My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 78 Keyakinan


__ADS_3

*****


" Boleh? " Tanya Reihan yang terdengar cukup ambigu.


Melodi pun mendongakkan kepalanya dan menatap Reihan dengan penuh tanda tanya.


" Apa? " Tanya Melodi yang tidak mengerti dengan pertanyaan yang di ajukan Reihan kepadanya.


" Apa aku boleh melakukannya? "


" Melakukan apa? "


" Aku merindukan mu..."


Reihan melepaskan pelukannya dan tanpa basa-basi lagi ia mulai menjelajahi bibir manis Melodi. Melodi hanya memejamkan matanya dan ikut terbawa alur yang di mainkan oleh Reihan.


Mereka mulai menikmati setiap momen yang sedang mereka lakukan. Reihan begitu bergai*rah, hingga urat-urat di lehernya pun terlihat, Melodi juga tidak bisa menahan sensasi kenikmatan yang di berikan oleh Reihan.


" Arrgghhhh..." Erang Reihan kemudian memeluk tubuh Melodi dengan begitu erat.


" Emmppphhh..." Melodi pun ikut merasakan apa yang Reihan rasakan.


" Makasih sayang...i love you..." Ujar Reihan kemudian mengecup kening Melodi.


Melodi hanya mengangguk, kemudian kembali memeluk tubuh Reihan.


Setelah itu, mereka pun bersiap untuk kembali ke rumah nya. Selama perjalanan menuju rumah, Reihan dan Melodi terlihat begitu menikmati perjalanan mereka.


" Aku seneng banget hari ini..." Ujar Reihan lalu menggenggam tangan Melodi.


Melodi pun tersenyum ke arah Reihan, senyuman mereka pun mengembang secara bersamaan.


Sesampainya di rumah, Melodi yang gemar memasak itupun langsung berjalan ke arah dapur. Melodi sudah tidak sabar ingin membuatkan masakan yang sangat istimewa untuk Reihan.


" Bi...aku aja yang masak. " Ujar Melodi yang langsung mengambil alih posisi bibi Rosmala.


" Baik non. " Ucap bi Rosmala yang sudah mengerti bagaimana Melodi jika sudah berada di dapur.


Saat Melodi sedang sibuk memasak, tiba-tiba saja Reivan yang baru saja keluar dari kamar nya itu menghampiri Melodi.


" Mel, dimana Reihan? " Tanya Reivan yang saat itu tidak melihat sosok Reihan.


" Baru aja naik ke kamar, kenapa Van? "


" Nggak, nanya aja...kalian dari mana? Kok baru pulang? "

__ADS_1


" Cari udara segar..."


" Cari udara segar sampai nggak inget pulang ya? Apa jangan-jangan? " Ledek Reivan sambil memasang wajah jahil nya.


" Reivan...!!! Udah sana...!!! Aku lagi masak, jangan ganggu...!!! " Melodi pun mendorong-dorong tubuh Reivan untuk segera menjauh dari nya.


Reivan pun akhirnya pergi meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar Reihan. Sesampainya di kamar Reihan, Reivan langsung mengetuk pintu kamar Reihan.


" Masuk..." Terdengar suara Reihan dari dalam kamar, kemudian Reivan pun masuk ke dalam kamar Reihan.


" Ada apa van? " Tanya Reihan yang melihat Reivan yang sedang berjalan ke arah nya.


" Ada yang mau aku bahas sama kamu Rei, soal Yura. " Ujar Reivan tiba-tiba saja menyebut nama Yura.


" Yura? Ada apa? "


" Apa yang kamu lakukan di belakang Melodi? "


" Maksud kamu? " Reihan pun tampak bingung dengan pertanyaan yang di berikan Reivan secara tiba-tiba itu.


" Kemarin Yura menghubungiku, dia bilang, dia tidak bisa menghubungimu. Kamu blokir nomor Yura Rei? "


" Iya aku blokir, kenapa? Ada apa sebenarnya? Jelaskan dan jangan setengah-setengah. "


" Jaga ucapan mu Van...!!! Kalau ada yang dengar bagaimana? " Reihan pun menutup mulut Reivan dengan tangannya.


" Jadi benar? Melodi tau? "


" Melodi tau, dan ini adalah kesalahpahaman. "


" Kesalahpahaman? Tapi kamu sudah tidur dengannya..."


