
*****
" Kenapa kamu hanya diam saja? Jawab aku Mel? " Tanya Reihan yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari Melodi.
" Aku nggak tau harus jawab apa Rei, ini terlalu sulit untukku. " Ujar Melodi yang masih tertunduk tanpa melihat wajah Reihan.
" Aku nggak mau kita terus menerus seperti ini, ayo kita lupakan semua yang lalu-lalu bersama-sama, aku berjanji kepadamu, mulai saat ini dan seterusnya, apapun yang terjadi aku akan mempercayaimu. " Ujar Reihan sambil meraih tangan Melodi.
Melodi pun mulai menatap Reihan, diri nya masih belum bisa untuk membuka hatinya kembali, kesempatan itu seperti sudah tidak ada lagi. Dan Melodi pun hanya menatap Reihan dan lagi-lagi tanpa sepatah kata pun.
" Mel...aku yakin kita bisa melalui semua permasalahan, ataupun cobaan seberat apapun yang sudah ataupun yang akan terjadi nantinya, asalkan kita melewati itu semua bersama-sama, kita nggak bisa jalan sendiri-sendiri Mel, please sekali ini aja kamu dengarkan aku. Aku mohon. " Pinta Reihan yang sangat berharap Melodi mau mengulang semuanya dari awal bersama dengan Reihan.
Melodi masih berfikir sejenak, ia mempertimbangkan segalanya dengan sangat matang. Melodi melakukan itu semua, karena dirinya yang sudah cukup lelah dengan penderitaan yang selalu menimpa diri nya.
" Mel..." Panggil Reihan yang mulai tidak sabar menunggu jawaban dari Melodi.
" Baiklah, tapi kamu benar-benar harus berjanji pada ku Rei, apapun yang terjadi, kamu harus selalu berada di sampingku. "
Reihan pun mengangguk dengan bersemangat lalu memeluk tubuh Melodi yang mungil itu dengan erat. Reihan terlihat begitu senang mendengar jawaban dari Melodi, sebenarnya Melodi belum sepenuhnya yakin dengan jawabannya, tapi ia juga tidak bisa terus menerus membuat Reihan dilema.
" Yaudah, kalau gitu kapan kamu ada waktu? " Tanya Reihan yang saat ini merasa suasana hati nya menjadi semakin lebih baik.
" Jangan sekarang Rei, aku masih banyak sekali pekerjaan, apalagi, aku sudah satu minggu lebih tidak bekerja di butik, kasihan Arini, dia pasti sangat membutuhkan bantuan ku saat ini. " Ujar Melodi yang merasa sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya saat ini.
" Baiklah, kapan pun kamu siap, beritahu aku. "
Melodi pun mengangguk menyetujui perkataan Reihan, kemudian Reihan yang sudah lega dengan jawaban dari Melodi itu, akhirnya meninggalkan butik Melodi dan kembali ke hotel nya.
*****
Di tempat lain...
__ADS_1
Yura yang tampak begitu senang itu pun dengan segera kembali menuju hotel Reihan, ia sengaja menunggu kedatangan Reihan dan ingin menjalankan rencananya yang lain seorang diri.
Dan saat yura kembali dari restoran,kebetulan sekali Reihan pun baru saja tiba, Yura dengan perlahan tapi pasti dan juga sebisa mungkin terlihat sangat natural itu pun dengan sengaja menabrak seorang cleaning servis hingga membuat nya terjatuh.
Reihan yang baru saja tiba itu pun mendengar teriakan Yura dan langsung melihat ke arah di mana suara Yura terdengar.
" Akkkhhhh...kamu gimana sih jalan nya, awww...kaki ku sepertinya terkilir, bagaimana ini.? " Keluh Yura dengan pandangan mata yang sesekali melirik ke arah Reihan.
Reihan yang melihat kejadian itu pun tidak hanya tinggal diam, Reihan langsung menghampiri Yura.
" Kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka ?" Tanya Reihan yang saat itu terduduk di samping Yura.
" Seperti nya kaki ku terkilir, ini benar-benar sakit. " Ujar Yura berbohong.
