My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 60 Berlari


__ADS_3

*****


Melodi terjatuh hingga kepalanya yang terbentur lantai itu mengeluarkan darah di kening Melodi. Dan kemudian Eros pun terlihat sangat panik melihat darah yang keluar mengalir di pelipis Melodi itu.



Eros dengan segera melepaskan ikatan Melodi dan membaringkan Melodi, ia berusaha menahan darah yang keluar dari kepala Melodi. Melodi sudah terlihat lemas, tapi ia tetap berusaha untuk kuat demi anak yang ada di dalam kandungannya itu.


" Melodi...kamu nggak apa-apa kan? " Tanya Eros memastikan keadaan Melodi.


" Aku, aku...aku sulit bernafas, aku..bu..tuh udara. " Ujar Melodi yang sedang berpura-pura sesak nafas itu.


" Yura..!! Bagaimana ini? Kenapa jadi seperti ini? " Ujar Eros yang terlihat cukup panik dan mengkhawatirkan keadaan Melodi.


" Cepat berikan air itu pada Melodi dan kita langsung bawa Melodi ke dokter yang sudah kita bayar tadi. " Ujar Yura yang ingin segera melenyapkan anak yang ada di dalam kandungan Melodi, Yura pun tidak perduli jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa Melodi.


Saat Eros ingin memberikan air minum yang sudah di berikan obat untuk menggugurkan janin terebut, Melodi pun dengan segera menghempaskan tangannya sehingga gelas itu terlempar cukup jauh dan pecah.


Lalu saat Yura dan juga Eros sedang lengah, Melodi dengan segera beranjak dari duduk nya dan berlari menuju pintu, kemudian Melodi pun berhasil membuka pintu yang belum sempat di kunci oleh Yura itu.


Melodi berlari sekuat tenaga nya, sampai ia menemukan sebuah jalan dengan beberapa pemukiman, Melodi dengan nafas yang sudah tengah-tengah itu pun mengetuk pintu salah satu rumah warga tersebut. Dan saat Yura dan Eros berhasil menyusul nya, tiba-tiba saja pemilik rumah itu membukakan pintu rumahnya, Melodi pun memohon kepada pemilik rumah itu untuk membiarkannya masuk ke dalam rumah tersebut.


Ketika melihat Melodi yang sudah masuk ke dalam sebuah rumah milik salah satu warga yang berada di situ itupun, Eros dan juga Yura pun merasa panik dan takut jika Melodi memberitahukan kepada pemilik rumah itu, tentang apa yang akan mereka lakukan kepada Melodi. Lalu Eros dan Yura pun segera pergi dari tempat itu dengan membawa mobil mereka yang mereka parkirkan di halaman rumah yang mereka tempati untuk menyekap Melodi tadi.


Melodi, mengintip dari dalam jendela rumah itu dan memastikan bahwa Yura dan juga Eros sudah pergi, lalu ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada pemilik rumah itu. Dan Melodi pun meminta tolong pada pemilik rumah itu untuk menghubungi suami nya.

__ADS_1


Kemudian, Melodi memberikan nomor Reihan, dan dengan segera Reihan yang sudah mendapat kabar dari pemilik rumah yang menolong Melodi itu pun, segera bergegas menuju tempat Melodi berada saat ini.


Setelah hampir satu jam Reihan mengendarai mobil nya itu, akhirnya ia sampai juga di rumah yang di beritahukan oleh pemilik rumah yang menolong Melodi tersebut, Reihan mengetuk pintu rumah tersebut dengan suasana hati yang sudah sangat tidak karuan.


Dan saat pemilik rumah itu membukakan pintu rumah nya, Reihan langsung di persilahkan masuk, dan betapa terkejut nya Reihan ketika melihat istri nya dalam kondisi yang sangat memperihatinkan.


" Mel, apakah Yura yang melakukan ini kepada mu? " Tanya Reihan sambil menyeka darah yang terus mengalir di pelipis Melodi.


Melodi hanya mengangguk dan air mata nya kembali pecah, pemilik rumah itu pun sudah berusaha menghentikan darah yang mengalir di kepala Melodi, namun darah nya tidak kunjung berhenti dan masih saja terus mengalir.


