My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 45 Membuat Pilihan


__ADS_3

*****


Satu jam kemudian...


Terdengar suara bel apartemen Reihan, kemudian Reihan dengan segera membukakan pintu apartemen nya. Dan ternyata Reivan dan juga Arini yang datang. Reihan pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam apartemen nya.


" Melodi dimana Rei? " Tanya Arini sambil melihat ke sekelilingnya.


" Ada di kamarnya Ar...kamu langsung aja ke kamarnya. Oh ya Arini...ini aku tadi masak, dan tadi Melodi lagi sedikit gak mood sama aku, jadi aku minta tolong ya sama kamu buat bujuk dia makan. " Pinta Reihan sambil memberikan nampan yang sudah berisikan makanan untuk Melodi.


" Kalian lagi berantem?? "


Reihan hanya tersenyum kemudian meminta Arini untuk segera masuk ke dalam kamar Melodi.


Tok...tok...tok...


Arini mengetuk pintu kamar Melodi dengan perlahan, kemudian ia membuka kamar Melodi yang kebetulan tidak terkunci itu.


" Mel...??? " Panggil Arini sambil masuk ke dalam kamar Melodi.


" Kamu udah dateng Ar?? Sini..." Melodi pun meminta Arini untuk segera menghampirinya.


" Iya, nih...ada sarapan spesial buat kamu. "


Arini pun memberikan nampan yang berisikan makanan untuk Melodi, dan Melodi dengan segera meraih nampan tersebut.


" Wahh...kenapa harus repot-repot sih Ar..."


" Ini dari Reihan bukan dari aku Mel..." Jelas Arini kemudian tersenyum jahil kepada Melodi.


" Oh..." Lalu Melodi meletakkan nampan tersebut di meja yang ada di samping tempat tidurnya.


" Kenapa Mel?? Kok nggak dimakan? Kamu lagi marahan sama Reihan?? " Tanya Arini yang penasaran.

__ADS_1


" Aku lagi kesel aja Ar sama Reihan. Udahlah, males aku bahas nya. "


" Oh ya...ini apa?? Kamu kenapa? Itu yang di tangan kamu bekas infusan kan? Kamu sakit Mel? "


Arini terlihat sangat terkejut melihat bekas infusan yang ada di tangan Melodi. Kemudian Melodi pun menceritakan kepada Arini tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah mendengar cerita dari Melodi, Arini pun terlihat semakin terkejut, kemudian ia memeluk Melodi. Hati Arini terasa hancur mendengar cerita dari Melodi. Bahkan ingin sekali rasanya Arini menghubungi Eros dan mencaci makinya.


" Aku benar-benar bingung dengan Eros, bagaiman bisa dia memperlakukan kamu seperti itu, dan yang lebih parahnya lagi adalah. Dia seperti terlihat bahagia dengan kepergian mama nya. Pada hal kamu pernah bilang sama aku, kalau Eros sangat menyayangi mama nya. " Omel Arini sambil meluapkan kekesalannya.


" Ya maka dari itu Ar, aku udah nggak bisa mengenali Eros. Dia sudah benar-benar berubah, belum lama mama dan papa pergi, dan di saat aku masih merasa kehilangan mama dan papa ku, Eros malah terlihat baik-baik saja. "


Arini menatap Melodi dengan iba, ia benar-benar merasa amat kasihan dengan sahabatnya itu.


" Kenapa hal-hal buruk selalu menimpamu Mel? Aku bahkan sulit untuk memahami situasi yang sedang terjadi kepada dirimu saat ini Melodi. Semoga tuhan selalu memberikan kekuatan dan ketabahan kepadamu Melodi. I always wish you the best, and I hope you can smile cheerful again. " Batin Arini.


Arini sangat ingin memberikan kebahagiaan kepada Melodi, namun ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Melodi. Arini juga ingin sekali melihat senyuman ceria Melodi seperti dulu.


" Mel...be happy...jangan terlalu terbebani dengan keadaan. Kamu wanita hebat, dan sekarang ada Reihan di samping kamu. Aku yakin, Reihan adalah orang yang tepat. " Ujar Arini kemudian mengusap-usap bahu Melodi.


