
*****
Kemudian Reihan dengan segera membawa Melodi ke rumah sakit. Eros yang terkejut dengan tindakan Melodi tersebut pun hanya bisa termenung. Kemudian ia menyusul mobil Reihan yang sudah mulai melaju melewatinya.
Melodi masih memegangi perut nya, Reihan melajukan mobil nya dengan sangat kencang. Kemudian saat sampai di rumah sakit, Melodi menggenggam tangan Reihan.
" Rei...a...ku..." Suara Melodi terbata-bata, ia berkata sambil menggelengkan kepala nya. Ia memberi isyarat kepada Reihan bahwa diri nya tidak ingin masuk ke dalam rumah sakit.
" Iya aku tau, tapi situasi nya nggak memungkinkan Mel...kamu harus cepat di tangani...kamu tunggu sebentar ya...aku hubungi dokter Aris dulu. "
Reihan pun menelfon dokter Aris, dan tidak perlu menunggu lama, dokter Aris pun datang dengan seorang perawat yang mendampingi nya.
Dan saat itu juga dokter Aris langsung memberikan suntikan untuk membius Melodi. Melodi kemudian tidak sadarkan diri dan dengan segera di larikan ke ruang operasi.
Reihan masih menunggu Melodi di ruang tunggu pasien, sedangkan Eros...saat Eros sampai di rumah sakit, ia masih terdiam di dalam mobil nya. Ia benar-benar di buat syok dengan tindakan Melodi yang benar-benar tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Kemudian Eros turun dari mobil nya dengan terhuyung, ia masih terbayang-bayang wajah Melodi yang sedang menusuk diri nya sendiri itu. Lalu Eros masuk ke dalam rumah sakit dan dengan segera menghampiri Reihan yang sudah terlihat sedang menunggu di ruang pasien itu.
Eros tidak mengucapkan sepatah kata pun, ia hanya diam dan duduk di sebuah bangku ruang tunggu. Reihan yang melihat ke arah Eros itupun langsung menghampiri Eros.
" Melodi menderita PTSD, kondisi mentalnya saat ini juga tidak stabil. Ini bukan yang pertama kali Melodi mencoba untuk menyakiti dirinya sendiri. Dokter Aris yang menangani Melodi, dia bilang penderita PTSD memang sering menyalahkan dirinya jika terjadi sesuatu kepadanya. Dan emosi yang di miliki Melodi pun bisa berubah-ubah. Sebelum nya tidak separah belakangan ini, Namun...Melodi memang sudah lama menunjukan gejala tersebut, terutama dengan rumah sakit, tapi baru-baru ini gejala nya semakin parah karena kejadian-kejadian buruk yang terus menimpanya. "
Reihan mencoba menjelaskan apa yang sedang di alami oleh Melodi kepada Eros. Dan Eros hanya tertunduk sambil memegangi kepala nya yang tidak sakit itu.
__ADS_1
" Kenapa kamu baru cerita sekarang Rei? "
" Sebenarnya aku sedang merencanakan pengobatan dengan dokter Aris untuk Melodi. Tapi entah apa yang terjadi, setiap setelah Melodi bertemu dengan mu, dia selalu menunjukkan efek dari penyakit yang di deritanya itu. Melodi menjadi emosional dan terkadang ia terus menyalahkan diri nya sendiri. Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi aku minta tolong...untuk saat ini, tolong jangan mengatakan sesuatu yang bisa membuat Melodi tertekan atau cemas. "
Eros benar-benar merasa sangat bersalah, selama ini ia selalu memaksakan kehendaknya tanpa memikirkan perasaan Melodi. Ia selalu egois, dan Eros selalu berpikir bahwa dirinya harus egois karena ia hanya menginginkan Melodi seorang.
" Aku tidak akan menceraikan Melodi. " Ujar Reihan kemudian melihat ke arah Eros.
Sontak Eros sangat terkejut dengan pernyataan Reihan tersebut.
" Apa yang barusan kamu katakan? Kamu tidak mencintai Melodi, dan untuk apa kamu mempertahankan pernikahan ini? Lagi pula Yura juga sudah kembali, dia juga masih sangat mencintai mu. " Eros bertanya kepada Reihan sambil membelalakkan kedua mata nya.
