
*****
Setelah mereka memilih tanggal dan bulan untuk pernikahan Melodi dan juga Reihan. Akhirnya mereka sepakat untuk menikahkan Melodi dan juga Reihan di bulan Januari, pada tanggal 1 bulan depan.
Setelah selesai memilih tanggal dan juga bulan, kini mereka sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya, baik untuk foto prewedding, undangan dan juga hal lainnya yang harus segera di siapkan.
Melodi dan juga Reihan hanya mengikuti apa yang sudah di sepakati tanpa berkomentar apapun. Mereka berdua sama-sama tidak ingin memikirkan tentang bagaimana pernikahannya nanti.
Kemudian setelah dua minggu berlalu, kini waktunya Melodi dan juga Reihan untuk melakukan foto prewedding. Tema yang di pilih pun atas kesepakatan keluarga besar mereka. Melodi dan juga Reihan, lagi-lagi hanya mengikuti apa yang sudah di sepakati.
Setelah selesai melakukan foto prewedding, meraka pun mengadakan acara makan malam bersama. Dua keluarga telah berkumpul menjadi satu. Eyang Sari, eyang dari Reihan pun sudah datang jauh-jauh dari Medan.
Kedua keluarga itu sengaja menyewa tempat di sebuah restoran ternama. Selama ini Melodi dan Reihan juga jarang sekali berkomunikasi, mereka hanya bertemu di saat-saat yang di perlukan saja.
Melodi juga sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan barunya. Belum lama ini Melodi membuka sebuah butik dengan uang hasil kerja kerasnya selama ia bekerja di perusahaan milik Dewi. Reihan pun begitu, Reihan juga menyibukkan dirinya dengan proyek baru yang sedang ia kerjakan.
" Melodi, Reihan...kalian itu kan calon pengantin, dan sebentar lagi akan menjadi sepasang suami istri. Kenapa menjelang pernikahan kalian malah sibuk dengan pekerjaan kalian masing-masing? Ayo lah coba kalian luangkan waktu untuk berkencan di akhir pekan. Nikmati masa-masa penjajakan kalian sebelum kalian berdua menikah. " Ujar Nina yang heran dengan Melodi dan juga Reihan, karena selalu saja sibuk bekerja.
" Iya oma, maaf ya oma...karena proyek baru ini sangat penting, aku sampai kurang memperhatikan Melodi oma. "
" Iya Reihan, nanti setelah menikah, kamu harus lebih perhatian lagi kepada Melodi. " Sari pun ikut menasehati Reihan.
" Iya Eyang..."
Di tempat lain...
Eros yang sedang sangat patah hati itu pun akhir-akhir ini sering pulang malam. Seusai bekerja, Eros selalu minum-minum di sebuah klub sampai larut malam. Eros juga memutuskan untuk tinggal kembali di rumah lama nya.
Eros belum bisa menerima bahwa sebentar lagi Melodi akan menikah dengan Reihan. Perasaannya sangat kalut, ingin rasanya ia memutar waktu dan mengembalikan keadaan seperti semula. Dan ia juga menyesal karena tidak bisa jujur dengan perasaannya sendiri kala itu.
Saat ini Eros sudah sangat mabuk, saat ia sedang mabuk berat, biasanya Eros selalu menelfon Melodi. Namun Melodi tidak pernah mengangkat telfon dari nya. Setelah menerima perjodohan itu, Melodi selalu mengabaikan telfon dari Eros.
Namun tidak dengan hari ini...
Handphone Melodi berdering beberapa kali, awalnya ia berniat untuk tidak menerima panggilan telefon dari Eros. Tapi...
" Siapa itu Mel? Kenapa nggak di angkat? Angkat dulu aja, suaranya ganggu banget. Papa lagi pusing, jadi tambah pusing dengar dering handphone kamu. " Arman pun meminta Melodi untuk mengangkat telfon nya, karena ia merasa terganggu dengan dering handphone Melodi yang berdering berkali-kali.
Melodi pun beranjak dari duduknya, dan ia dengan terpaksa menjawab panggilan telefon dari Eros. Melodi ingin menjawab panggilan dari Eros, karena ia berniat ingin memperingatkan Eros, supaya Eros tidak menghubunginya terlalu sering. Dan Melodi juga ingin menyampaikan kepada Eros, jika dirinya merasa terganggu jika Eros terlalu sering menghubunginya.
[ Via telfon ]
__ADS_1
" Halo..."
" Akhirnya kamu angkat juga Mel...aku nggak bisa hidup tanpa kamu Mel...apa gunanya hidup? Ha? Oh iya...selamat untuk pernikahan kamu? Eh...belum ya? Apa kamu masih mencintai aku Mel? Apa kita harus nikah lari? Ah...ya...itu ide yang bagus. "
" Eros??? Kamu mabuk?? "
" Ha? Mabuk?? Siapa? Aku? "
" Kamu dimana? "
" Aku? Kamu mau ngapain? Kamu mau kesini jemput aku? "
" Eros...!!! Sadar...!!! Apa yang sedang kamu lakukan? Sekarang kamu dimana? "
" Aku di tempat paling nyaman dan tenang, di sini ramai, tapi di sini juga tenang...ha..ha..ha..aneh bukan? "
" Eros...!! Aku serius, kamu diman sekarang? Jangan buat aku khawatir. "
" Kamu khawatir sama aku? Apa aku sedang tidur? Apa aku sedang bermimpi? Kamu khawatir?? "
" Eros please...jangan bercanda, sekarang kamu kasih tau aku, dimana tempat yang bikin kamu nyaman dan tenang itu. "
Kemudian Melodi mengakhiri panggilan telfon nya dan tanpa berpamitan Melodi bergegas keluar dari restoran itu. Melodi hanya membawa handphone dan dompet yang ia kantongi di kantong blazer milik nya. Ia bahkan tidak memperdulikan tas nya yang ia tinggalkan di dalam restoran tersebut.
