
*****
Setelah selesai makan, Melodi dan Arini pun keluar dari dalam kamar Melodi. Arini membantu Melodi berjalan dengan memegangi lengan tangan Melodi.
" Hei Van...tumben kamu kesini? " Sapa Melodi sambil berjalan ke arah Reivan dan juga Reihan.
" Ehh Mel...iya nih...aku mau bantu-bantu Reihan packing barang-barang nya. Gimana keadaan kamu? "
" Udah jauh lebih baik kok Van. "
Kemudian Melodi duduk dengan Arini sambil berhadapan dengan Reihan dan juga Reivan.
" Ar...Melodi udah makan kan?? " Tanya Reihan kepada Arini.
" Udah kok Rei, kenapa musti nanya ke aku sih, kenapa nggak tanya ke Melodi langsung. Orangnya kan ada di depan kamu Rei. " Jawab Arini sambil melirik ke arah Melodi.
Melodi menatap Reihan sejenak lalu mengalihkan pandangannya lagi. Ia masih sedikit kesal dengan Reihan yang masih membuatnya bertanya-tanya.
Kemudian Arini dan Reivan pun saling melirik satu sama lainnya. Suasana nya sudah berubah menjadi canggung, mereka berdua pun menyadari bahwa kehadiran mereka berdua saat ini sangat tidak tepat dengan situasi yang terjadi di antara Melodi dan juga Reihan. Lalu, akhirnya Reivan pun memutuskan untuk berpamitan.
" Mel, Rei...kayak nya aku sama Arini pamit pulang dulu deh, ini juga udah kelar Reihan packing barang nya. "
" Iya Mel...aku masih ada janji juga..." Lanjut Arini yang langsung paham maksud dari Reivan.
" Yahhh Ar...kok cepet banget sih pulang nya..." Rengek Melodi yang masih belum puas berbincang-bincang dengan Arini.
" Nanti kalau kamu udah sembuh ya Mel...ini aku beneran ada janji Mel..."
" Oke deh, hati-hati ya kalian..."
Arini dan Reivan pun akhirnya meninggalkan apartemen Reihan. Kini hanya tersisa Melodi dan juga Reihan. Kemudian Melodi beranjak dari duduk nya, ia berniat untuk kembali masuk ke dalam kamar nya, tapi...
" Mel..." Reihan langsung beranjak dari duduk nya dan berdiri tepat di depan Melodi.
Melodi menatap kedua mata Reihan masih dengan wajah masam nya.
" Ada apa? " Tanya Melodi dengan wajah datar.
__ADS_1
" Aku minta maaf. " Kemudian Reihan memeluk tubuh mungil Melodi.
Melodi pun melepaskan tubuhnya dari pelukan Reihan dengan perlahan.
" Aku sangat membenci kalimat itu Rei...jangan meminta maaf jika kamu akan mengulangi kesalahan yang sama. Jika kamu mengatakan kalimat itu, kamu harus bisa mempertanggung jawabkan nya Rei. " Ujar Melodi kemudian berlalu pergi meninggalkan Reihan yang masih berdiri terpaku itu.
Saat Melodi sudah masuk ke dalam kamarnya, Reihan dengan segera menghubungi Yura. Dan ia meminta Yura untuk menemuinya di restoran yang sama saat ia bertemu dengan Yura kemarin.
Sesampainya di restoran, Reihan langsung duduk di sebuah bangku sambil menunggu kedatangan Yura. Reihan sudah memantapkan hatinya, dan ia juga sudah memutuskan untuk memberitahu Yura tentang hubungannya dengan Melodi saat ini.
" Hei Rei...lama nggak nunggu nya?? Maaf ya, tadi sedikit macet. " Sapa Yura yang baru saja datang dan langsung duduk di depan Reihan.
" Nggak kok Ra, aku juga baru sampai. "
" Ada apa Rei? Kok tiba-tiba ngajak aku ketemu, jangan-jangan kamu kangen ya sama aku? " Goda Yura sambil melemparkan senyuman lebar kepada Reihan.
" Ra...aku mau to the point sama kamu, aku tidak akan menceraikan Melodi. "
" Apa?? Maksud kamu apa Rei? Kenapa kamu tidak ingin menceraikan Melodi? Kalian tidak saling mencintai kan? "
" Maaf Ra... perasaan ku sudah tidak seperti dulu lagi, semua sudah berakhir...dan tidak ada harapan untuk hubungan kita kedepannya. "
" Apa kamu sudah tidak mencintaiku? " Air mata Yura sudah mulai menggenang di mata nya.