" Aku dan Melodi, kita sudah menjalankan tugas kita sebagai sepasang suami istri, dan aku tidak mungkin melepaskan Melodi begitu saja. "
Mendengar pernyataan Reihan, Eros sangat terkejut. Mata nya mulai memancarkan amarah yang begitu besar kepada Reihan. Kemudian Eros yang sudah tidak bisa mengendalikan amarah nya itu pun langsung menarik kerah baju Reihan.
" Tapi Melodi adalah istriku, aku berhak untuk memuaskan has*rat ku kepada nya. "
Reihan yang merasa tidak terima dengan perlakuan Eros kepada nya itu pun langsung melontarkan kalimat yang membuat Eros semakin geram.
Dan...
Buakkkkk...!!!
__ADS_1
Satu pukulan lagi mendarat tepat di pipi Reihan, hingga Reihan jatuh dari duduk nya. Reihan hanya memegangi pipi nya sambil tersenyum menyeringai ke arah Eros.
" Silahkan pukul aku semau mu...toh, biar bagaimana pun, kenyataannya adalah...Melodi milikku, dia adalah istriku. " Ujar Reihan sambil mencoba untuk berdiri.
" Jangan pernah main-main dengan Melodi. "
Eros pun kembali meraih kerah baju Reihan, kemudian Reihan melepaskan cengkraman tangan Eros dan menghempaskan nya.
" Jika aku menjalin hubungan dengan seseorang, sampai aku merenggut kesuciannya. Itu tanda nya aku tidak akan pernah main-main. Dan aku tidak akan melepaskan Melodi. " Ujar Reihan kemudian mendorong tubuh Eros.
Eros saat ini benar-benar merasa kecewa dan putus asa, ia tidak menyangka Melodi akan mengkhianati cinta nya. Selama ini Eros percaya bahwa Melodi juga pasti masih sangat mencintai nya.
Eros ingin marah, dan ingin melampiaskan amarah nya itu. Ia juga ingin bertanya kepada Melodi dengan segudang pertanyaan yang kini sudah memenuhi pikirannya. Tapi apalah daya, saat ini keadaan Melodi tidak memungkinkan, dan Eros tidak mungkin mencecar Melodi dengan semua pertanyaan yang sudah terlintas di benak nya.
Dan kemudian, dokter Aris pun keluar dari ruangan operasi dan memberitahukan kepada Reihan bahwa kondisi Melodi saat ini sudah cukup baik, dan untung nya Melodi tidak tertusuk terlalu dalam, jadi semua akan baik-baik saja.
Lalu Reihan meminta agar dokter Aris segera memberikannya izin kepadanya untuk memindahkan perawatan Melodi ke apartemen nya. Reihan juga sudah menyiapkan segala biaya untuk peralatan apa saja yang di butuh kan Melodi.
" Dok, apakah Melodi sudah bisa di pindahkan ke apartemen saya? Semua sudah di urus oleh sekretaris saya, jadi sekarang kita tinggal memindahkannya. " Ujar Reihan yang mengkhawatirkan keadaan Melodi, dan ia khawatir jika Melodi siuman dan mengetahui diri nya sedang berada di rumah sakit.
" Baik pak Reihan, tapi Ibu Melodi harus di antar dengan ambulance, supaya kita juga bisa memantau keadaannya. Saya juga harus memastikan keselamatan pasien saya. "
" Baik dok..."
__ADS_1
Kemudian Melodi mulai di bawa menuju mobil ambulance yang sudah terparkir di depan pintu instalasi darurat. Dan Reihan pun langsung masuk ke dalam mobil nya, diikuti dengan Eros yang juga ingin melihat kondisi Melodi.
Setelah sampai di apartemen nya, seperti yang sudah di rencanakan. Semua peralatan yang di butuhkan Melodi sudah terpasang di kamar Melodi. Sekertaris Reihan juga sudah menyiapkan segalanya sesuai dengan instruksi dari Reihan.