Reihan masih terdiam sambil memastikan pergelangan kaki Yura apakah benar terkilir, namun saat Reihan sedang memegangi pergelangan kaki Yura...
" Awwww...sakit Rei, antar aku pulang Rei..." Rengek Yura yang merintih kesakitan dan akhirnya Reihan pun percaya dengan kebohongan Yura tersebut.
Setelah masuk ke dalam mobil Reihan, Yura pun tampak begitu senang karena rencananya berhasil dan berjalan sesuai keinginannnya.
"Kita ke rumah sakit aja dulu ya? Aku takut kaki kamu malah semakin parah jika tidak di obati." Usul Reihan yang saat ini benar-benar mengkhawatirkan Yura.
" Tidak perlu Rei, aku hanya perlu mengompresnya saja nanti, kamu kan tau, aku tidak se manja itu. " Ujar Yura yang menolak tawaran Reihan.
Dan Reihan pun langsung melajukan mobil nya menuju rumah Yura. Sesampainya di rumah Yura, Reihan langsung membawa masuk Yura, dan membaringkan Yura di sofa ruang tamu nya.
" Rei..."
" Ya?? "
" Boleh aku minta bantuan mu sekali lagi? " Tanya Yura sambil memasang wajah yang terlihat sangat sedih dan juga seperti sedang benar-benar kesakitan.
__ADS_1
" Boleh, katakan saja. "
" Tolong temani aku, aku tidak tau harus bagaimana, aku mohon? Apa kamu tidak mengasihani ku yang saat ini sedang tidak berdaya seperti ini. Kaki ku benar-benar terasa sakit. Tolong bantu aku merawat diri ku yang saat ini sebatang kara ini. "Pinta Yura yang berharap Reihan akan langsung menyetujuinya.
" Maaf Yura, tetapi aku tidak bisa. " Tolak Reihan begitu saja.
" Kalau begitu, tolong Kompres kan kaki ku, setelah aku tertidur dan merasa lebih baik, kamu boleh pulang. "
" Baiklah. "
Dan Reihan pun menyetujui permintaan kedua Yura, Reihan dengan segera mengambil batu es dan kompresan lalu mengompres kaki Yura yang terkilir. Yura terlihat sangat senang karena saat ini ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Reihan dan hanya berdua tanpa ada orang lain yang mengganggunya.
" Rei..."
" Ya? "
" Aku lapar, bisa kamu pesankan aku makanan, sekalian makanan untuk mu juga. " Ujar Yura yang sengaja ngin membuat Reihan tinggal lebih lama bersama dengannya.
Reihan pun langsung memesan makanan untuk nya dan juga uuntuk Yura, dan setelah makanan itu datang , Reihan dengan segera menyiapkan nya dan menyajikannya di atas meja.
" Rei, bisa tolong ambilkan aku selimut di kamar? Aku merasa kedinginan. " Pinta Yura yang sebenarnya hanya beralasan.
Dan saat Reihan pergi ke kamar Yura untuk mengambil selimut nya, dengan segera Yura mengeluarkan obat tidur dari dalam saku celana nya, dan memasukkannya ke dalam minuman Reihan.
Lalu setelah mereka berdua menghabiskan makanannya dan meminum minuman mereka masing-masing, Yura pun mengamati Reihan dengan seksama sampai, Reihan terlihat sedikit pusing dan akhirnya membaringkan tubuh nya di samping sofa.
Yura dengan segera beranjak dari duduk nya, ia berjalan seperti biasa, karena ia memang tengah berpura-pura saat ini. Yura dengan sekuat tenaga pun langsung membopong Reihan ke kamar nya, ia melepaskan setiap busana yang di kenakan Reihan lalu memposisikan Reihan agar bisa terbaring di samping nya.
Dan, keesokan hari nya, Reihan membuka mata nya, dan betapa terkejutnya Reihan mendapati diri nya yang sudah tidak menggunakan busana, kemudian ia menoleh ke arah samping dan melihat Yura yang saat ini sedang tertidur dengan lelap di samping nya.
" Akkkkhhhh..." Rintih Reihan sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat menyakitkan itu.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun? seingat ku, aku hanya sedang makan bersama Yura, dan setelahnya aku benar-benar tidak ingat. " Batin Reihan.