
*****
" Oh iya, Mel ini tante udah pesenin gaun buat kamu besok, dan yang ini untuk Arini, "
Dewi memberikan sebuah gaun kepada Melodi dan juga Arini. Aura bahagia yang sedang Dewi rasakan terlihat begitu jelas. Begitu juga dengan Arman, Arman yang biasa nya sangat sibuk dengan pekerjaannya itu kini bisa meluangkan waktu nya.
" Pa, tumben hari ini papa ada di rumah? " Melodi bertanya kepada Arman, karena bagi Melodi, disaat papa nya tidak bekerja adalah pemandangan yang asing bagi nya.
" Hari ini sama besok kan hari spesial nya papa Mel, jadi wajar dong papa nggak kerja, " Arman menjelaskan nya dengan senyuman yang terlihat sangat bahagia.
" Iya Mel, tante yang minta papa kamu buat libur kerja dulu hari ini. "
Melodi hanya tersenyum mendengar jawaban Arman. Karena kondisi tubuh Melodi yang kurang sehat, walau sudah berdandan dan menutupi bibir pucat nya dengan lipstik. Melodi masih terlihat lesu, mata nya tidak bisa berbohong, dan Arman pun menyadari itu.
" Kamu kenapa Mel? " Tanya Arman yang melihat ada yang aneh di diri Melodi.
" Nggak apa-apa pa, mungkin kecapean, "
" Yaudah...kamu istirahat aja dulu di kamar Mel, biar besok badan kamu bisa fit. "
Arman pun mengusulkan Melodi agar ia bisa beristirahat di kamar nya. Melodi menuruti perkataan Arman dan kini berjalan menuju kamar nya. Arini yang melihat Melodi berjalan ke arah kamar nya itu pun dengan segera menyusul Melodi.
" Mel, " Panggil Arini, kemudian menggandeng lengan tangan Melodi.
" Mau ngapain? "
" Ikut, aku terlalu canggung di situ, mending ikut kamu aja ke kamar, "
Melodi dan Arini pun masuk ke dalam kamar Melodi. Sudah dua jam Melodi di dalam kamar nya bersama dengan Arini. Melodi sudah berusaha untuk memejamkan mata nya namun ia tidak kunjung tidur juga.
Arini yang dari tadi sibuk dengan handphone nya itu sesekali melihat ke arah Melodi. Arini mengira kalau sahabat nya itu sudah tertidur lelap. Lalu ia dengan mengendap-endap keluar dari kamar Melodi.
Arini menutup pintu kamar Melodi dengan perlahan, ia takut bila membangunkan sahabat nya itu. Kemudian Arini meminta izin untuk pulang karena masih ada urusan yang harus dikerjakan nya.
Setelah Arini keluar dari kamar Melodi, Melodi yang mula nya memejamkan mata nya itu kemudian membuka mata nya dan melihat Arini yang perlahan menutup pintu kamar nya.
" Akhirnya Arini keluar juga, " gumam Melodi, kemudian Melodi berjalan ke arah jendela kamar nya.
Melodi melihat ke luar jendela dan melihat Eros dan Arini yang sedang naik ke dalam mobik Eros.
" Arini pulang? " Batin Melodi.
*****
Keesokan hari nya, ya....ini hari yang sangat istimewa bagi Arman dan juga Dewi. Melodi masih berada di dalam kamar nya. Karena beberapa hari ini Melodi susah tidur dan juga tidak berselera makan, tubuh Melodi pun terasa masih lemas. Namun Melodi mencoba agar tetap terlihat baik-baik saja.
Kini bukan hanya batin nya yang sakit, fisik Melodi pun juga merasakan sakit yang sama.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Melodi segera menghampiri suara tersebut. Melodi membuka pintu kamar nya dan melihat sosok yang amat dirindukan nya.
__ADS_1
" Oma...!! "
Melodi langsung memeluk oma nya itu, setelah sekian lama akhirnya oma Nina, ibu dari almarhumah ibu Melodi tersebut datang menemui Melodi.
" Oma kapan dateng? Oma tau nggak sih aku kangen banget sama oma, "
Melodi merangkul pinggang Nina dan membawa nya masuk ke dalam kamar nya.
" Baru aja sampe, oma langsung pengen liat cucu kesayangan oma yang paling cantik ini, "
" Sini duduk oma, udah lama banget aku nggak ketemu oma, terakhir ketemu sekitar enam bulan yang lalu kan oma? Waktu ulang tahun papa. "
" Iya sayang, oma kan udah lanjut usia, udah nggak muda lagi, jadi nggak bisa kaya dulu bolak balik dari Medan ke Jakarta. "
" Kenapa oma nggak tinggal di sini aja sih oma sama aku. "
" Nggak bisa sayang, oma nggak bisa ninggalin rumah oma, itu satu-satunya peninggalan dari opa kamu, "
Saat Melodi sedang asik berbincang dengan Nina, tiba-tiba saja Eros datang dan mengetuk pintu kamar Melodi.