" Maaf Ra..."
" Dan Melodi? Apa kamu mencintainya?? "
Reihan tidak bisa menjawab pertanyaan Yura tersebut, ia hanya menundukkan kepala nya.
" Rei...jawab aku...apa kamu mencintai Melodi?? " Kini Yura sudah meninggikan volume suaranya, sehingga beberapa pelanggan yang datang di restoran itu menoleh ke arah mereka berdua.
Kemudian Reihan menatap Yura dengan tatapan mata yang penuh dengan rasa bersalah. Ia benar-benar tidak tega untuk menyakiti wanita yang pernah di cintai nya itu. Tetapi, Reihan juga harus bisa tegas dengan perasaanya sendiri. Walau ia belum bisa mengakui perasaannya sendiri saat ini.
" Melodi adalah istriku, dan aku pasti akan mencintainya. "
__ADS_1
Mendengar jawaban Reihan, Yura pun langsung tersenyum.
" Syukurlah kamu tidak mencintai Melodi, dan aku berharap kamu tidak akan pernah mencintai Melodi. " Ujar Yura sambil tersenyum lega.
Reihan terkejut melihat ekspresi yang diberikan oleh Yura barusan. Ia bertanya-tanya kenapa Yura terlihat begitu senang. Padahal ia sudah jelas-jelas ingin memutuskan hubungan nya dengan Yura, dan tidak memberikan Yura kesempatan kedua.
" Ada apa Ra? Kenapa kamu tersenyum? Aku serius dengan perkataan ku. Aku tidak akan menceraikan Melodi. "
" Oke, tidak masalah jika kamu tidak ingin menceraikan Melodi, setidaknya dalam pernikahan kalian tidak ada cinta. Dan aku cukup lega, karena masih ada ruang di hati kamu untukku Rei. " Ujar Yura masih dengan senyuman mengembang di bibirnya.
" Tetapi, aku juga sudah tidak mencintai mu Yura. Mungkin untuk saat ini aku belum bisa membuka hati ku sepenuhnya untuk Melodi. Tapi aku yakin, suatu saat nanti aku akan mencintai Melodi. "
Mendengar kalimat yang di lontarkan oleh Yura, entah kenapa membuat Reihan menjadi sangat kesal. Reihan tak habis pikir Yura tidak bisa menghargai sebuah pernikahan yang suci.
Yura juga terlihat kesal mendengar perkataan Reihan, kemudian Yura beranjak dari duduk nya.
" Aku pastikan kamu merasakan rasa sakit yang sama seperti rasa sakit yang saat ini sedang aku rasakan Rei. Jangan membenciku jika aku membuat mu tidak bahagia dengan Melodi, karena itu adalah pilihan mu. Ingat...kebahagiaan mu adalah bersama ku Rei. " Yura mengancam Reihan kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Reihan.
Reihan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya, dan ia pun kembali ke apartemen nya.
Reihan masuk ke dalam apartemen nya dan melihat Melodi yang sedang sibuk merapihkan barang-barang miliknya.
" Kamu ngapain Mel?? Jangan angkat yang berat-berat dulu, nanti jahitan kamu lepas lagi. "
Reihan pun langsung merebut sebuah kotak yang berisikan barang-barang Melodi dari tangan Melodi.
" It's oke Rei...ini nggak berat kok..."
" Udah, kamu duduk aja...biar aku yang beresin. "
" Udah selesai kok Rei, tinggal yang kamu pegang itu aja. " Ujar Melodi kemudian duduk di sebuah kursi.
Kemudian Reihan meletakkan barang tersebut di dekat barang yang sudah ia susun sebelum nya. Lalu Reihan menghampiri Melodi, dan dengan tidak terduga Reihan mengecup kening Melodi dan memeluk Melodi.
" Mulai hari ini, aku akan berusaha untuk mencintai mu Mel. "
__ADS_1
Kalimat Reihan cukup membuat jantung Melodi berhenti berdetak. Melodi tidak tau kenapa Reihan tiba-tiba mengatakan hal seperti itu kepada nya.