My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 9 Terlalu Sakit


__ADS_3

*****


Melodi berjalan sepanjang jalan, ia bahkan tidak tau arah dan tujuan nya. Pandangan mata nya pun kosong tanpa arti. Hati nya hancur berkeping-keping, ia tak sanggup membayangkan bagaimana diri nya nanti berhadapan dengan Eros sebagai saudara tiri.


Kenangan-kenangan manis diri nya dan Eros pun terus bermunculan di benaknya. Sungguh malang nasib Melodi, di saat ia benar-benar menemukan seseorang yang tulus mencintai nya, di saat ia mulai merasakan benih-benih kebahagiaan dalam hidup nya. Takdir harus berkata lain, kebahagiaan tidak semudah itu berpihak kepada Melodi.


" Tuhan..!! Kenapa? Kenapa harus Eros? Jika engkau memberikan perasaan yang begitu besar pada hamba, kenapa harus Eros? Kenapa harus Eros yang begitu aku cintai? Dan kenapa juga harus Eros yang merenggut semua kebahagiaan itu? Apa ini adil? Apa salah ku? Aku hanya ingin bahagia dengan orang yang bisa membahagiakan ku, apa itu salah? " Batin Melodi.


Melodi terus berjalan tanpa melihat arah tujuan nya, ia pun tidak tau sudah berjalan sejauh mana. Bahkan Melodi tidak merasakan sakit pada kaki nya yang kini sudah berdarah karena heels nya.


Tanpa Melodi sadari, sedari tadi Eros mengikuti Melodi dengan mobil nya. Eros tidak berani untuk menghampiri Melodi. Ia takut Melodi akan berlari dan menghindari nya. Eros hanya bisa membuntuti Melodi diam-diam.


Kini langkah Melodi sudah terlihat berat dan ia mulai kehilangan keseimbangan. Melodi pun duduk di pinggir trotoar sambil melihat ke arah kaki nya yang sudah berdarah dan sedikit bengkak.


Kemudian Melodi meraih handphone yang ada di dalam tas nya. Yang terpikirkan oleh Melodi saat ini hanyalah Arini. Melodi pun langsung menghubungi Arini.


[ Via telfon ]


".... "


" Halo Mel, "


" Ar...hiks..hiks..hiks.."


" Kamu nangis Mel? "


" Ar, aku..."


" Kamu dimana? "


" Nggak ta...u, aku..."


" Udah, sekarang share lokasi kamu, aku jemput, sekarang. "


Arini yang khawatir mendengar sahabat nya itu menangis terisak itu pun segera mematikan telfonnya dan meminta Melodi untuk mengirim lokasi nya saat ini.


Setelah Melodi mengirim lokasi nya saat ini, dengan segera Arini mengendarai mobil nya menuju alamat yang di kirim oleh Melodi.


Eros masih memandangi Melodi dari kejauhan, hati nya sangat hancur melihat keadaan Melodi. Tapi Eros tidak bisa berbuat apa-apa untuk Melodi. Ia hanya bisa mengamati dan memandangi gadis yang di cintai nya itu dengan perasaan yang hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, mobil Arini pun berhenti tepat di depan Melodi. Arini turun dari mobil nya dan sangat terkejut melihat Melodi yang sudah beruraian air mata dan terlihat berantakan.


Orang di sekitar yang melihat Melodi pun memberikan tatapan iba dan aneh kepada Melodi. Kemudian Arini melihat ke arah kaki Melodi yang sudah lecet dan mengeluarkan darah lalu sedikit membengkak itu.


" Mel, kamu kenapa? Kok bisa kayak gini? "


Arini membantu Melodi berdiri dan memapah nya berjalan masuk ke dalam mobil nya.


Eros yang melihat Arini datang itu pun sedikit lega, karena Melodi masih punya seseorang untuk bersandar. Eros yang tidak kenal siapa Arini itu pun cukup bersyukur dan berterimakasih kepada Arini.


" Syukurlah ada wanita itu, aku nggak tau siapa, tapi aku bersyukur karena untuk saat ini Melodi nggak sendirian, " batin Eros.


Arini pun melajukan mobil nya dan membiarkan Melodi menenangkan diri nya. Arini tidak banyak bertanya, karena ia tau, di saat-saat seperti ini sahabat nya itu pasti butuh waktu untuk menceritakan semua keluh kesah nya kepada Arini.


