
*****
Yura yang sedang melihat ke arah Melodi itupun kemudian melemparkan senyuman mengembang di wajah nya.
" Sudah beres kan Ros? Ayo kita pulang..." Ujar Yura kemudian menarik tangan Eros untuk segera keluar dari butik Melodi.
Dan, mereka pun meninggalkan butik Melodi, Arini masih mengamati wajah Melodi kemudian ia menghampiri Melodi.
" Mel..." Panggil Arini sambil menyentuh bahu Melodi.
Melodi pun dengan spontan menoleh ke arah Arini. Dan Arini tersenyum ke arah Melodi sambil menganggukkan kepala nya.
" Kita fokus aja sama pekerjaan kita ya Mel, nggak usah mikirin hal yang nggak penting. "
" Iya Ar..."
Kemudian Melodi kembali ke ruangan nya, ia kembali menyibukkan diri. Dan ia melihat secangkir teh yang sudah di buatkan oleh Arini seperti biasa.
Melodi meraih cangkir tersebut, lalu ia meneguk teh tersebut dengan perlahan.
" Ahh...emang best teh buatan Arini. " Gumam Melodi kemudian meletakkan cangkir teh itu kembali di meja nya.
Dan saat ia ingin duduk di kursinya, tiba-tiba saja ia merasa perutnya sangat melilit. Melodi dengan segera berjalan menuju toilet.
Sudah sekitar lima kali Melodi hanya bolak-balik ke toilet. Arini berjalan ke ruangan Melodi, dan berniat ingin memberikan Melodi sebuah sketsa kasar yang sudah di buat nya.
Arini membuka pintu ruangan Melodi, namun ia tidak melihat Melodi. Kemudian Arini mengetuk pintu kamar mandi di sebelah ruangan Melodi.
tok...tok...tok...
" Mel... kamu di dalam? " Tanya Arini sambil mendekatkan telinga nya ke pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Iya Ar...perut aku melilit banget....kayak nya aku diare Ar...bisa tolong belikan aku obat diare Ar? " Suara Melodi terdengar sangat lemas.
Tentu saja Melodi merasa sangat lemas dan juga lelah. Ia tak kunjung berhenti buang air besar. Dan Arini pun dengan segera menuju apotik terdekat, ia membelikan Melodi obat diare lalu kemudian memberikannya kepada Melodi.
" Mel...ini obat nya. " Ujar Arini sambil membawa obat dan segelas air putih.
Melodi yang sudah berada di ruangannya itu pun langsung meraih obat dan segelas air putih tersebut dari tangan Arini. Dan Melodi pun langsung meminum obat tersebut.
" Ya ampun Mel...kamu pucat banget, kamu pulang aja ya, biar sisa nya aku yang selesaikan. " Arini terlihat tidak tega melihat wajah Melodi yang sudah pucat itu, serta tubuh Melodi pun terasa dingin.
Kemudian Melodi mengangguk, dan saat Melodi ingin beranjak dari duduk nya, tiba-tiba perut nya terasa melilit lagi. Melodi dengan sisa-sisa tenaga nya itu pun langsung berjalan dengan cepat menuju toilet.
" Ya ampun Mel..." Gumam Arini kemudian Arini berinisiatif untuk menelfon Reihan dan memberitahukan keadaan Melodi.
Reihan yang mendengar kabar dari Arini itu pun dengan segera langsung menuju butik. Reihan melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Setelah sampai di butik Melodi, Reihan langsung ke ruangan Melodi. Dan saat ia membuka pintu ruangan Melodi, ternyata hanya ada Arini di dalam nya.
" Melodi mana Ar? " Tanya Reihan dengan wajah nya yang sudah sangat mengkhawatirkan Melodi.
" Apa yang dia makan di butik? " Tanya Reihan menyelidik.
" Melodi nggak makan apa-apa Rei, dia cuma minum teh buatan ku ini. Tapi masa gara-gara teh? " Ujar Arini kemudian menunjuk teh yang ada di atas meja Melodi.
