My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 44 Mencari Kepastian


__ADS_3

*****


Pandangan mata Melodi tertuju kepada Yura dan juga Eros yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu apartemen Reihan. Kemudian Melodi meminta Reihan untuk mengantarkannya ke ruang tamu.


Reihan pun mendorong kursi roda Melodi menuju ruang tamu. Melodi tersenyum ke arah Yura, dan Yura pun kembali membalas senyuman Melodi.


Eros terlihat sedikit canggung, kemudian ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Melodi. Kemudian Eros pun duduk berlutut di depan Melodi sambil menggenggam tangan Melodi.


" Kenapa kamu keluar? Kamu harus banyak istirahat Mel..." Ujar Eros yang masih sangat mengkhawatirkan kondisi Melodi.


Reihan kini tidak bisa berbuat apa-apa, jika tidak ada Yura...kemungkinan besar Reihan tidak akan mengizinkan Eros mendekati Melodi seperti itu.


" Aku udah nggak apa-apa kok...kamu nggak perlu khawatir Ros..."


" Mel...sebenarnya kamu sakit apa sih?? " Tanya Yura dengan tiba-tiba.


Kemudian Melodi menoleh ke arah Reihan yang kini tepat berada di belakang Melodi. Lalu ia kembali menatap Yura.


" Aku...empphhh...ada sedikit kecelakaan, jadi..." Belum sempat Melodi menjelaskan nya kepada Yura, tiba-tiba saja Reihan menarik kursi roda Melodi dan membawanya kembali masuk ke dalam kamar nya.


Yura dan Eros pun hanya bisa saling bertatapan dengan tatapan yang penuh tanda tanya. Yura juga sempat terkejut melihat sikap Reihan barusan.


Setelah masuk ke dalam kamar Melodi, Reihan langsung menutup pintu kamar Melodi dan menguncinya dari dalam.


" Ada apa Rei? " Tanya Melodi yang juga bingung karena tiba-tiba Reihan membawa nya masuk ke dalam kamarnya.


" Kamu mau kasih tau Yura kalau kamu mencoba untuk bunuh diri? Apa kamu bodoh?? " Ujar Reihan sambil membelalakkan kedua matanya.


" Aku cuma mau menjelaskan apa yang terjadi Rei...dan kenapa sikap kamu seperti ini?? "


" Aku nggak izinin kamu buat bicara sama Yura, udah...kamu di sini aja. "


Kemudian Reihan meninggalkan Melodi di dalam kamar Melodi sendirian. Reihan menutup kamar Melodi dan ia juga mengunci Melodi di dalam. Reihan pun kembali menghampiri Yura dan juga Eros.


" Ra...Ros...lebih baik kalian pulang aja ya...Melodi mau istirahat, aku juga mau istirahat. "


Reihan pun meminta Yura dan juga Eros untuk segera pulang dan meninggalkan apartemen nya. Lalu Yura dan juga Eros pun akhirnya pulang.


Reihan kembali membuka pintu kamar Melodi, kemudian ia masuk ke dalam kamar Melodi. Dan Melodi masih duduk di atas kursi roda nya.


" Maaf Mel...aku nggak bermaksud buat marah-marah sama kamu tadi, aku cuma nggak mau sampai Yura tau kondisi kamu Mel. " Ujar Reihan sambil menggenggam tangan Melodi.


" Kamu malu punya istri kayak aku Rei? " Melodi terlihat kesal.

__ADS_1


" Bukan gitu Mel...aku nggak malu...aku cuman nggak mau Yura tau kelemahan kamu Mel. Apa lagi aku belum memberitahu Yura hubungan kita yang sebenarnya. "


" Memangnya kenapa kalau Yura tau Rei? Toh lambat laun Yura pasti akan mengetahui segala nya. Dan hubungan kita? Apa kamu sudah meyakinkan hati mu? Apakah kamu sudah bisa menerima ku sebagai pengganti Yura di hati kamu Rei? "


" Maaf Melodi...aku menyayangimu, aku juga selalu mengkhawatirkan mu, tetapi jika aku berhadapan dengan Yura, aku juga tidak bisa melukai hati nya. "


" Jangan memberiku harapan Rei, jika kamu tidak bisa memberikan hatimu sepenuhnya untukku. Lebih baik jangan memberikan harapan kepadaku Rei. Aku tidak ingin merasakan kekecewaan lagi, aku juga tidak mau memberikan hati ku ini dengan mudah kepada orang lain. Apa lagi orang itu tidak bisa mencintaiku. Bahkan untuk saat ini, aku juga sudah tidak bisa membuka hati ku kembali untuk Eros. Semua rasa sakit dan kekecewaan sudah memenuhi diriku. "


" Mel..."


