My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 39 proposed


__ADS_3

*****


Kemudian Reihan yang merasa kini sudah tidak ada lagi yang perlu ia bahas dengan Yura itu pun memutuskan untuk mengakhiri percakapannya dengan Yura.


" Sudah tidak ada lagi yang perlu kita bahas kan? Aku masih banyak pekerjaan, jadi aku tidak bisa di sini lama-lama. "


" Tapi...Reihan...bisakah kamu nanti sesekali meluangkan waktu untuk ku? Aku ingin menebus semua kesalahan ku di masa lalu. Dan aku ingin membayar waktu yang sudah hilang selama aku pergi meninggalkan mu Rei. "


" Kita lihat saja nanti Yura, saat ini aku sedang banyak pekerjaan, jadi aku tidak bisa berjanji kepadamu. " Kemudian Reihan beranjak dari duduk nya.


Reihan pun pergi meninggalkan restoran, dan ia kembali ke apartemen nya. Setelah tiba di apartemennya, Reihan membuka pintu apartemen nya dan melihat Melodi yang saat ini sedang sibuk di dapur.


Reihan berjalan perlahan mendekati Melodi, lalu dengan sangat berhati-hati, Reihan pun memeluk tubuh mungil Melodi itu dari belakang.


Melodi yang terkejut itu pun hampir saja menumpahkan minyak di dalam botol yang sedang ia pegangi. Kemudian ia meletakkan botol minyak tersebut dan melepaskan tangan Reihan dari pinggangnya.


" Kamu iseng banget sih Rei, bahaya tau...kalau minyak nya tadi tumpah gimana? " Omel Melodi sambil mengerutkan kedua alis nya.


" Maaf...kamu lagi ngapain sih? Mau masak? Emang kamu bisa masak? " Reihan pun meminta maaf dan memberikan sederet pertanyaan kepada Melodi.


" Sini...kamu duduk manis aja di sini ya...aku buatin makanan yang delicious buat kamu. " Melodi menarik tangan Reihan dan meminta Reihan untuk duduk di sebuah bangku yang ada di dapur apartemen nya.


Kemudian Melodi kembali melanjutkan memasak. Setelah ia selesai memasak, Melodi pun langsung menyajikan makanannya tersebut di atas meja makan.



" Aku nggak tau makanan kesukaan kamu apa, jadi seadanya aja ya. " Ujar Melodi sambil meletakkan makanan yang telah ia masak di atas meja makan.


" Waw... kelihatan nya enak, aku cobain ya..."


Reihan sangat terkesima dengan masakan Melodi, Reihan yang sudah sangat tidak sabar itu pun langsung menyantap makanan buatan istrinya tersebut.


" Gimana? Enak nggak?? " Melodi bertanya sambil menatap wajah Reihan dengan sangat serius, ia berharap Reihan bisa menyukai masakannya.


" Wahhh...sejak kapan kamu bisa masak? " Tanya Reihan yang kini sedang sibuk mengunyah makanannya itu.


Melodi hanya tersenyum sambil menatap Reihan yang kini tengah asik menikmati makanan buatan Melodi.


" Rei..."

__ADS_1


" Hmmm..."


" Nggak apa-apa...lanjutin aja makan nya..." Melodi sebenarnya ingin bertanya kepada Reihan mengenai Yura, namun ia merasa sungkan dan mungkin akan sedikit lebih canggung nanti nya, jadi Melodi akhirnya mengurungkan niat nya itu.


Reihan melihat ke arah Melodi, dan saat menatap Melodi, Reihan merasa Melodi ingin menanyakan sesuatu kepadanya. Lalu Reihan tersadar, dan Reihan bisa menebak apa yang sebenarnya ingin di tanyakan oleh Melodi.


" Kamu mau nanya soal tadi aku ketemu sama Yura? "


Melodi terkejut mendengar pertanyaan dari Reihan, ia tidak menyangka Reihan mengetahui apa yang sebenarnya ingin ia tanyakan kepada Reihan.


Kemudian Melodi mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya.


" Nggak ada hal yang penting kok, Yura hanya mempertanyakan soal hubungan kita. "


" Terus kamu jawab apa? "


" Aku belum menjawab apapun. "


" Kenapa? "


" Ada alasan yang aku juga nggak bisa cerita ke kamu Mel..."


