My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 36 Putus Asa


__ADS_3

*****


" Mel..." Reihan menyentuh bahu Melodi dan memanggilnya dengan lirih.


Melodi mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat Reihan yang sudah berada di hadapannya itu.


" Kamu...?? Kamu tau aku ada disini? " Melodi bertanya dengan tatapan yang sedikit kesal.


" Iya, aku sudah mencari mu kemana-mana, dan tiba-tiba saja aku teringat rumah ini. "


" Untuk apa mencari ku? " Melodi bertanya dengan tatapan yang tidak senang karena Reihan berhasil menemukan tempat persembunyian nya.


Karena beberapa alasan, perasan Melodi sekarang seperti perasaan yang masih tertutup rapat. Ia belum ingin membuka perasaannya itu untuk siapapun. Rasa takut akan kekecewaan terus menyelimutinya.


" Aku ingin menanyakan sesuatu. " Raut wajah Reihan pun kini berubah. Ia sedikit kesal dengan sikap dingin Melodi kepada nya.


" Apa yang ingin kamu tanyakan kepada ku? "


" Tentang Eros, sebenarnya hubungan kalian selama ini seperti apa? Apa benar seperti yang di katakan Yura kalau kalian selama ini berpacaran? "


Reihan pun mulai mempertanyakan tentang hubungan Melodi dengan Eros. Padahal, saat ia baru datang dan melihat Melodi, ia ingin mengurungkan niat nya untuk bertanya tentang Eros kepada Melodi. Namun karena sikap Melodi yang begitu dingin kepada Reihan, Reihan pun jadi kesal dan mulai mengungkit tentang Eros.


" Apa aku harus menjawab pertanyaan itu? Apakah penting membicarakan Eros untuk saat ini? Aku sedang tidak ingin membicarakannya. "

__ADS_1


Perasaan kecewa Melodi kepada Eros membuatnya tidak ingin mendengar nama Eros untuk saat ini. Hati Melodi sedang hancur karena sudah berkali-kali Eros membuatnya sangat kecewa.


" Ada apa? Kenapa kamu tidak ingin membicarakan Eros? Oh aku tau, jantung mu pasti berdetak saat mendengar nama Eros. Iya kan? Dan apakah kamu enggan membicarakannya karena kalian sedang merencanakan sesuatu di belakangku? " Reihan semakin kesal karena Melodi menolak untuk menjawab pertanyaannya.


Kemudian Melodi menatap Reihan dengan sangat tajam, tatapan Melodi penuh dengan amarah. Ia benar-benar tidak ingin membahas Eros untuk saat ini. Namun Reihan terus mengungkitnya dan itu semua membuat amarah Melodi semakin memuncak.


" Hentikan...!!! Berfikir lah sesuka mu, dan tinggalkan aku sendiri. Pergilah menjauh dari ku, dan aku tidak ingin berbicara kepada siapapun.!! " Melodi meneriaki Reihan sambil mengarahkan jari telunjuk nya ke arah pintu kamar nya.


" Kamu pikir kamu siapa bisa memerintah ku!!? Ahh...aku tau kenapa sikap mu menjadi seperti ini. Jadi benar kamu ingin bercerai dari ku? Kamu pasti sudah merencanakan ini semua dengan Eros. " Reihan yang tidak terima Melodi meneriakinya itu pun kini membentak Melodi.


Kemudian Melodi beranjak dari tempat tidur nya, lalu ia mencengkram bagian depan baju Reihan. Diri nya sudah sangat geram mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Reihan.


" Berpikir lah sesukamu, aku tidak perduli..!! " Kemudian Melodi berjalan keluar dari kamar nya dan meninggalkan Reihan.


Reihan masih mencoba mengejar Melodi dan tiba-tiba saja. " Duuaaarrrrr...." Suara petir pun membuat nya menghentikan langkah nya. Hujan mulai turun dengan deras nya, Reihan berbalik dan menutup pintu rumah Melodi, lalu saat ia ingin menutup pintu rumah Melodi, ia melihat tas Melodi yang masih berada di atas meja di dekat ruang tamu, Reihan segera mengambil tas Melodi dan kembali menutup pintu rumah Melodi.


