My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 74 Kepercayaan


__ADS_3

*****


Reihan pun dengan segera meraih handphone yang saat ini tergeletak di samping tempat tidur nya, Reihan membuka layar handphonenya dan melihat ada sekitar 50 penggilan tidak terjawab dari Melodi.


Kemudian ia membuka kotak pesan, dan betapa terkejut nya Reihan saat melihat percakapan nya dengan Melodi.


{ Melodi }


Rei, kamu dimana? Sudah malam kenapa belum pulang? Apakah sebanyak itu pekerjaanmu sampai kamu belum pulang hingga jam segini?


{ Reihan }


Maaf Mel, aku tidak bisa pulang malam ini, aku tidak bisa meninggalkan Yura sendirian, dia sedang sakit dan dia membutuhkanku saat ini. Tolong mengertilah.


{ Melodi }


Baiklah, jangan perduli kan aku dan rawat lah Yura sampai sembuh.


{ Reihan }


Terimakasih atas pengertian mu.


" Apa ini? Kapan aku menuliskan pesan seperti ini kepada Melodi? " Batin Reihan.


Lalu Yura pun terbangun dan dengan manja nya melingkarkan tangannya di tubuh bidang Reihan, dan dengan spontan Reihan langsung menepis tangan Yura dengan sangat kasar.


" Apa yang kamu lakukan kepada ku? Kenapa aku bisa tidur dengan mu? " Tanya Reihan yang mulai meninggikan suaranya.

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan? Apa kamu tidak mengingat nya? Kamu benar-benar keterlaluan Reihan, aku tidak menyangka kamu laki-laki yang seperti ini. " Ujar Yura kemudian ia mengeluarkan air mata dari mata nya.


" Apa maksud mu? bukankah yang kita lakukan hanya makan bersama, tapi kenapa aku sampai tidur dengan mu? Aku benar-benar tidak mengerti, apa kamu sengaja melakukan hal ini kepada ku? " Reihan pun mulai curiga kepada Yura. Namun Yura sangat pintar berdalih dan membuat alasan yang cukup masuk akal.


" Setelah kita selesai makan, kamu minum, apakah kamu tidak ingat?, ada bir di kulkas ku, dan kamu meminum nya, entah berapa botol. Kalau tidak percaya coba saja kamu cek , bekasnya masih ada di dekat sofa. " Ujar yura yang memang sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang.


Reihan pun dengan segera mengenakan pakaian nya dan ia memastikan apa yang barusan di katakan Yura. Reihan melihat ke tempat di mana ia dan Yura makan kemarin, dan benar saja, sudah ada beberapa botol minuman yang sudah berserakan.


" Tidak, tidak mungkin aku melakukan hal se hina ini. " Gumam Reihan sambil mencengkram bagian atas kepalanya.


Reihan pun kembali berjalan ke kamar Yura, ia terlihat sangat kesal dan ingin sekali rasanya memukul dirinya sendiri.


" Kenapa kamu tidak menghentikan ku? " Tanya Reihan masih dengan nada tinggi kepada Yura.


" Aku sudah mencoba menghentikan mu, tapi apa daya ku dengan keadaanku yang seperti ini, kamu yang terus memaksaku untuk melakukannya, apa kamu juga tidak mengingat nya? " ujar Yura yang berbohong, dan lagi-lagi Reihan mempercayainya.


Reihan pun dengan segera pergi begitu saja meninggalkan Yura, ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatn tinggi dan ingin segera menemui Melodi.


Setelah sampai rumah, ia langsung mencari sosok Melodi dan tidak menemukannya, lalu Ayumi memberitahu Reihan bahwa Melodi hari ini berangkat lebih awal sampai tidak sempat sarapan bersama-sama.


Reihan pun semakin merasa khawatir, ia pun langsung berlari menuju mobilnya kembali dan melajukan nya menuju butik Melodi. Sesampainya di butik, ia langsung masuk ke ruangan Melodi, dan benar saja Melodi sudah berada di butik nya.


" Melodi..." Ujar Reihan yang terlihat sudah terengah-engah karena harus berlari untuk ke ruangan Melodi.


