan yang mendengar jawaban Melodi itupun langsung tersenyum senang. Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Melodi.
" Ar...aku tinggal sebentar ya...aku mau antar Reihan ke bandara dulu." Pamit Melodi kepada Arini yang juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Oke Mel.." Ujar Arini sambil mengacungkan jempolnya.
Melodi dan juga Reihan pun langsung bergegas menuju bandara. Setelah sampai di bandara, Reihan tampak berat untuk meninggalkan Melodi.
" Sayang...kamu hati-hati ya...dan ingat, kamu harus selalu waspada, aku takut jika Yura menyakitimu lagi saat aku tidak bersamamu. " Ujar Reihan kemudian memeluk tubuh mungil Melodi.
" Iya sayang...tenang aja, aku kan kemana-mana di antar Erwin, dan dia juga selalu menjaga ku. Kamu nggak usah khawatir ya, kamu di sana fokus aja dulu sama pekerjaan kamu. "
__ADS_1
" Iya...tapi tetap aja, kamu harus terus waspada dan hati-hati. Dan satu lagi, selalu kasih kabar...dan selalu jawab panggilan telefon ku. "
" Iya sayang...yaudah sana...aku juga harus kembali ke butik. "
Kemudian Reihan pun turun dari mobil Melodi, dan Melodi segera kembali ke butik nya bersama dengan Erwin supir pribadi nya.
Waktu berjalan begitu cepat, dan pekerjaan pun masih menumpuk. Melodi dan Arini sampai tidak sempat melihat jam di dinding nya. Erwin yang sudah beberapa kali dapat panggilan dari Reihan itu pun langsung menghampiri Melodi.
" Maaf bu, sudah larut malam, dan bapak tadi menelfon saya, bapak minta ibu untuk segera pulang. " Ujar Erwin sambil menunjukkan arah jam di tangannya.
" Ya ampun, nggak sadar udah jam sebelas. Yaudah...kamu tunggu di mobil aja, sebentar lagi saya keluar. "
Melodi pun langsung membereskan beberapa barang bawaan milik nya, kemudian Melodi keluar dari ruangan kerja nya dan menghampiri Arini yang juga masih mengerjakan beberapa pekerjaannya.
" Ar...udah jam sebelas, di lanjut besok aja. " Ujar Melodi sambil membantu Arini merapihkan beberapa baju yang tadi ia packing.
" Ah...udah jam sebelas? Ya ampun...aku kira ini masih jam delapan Mel. " Arini pun terlihat terkejut mengetahui bahwa sudah hampir larut malam dan dirinya belum menyelesaikan pekerjaannya hari ini.
" Iya, aku juga nggak liat jam, untung Erwin tadi masuk dan bilang, kalau nggak bisa sampai pagi kita di sini. "
Dan mereka pun akhirnya pulang ke rumah mereka masing-masing. Sesampai nya Melodi di rumah, ia langsung berjalan menuju kamarnya. Tubuh nya sudah terasa sangat lelah, Melodi pun langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur nya.
Di tempat lain...
Reihan sudah beberapa kali menghubungi Melodi, namun karena handphone Melodi lowbat, jadi Melodi tidak menjawab nya. Reihan menjadi sangat khawatir, walau ia sudah melihat rekaman vidio yang menunjukkan kalau Melodi sudah pulang dengan selamat, tapi perasaannya masih belum tenang sampai ia bisa mendengar suara Melodi.
Kemudian Reihan pun menghubungi Reivan dan bertanya apakah Melodi sudah tidur.
[ Via telfon ]
" Halo Rei...ada apa? "
" Van..Melodi udah pulang kan? Kok nomor nya nggak bisa di hubungin ya? "
" Udah, tadi Melodi langsung naik ke kamar nya, keliatannya sih dia capek banget. Mungkin udah tidur kali Rei. "
" Coba cek Van..."
" Astaga Reihan...Melodi pasti udah tidur...ini udah jam dua belas lewat. Jangan terlalu berlebihan Rei, nggak baik...dan tenang aja, Melodi sehat dan nggak terluka sedikit pun. "
" Ah...maaf Van, aku terlalu khawatir... aku takut terjadi sesuatu aja sama Melodi. "
__ADS_1
" Udah kamu tenang aja, dan fokus dulu sama pekerjaan kamu di sana. Lagi pula Melodi banyak yang jaga. Ada orang-orang suruhan kamu juga kan. Dan Melodi juga pasti belum tau sampai sekarang kalau kamu menyewa orang untuk mengawasinya. "
" Iya Van, yaudah kalau gitu, tolong besok pagi kamu bilang sama Melodi untuk segera menghubungi ku ya.? "
" Iya..."
Dan kemudian Reihan pun menutup panggilan telefon nya. Reihan sudah sedikit lebih lega, walaupun ia juga masih ada rasa cemas yang menyelimutinya.
*****
Keesokan hari nya...
Melodi pagi-pagi sekali sudah berangkat ke butik nya. Ia bahkan tidak sempat sarapan, dan saat dalam perjalanan ke butik tiba-tiba saja ban mobil yang di kendarai Melodi bocor. Melodi juga belum sempat mencharger handphonenya.
" Win? Masih lama? Saya harus buru-buru ke butik. Kalau masih lama, saya naik taksi aja ya.? " Tanya Melodi sambil turun dari mobil nya.
" Jangan bu...sebentar, ada telfon dari bapak, saya angkat dulu. " Ujar Erwin kemudian mengangkat telfon dari Reihan.
Tidak lama kemudian Erwin menghampiri Melodi dan memberikan handphone nya kepada Melodi.
" Bapak ingin bicara dengan ibu. " Ujar Erwin sambil menyerahkan handphonenya kepada Melodi.
Melodi dengan segera meraih handphone Erwin dan mulai berbicara dengan Reihan lewat telfon.
[ Via telfon ]
" Nomor kamu kenapa nggak bisa di hubungi? "
" Maaf Rei, handphone ku lowbat...aku belum sempat charger. "
" Jangan buat aku khawatir Mel, kalau gini cara nya aku jadi nggak fokus kerja. "
" Maaf Rei..."
" Kata Erwin mobil kamu ban nya bocor, tunggu aja, jangan naik taksi. "
" Tapi Rei..."
" Dengarkan aku dan jangan membantah. "
" Baiklah. "
__ADS_1