Kemudian Reihan melajukan mobil nya dan kembali mencari Melodi. Ia saat ini sedang kesal dan marah kepada Melodi, tetapi di sisi lain Reihan juga mengkhawatirkan keadaan Melodi. Untuk saat ini Reihan sangat sulit untuk memahami perasaannya terhadap Melodi, ia juga tidak dapat memahami sikap Melodi yang sering membuatnya marah dan juga kesal.


*****


Melodi terus berlari menerjang hujan deras yang sudah membasahi tubuhnya. Ia sudah kehilangan akal sehat nya, Melodi sangat ingin mengakhiri penderitaannya itu.


" Apa guna nya aku di dunia ini? Semua orang tidak bisa memahami diriku...semua orang selalu berpikir semau mereka. Dan aku?? Tidak ada lagi harapan untuk diriku. Penderitaan ini tidak berujung dan tidak akan ada akhirnya. Aku lelah, dan aku ingin tenang dan damai di sisi mu tuhan. Biarkan aku mengakhiri penderitaan ini. " Batin Melodi.

__ADS_1


Dan di saat ia sudah sangat putus asa, Melodi melihat sebuah jembatan penyebrangan. Ia pun memantapkan hati nya dan berjalan menuju jembatan tersebut.


Saat sudah berada di atas jembatan, Melodi yang sudah kehilangan akal sehatnya itu pun mencoba menaiki pembatas jembatan itu. Melodi melihat ke arah bawah jembatan penyebrangan itu, ia melihat beberapa mobil yang sudah melaju dengan kecepatan tinggi. Jantung nya sudah seperti mulai berhenti berdetak. Dan Melodi memejamkan matanya, ia merasakan derasnya hujan yang kini seperti sedang memeluk tubuhnya dan mendukung tindakan Melodi tersebut.


Reihan yang melajukan mobil nya dengan perlahan pun berhasil menemukan Melodi, dan betapa terkejutnya Reihan saat melihat Melodi yang sudah berada di atas jembatan penyebrangan tersebut.


Reihan dengan segera keluar dari mobil nya, ia berlari dengan sangat kencang. Kemudian saat sampai di atas jembatan, Reihan dengan perlahan mendekat ke arah Melodi. Dan saat Melodi ingin menjatuhkan tubuhnya, Reihan dengan sangat cepat meraih tangan Melodi dan memeluk tubuh Melodi hingga mereka jatuh berguling di atas jembatan penyebrangan tersebut.


" Apa yang kamu lakukan? Apa kamu bodoh Melodi? " Reihan mencengkram bahu Melodi sambil meneriaki Melodi.


" Iya.. aku memang bodoh, dan untuk apa kamu menyelamatkan orang bodoh seperti ku? Biarkan saja aku mati...tidak ada gunanya lagi aku hidup, aku sudah tidak punya siapa-siapa dan tidak ada lagi yang bisa memahami ku..!!!" Melodi kembali berteriak di hadapan Reihan, air mata nya yang terjatuh pun tertutupi oleh derasnya hujan.



Kemudian Melodi mencoba untuk kembali berdiri, lutut dan telapak kaki nya yang sudah terluka pun tidak terasa sakit lagi. Rasa sakit di hati Melodi melebihi sakit yang ada di lutut dan telapak kaki nya yang sudah berlumuran darah itu.


Melodi mencoba untuk kembali melakukan hal bodoh yang telah gagal ia lakukan tadi, namun Reihan dengan cepat menarik tubuh Melodi. Melodi memberontak namun tenaga Reihan lebih kuat sehingga Melodi tidak bisa untuk memberontak lagi.


" Lepaskan aku Reihan...!!! Tolong biarkan aku pergi dengan tenang...!! " Melodi mencoba melepaskan cengkraman tangan Reihan dari tubuh nya.


Reihan tidak ingin mengatakan apapun kepada Melodi untuk saat ini. Kemudian ia dengan segera mengangkat tubuh Melodi ke atas pundak nya dan membawa Melodi masuk ke dalam mobil nya.


Lalu Reihan pun melajukan mobil nya, Melodi hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil Reihan. Air mata masih mengalir di pipi Melodi. Saat ini Melodi sudah tidak bisa berfikir dengan jernih. Semua terasa tidak nyata bagi nya, rasa sakit sudah menutupi akal sehat Melodi.

__ADS_1


__ADS_2