" Ini jebakan Yura, dia sengaja menjebak ku, aku tidak melakukan apapun, dan aku hanya tidur. " Jelas Reihan yang berusaha membuat Reivan bisa mempercayainya.


" Lalu Melodi? Apa dia percaya kalau ini jebakan? "


Reihan pun mengangguk, Reihan benar-benar tidak habis pikir Yura bisa membicarakan hal seperti itu kepada Reivan.


" Syukurlah kalau Melodi bisa percaya, tapi benar tidak terjadi apa-apa kan? " Tanya Reivan yang kembali ingin memastikan bahwa memang tidak terjadi apa-apa diantara Reihan dan juga Yura.


" Iya, tidak terjadi apa-apa dan tidak akan pernah terjadi apapun di antara aku sama Yura. Puas? "


" Baiklah, aku cukup puas mendengar nya. "


Kemudian Reivan pun pergi meninggalkan kamar Reihan dan kembali melakukan aktivitas nya.

__ADS_1


Melodi yang masih sibuk di dapur pun sudah mulai menata makanannya yang sudah hampir selesai ia masak. Dan setelah semua masakannya selesai, Melodi dengan segera menuju kamar nya dan meminta Reihan untuk segera turun dan sarapan bersama-sama dengan yang lainnya.


" Rei...ayo sarapan dulu, sarapan spesial nya udah siap. " Ujar Melodi sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya.


Reihan yang masih memikirkan perkataan Reivan itu pun tidak menyadari kehadiran Melodi. Ia masih duduk terpaku di ujung tempat tidur nya.


" Rei..." Panggil Melodi lagi, namun Reihan tidak merespon dan masih berdiam.


Melodi pun menyentuh bahu Reihan, dan Reihan terlihat begitu terkejut melihat kehadiran Melodi.


" Kamu kenapa? " Tanya Melodi yang terlihat bingung dengan Reihan.


" Ah, Mel...maaf...em, aku..."


" Iya? Ada apa? "


" Tadi Reivan kesini, dan dia bilang kemarin Yura ngehubungin Reivan, nomor Yura aku sengaja blokir, dan kamu tau apa yang Yura omongin ke Reivan? "


" Apa? "


" Dia bilang sama Reivan, kalau aku sama dia udah tidur bareng. "


Wajah Melodi mulai sedikit berubah dan terlihat risih dengan apa yang di bicarakan Reihan barusan.


" Terus? Kalian emang udah tidur bareng kan? " Tanya Melodi dengan ekspresi yang sudah tidak biasa.


" Tapi kan, aku udah jelasin ke kamu, semua nggak seperti yang kamu bayangin, aku nggak ngapa-ngapain. "


" Iya, aku tau...dan apa masalahnya? Kenapa kamu sampai melamun? Kalau kamu memang nggak melakukan apa-apa, yaudah, nggak usah terlalu kamu pikirin. " Ujar Melodi yang tampak kesal karena Reihan memikirkan hal seperti itu.


" Aku cuma nggak mau aja Yura sampai nyebarin berita yang seperti itu Mel, gimana tanggapan orang kalau sampai mereka tau berita yang nggak benar itu dari Yura. "


" Yaudah, kamu tenang aja ya...kalau sampai Yura melakukan hal-hal aneh, dan membuat isu miring tentang kamu sama dia. Aku yang akan bertindak. " Ujar Melodi yang terlihat cukup geram, dan sudah ingin menyudahi perbincangan tentang Yura.


" Tapi Mel..."


" Rei...please...hargai perasaan ku...aku nggak mau bahas Yura, dan aku nggak mau memikirkan hal-hal seperti itu. Apa yang kita jalani, kita jalani, jangan memperdulikan orang yang ingin menghancurkan hubungan kita. "


" Baiklah...maaf kalau aku menyinggung perasaanmu. "


Kemudian mereka pun bersamaan berjalan menuju ruang makan. Dan semua sudah berkumpul di ruang makan sambil menunggu kehadiran Melodi dan juga Reihan.


" Wah, pasangan yang habis jalan-jalan makin kelihatan harmonis, oma jadi iri. " Celetuk oma Nina yang berniat ingin menggoda Reihan dan juga Melodi.


Melodi dan Reihan hanya tersenyum simpul menanggapinya, saat ini suasana hati Melodi dan juga Reihan sedang tidak baik karena perdebatan yang baru saja terjadi karena pembahasan tentang Yura.

__ADS_1


__ADS_2