Melodi bertanya dengan nada bicara yang cukup bergetar. Ia sebenarnya tidak ingin mendengar jawaban dari Reihan, karena sebenarnya Melodi pun tahu apa yang akan di jawab oleh Reihan.


" Aku..."


" Iya Rei...aku tau...kamu nggak perlu menjelaskan apapun kepadaku Rei...aku udah cukup tau..." Raut wajah Melodi pun kini berubah.


" Bukan gitu Mel... perasaan ku terhadap Yura sudah tidak sama lagi, tapi aku masih perduli dengan perasaannya, dan untuk saat ini...aku tidak ingin melukai siapapun Mel..." Reihan mencoba meraih tangan Melodi, namun tiba-tiba....


Ning... Nong... Ning... Nong...


Terdengar suara bel, Reihan pun segera membukakan pintu apartemen nya dan ternyata Eros lah yang datang.


" Ada perlu apa? " Tanya Reihan kepada Eros dengan nada suara yang cukup ketus.


" Dimana Melodi? " Eros bertanya sambil mencoba melihat ke dalam apartemen Reihan.


" Melodi lagi nggak enak badan, mending kamu pulang Ros, untuk saat ini...tolong jangan hubungi Melodi dulu..." Reihan pun mengusir Eros secara halus.

__ADS_1


Kemudian Reihan yang ingin menutup pintu apartemen nya itu pun, tiba-tiba di hadang oleh Eros dengan tenaga tangannya yang cukup kuat, Eros menghadang pintu apartemen Reihan yang mulai akan tertutup itu.


" Mel..." Teriak Eros masih dengan tangan yang menghadang pintu apartemen Reihan.


" Melodi....!!!! " Teriakan Eros semakin kencang.


Kemudian Melodi pun sudah tidak punya pilihan lagi. Akhirnya, Melodi menghampiri Reihan dan juga menemui Eros yang sudah menunggunya di depan pintu apartemen nya.


" Ada apa? " Tanya Melodi, kemudian ia berdiri di samping Eros.


" Ikut aku sebentar...please...!! " Eros pun menarik pergelangan tangan Melodi.


Dan saat Reihan ingin meraih tangan Melodi, Melodi hanya memberikan isyarat kepada Reihan yang sedang ingin menyusul nya itu. Kemudian Melodi meminta Reihan agar ia tidak mengikutinya. akhirnya Reihan pun menuruti permintaan Melodi.


Eros membawa Melodi ke tempat parkir, dan meminta Melodi agar Melodi mau untuk masuk ke dalam mobilnya.


" Ada apa? " Tanya Melodi masih dengan wajah yang tampak bingung.


Eros tidak menjawab Melodi, kemudian Eros mengendarai mobil nya. Melodi masih menatap Eros dengan heran.


" Eros...!! Kenapa kamu nggak jawab pertanyaan ku? " Melodi kembali bertanya kepada Eros.


" Udah, kamu cuma perlu duduk manis aja ya Mel...ada something buat kamu, dan aku harap kamu bisa suka. "


Perkataan Eros barusan sangat mencurigakan, Melodi sesekali melihat ke arah Eros dan memastikan raut wajah Eros. Ia masih sedikit takut jika hanya berdua saja dengan Eros. Melodi masih bisa mengingat dengan jelas tentang kejadian dimana Eros mencoba untuk merenggut kesuciannya.


Melodi masih mengamati raut wajah Eros, dan saat ini Eros terlihat sangat bahagia. Dan tidak ada amarah yang terlihat pada ekspresi wajah Eros.


Dan setelah berada di mobil Eros selama kurang lebih satu jam, akhirnya Eros menghentikan mobilnya dan mereka kini berada di pantai.


Eros meminta Melodi untuk turun dari mobil nya, kemudian Melodi menuruti perkataan Eros. Dan...betapa terkejutnya Melodi melihat ada sebuah dekorasi unik yang sengaja Eros buat hanya untuk Melodi.


Eros pun menuntun Melodi sampai pada tempat yang sudah di dekorasi oleh Eros dengan sangat indah. Kemudian Eros mempersilahkan Melodi untuk duduk di sebuah kursi yang sudah di hias oleh Eros.



Melodi masih takjub dengan keindahan yang saat ini sudah ada di depan matanya. Kemudian Eros tiba-tiba saja berlutut di hadapan Melodi. Dan....


" Will you marry me Melodi? " Eros ternyata menyiapkan ini semua untuk melamar Melodi.

__ADS_1


__ADS_2