" Aku capek, aku mau istirahat...tolong bantu aku ke tempat tidur Rei. " Pinta Melodi kepada Reihan.


Reihan pun tidak bisa berkata-kata lagi, semua yang di katakan Melodi memang benar. Reihan sadar, saat ini dirinya belum pantas mendapatkan hati Melodi. Kemudian Reihan menggendong tubuh mungil Melodi dan merebahkan tubuh Melodi di atas tempat tidur Melodi.


Dan saat Reihan ingin berbaring di samping Melodi.


" Kamu tidur di kamar kamu aja Rei, aku lagi pengen sendiri. " Ujar Melodi sambil memejamkan matanya.


Tanpa sepatah katapun Reihan langsung menuruti permintaan Melodi. Ia pun meninggalkan Melodi sendiri di dalam kamar nya.


Keesokan harinya...


Terdengar dering handphone Melodi, Melodi pun terbangun dan dengan segera mengangkat telfon nya.


[ Via telfon]


" Halo Mel..."


" Ah...Arini?? Iya Ar...ada apa pagi-pagi udah telfon aku? "


" Kamu ke butik jam berapa Mel? Ini udah jam delapan. "


" Ke butik?? Aku lagi libur dulu Ar..."


" Libur?? Tumben banget kamu Mel? Aku lagi di butik kamu, kontrak ku udah habis dan rencana nya aku mau kasih kamu surprise, eh kamu nya malah libur. "


" Serius kamu? Tapi aku lagi nggak bisa ke butik Ar, gimana kalau kamu ke apartemen aku aja. "


" Oke deh, kebetulan banget nih aku lagi sama Reivan. "


" Sama Reivan? "


" Iya, aku tadi ketemu dia pas mau ke butik kamu, dan katanya dia mau ke apartemen Reihan. "

__ADS_1


" Oh gitu, yaudah aku tunggu ya.."


" Oke Mel...see you.."


Melodi pun mematikan panggilan telefon tersebut.


Krekkkk....terdengar suara seseorang yang sedang membuka pintu kamar nya. Dan ternyata Reihan sudah bersama dengan dokter Aris dan perawat yang selalu bersama dengan dokter Aris.


" Pagi Melodi...gimana kondisi kamu sekarang? Apa ada keluhan? " Sapa dokter Aris sambil menanyakan kondisi Melodi saat ini.


" Pagi dok...nggak ada keluhan dok."


" Oke bagus kalau begitu, maaf ya Melodi...saya periksa dulu jahitan nya. " Kemudian dokter Aris memeriksa kondisi jahitan di perut Melodi.


" Oke...udah bagus, besok juga kamu udah bisa jalan seperti biasa. " Lanjut dokter Aris sambil memberitahukan kepada Melodi tentang kondisi jahitan yang ada di perutnya.


Melodi pun mengangguk sambil tersenyum kepada dokter Aris.


" Makasih ya dok..."


" Iya sama-sama Melodi, saya akan buatkan beberapa resep obat untuk kamu ya, dan ingat...jangan terlalu banyak pikiran, kamu harus rileks. "


" Iya dok..."


" Kalau begitu saya pamit dulu. "


Kemudian dokter Aris dan perawat itu pun pamit, dokter Aris juga sudah membuatkan resep obat untuk Melodi.


Setelah mengantar dokter Aris dan juga perawat tersebut keluar dari apartemen nya. Reihan pun kembali menuju kamar Melodi.


" Kamu udah baikan? Masih ada yang sakit nggak?? " Tanya Reihan kemudian duduk di samping tempat tidur Melodi.


" Iya, aku udah baik-baik aja...kamu nggak ke hotel?? "


" Nggak, aku udah serahin kerjaan aku untuk beberapa hari ini sama sekretaris aku. Dan aku mau fokus ngerawat kamu dulu sampai kamu benar-benar sembuh. "


" Nggak usah repot-repot Rei, aku baik-baik aja kok. Dan besok juga aku udah bisa jalan sendiri kata dokter Aris. "


" Aku tetep mau jagain kamu. "


" Yaudah terserah kamu aja. "


" Oh ya Mel...aku lupa...lusa kita udah bisa nempatin rumah kita. "

__ADS_1


Melodi tidak memberikan respon apapun, ia hanya diam tanpa berkata apa-apa kepada Reihan. Reihan pun semakin bingung, ia sudah berusaha untuk memahami dan juga mengerti keadaan Melodi saat ini. Namun, lagi-lagi...Reihan hanya lah manusia biasa, ia juga bisa lelah dengan keadaan.


Reihan yang merasa Melodi sedang tidak ingin berbicara dengannya untuk saat ini, kemudian Reihan kembali mencoba untuk memahami situasi dan keadaan Melodi. Reihan pun keluar dari kamar Melodi dan kembali ke kamarnya.


__ADS_2