Lalu Reihan mengucapkan terimakasih kepada pemilik rumah itu dan segera membawa Melodi untuk segera pulang ke rumah nya. Di dalam perjalanan pun Reihan sudah menghubungi dokter Aris, dan meminta dokter Aris dan juga dokter Rania untuk segera datang ke rumah nya.


Sesampai nya di rumah, semua yang melihat Melodi pun menjadi sangat panik. Semua pelayan dan juga Ayumi, oma Nina serta eyang Sari pun menjadi sangat panik dan juga cemas. Dan untung saja dokter Aris dan juga dokter Rania sudah sampai terlebih dulu di rumah Reihan.


Setelah selesai mengobati dan memeriksa Melodi, kedua dokter itu pun keluar secara bersamaan. Dokter Aris pun menjelaskan kepada Reihan, bahwa kejadian yang menimpa Melodi hari ini bisa saja membuat gejala PTSD Melodi sewaktu-waktu kambuh. Dan untuk kondisi janinnya, syukurlah, rahim Melodi kuat serta janin yang ada di dalam kandungannya pun sehat dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Saat ini yang perlu sangat amat di jaga adalah kondisi mental Melodi. Jangan sampai Melodi melamun atau sendirian, karena itu akan berdampak buruk pada janinnya.


" Pak Reihan, saya sudah memberikan obat penenang pada ibu Melodi, dan tolong sebisa mungkin saat ibu Melodi sadar nanti, tolong untuk tidak membahas tentang kejadian yang terjadi kepada nya. Jika ibu Melodi tidak membahas nya maka pak Reihan tidak perlu menanyakannya,karena jika pak Reihan membahasnya, bisa saja itu akan menjadi ingatan yang sangat menyakitkan bagi ibu Melodi. " Jelas dokter aris.


" Baik dok, terimakasih banyak dok. "


Dan setelah dokter Aris dan juga dokter Rania pergi, Reihan langsung memberitahukan kepada semua orang yang ada di rumah untuk tidak membahas ataupun menanyakan kepada Melodi apa yang sebenarnya terjadi, dan Reihan juga meminta mereka supaya terlihat baik-baik saja dan seperti tidak terjadi apapun.


Setelah itu, Reihan kembali ke kamar nya dan menunggu hingga Melodi siuman. Reihan pun sampai tertidur sambil menggenggam tangan Melodi.

__ADS_1


" Reii..." Panggil Melodi dengan suara yang terdengar lemah itu.


Reihan pun terbangun dan langsung membelai lembut rambut Melodi.


" Iya sayang aku di sini. "


Kemudian Melodi terdiam,lalu tiba-tiba ia meneteskan air matanya. Reihan pun sudah menduga jika Melodi tidak akan melupakan kejadian yang ia alami hari ini.


" Ada apa sayang? " Tanya Reihan kemudian Reihan meraih tangan Melodi dan mengecupnya.


" Eros... " Reihan sempat terkejut mendengar nama Eros keluar dari mulut Melodi.


" Eros? Ada apa dengan Eros? Apa dia menghubungi mu?"


" Eros dan Yura hampir membunuh anak kita Rei. " lalu Melodi kembali menangis.


Reihan yang mendengarnya pun langsung mengepalkan kedua tangannya. Ia ingin sekali segera melaporkan perbuatan Yura dan juga Eros namun ia tidak mempunyai cukup bukti untuk menjebloskan mereka berdua.


" Apa yang mereka lakukan kepada mu ? "


Melodi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan terlihat sangat ketakutan, lalu Reihan pun memeluk tubuh Melodi dan mencoba untuk menenangkan Melodi.


Rasa sakit yang Melodi rasakan begitu mendalam, air mata terus mengalir di pipi nya. Kejadian buruk yang menimpanya hari ini cukup membuat Melodi sangat terpukul, terlebih lagi, Eros, laki-laki yang pernah singgah di hidup nya itu yang tega membuat nya menjadi seperti ini.


Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2