" Makasih untuk support dari kamu Ar...tapi aku sendiri sampai saat ini belum yakin kalau Reihan bisa membuatku bahagia Ar. " Batin Melodi.


Lalu Arini melepaskan pelukannya, kemudian ia mengambil makanan yang ada di atas nampan tadi dan memberikan nya kepada Melodi.


" Makan ya...aku nggak mau liat kamu dalam kondisi seperti ini lagi. Kamu harus makan yang banyak, supaya kamu punya tenaga untuk menghadapi hari-hari mu Mel. "


Melodi pun tersenyum kepada Arini, lalu ia meraih piring makanan yang sudah ada di hadapannya itu. Akhirnya Melodi mau memakan makanan nya itu. Arini juga terlihat sangat lega melihat Melodi makan dengan sangat lahap.


*****


Di tempat lain...


Reihan mulai membereskan barang-barang nya, Reivan pun membantu Reihan untuk merapikan barang-barang yang akan ia bawa ke rumah barunya.

__ADS_1


Setelah selesai mengemas, Reihan dan juga Reivan pun duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.


" Van..."


" Hmmm..."


" Apa kamu tau mengenai kepergian mama kandung Melodi? " Reihan tiba-tiba saja menanyakan hal tersebut kepada Reivan.


" Aku kurang begitu paham Rei, dulu waktu SMA aku pernah dengar kalau mama nya Melodi itu kecelakaan saat di rawat di rumah sakit. Tapi untuk detail nya aku nggak tau pasti Rei...ada apa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu? "


" Melodi menderita PTSD Van...dan belakangan ini gejalanya semakin parah. Melodi sudah dua kali ingin bunuh diri. Aku masih merahasiakan ini dari Melodi, dia pikir kalau dia sedang tidak stabil dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri karena keadaan. "


" Apa?? PTSD?? " Pekik Reivan yang terkejut mendengar perkataan Reihan.


" Stttt...jangan keras-keras Van..."


" Sorry-sorry Rei...kenapa kamu baru cerita?? Dan dari kapan kamu tau Rei? "


" Aku juga baru tau tidak lama setelah Yura kembali Van. "


" Apa?? Yura kembali?? "


Reivan pun semakin terkejut, ketakutan Reivan selama ini pun akhirnya terjadi. Reivan tau betul kalau Reihan sangat mencintai Yura. Dan Reivan juga sangat mencemaskan Melodi jika Yura tiba-tiba kembali seperti ini.


" Rei...please...jangan buat kesalahan yang bisa buat kamu menyesal nantinya. Sekarang kamu sudah tidak sebebas dulu. Kamu juga harus memikirkan Melodi, kamu jangan sampai meninggalkan Melodi hanya demi Yura. " Ucap Reivan sambil menatap Reihan dengan sangat serius.


" Aku tau Van...dan perasaan ku sama Yura juga sudah tidak seperti dulu. Hanya saja...aku tidak sanggup bila harus menyakiti perasaan Yura. "


" Lalu Melodi? Apa kamu sanggup menyakiti hatinya? " Reivan bertanya dengan tatapan mata yang semakin tajam.


" Melodi...aku menyayangi nya Van...tapi...aku masih belum tau perasaan ku kepada Melodi itu seperti apa. Aku benar-benar dilema, aku tidak bisa memilih antar Melodi dan juga Yura. " Reihan pun menundukkan kepalanya.


" Kamu bodoh Rei...hal semudah itu saja kamu tidak bisa memilih. Yang harus kamu perjuangan kan saat ini adalah Melodi, bukan Yura...seharusnya kamu bisa lebih terbuka dengan perasaan mu sendiri. Yura hanyalah masa lalu Rei, masa lalu yang menyakitkan. Dan...untuk apa kamu harus memilih sesuatu yang menyakitkan untuk kedua kali nya. Kalau aku jadi kamu, sudah pasti aku akan memilih Melodi. Dia gadis baik yang tidak pernah menyakiti siapapun Rei. Malah sebaliknya, Melodi lah yang selalu tersakiti dengan keadaan. "

__ADS_1


Reihan masih tertunduk, ia benar-benar memikirkan apa yang di katakan Reivan barusan. Reihan juga sadar bahwa dirinya sudah tidak akan bisa memulai apa-apa lagi dengan Yura.


__ADS_2