Dengan segera ia menghentikan sebuah taxi, dan tidak butuh waktu yang lama, Melodi pun akhirnya sampai di klub tersebut.
Melodi masuk kedalam klub tersebut, pandangan matanya terus berkeliling mencari keberadaan Eros. Namun ia tidak menemukan Eros sama sekali.
Melodi pun berjalan memeriksa setiap sudut klub tersebut, namun ia tak kunjung menemukan Eros. Melodi mendengus kesal, perasaan nya sungguh tidak karuan.
Kemudian handphone nya kembali berdering, Melodi melihat nama yang tertera di layar handphonenya. Dan ternyata Reihan yang menelfon Melodi. Melodi pun baru sadar, kalau ia meninggalkan makan malam nya begitu saja tanpa berpamitan.
[ Via telfon ]
" Kamu dimana? "
" Sorry-sorry...aku lagi di klub.."
" Apa? Ngapain kamu di sana? "
" Tadi Eros telfon aku, dan kayaknya dia lagi mabuk berat, aku berniat nyusulin dia, tapi kayaknya Eros udah pulang. "
__ADS_1
" Di klub mana? "
" Star klub.."
" Sebelumnya kamu udah pernah ke klub? "
" Belum..."
" Dasar bodoh, tunggu aku...dan ingat...jangan minum atau makan apapun yang di tawarkan orang asing di sana. "
" Iya...tapi, apa lebih baik aku keluar saja dari klub malam ini? "
" Jangan..!! Itu lebih berbahaya, kamu bisa di bius dan di culik. Tunggu, dan berpura-pura lah menjadi orang yang berpengalaman. Jangan mengobrol dengan siapapun. "
Setelah menutup telfonnya, Reihan pun menyusul Melodi. Ia juga sudah berpamitan dan membuat alasan yang masuk akal untuk membuat kedua keluarga besar itu tidak curiga.
Reihan segera melajukan mobilnya menuju klub malam tersebut.
*****
Di dalam klub malam itu, Melodi berusaha mempraktekkan apa yang di beritahukan oleh Reihan tadi. Ia berpura-pura menjadi perempuan yang sudah biasa datang ke klub, walau ia merasa sedikit canggung dan merasa takut karena perkataan Reihan di telefon tadi.
Saat Melodi sedang duduk di bangku sebuah bar, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Sontak saja Melodi yang terkejut itupun refleks dan mendorong orang yang memeluknya dari belakang itu.
" Melodi..." Ya...dan ternyata orang tersebut adalah Eros, Eros yang jatuh tersungkur itu mencoba untuk berdiri dengan tubuhnya yang sudah tidak seimbang.
Melodi ingin membantu Eros, tetapi ia tidak berani untuk menyentuh tubuh Eros. Saat ingin menyentuh lengan tangan Eros, tiba-tiba saja Melodi teringat kejadian malam itu, di saat Eros ingin melakukan pelecehan kepada Melodi di dalam mobilnya.
Tangan Melodi menjadi gemetar, mata nya pun mulai berkaca-kaca. Tatapan mata Eros kepada Melodi lah yang membuat Melodi mengingat kejadian pada malam itu. Tatapan mata Eros begitu asing dan menakutkan. Melodi berjalan mundur dengan perlahan, langkah kakinya terasa berat. Dan orang-orang di sekitarnya hanya menatapnya dan tidak ada yang berniat untuk membantu dirinya, mereka mengira kalau Eros dan Melodi hanyalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
Eros yang sudah berdiri itu pun melangkahkan kaki nya ke arah Melodi, dan dengan cepat tangannya berhasil mencengkram lengan Melodi " Kamu kenapa? Kamu masih khawatir kan sama aku? Jadi lebih baik kamu batalkan perjodohan itu, dan kita bisa hidup bahagia. Ayo lakukan, dan jadi lah milikku seutuhnya Melodi. "
Kemudian Eros menarik lengan Melodi dengan sangat kasar, ia membawa Melodi keluar dari klub malam itu dan memaksa Melodi untuk masuk ke dalam mobil nya. Melodi mencoba untuk memberontak, namun tenaga Eros lebih kuat dari Melodi.
Dan tiba-tiba saja...
Buaaaakkkkk...buakkkkk....buakkkk!!!!
Beberapa pukulan pun melayang ke wajah Eros, untung saja Reihan datang di waktu yang tepat. Melodi sangat amat terpukul karena perbuatan Eros kepadanya. Melodi tidak bisa mengenali Eros, perubahan Eros terlalu drastis. Eros adalah sosok pria yang baik, penuh kelembutan dan perhatian, tetapi dalam sekejap...Eros telah berubah menjadi pria yang penuh dengan keburukan.
__ADS_1