Melodi hanya melihat sekilas ke arah Reihan kemudian ia kembali fokus pada pekerjaan nya. Melodi sudah amat sangat kesal dengan Reihan, rasanya baru kemarin Reihan berjanji kepada nya, tetapi di hari yang sama juga Reihan telah mengingkari janjinya itu.


" Mel, tolong dengarkan aku, aku benar-benar tidak merasa mengirim pesan seperti itu keada mu, aku sendiri baru membacanya pagi ini, tolong kamu percaya, sepeti nya aku telah di jebak. " Ujar reihan yang berusaha memberikan penjelasan kepada Melodi.

__ADS_1


" Siapa yang menjebak mu? " tanya Melodi dengan nada suara yang dingin.


" Yura, dia pasti menjambak ku, aku benar-benar tidak ingat apapun, dan yang aku ingat hanyalah, aku menolongnya, kemudian aku memesankan makanan untuk nya, dan karena dia bilang lapar, setelah itu kita makan bersama, dan setelahnya aku tidak bisa mengingat apapun. Tolong kamu percaya kepada ku Melodi. Aku bersungguh-sungguh. " Ujar Reihan yang berusaha menjelaskan kepada Melodi dengan wajah yang sudah tampak terlihat putus asa itu.


Melodi pun terlihat seperti sedang berpikir, ia masih mempertimbangkan apa yang di katakan Reihan, lalu ia mengingat betapa licik nya Yura dan Melodi pun akhirnya memutuskan untuk mempercayai perkataan Reihan.


" Apa kamu bisa mempertanggung jawabkan ucapan mu? " Tanya Melodi yang ingin mendengar jawaban dari Reihan, agar membuatnya untuk bisa semakin yakin kepada Reihan.


" Aku bisa mempertanggung jawabkan ucapan ku, aku sudah berjanji kepada mu Mel, dan walau pun aku mabuk, bahkan sampai tidak sadarkan diri pun, pasti yang ada di dalam benakku hanyalah kamu Mel, bukan orang lain. " Jawab Reihan dengan penuh keyakinan.


Kemudian Melodi beranjak dari tempat duduk nya, ia menghampiri Reihan dan meraih tangan Reihan. lalu membawa Reihan untuk duduk bersama nya di sofa yang ada di ruangan Melodi. Melodi mengambil tisu dan dengan lembut, menghapus keringat yang ada di wajah Reihan.


Reihan menatap Melodi, lalu tanpa sadar ia meneteskan air mata nya. Reihan sangat tersentuh oleh sikap Melodi dan ia juga tidak menduga kalau Melodi akan mempercayai perkataannya itu tanpa bukti yang kuat dari dirinya.


" Kenapa kamu menangis? Apa kamu merasa bersalah? " Tanya Melodi yang masih menghapus sebagian keringat yang masih menetes di kening Reihan.


" Aku benar-benar tidak melakukannya. " Ujar Reihan kemudian menghapus air mata yang mengalir di pipi nya itu.


" Iya, aku tau, dan aku yakin kamu tidak akan pernah melakukannya. " Ujar Melodi kemudian tersenyum ke arah Reihan.


Reihan pun semakin tidak kuasa menahan air mata nya, ia benar-benar sangat berterimakasih kepada Melodi karena telah mempercayai diri nya.


" Kenapa kamu masih menangis? Aku kan tidak marah kepada mu? "


" Aku mencintai mu Melodi, aku hanya tidak menyangka kamu bisa dengan mudah mempercayai perkataan ku. Aku seperti orang gila saat membayangkan wajah kecewa mu kepada ku saat perjalanan kemari tadi. " Ujar Reihan kemudian memeluk tubuh Melodi.


" Kamu sudah berjanji akan mempercayai semua ucapan ku, dan apapun yang aku lakukan, jadi, aku pun sebaliknya, aku akan mempercayai semua perkataan mu, selagi aku tidak melihat kamu melakukannya, dan kamu juga bilang kamu tidak melakukannya, maka aku akan mempercayai nya. " Ujar Melodi yang kini tengah menepuk-nepuk bahu Reihan dengan perlahan.

__ADS_1


" Terima kasih tuhan, karena engkau telah mengirimkan Melodi kepada ku. " Batin Reihan.


__ADS_2