" Ar, tadi ada apa Eros dan Yura datang ke butik? " Tanya Reihan yang tiba-tiba membahas Eros dan juga Melodi.
Arini pun terlihat terkejut, Arini heran kenapa Reihan bisa tau kalau Eros dan Yura baru saja dari butik Melodi.
" Kamu kok bisa tau? Apa Melodi cerita sama kamu? " Arini pun kembali bertanya karena ia merasa penasaran dengan Reihan, yang tiba-tiba menanyakan Eros dan juga Yura itu.
" Itu nggak penting, nanti aku jelasin tapi nggak sekarang Ar. Kenapa Eros dan Yura kemari? "
" Mereka pesan gaun dan jas untuk acara launching clothing milik Yura minggu depan. " Jelas Arini sambil menatap Reihan dengan heran.
__ADS_1
" Apa ada yang mencurigakan? Atau Yura sengaja mendekati minuman Melodi atau semacam nya? "
Arini pun terdiam, ia berpikir sejenak dan teringat di saat Yura ingin pergi ke toilet tadi. Dan sangat aneh ketika Yura menolak tawarannya untuk mengantarkannya ke toilet.
" Aku ingat...tadi Yura sempat ke toilet, dan itu cukup mencurigakan. Apa diam-diam Yura masuk ke dalam ruangan Melodi. Bisa jadi sih, soal nya tadi aku sama Melodi sibuk membantu Eros memilih gambar contoh desain. " Jelas Arini dengan tatapan mata yang sangat meyakinkan.
" Pasti...ini pasti perbuatan Yura, siapa lagi? "
" Tapi kita nggak bisa asal menyimpulkan juga Rei, ah aku jadi bingung. " Ujar Arini yang terlihat sedikit bingung dengan situasi yang terjadi.
Dan di tengah perbincangan yang sedang di perdebatkan oleh Reihan dan juga Arini, tiba-tiba saja Melodi masuk ke dalam ruangan nya. Melodi memegang pintu ruangannya dan berjalan terhuyung ke arah Reihan dan juga Arini.
Reihan dengan sigap langsung menghampiri Melodi dan membantu nya berjalan. Namun kaki Melodi terasa sangat lemas, Reihan juga menyadari tubuh Melodi yang sudah gemetar. Kemudian Reihan langsung membopong Melodi dan membawanya masuk ke dalam mobil nya.
Sebelum melajukan mobil nya, Reihan menghubungi dokter Aris dan memintanya untuk segera datang ke rumahnya. Dan kemudian Reihan melajukan mobil nya.
Sesampai nya di rumah, Reihan langsung membawa Melodi ke kamar nya.
" Apa yang terjadi Rei? Melodi kenapa? " Tanya Ayumi sambil mengikuti langkah kaki Reihan dari belakang.
" Melodi sakit ma...seperti nya diare. " Ujar Reihan sambil menaiki anak tangga.
Setelah sampai di kamar nya Reihan langsung membaringkan tubuh Melodi di atas tempat tidur nya. Dan tidak lama kemudian dokter Aris pun tiba.
Dokter Aris langsung memeriksa tubuh Melodi dan setelah itu ia meresepkan beberapa obat untuk Melodi.
" Pak Reihan...apa ibu Melodi mengkonsumsi obat pencuci perut? " Tanya dokter Aris sambil memberikan resep obat kepada Reihan.
" Setahu saya enggak dok, memang kenapa dok? "
" Ini bukan seperti diare biasa, karena perut ibu Melodi benar-benar kosong, dan kembung, bu Melodi juga merasakan kram di perut nya serta kepala nya tiba-tiba terasa pusing. Itu adalah efek samping dari obat pencuci perut. " Jelas dokter Aris.
" Ah begitu dok...kalau begitu terimakasih karena dokter sudah menyempatkan kemari. "
__ADS_1
Dokter Aris pun langsung pergi meninggalkan rumah Reihan. Dan Reihan dengan segera memberikan resep obat tersebut kepada Erwin dan meminta Erwin untuk membeli nya di apotik.