Tok...tok...tok...
" Mel, kamu udah siap belum? "
Dan Melodi pun membuka pintu kamar nya lalu keluar bersamaan dengan Nina. Mereka segera bergegas untuk berangkat menuju gedung pernikahan Arman dan Dewi.
Setiba nya di tempat, Melodi dan Nina masih bergandengan hingga saat yang di tunggu-tunggu pun tiba. Dan akhirnya detik-detik pernikahan itu dilangsungkan. Suasana pun menjadi hening dan hikmat.
" Mel, "
" Eh Ar, kamu baru dateng? "
" Iya, sorry ya...tadi aku ke bandara dulu soal nya, sepupu aku baru dateng dari Jogja."
" Iya nggak apa-apa Ar, yaudah...kamu temuin papa sama tante Dewi dulu sana. "
" Ayo sama kamu lah Mel, aku malu. "
Dan Melodi pun mengantarkan Arini untuk bertemu dengan Arman dan Dewi ke atas pelaminan.
" Selamat ya om, tante. "
" Eh Arini, iya sayang...makasih lho kamu udah dateng? Eros mana? Kamu di jemput sama Eros kan? " Dewi terlihat begitu senang melihat kedatangan Arini.
" Enggak tante, soal nya tadi aku ke bandara dulu, jemput sepupu aku yang baru dateng dari Jogja. "
" Oh gitu, yaudah kamu makan dulu aja Arini, Mel...kamu temenin Arini ya? "
" Iya tante. "
" Mel, kok tante sih? mulai sekarang kamu panggil mama ya, oke? " tegur Arman yang mendengar Melodi masih menyebut Dewi dengan sebutan tante.
__ADS_1
" Iya pa, maaf ya ma, "
" Iya sayang, mama maklum kok, pasti awal nya canggung buat kamu. "
Kemudian Melodi dan Arini pun turun dari pelaminan dan duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu undangan.
Terlihat Eros dari kejauhan yang sedari tadi sudah memperhatikan Melodi. Dan kini Eros berjalan ke arah Melodi dan juga Arini.
" Mel, " Panggil Eros kepada Melodi.
Melodi hanya menoleh sesaat lalu memalingkan wajah nya kembali. Hati Melodi belum sepenuh nya sanggup untuk menerima kenyataan bahwa saat ini Eros adalah kakak tiri nya.
" Hei, Eros..."
Terdengar seseorang yang menghampiri dan menyapa Eros.
" Wah, kamu dateng Van? "
" Iya dong pasti, masa aku nggak dateng di nikahan nya tante Dewi. Jauh-jauh nih dari Medan, aku bela-belain. "
" Reivan? Kamu Reivan Arsatya kan? " Tanya Arini yang terkejut melihat teman satu sekolah nya dulu saat SMA.
" Eh...Melodi? Arini? Kalian? "
" Kalian saling kenal? " Tanya Eros yang baru tau ternyata sahabat nya itu mengenal Melodi dan Arini.
" Ya kenal lah Ros, temen semasa SMA dulu, mereka dulu ade kelas aku yang cukup populer di sekolah, kalian di sini tamu siapa? "
" Papa nya Melodi yang jadi pengantin pria Van." Arini menjawab sambil melirik ke arah Melodi.
" Oh, ya tuhan, dunia ini sempit ternyata. " Reivan pun tidak menyangka dengan pertemuan nya ini.
" Kamu kenal Eros dimana Van? " Tanya Arini yang penasaran dengan pertemanan Eros dan Reivan.
" Temen waktu kecil dulu, sebenernya yang sahabatan banget sama Eros tuh kakak ku, tapi dia lagi ada something, jadi nggak bisa dateng, dan Eros juga senior aku di kampus Ar, Mel...kamu nggak berubah ya, masih sama." Jelas Reivan lalu Reivan mulai menyapa Melodi yang terlihat diam saja dan hanya menyaksikan obrolan diantara Eros, Arini dan Reivan itu.
Melodi hanya membalas pertanyaan dari Reivan dengan senyuman masam nya.
" Jangan-jangan, kamu juga masih sama kayak dulu Van? Kamu masih suka ya sama Melodi? Apa sekarang kamu udah punya pacar? Kalo belum, sama Melodi aja...dia jomblo lho, " Arini berniat untuk membuat Eros cemburu dan merasakan perasaan yang lebih sakit dari Melodi.
" Ar...kamu ngapain sih nanya kayak gitu? " Melodi berbisik kepada Arini, karena pertanyaan Arini itu membuat suasana yang terjadi saat ini menjadi sangat canggung.
Reivan hanya tersenyum sambil melihat ke arah Melodi. Dan Arini pun berhasil membuat raut wajah Eros berubah menjadi masam dan terlihat jelas bahwa ia kini tidak terlalu senang dengan kehadiran Reivan.
Reivan Arsatya, usia 25 tahun. Baik dan ramah.
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏
__ADS_1