Setelah 15 menit berada di dalam mobil Arini, akhir nya Melodi mulai membuka suara nya. Dan mulai melihat ke arah Arini.


" Ar, "


" Iya Mel, kenapa? "


" Aku malem ini tidur di tempat kamu ya? "


Sesampainya di rumah Arini, Melodi langsung masuk ke dalam kamar Arini dan membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur Arini.


" Mel, ganti baju dulu ya, " Arini memberikan satu set piyama kepada Melodi.


Melodi mengambil piyama tersebut dan mengenakan nya. Kemudian ia kembali berbaring di atas tempat tidur Arini.


Arini yang dari tadi memperhatikan kaki Melodi itu pun tidak tega melihat nya. Arini mencari kotak p3k nya dan mengambil beberapa obat luka luar. Lalu Arini kembali ke kamar nya dan mengobati kaki Melodi dengan perlahan.


Melodi hanya berbaring sambil memeluk guling, masih dengan tatapan kosong nya. Ia bahkan tidak merasa kesakitan karena luka di kaki nya.


Setelah Arini mengobati luka di kaki Melodi, Arini pun kini duduk di hadapan Melodi. Arini membelai lembut rambut sahabat nya itu.


" Mel, "


Melodi yang menyadari panggilan Arini itu pun tersadar dari lamunan nya. Kemudian ia menatap Arini dan kini Melodi kembali menangis sambil memeluk Arini.


" Kamu kenapa sih Mel? Coba cerita sama aku, "

__ADS_1


" Eros Ar, "


" Kenapa Eros? Dia selingkuh? "


Melodi menggelengkan kepala nya dan kini menangis semakin kencang.


" Terus kenapa Mel? Nggak biasa nya lho kamu kayak gini, ada apa sih? Please tell me, "


" Aku sama Eros...aku...aku...udah nggak...bisa sama...Eros Ar, "


" Iya, tapi kenapa? Kalo Eros nggak selingkuh, trus masalah nya apa? "


" Papa, "


" Kenapa? Om Arman nggak setuju sama hubungan kalian? "


Karena Melodi bicara dengan sesegukan, jadi Arini pun makin bingung dengan penjelasan Melodi yang setengah-setengah itu.


" Sekarang kamu tarik nafas dulu, tenangin diri kamu, kalo udah, coba kamu cerita lagi, pelan-pelan aja, "


Melodi pun mengikuti arahan dari Arini, ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya. Kemudian ia mencoba menenangkan diri nya sejenak. Kini Melodi sudah siap untuk menceritakan segala nya kepada Arini.


" Papa mau nikah Ar, dan yang mau di nikahin sama papa itu tante Dewi, mama nya Eros...dan pernikahan papa dua hari lagi Ar, aku harus gimana? Eros nggak mau nyakitin mama nya, tapi aku Ar, aku gimana? "


" Ya ampun Mel, kamu udah ngomong sama om Arman? "


Melodi menggelengkan kepala nya, sebenarnya setelah mendengar perkataan Eros. Melodi juga sedikit memikirkan Arman. Ia juga takut jika harus mengorbankan kebahagiaan papa nya demi kebahagiaannya.


" Mel, coba kamu pelan-pelan obrolin sama om Arman, "


" Aku takut Ar, aku takut ngerusak semua nya, aku juga belum pernah liat papa sebahagia itu. Aku nggak tau harus apa Ar, aku bener-bener nggak tau harus ngapain, hati ini hancur, tapi di sisi lain aku juga harus bahagia ngeliat kebahagiaan papa, aku nggak bisa egois kan Ar? Kalo aku harus kasih tau papa yang sebenar nya, aku egois Ar, dan papa...papa pasti nggak akan egois kayak aku kan Ar? "


" Mel, " Arini memeluk tubuh Melodi dengan sangat erat.


" Mel, kenapa kejadian kayak gini harus menimpa kamu sih Mel? " Batin Arini.


Melodi pun menangis hebat di pelukan Arini, hari ini ia ingin melepaskan segala sesak di dada nya. Melodi sangat ingin bersikap egois, tapi dalam hati kecil nya, ia juga ingin melihat Arman bahagia. Tanpa Arman Melodi bukan lah siapa-siapa, selama ini Arman juga telah banyak mengorbankan segala nya untuk Melodi. Ia bahkan bekerja tanpa mengenal waktu pun hanya demi kebahagiaan Melodi.


__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏


__ADS_2